Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Nadia berdiri didepan kompor hanya mengenakan celana dalam dan kemeja kerja saga yang panjang sampai pahanya.
Meskipun biasanya dimasakkan oleh pembantu,nadia cukup mahir untuk masak beberapa masakan.
"Sudah bangun?"
"Mau sarapan?" Tanya nadia yang masih sibuk dengan masakannya.
Saga mendekatkan diri dan memeluk tubuh nadia dari belakang,ia mencium punggung dan leher nadia menciptakan rangsangan-rangsangan yang akhirnya membuat mereka mengulangi pergumulan seperti tadi malam di dapur diatas meja makan.
"Makan yang banyak,biar ga cepet capek.." ucap saga dengan nada menggoda.
"Aku ingin bersantai dulu dibalkon.."
Saga pun berjalan dan duduk di sofa single ia melakukan panggilan video dengan aldo.
"Kenapa papa ga pulang?"
"Apa papah masih sibuk bekerja?" Terdengar suara manis yang keluar dari ponsel saga.
"Papah sepertinya memang belum bisa pulang.."
"Gapapa kan?"
"Memangnya kenapa?"
"Kerjaannya banyak banget,papah ga bisa pulang nak,papah di tahan nih.." ucap saga mencari-cari alasan.
Sedangkan nadia yang mendengarkan percakapan kedua nya membuat ia menahan tawanya.
"Pekerjaan apa yang dia maksud!" Ucap nadia pelan.
Namun meskipun suaranya pelan,saga tetap bisa mendengar dan langsung melemparkan lirikan kepada nadia.
Ia pun berjalan menghampiri nadia yang kini sedang duduk di depan televisi sambil memainkan ponsel.
Saga mengangkat ponselnya tinggi-tinggi lalu ia melayangkan ciuman ke kening nadia yang tengah selfie.
"Iiihhh.." bisik nadia sedikit kesal karna diganggu.
"Sepertinya papah sedang di apartmen?" Tanya aldo lagi begitu melihat layar ponsel yang mengarah keseisi ruangan.
"Oh iyaa..karna jaraknya ga jauh dari kantor..jadi papah nginap disini"
"Bersama kaka?"
Saga terdiam sejenak mendengar pertanyaan sang anak,dia mengerti yang di maksud kaka adalah nadia.
"Engga dong sayang..papah sendiri"
Nadia pun mendongakkan kepalanya menatap saga yang tidak mengakui adanya dirinya.
Nadia pun mendekatkan kepalanya hingga menyentuh perut saga yang tak memakai baju.
"Aaa.." saga sontak berteriak karna kaget dengan perlakuan nadia.
"Kenapa?" Bisik saga.
Nadia hanya memberi isyarat mengapa saga tidak jujur kepada anaknya.
Dan saga pun hanya menggelengkan kepalanya sedikit.
Mendapat jawaban seperti itu timbul lah ide nadia untuk menjahili saga.
Ia menarik tangan saga agar duduk,saga yang tidak mengerti maksud nadia hanya menuruti nya saja.
"Apa papah sudah sarapan?" Ucap aldo yang nampaknya sedang dibuatkan sarapan oleh bibi.
"Emm sudah!"
Nadia mendekat lalu duduk diatas bangkuan saga.
"Kenapa,ada apa?" Bisik saga kepada nadia.
Nadia tidak menjawab,ia justru semakin berani menggoda saga,ia mulai mencium leher,meraba dada bidangnya lalu turun hingga perut.
"Sayang..papah matikan telfonnya dulu yaa.."
"Engga mau..aldo mau makan di temani papah.."
Nadia nyengir mendengar jawaban aldo,sedangkan saga,sudah dalam keresahan dan bingung ingin mengarahkan kemana lagi layar ponselnya.
Dengan satu tarikan nadia sudah berhasil melepaskan celana saga dan memainkan batang keras yang kini menjadi kesukaannya.
Nadia mengelus perlahan dan sesekali meremas hingga membuat saga meringis kenikmatan.
Tanpa di minta ataupun di bantu nadia pun melepaskan pakaiannya sendiri,
Ia memposisikan miliknya tepat di depab benda besar panjang milik saga.
Dan "aaaaa..." nadia hanya membuka lebar-lebar mulutnya menikmati setiap inci miliknya dimasuki benda besar milik saga.
Saga menutup matanya rapat-rapat karna ia pun tidak berani mengeluarkan suara erangan atau lenguhan.
Bahkan untuk membuka mulut saja ia tidak berani.
"Papah jangan tidur.." teriak aldo.
"Engga sayang..mm papah ga tidur.."
Nadia pun bergerak secara perlahan,menciptakan setiap gesekan dalam dirinya semakin terasa,dan semakin dalam.
Tubuhnya meliyuk-liyuk secara perlahan,
Nadia meraih tangan saga satunya untuk meraba bagian dadanya.
Mata nadia yang tertutup dengan menggigit bibir bawahnya membuat saga semakin dibakar gairah.
Sesekali ia meremas payudara nadia lebih kencang hingga mulutnya terbuka lebar.
"Aldo jaringannya jelek sayang.."
"Nanti papah telfon lagi.." ucap saga yang baru saja merubah ponselnya ke mode pesawat,lalu membuang ponselnya ke sembarang arah.
Saga memajukan wajahnya mendekat ke dada nadia dan menciptakan tanda merah yang begitu banyak.
"Aku akan menghabisimu sayang.."
"Ehmmm.."
"Kamu sangat nakal.."
Meskipun baru beberapa menit yang lalu ia melakukan hubungan itu di dapur,
Kali ini rangsangan yang di ciptakan nadia sangatlah berhasil.
Setelah puas dengan dadanya ia membalikkan tubuh nadia tidur diatas sofa dan mulai bergoyang dengan kencang.
"Aahhkkk sayangg.."
"Mengapa kamu matikan telfon aldo.." erang nadia.
Nadia pun merasa gairahnya memuncak ketika ia menggoda saga seperti itu.
"Jangan lakukan hal seperti itu lagi sayang.."
"Itu membuatku gila..aahhkk.."
"Bukankah kamu lebih suka jika di pancing lebih dulu.."
Saga tidak menjawab pertanyaan nadia.
Ia melepaskan nadia dan menariknya untuk menunggung berpegangan sandaran sofa lalu memasukkannya dari belakang.
"Aahhhkk sayang.."
"Ini terlalu dalam.." erang nadia.
"Kamu lihat ke sisi itu.." ucap saga yang menunjuk ke arah atas televisi.
"Itu cctv,itu akan merekam sepenuhnya aktivitas kita sayang.."
"Aahhh lepaskan.."
"Lepaskan aku.." wajah nadia seketika memerah mendengar ucapan saga.
"Bukankah kamu yang memulainya tadi.."
"Kita belum selesai sayang.." ucap saga yang meraih payudara yang bergelantungan untuk di mainkan dengan kedua tangannya.
"Ahhhkkk..kita bisa berpindah dikamar sayang." Pinta nadia.
Saga bergoyang dengan ritme lebih cepat dan kencang hingga membuat nadia terus menjerit.
Beberapa saat kemudian tubuh nadia bergetar dengan mata merem dan mulut terbuka lebar,nadia mendahului saga untuk mendapat puncak kenikmatan.
"Aku suka jika kamu berani memulai dan menikmatinya seperti ini sayang.."
Saga membalikkan tubuh nadia,lalu dengan sekali sentakan ia berhasil memasukkan miliknya lagi.