Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Ilusi Iblis Hati
Di dasar kawah Penginapan Awan Emas yang telah hancur lebur, waktu seakan berhenti mengalir.
Kabut abu-abu pucat dari Kesengsaraan Iblis Hati menyelimuti tubuh Long Chen dan Gu Tianxue. Keduanya duduk bersila dalam posisi kaku layaknya patung batu. Napas mereka begitu pelan hingga nyaris tidak terdeteksi, sementara fluktuasi jiwa mereka bergejolak hebat di dalam Lautan Kesadaran masing-masing.
Di alam bawah sadar, Long Chen sedang menghadapi ilusi di mana seluruh ras Naganya dibantai, memaksanya memilih antara kebiadaban atau rasionalitas. Sementara itu, Gu Tianxue terjebak dalam malam tanpa akhir, di mana bayangan-bayangan masa lalunya menggerogoti kesetiaannya.
Ini adalah pertempuran yang tidak bisa dibantu oleh siapa pun. Jika mereka menang, Hati Dao mereka akan sekeras berlian. Jika mereka kalah, jiwa mereka akan hancur menjadi debu, menyisakan cangkang kosong tak bernyawa.
Jian Zui berdiri di tepi kawah, menggenggam pedangnya dengan tangan gemetar. Keringat dingin membasahi punggung sang Master Pedang.
"Tuan Zhao," bisik Jian Zui tegang. "Dalam kondisi seperti ini, pertahanan fisik mereka benar-benar nol. Bahkan seorang fana dengan pisau dapur bisa membunuh mereka sekarang. Jika ada musuh yang menyerang..."
Zhao Xuan masih berdiri tegak, jubah hitamnya berkibar pelan. Mata yang memiliki lingkaran keemasan itu menatap tajam menembus kabut abu-abu, mengawasi setiap riak di udara.
"Itulah hukum alam semesta ini, Pendekar Tua," ucap Zhao Xuan dingin. "Surga mengirim Iblis Hati bukan hanya untuk menguji dari dalam, tapi juga untuk menciptakan celah di luar. Awan Kesengsaraan ini mengacaukan Hukum Ruang. Ia adalah tabir asap yang sempurna bagi serigala yang bersembunyi dalam gelap."
Dan prediksinya tidak pernah meleset.
Tepat tiga ribu mil di atas pelabuhan, tersembunyi di balik awan yang terdistorsi oleh petir kesengsaraan, sebuah Cermin Retak Dimensi perlahan terbuka.
Tiga sosok berjubah abu-abu dengan topeng perak melangkah keluar dari kehampaan. Fluktuasi kultivasi mereka tertutup rapat oleh jubah pusaka tingkat Surga, namun riak ruang di sekitar mereka bergetar hebat karena tidak mampu menahan kepadatan Qi mereka.
Ketiganya adalah Tiga Algojo Surgawi dari Klan Han Kuno: Han Jue (Pemutus), Han Sha (Pembantai), dan Han Ming (Kegelapan). Masing-masing dari mereka adalah monster tua yang telah berada di ranah God King Puncak selama ribuan tahun!
Mereka bukan pembunuh bayaran rendahan seperti Bayangan Malam. Mereka adalah senjata rahasia milik Leluhur Klan Han yang hanya digerakkan untuk memusnahkan ancaman tingkat benua.
Han Jue, sang pemimpin, menatap kawah di bawah dengan mata yang setajam belati es. Melalui transmisi suara Qi, ia mengulang perintah mutlak dari Putra Suci Han Tianyi yang baru saja mereka terima.
"Rencana berubah," suara Han Tianyi menggema di benak ketiga algojo. "Kesengsaraan Ganda itu membuktikan bahwa pelayan Zhao Xuan memiliki potensi tingkat Dewa Iblis. Kita tidak bisa membiarkan naga dan bayangan itu hidup hingga Perjamuan Resonansi Dao. Bunuh kedua bawahannya sekarang, saat jiwa mereka terlepas dari tubuhnya! Potong kedua sayap Asura itu!"
"Bagaimana dengan Zhao Xuan sendiri, Putra Suci?" tanya Han Sha.
"Dia baru saja menahan ledakan Kesengsaraan. Dia pasti kelelahan atau lengah," titah Han Tianyi dengan kelicikan mutlak. "Fokus utama kalian adalah menghancurkan fisik dua pelayannya. Namun, jika ada kesempatan... bawa kepala berambut merah itu kepadaku."
Ketiga Algojo Surgawi saling bertukar pandang. Tiga God King Puncak melawan dua pemuda yang sedang koma dan satu pemuda yang diduga kuat kehabisan tenaga. Ini bukan lagi pembunuhan; ini adalah pemusnahan sepihak.
"Turun. Kunci ruang. Jangan tinggalkan sehelai rambut pun," perintah Han Jue dingin.
SYUUUUUT!
Ketiga bayangan abu-abu itu menukik turun dengan kecepatan yang merobek hukum fisika. Mereka tidak menggunakan teknik bayangan yang rumit; di tingkat kultivasi ini, kecepatan murni dan penindasan absolut adalah senjata terbaik.
Di tepi kawah, telinga Zhao Xuan sedikit berkedut.
Sebuah Seringai Asura yang luar biasa buas dan menakutkan mekar di wajahnya. Ia tidak menoleh, melainkan langsung mengangkat Pedang Kaisar Ketiadaan dengan tangan kirinya dan menancapkannya ke tanah giok di depannya.
BOOOOOOOOOOM!
Tiga pilar Qi yang luar biasa masif seperti tiga gunung tak kasat mata jatuh menimpa area kawah!
Tekanan dari tiga God King Puncak yang meledak secara bersamaan langsung membuat Jian Zui memuntahkan darah segar dan jatuh terjerembap ke tanah, tak mampu menggerakkan satu jari pun. Tulang-tulangnya berderit ngeri.
Ini adalah Domain Penindasan Gabungan! Ruang spasial di sekitar kawah seketika membeku menjadi balok besi spiritual. Tidak ada yang bisa menggunakan teknik teleportasi. Tidak ada yang bisa melarikan diri.
"T-Tiga... God King Puncak?!" rintih Jian Zui dengan mata membelalak ngeri. Kiamat benar-benar telah turun ke atas kepala mereka!
Tiga Algojo Klan Han mendarat membentuk formasi segitiga, mengepung kawah. Mereka sama sekali tidak membuang waktu untuk basa-basi atau melontarkan ejekan arogan. Sebagai pembunuh sejati, insting mereka hanya satu: Selesaikan misi.
Han Jue dan Han Ming langsung mengunci pandangan pada tubuh kaku Long Chen dan Gu Tianxue di dasar kawah.
"Teknik Tombak Penghukum Han: Pemusnahan Debu Fana!"
Dua God King Puncak itu serentak melancarkan serangan pamungkas. Dua tombak raksasa yang terbuat dari Qi perak murni dan dilapisi Niat Pembunuhan Absolut melesat dari langit, menargetkan jantung Long Chen dan dahi Gu Tianxue!
Serangan ini begitu kuat hingga mampu menghancurkan seluruh Kota Pelabuhan Awan Awal jika tidak ditahan oleh Domain Pengunci Ruang mereka. Bagi Long Chen dan Tianxue yang sedang dalam kondisi mati rasa, tombak ini akan meremukkan fisik dan jiwa mereka secara instan!
"MATILAH, KAUU!" batin Han Jue.
Namun, di sepersepuluh detik sebelum tombak perak itu menembus kulit kedua pengikutnya...
Sebuah bayangan membelah ruang yang membeku itu dengan kecepatan yang melampaui konsep waktu itu sendiri.
TRANGGGGGGGGG! KRAAAABOOOM!
Bumi Benua Tengah berguncang hingga ke inti terdalamnya. Gelombang kejut sonik meratakan seluruh sisa-sisa bangunan Penginapan Awan Emas menjadi debu halus.
Asap tebal mengepul dari dasar kawah. Ketiga Algojo Surgawi menyipitkan mata dari atas formasi mereka. Apakah target sudah musnah?
Perlahan, debu itu tersapu oleh seberkas hawa panas yang luar biasa pekat.
Di dasar kawah, tepat di depan tubuh kaku Long Chen dan Gu Tianxue, sosok Zhao Xuan berdiri tegak.
Tangan kanannya menggenggam leher tombak perak milik Han Jue, sementara tangan kirinya menahan ujung tombak milik Han Ming hanya dengan dua jari! Tetesan darah emas fana menetes dari telapak tangannya, namun luka itu langsung menutup, mendesis terbakar oleh Api Nirwana.
Rambut merah Zhao Xuan berkibar ganas seperti kobaran api neraka. Lingkaran emas di pupilnya kini menyala terang benderang, memancarkan Otoritas yang membuat jiwa ketiga God King Puncak itu bergetar hebat tanpa alasan yang jelas.
"Mengutus anjing penjaga untuk menggigit bayanganku, saat aku sedang berdiri tepat di depan mereka..." Suara Zhao Xuan rendah, serak, namun bergema di setiap relung tulang para algojo itu layaknya lonceng kematian.
Zhao Xuan perlahan mengangkat wajahnya, menatap ketiga God King Puncak Klan Han dengan tatapan seorang jagal yang melihat domba gemuk.
"Klan Han Kuno... keberanian kalian untuk mencari mati benar-benar layak mendapatkan pujian."
Tangan kanan Zhao Xuan mengeras. Api Nirwana putih meledak dari telapak tangannya, merambat melalui tombak perak Han Jue, dan langsung membakar senjata tingkat Surga Puncak itu menjadi abu dalam satu kedipan mata!
Mata Han Jue terbelalak di balik topengnya. "M-Mustahil! Dia menahan serangan kekuatan penuh dari dua God King Puncak dengan tangan kosong?!"
"Kalian ingin memotong sayapku?" Zhao Xuan melepaskan jepitan jarinya dari tombak Han Ming. Seringai Asura-nya melebar hingga menyentuh batas kegilaan.
"Mari kita lihat... apakah kalian bisa mempertahankan kepala kalian sendiri untuk melapor kembali kepada Putra Suci kalian."
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️