NovelToon NovelToon
GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)

"Hayu siapa yang penasaran sama kisah Aruna, gadis malang yang terpaksa menyerahkan hidupnya jadi milik seorang pria yang sangat tampan, kaya raya, tapi dikenal sangat kejam dan berhati dingin? 😯💔

Dipaksa menikah cuma demi bertahan hidup, dihina, diremehkan, dan dianggap cuma barang milik semata. Namun Aruna berjanji dalam hatinya, dia bakal buktikan kalau dia juga punya harga diri yang tak boleh diinjak. Apakah dia sanggup hadapi sifat angkuh dan kejam Aris Baskara? Bagaimana nasibnya hidup di antara kemewahan yang ternyata penuh dengan penghinaan dan rasa sakit? 🤔

Baca yuk ceritanya! Kisah cinta penuh luka, amarah, air mata, dan takdir yang bikin hati campur aduk. Dijamin bikin penasaran dari bab pertama sampai akhir 📖🔥

📖 Judul: GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)
(Penulis: Lestari Visa)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Bukti Mutlak di Hadapan Hukum

Suasana di dalam ruangan pertemuan yang luas itu terasa hening, dingin, namun sarat dengan ketegangan dan rasa haru yang mendalam. Di sekeliling meja panjang berkilau itu, duduklah para ahli hukum dan pengacara terbaik yang wajah-wajahnya sedari tadi tampak serius dan penuh perhitungan. Namun saat kotak kecil berisi lencana pusaka keluarga Tanudjaya itu diletakkan di atas meja, seluruh pandangan mata tertuju pada benda kecil yang memancarkan wibawa besar itu.

Luna duduk tegak di samping Aditya, tangannya sedikit gemetar namun ia berusaha tetap tenang dan berwibawa. Di sebelahnya, Aditya duduk dengan santai namun tatapan matanya tajam mengamati setiap ekspresi wajah orang-orang di ruangan itu, seolah memastikan tidak ada sedikit pun keraguan yang tersisa di benak mereka.

"Silakan diperhatikan dengan saksama," ucap Aditya memecah keheningan, suaranya rendah, berat, namun penuh wibawa yang membuat semua orang seketika memusatkan perhatian kepadanya. Ia menunjuk ke arah lencana yang berkilau itu dengan ujung penanya. "Benda ini adalah satu-satunya bukti fisik dan simbol sah garis keturunan langsung milik keluarga Tanudjaya. Ini adalah milik Arthur Tanudjaya, yang diserahkan langsung kepada Nona Luna sebagai cucu kandung dan pewaris tunggal yang sah, melalui perantara orang kepercayaan terakhir yang masih setia pada almarhum."

Seorang pengacara tua yang tampak paling dituakan di antara mereka segera bangkit berdiri, mengulurkan tangan dengan sangat hati-hati dan penuh rasa hormat untuk mengambil kotak itu. Ia membukanya perlahan, lalu menatap lencana itu dengan pandangan yang sangat teliti, kritis, namun juga penuh rasa takjub. Kacamata di hidungnya sedikit turun saat ia meneliti setiap ukiran, bentuk, hingga tanda khusus yang hanya diketahui oleh kalangan dalam keluarga besar itu.

Dada Luna berdebar kencang. Ia menatap wajah pengacara itu, berharap tidak ada keraguan sedikit pun. Ia mengingat kembali pesan Clarissa, kebenaran yang diceritakan Aditya, dan perjuangan kakeknya yang telah tiada. Ia tidak boleh gagal di sini, ini adalah langkah awal yang paling penting.

Sang pengacara tua itu perlahan mengangkat wajahnya, menatap ke arah Luna dengan mata yang berbinar terkejut sekaligus penuh rasa hormat yang dalam. Napasnya sedikit tersendat saat ia berbicara dengan suara parau namun tegas.

"Ini... ini asli mutlak, Tuan Aditya. Saya sudah menangani urusan hukum keluarga Tanudjaya selama puluhan tahun, saya tahu persis bentuk, ukiran, dan tanda keaslian benda ini. Lencana ini tidak mungkin dipalsukan, tidak mungkin dimiliki oleh sembarang orang. Ini benar-benar milik Arthur Tanudjaya, dan hanya akan diserahkan kepada pewaris sah yang diakui secara langsung oleh beliau," ucap pengacara itu dengan nada kagum, lalu ia berbalik menatap Luna dengan pandangan yang jauh berbeda dari sebelumnya. "Nona Luna... keberadaan Nona adalah fakta yang mutlak dan tak terbantahkan. Selama ini kami hanya mendengar desas-desus, namun hari ini... hari ini kebenaran akhirnya berdiri tegak di depan mata kami sendiri."

Rasa lega seketika membanjiri seluruh jiwa Luna. Seolah beban berat yang menindih pundaknya selama ini terangkat begitu saja. Ia menoleh ke arah Aditya, dan menangkap senyum tipis yang mengembang di bibir lelaki itu. Senyum kepuasan, senyum kemenangan kecil yang pertama kali mereka raih.

"Bagus," ucap Aditya singkat, lalu ia menatap para pengacara lainnya yang kini tampak sama yakin dan terkesannya. "Kalau bukti fisik sudah jelas dan sah, sekarang kami akan serahkan segala dokumen, surat-surat, serta catatan sejarah yang menjelaskan secara rinci tentang asal-usul Luna, kisah hidup Arthur Tanudjaya, serta segala kejahatan dan perbuatan curang yang telah dilakukan oleh Reynold dan Julian demi menguasai seluruh harta dan kekuasaan keluarga itu secara sepihak."

Pak Herman yang duduk di ujung meja segera bangkit berdiri, menyerahkan map-map tebal berisi berkas-berkas penting yang telah disusun rapi dan lengkap.

"Semua bukti dan data ada di sini, Tuan. Mulai dari akta kelahiran Nona Luna, bukti hubungan darah, surat-surat peninggalan almarhum, hingga rekam jejak transaksi dan perbuatan curang yang dilakukan Reynold dan Julian selama belasan tahun ini. Semuanya lengkap, sah, dan siap digunakan sebagai dasar hukum yang kuat," jelas Pak Herman dengan wajah bangga dan serius.

Para pengacara itu segera menerima dan memeriksa satu per satu berkas-berkas tersebut dengan ketelitian tinggi. Ruangan itu kembali hening, hanya terdengar suara kertas yang dibolak-balik dan bisik-bisik pendek di antara mereka. Luna memperhatikan wajah-wajah itu, melihat bagaimana keraguan perlahan berubah menjadi keyakinan, dan rasa hormat semakin terlihat jelas di setiap pandangan yang tertuju kepadanya.

Setelah cukup lama memeriksa, ketua tim pengacara itu kembali menatap Aditya dan Luna dengan pandangan yang penuh penghormatan dan kesungguhan.

"Segala sesuatu sudah sangat jelas, lengkap, dan tak ada celah keraguan sedikit pun, Tuan Aditya, Nona Luna. Berdasarkan hukum, aturan waris, dan bukti-bukti yang ada di sini... Nona Luna adalah pemegang hak tertinggi dan sah atas seluruh aset, kekayaan, serta nama besar keluarga Tanudjaya. Posisi Reynold maupun Julian saat ini sebenarnya tidak lebih dari sekadar pengelola sementara yang telah menyalahgunakan wewenang dan menguasai hak orang lain secara paksa dan curang," ucapnya dengan nada tegas dan berwibawa. "Dengan bukti-bukti ini, kita bisa langsung mengajukan gugatan, membekukan aset, dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas segala kerugian serta kejahatan yang telah mereka lakukan."

Hati Luna terasa bergetar hebat mendengar kata-kata itu. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Gadis malang yang dulu sering ditindas, diremehkan, dan hidup dalam keterbatasan, kini ternyata memiliki kekuasaan dan hak yang jauh lebih besar daripada orang-orang yang selama ini menganggap dirinya sampah. Namun di balik rasa bangga itu, terselip rasa sedih yang mendalam. Ia teringat wajah kakeknya, teringat betapa kakeknya harus hidup dalam kesepian dan penderitaan, jauh dari harta dan kemewahan, hanya demi memegang teguh kebenaran dan kasih sayang.

"Tuan..." bisik Luna pelan, menoleh ke arah Aditya, suaranya sedikit bergetar namun penuh tekad. "Aku tidak menginginkan semua kekayaan atau kemewahan ini semata-mata untuk kesenangan diri sendiri. Aku menginginkan hak ini demi menghormati perjuangan dan nama baik Kakek Arthur. Aku ingin membongkar semua kejahatan mereka, mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik kami, dan memastikan bahwa kebenaran akhirnya menang, meski terlambat."

Aditya menatap mata Luna lekat-lekat, matanya memancarkan rasa hormat dan kekaguman yang makin dalam. Ia bangga, sangat bangga melihat gadis di sampingnya ini tidak berubah menjadi serakah atau sombong hanya karena mengetahui dirinya kaya raya. Luna tetaplah Luna yang ia kenal, gadis berhati lembut namun memiliki prinsip yang sangat kuat.

"Itulah tujuan kita sebenarnya, Luna," jawab Aditya dengan nada rendah namun penuh penekanan. "Kita tidak berjuang demi harta, tapi demi keadilan. Demi mengembalikan apa yang benar, dan menyingkirkan apa yang salah. Dan dengan segala bukti yang ada di tangan kita sekarang... kemenangan sudah berada di depan mata kita."

Aditya kembali menatap para pengacara itu dengan sorot mata tajam seorang pemimpin yang cerdas dan berani.

"Mulai hari ini, kerjakan semua proses hukum dengan sangat cepat, rahasia, dan teliti. Jangan beri kesempatan sedikit pun bagi Reynold maupun Julian untuk mencium gerakan kita atau menghancurkan bukti yang tersisa. Kita akan serang mereka di saat mereka merasa paling aman dan berkuasa. Dan saat itu tiba... saya ingin kalian pastikan mereka jatuh sejatuh-jatuhnya, tak berdaya, dan harus menanggung segala akibat dari perbuatan kejam mereka selama ini," perintah Aditya dengan nada dingin dan mengancam, aura kejam dan berkuasa yang dulu terkenal kembali terpancar jelas dari dirinya.

Semua orang di ruangan itu mengangguk hormat, paham betul betapa besar kekuatan dan pengaruh yang dimiliki Aditya Pratama di belakang mereka. Musuh-musuh Luna tidak hanya berhadapan dengan seorang gadis pewaris, tapi juga berhadapan dengan CEO paling berpengaruh dan ditakuti di negeri ini.

Pertemuan itu pun ditutup dengan kesepakatan dan rencana kerja yang matang. Langkah pertama telah berhasil dilalui dengan sangat gemilang. Bukti sudah di tangan, hukum sudah di pihak mereka, dan kekuatan perlindungan Aditya selalu ada menjaga di setiap langkah.

Saat mereka berjalan keluar dari ruangan itu, menuju lobi gedung yang megah itu, langkah Luna terasa jauh lebih ringan, lebih tegap, dan lebih berani dari sebelumnya. Di tangannya, ia kembali menggenggam erat tangan Aditya—tangan yang menjadi sandaran dan kekuatan terbesarnya.

"Apa Tuan tidak takut?" tanya Luna pelan saat mereka masuk ke dalam lift yang turun menuju lobi bawah. "Reynold dan Julian adalah orang yang berkuasa, kejam, dan punya banyak koneksi. Tuan melawan mereka demi aku... bukankah itu sangat berisiko dan berbahaya bagi posisi Tuan sendiri?"

Aditya menoleh, menatap wajah gadis itu dalam-dalam. Tidak ada keraguan, tidak ada rasa takut sedikit pun di matanya.

"Sejak awal aku memutuskan untuk membantumu, aku sudah siap menanggung segala risikonya, Luna," jawab Aditya dengan suara tenang namun tegas. "Bagi mereka, kau hanyalah penghalang. Tapi bagiku... kau adalah tanggung jawabku, dan orang yang paling berharga yang harus aku lindungi dengan segala cara, meski aku harus melawan seluruh dunia sekalipun."

Jantung Luna berdegup kencang mendengar kalimat itu. Di dalam lift yang sunyi itu, di hadapan lelaki hebat yang ada di sampingnya, Luna merasa dirinya bukan lagi gadis malang yang tak berdaya. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung dan paling kuat di dunia ini.

Lift terbuka, dan mereka berjalan keluar menyambut sinar matahari siang yang begitu terang dan bersinar. Di luar sana, badai besar sedang bersiap datang menghantam keluarga Tanudjaya, badai yang akan mengubah segalanya selamanya. Dan di tengah badai itu, Luna dan Aditya akan berdiri tegak, berjuang berdampingan, siap membuktikan bahwa kebenaran dan keberanian pasti akan mengalahkan segala kepalsuan dan kejahatan.

(BERSAMBUNG)

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Ate Ida Rustono
tambah penasaran dehh
Ate Ida Rustono
penasaran jadinya
visa lestari
💪💪💪👍
visa lestari
ceritanya bagus thor semagata
visa lestari
mampir thor💪
Nadia Permatasari
mampir juga thor😍
Eemlaspanohan Ohan
lanjut makin seru
Eemlaspanohan Ohan
lanjut
Eemlaspanohan Ohan
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!