Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Namun...
Tiba-tiba dari arah luar jalan raya terdengar suara keributan kecil.
"Aduh! ada orang jatuh!" teroak seorang wanita yang berada di atas motor.
"Tolong! ada orang pingsan!" teriak yang lain.
Ghaizka langsung menghentikan kegiatannya dan cepat-cepat keluar melihat apa yang terjadi.
Di pinggir jalan tepat di depan bangunan mereka, tergeletak seorang badut.
Wajahnya tertutup cat tebal yang sudah luntur karena keringat, bajunya yang warna-warni terlihat lusuh dan kotor. Tubuhnya terkulai lemas, napasnya tersengal-sengal.
Ternyata, pria itu bekerja sebagai badut keliling seharian penuh untuk mencari nafkah, padahal kondisinya sedang sakit dan demam tinggi.
Akhirnya, karena kelelahan yang luar biasa dan kurang makan, ia pun ambruk tak berdaya di tengah jalan.
Orang-orang hanya berani melihat dari jauh, ada yang menelpon tapi belum ada yang berani mendekat karena takut salah tindakan.
Melihat itu, Ghaizka tan bisa tinggal diam saja.
"Kasihan sekali dia," gumamnya penuh rasa iba.
Tanpa pikir panjang, Ghaizka langsung berlari mendekat. "Minggir sebentar, saya bisa bantu!" serunya tegas.
Ghaizka langsung berjongkok dan memeriksa kondisi badut itu. Ia meraba nadi di pergelangan tangan, lalu meraba dahinya yang panas membara.
"Demam tinggi... dehidrasi parah... dan jantungnya bekerja terlalu keras karena kelelahan," batin Ghaizka menganalisis dengan cepat.
"Harus cari tempat teduh ini," kata Ghaizka. Dengan kuat, Ghaizka mengangkat tubuh bapak itu dan masuk ke dalam ruangan yang membuat Alger dan Arga terkejut karena Kekuatan Ghaizka sama dengan laki-laki.
"Gelsya, ambilkan air minum di mobil ya," perintah Ghaizka pelan.
"Iya Ma!"
Ghaizka pun segera mengambil jarum-jarumnya yang halus.
"Tahan sebentar ya Pak" katanya lembut.
Dengan gerakan tangan yang sangat cepat, dan ahli, Ghaizka menusukkan jarum-jarum itu ke titik-titik vital di lengan, dada, dan juga di bawah hidung badut itu!
Ia memutar jarumnya sedikit untuk menstimulasi energi dan melancarkan peredaran darah serta pernapasan.
Hanya butuh waktu kurang dari satu menit...
"HAAAAHHH...!!"
Si badut tiba-tiba menarik napas panjang. Perlahan-lahan matanya terbuka, dan wajahnya tidak pucat lagi.
"Uhh... ahh..." badut itu mulai bisa bernapas dengan normal.
Melihat itu, Ghaizka merasa lega lalu mencabut semua jarumnya dengan cepat.
"Bagus... sudah sadar. Minum dulu ya Pak," kata Ghaizka menyuapi air yang dibawa Gelsya perlahan ke mulut pria itu.
Si badut meneguk air itu dengan pelan dan rasa hausnya juga sudah hilang.
Ia menatap wanita di hadapannya dengan penuh rasa takjub dan haru.
"Saya... saya masih hidup? Tadi rasanya dada saya sesak sekali... mau mati rasanya... tapi sekarang... sekarang rasanya enteng! Badan jadi hangat dan segar," gumamnya lemah.
Ia mencoba bangun dan ternyata ia sudah bisa duduk!
"Terima kasih Nona... Anda benar-benar malaikat penolong. Saya sudah sakit beberapa hari tapi tetap paksa kerja demi anak istiku di rumah. Saya tidak menyangka akan ambruk begini," ucap badut itu dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah tidak apa-apa Pak. Yang penting Bapak sekarang sudah sadar dan sehat kembali. Tapi tolong ya, kalau sakit jangan dipaksakan kerja. Kesehatan itu mahal harganya," jawab Ghaizka ramah.
"Iya Nona... iya... saya janji!"
Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung berdecak kagum dan bertepuk tangan.
"Wah hebat sekali wanita itu!"
"Cantik-cantik pintar lagi!"
"Ilmu apa itu Nona? Ajaib banget!"
Ghaizka hanya tersenyum rendah hati sambil mengemasi jarumnya kembali. "Hanya pengobatan biasa, yang bisa menyembuhkan seseorang."