Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.Tamparan.
Seruan yang dipenuhi dengan nada keterkejutan itu,terdengar nyaring di tengah malam yang sepi.
Baik Jane maupun Calvin sama-sama menoleh kearah sumber suara.Mereka melihat Flowy yang baru saja muncul dari dalam rumah.Tidak jauh dibelakangnya ada juga Carlos dan Mark,yang sepertinya hendak keluar.
"Paman Kecil...? Siapa?"
Jane bertanya dengan bingung.Dia menatap Flowy lalu mengikuti arah tatapannya dan...kedua mata Jane terbelalak lebar.
"Anda...!"
"Maaf, saya tidak memperkenalkan diri dengan benar.Nama saya Calvin Benjamin,putra bungsu Robert Benjamin.Ehm...Anda juga bisa memanggil saya dengan sebutan Paman Kecil sama seperti mereka." Jelas Calvin dengan malu.
Jane menatap Calvin dengan tidak percaya.
Calvin masih sangat muda,bahkan mungkin usia mereka tidak jauh berbeda atau bahkan sama.Namun, Robert yang dia temui hari ini adalah pria tua berusia tujuh atau delapan puluh tahun,dengan uban diseluruh kepalanya.Jika Jane menghitung rentang usia diantara mereka,maka akan tercipta sebuah jarak yang tidak masuk akal.Carlos sendiri sudah berusia tiga puluh tahun,tahun ini.Usianya bahkan jauh lebih tua dari sang paman bungsu.
Dunia orang kaya benar-benar rumit.
"Mengapa kalian bisa kembali bersama?"
Keterkejutan Flowy segera berubah menjadi rasa penasaran yang akut.Terlebih dia melihat mantel seorang pria melekat di tubuh Jane.
Tanpa perlu berfikir jauh,semua orang pasti telah mengetahui siapa pemilik mantel tersebut.
Flowy dengan wajah jenaka melirik Jane dan Calvin secara bergantian.Alisnya yang ramping naik turun penuh godaan.
Calvin hanya tersenyum lembut sebagai tanggapan,sementara Jane...wajahnya seketika berubah menjadi murung setelah mendengar pertanyaan Flowy.
"Menurut mu bagaimana? " Jane berbicara dengan nada ketus.
Tatapan tajamnya segera tertuju kepada Carlos,yang saat ini juga tengah menatapnya dengan tajam.Lebih tepatnya,menatap mantel yang melingkar di tubuhnya dengan tajam.
Mendengar nada bicara Jane yang ketus,Flowy juga sepertinya tersadar bahwa apa yang baru saja dia tanyakan dengan iseng,telah menyentuh titik sakit Jane.
Mengingat wanita yang menjadi penyebab ini semua,raut wajah Flowy seketika menjadi tidak sedap dipandang.
"Oh,baguslah.Untung saja kau bertemu dengan Paman Kecil." Ucap Flowy dengan nada penuh provokasi.
"Hem, untung saja.Kalau tidak...aku mungkin harus tidur dijalanan malam ini."
Jawab Jane dengan nada ketusnya.
Calvin yang berada diantara mereka,tentu saja mengerti akan maksud kedua wanita ini.Dia tersenyum tipis.
"Baiklah,sudah malam.Paman pamit dulu.Nona Jane...sampai jumpa lagi." Calvin pamit.
Wajahnya yang tampan dan lembut,tampak semakin tampan ketika dia tersenyum.
Dengan penuh keanggunan,Calvin masuk kembali kedalam mobilnya dan segera pergi.Sepanjang seluruh proses,tidak ada diantara mereka yang berminat untuk menyapa Carlos,yang sudah berdiri disana sejak awal memperhatikan mereka.
Melihat Calvin yang menghilang dengan cepat,Flowy melangkah mendekati Jane dan bertanya dengan lirih. "Bukankah Paman Kecil ku sangat tampan?"
Suaranya yang nakal itu membuat Jane mengernyit.
"Dasar gila.!" Umpatnya lalu berjalan dengan tertatih meninggalkan Flowy.
"Hey..hei , kau marah? Eh,ada apa dengan kaki mu?"
Seru Flowy sembari mengejar Jane dari belakang.
Jane sama sekali tidak peduli dengan wanita yang gemar menggosip itu.Yang Jane inginkan saat ini adalah mandi,makan,kemudian tidur.
Dia berjalan melewati Carlos begitu saja.Sama sekali tidak berniat untuk menyapanya.Ingat! Jane masih marah,oke.
Sikapnya ini tentu saja membuat Carlos marah.
"Kau masih berani pulang setelah keluyuran selama satu harian dan pulang diantar pria asing di malam hari.Apakah menurut mu kediaman Benjamin sangat mudah dimasuki sesuka hati?" Suara Carlos terdengar sangat dingin dan tidak berperasaan.
Dia sama sekali tidak sadar bahwa Jane pulang dalam kondisi seperti ini adalah akibat perbuatannya sendiri.
Terbiasa mendominasi sejak kecil,Carlos sama sekali tidak menyadari 'macan' betina apa yang tengah diprovokasi olehnya.
Jane yang pada awalnya tidak berniat untuk memperpanjang masalah itu dengan Carlos,seketika mendadak emosi ketika mendengar nada teguran itu.
Tanpa berfikir dua kali,Jane memutar tubuhnya dan menyeret kakinya yang sakit mendekat kearah Carlos.Dengan ringan,lengannya yang lemah namun kuat itu terayun kewajah sombong Carlos.
Plakkk.
Ah !
Flowy dan Mark menutup mulut mereka karena terlalu terkejut akan tindakan Jane.
"Berani pulang setelah keluyuran,kata mu?" Suara Jane sangat dingin.
Kedua matanya memerah karena amarah saat menatap Carlos dengan tajam.
Carlos tidak menyangka bahwa akan ada hari dimana dia akan ditampar oleh seorang wanita yang baru saja dia kenal.
"Kau..! Berani-beraninya kau..."
Plak.
Mata Carlos kembali melotot ketika mendapatkan tamparan kedua dari Jane.
"Dengarkan aku baik-baik,Tuan Carlos yang terhormat.Diantara kau dan aku sangat jelas.Hari ini kau melemparkan aku begitu saja kejalanan tanpa berfikir apakah aku tahu jalan pulang dan bagaimana caranya aku bisa pulang.Kau sama sekali tidak berfikir apakah aku punya uang atau tidak.Kau egois dan sok.Karena kau begitu tidak peduli pada ku,lalu jangan pernah bertindak cerewet seperti ibu-ibu pasar,didepan ku."
Setelah puas memaki Carlos dengan kata-kata "lembut"nya,Jane pergi begitu saja.Perasaan menjadi sedikit lebih lega.
Lututnya yang tadinya terasa sangat sakit,sama sekali tidak menjadi halangan bagi Jane untuk berjalan cepat.Dia sedikit puas setelah melampiaskan kekesalannya kepada Carlos baru saja.
Jane hanya berharap,untuk kedepannya Carlos tidak akan dengan mudah mencari gara-gara dengannya.
....
Carlos menyentuh wajahnya yang dihadiahi dua tamparan oleh Jane.
Bahkan sampai detik ini,dia sama sekali belum sadar akan apa yang baru saja dia alami.
"T-tuan Muda." Panggil Mark dengan takut-takut.
Sungguh! Bahkan Mark tidak memprediksi bahwa Jane akan sangat berani memukul wajah tuan mudanya.
Tapi inilah kenyataannya....
"Wanita itu...aku pasti akan membalasnya suatu saat nanti." Geram Carlos.
Semua kesan kagumnya terhadap Jane, menguap seketika.
Mark dengan sigap mencari kotak P3K untuk mengobati wajah Carlos.
Sementara itu,
Jane yang baru saja selesai membersihkan diri,kini tengah duduk mengobati lututnya yang terluka.Meski tidak parah,namun karena posisi luka ada pada lutut,akan sangat menyakitkan jika tidak diobati.Terlebih lagi,lututnya terluka diatas aspal yang penuh dengan debu dan kerikil halus.Jane takut,luka ini akan menjadi serius jika tidak dirawat dengan baik.
Ceklek.
Pintu terbuka dari luar.Jane mendongak sebentar guna melihat siapa yang masuk.Ketika dia melihat bahwa itu adalah Flowy,Jane kembali menundukan kepalanya.
"Wow...kau sekarang adalah idola ku yang baru."
Jane mengabaikan seruan heboh Flowy.
Haha....
"Baru kali ini aku bertemu orang yang tidak takut mati seperti mu.Haha...kau tidak lihat wajah jelek Carlos tadi? Haha..."Flowy tertawa terbahak-bahak.
Dia yang selama ini selalu tertindas dibawah tekanan Carlos,tentu saja merasa sangat senang ketika melihat Carlos dipermalukan seperti tadi.