NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34.Dendam dan Perebutan

  ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

"Balqis! Cukup!! Jangan berlebihan!!" potong Gus Aqlan dengan suara keras dan tegas yang menggema di seluruh ruangan.

Matanya menatap tajam menusuk ke arah wanita itu, sorot matanya dingin dan penuh ketegasan yang tidak bisa diganggu gugat.

"aku sudah bilang berkali-kali sejak dulu! aku sudah tolak kamu dengan sopan, tapi kenapa kamu tidak pernah mau mengerti?!" seru Gus Aqlan dengan napas memburu menahan amarah. "aku tegaskan sekali lagi, aku tidak pernah punya perasaan apa-apa sama kamu! Tidak ada cinta, tidak ada suka, tidak ada apa-apa!"

"aku menolak kamu dulu karena memang hati saya sudah punya pemilik sejak lama! Hati ini cuma buat satu orang, dan itu jelas sekali bukan kamu, Balqis!"

Tapi sepertinya kata-kata keras itu justru menjadi bensin yang menyulut api emosi Balqis semakin besar.

Ia tidak peduli. Ia tidak mau mendengar. Cemburu buta dan rasa sakit hati karena ditolak sudah membutakan seluruh akal sehat dan rasa malunya. Melihat pria yang ia idamkan, pria yang ia kejar bertahun-tahun, kini berlutut dan meminang wanita lain di hadapannya sendiri, membuat logika di otaknya seakan meledak dan hancur berkeping-keping.

"ALASAN! ITU SEMUA CUMA ALASAN DOANG!!" teriak Balqis tak kalah keras, suaranya pecah dan melengking membuat semua orang terkejut. Wajahnya memerah padam menahan emosi yang meledak-ledak.

"Kamu bilang hati kamu sudah punya pemilik? Itu bohong besar! Kamu menolak aku dulu dulu karena waktu itu kamu belum kenal dekat sama dia kan?! Karena kamu belum tergoda sama wajah manisnya kan?! Karena kamu belum terbuai sama rayuannya kan?!"

Balqis menunjuk wajah Aisyah dengan jari telunjuknya yang gemetar hebat.

"Lihat kan sekarang?! Dia berhasil merebut kamu dari aku! Dia berhasil mengambil apa yang seharusnya jadi milikku!"

Dengan langkah cepat, Balqis berbalik menatap Aisyah. Matanya membelalak lebar, penuh dengan api kebencian dan permusuhan yang sangat terasa.

"Kamu yakin mau ambil dia dari aku, hah Syah?! Kamu yakin sanggup lawan aku?! Kamu pikir menang gampang begitu?!"

"Aku suka sama pak Aqlan sudah lama banget! Sudah bertahun-tahun! Aku siap melakukan apa saja, dengan cara apa saja, biar dia jadi milikku sepenuhnya!"

"Aku nggak akan biarkan kamu nikah sama dia semudah membalikkan telapak tangan! Selama aku masih bernapas, selama aku masih ada di dunia ini, aku akan terus berusaha rebut dia balik dari kamu!" teriaknya dengan penuh penekanan.

" AQLAN ITU JODOHKU! ITU MILIKKU! BUKAN JODOHMU! BUKAN MILIKMU!!"

BYUR!!

Seakan ada seember air es yang menyiram seluruh tubuh Aisyah hingga ke tulang sumsum.

Tubuhnya gemetar hebat tak terkendali. Kakinya terasa lemas seolah tak punya tulang. Ia benar-benar tidak menyangka, sama sekali tidak menduga, bahwa Balqis akan berani datang sejauh ini. Berani berkata sejahat dan sekeras ini tepat di depan semua keluarga besar, di depan para tamu undangan, dan tepat di hari paling bahagia dalam hidupnya.

Hatinya terasa perih dan takut setengah mati.

"Sudah cukup!!"

Mama Laras tidak bisa diam lagi. Ia langsung berdiri tegak dari tempat duduknya. Wajahnya berubah murka luar biasa, matanya menatap tajam ke arah Balqis.

"Nak! Jaga bicara dan sikapmu!! Ini rumah kami! Ini acara keluarga kami yang sakral! Kamu terlalu tidak sopan! Berani-beraninya kamu datang mengacaukan dan merusak kebahagiaan orang lain dengan cara yang begitu kasar!!" tegur Mama Laras dengan suara berat dan berwibawa, mencoba menahan emosi agar tidak memarahi tamu secara berlebihan.

Tapi Balqis sama sekali tidak merasa takut. Ia bahkan tidak peduli pada kemarahan Mama Laras.

Matanya kembali menatap Gus Aqlan, wajahnya berubah seketika menjadi sangat memelas, penuh drama, namun sorot matanya tetap penuh tuntutan dan keinginan.

" Aqlan... Sayang... bilang sama mereka dong..." rayunya dengan suara manja yang dibuat-buat. "Bilang sama mereka kalau kamu sebenarnya juga suka sama aku kan? Dulu kan kita sering jalan bareng, dulu kan kamu baik banget sama aku, dulu kan kamu perhatian sama aku!"

"Itu tandanya kan kamu juga ada rasa sama aku?! Kamu cuma bingung aja kan sekarang?! Kamu terbuai sama dia kan?! Ayo Lan... ayo sadar... tinggalkan dia! Pilih aku!"

"Aku lebih bisa bikin kamu bahagia! Aku lebih kaya, keluargaku lebih berpengaruh, aku lebih bisa bantu usaha dan pesantren kamu! Kita jauh lebih cocok Lan! Ayo..."

Gus Aqlan menghela napas panjang sekali, sangat panjang. Dadanya naik turun menahan amarah yang sudah memuncak di ujung kepala. Ia sangat muak dengan sikap Balqis yang tidak tahu malu, yang memaksakan kehendak, dan berani mengancam wanita yang ia cintai.

Dengan langkah yang berat, tegas, dan memancarkan aura wibawa yang menakutkan, Gus Aqlan maju satu langkah ke depan. Ia berdiri paling depan, menjadi tameng hidup melindungi Aisyah dan juga keluarganya dari serangan kata-kata tajam itu.

Ia menatap lurus tepat ke manik mata Balqis.

"Dengar baik-baik ya Balqis..." ucap Gus Aqlan pelan, namun suaranya terdengar sangat dingin, datar, dan sangat menakutkan. Tidak ada sedikit pun rasa sayang di sana, yang ada hanyalah ketegasan dan penolakan total.

"Dulu Aqlan tolak kamu dengan cara yang halus, Aqlan jaga perasaan kamu supaya kamu tidak malu. Tapi sekarang, melihat kelakuanmu yang sudah keterlaluan ini, Aqlan akan bilang sama kamu dengan sangat jelas dan terang benderang."

"AKU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYUKAI KAMU. SEKALIPUN DUNIA INI HANCUR, SEKALIPUN MANUSIA PUNAH, DAN SEKALIPUN DI DUNIA INI HANYA TINGGAL KITA BERDUA... TETAP SAJA AKU TIDAK AKAN MAU SAMA KAMU."

Kata-kata itu keluar begitu santai namun begitu tajam dan mematikan.

"Hati Aqlan sudah penuh sejak lama. Penuh dan utuh hanya milik Aisyah. Tidak ada ruang sedikit pun buat orang lain. Dan hari ini, secara resmi dan sah secara adat maupun agama, dia sudah menjadi calon istriku."

"Jadi tolong... hormati keputusan ini. Hormati kami. Jangan pernah coba-coba menyakiti hati, mengancam, atau mengganggu Aisyah lagi. Sekali saja kamu sentuh atau buat dia sedih, Aqlan tidak akan pernah diam melihat orang yang Aqlan sayang diganggu seenaknya."

"Pergilah dari sini sekarang juga Balqis. Jangan rusak kebahagiaan kami dengan keegoisan dan ketidaksopananmu."

 

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!