NovelToon NovelToon
Antara Pagar Dan Detak Jantung

Antara Pagar Dan Detak Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Dalgichigo

Varendra Malik Atmadja, seorang arsitek muda yang tampan, ramah, dan sangat telaten, baru saja pindah ke Blok C-17. Sebagai penganut paham "tetangga adalah saudara", Malik bertekad untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh penghuni kompleks.

Namun, rencananya membentur tembok tinggi setinggi pagar Blok C-18.

Di sanalah tinggal Vanya Ayudia Paramitha, seorang Game Developer yang lebih suka berinteraksi dengan baris kode daripada manusia. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan tetangga baru yang terlalu ramah seperti Malik adalah gangguan sinyal bagi kedamaian hidupnya.

Awalnya, Malik hanya berniat memberikan camilan sebagai tanda perkenalan. Tapi, setiap sapaan Malik dibalas dengan debuman pintu, dan setiap perhatiannya dianggap sebagai gangguan oleh Ayu.

Lalu, bagaimana jika sebuah paket yang salah alamat dan aroma masakan dari dapur Malik perlahan mulai meruntuhkan pertahanan Ayu? Bisakah Malik merancang fondasi cinta di hati gadis yang bahkan enggan membuka pintu rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dalgichigo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagar, Paket, dan Piyama Kebesaran

Kompleks Griya Visual biasanya tenang, setidaknya sampai Varendra Malik Atmadja memutuskan untuk pindah ke Blok C-17.

Pria berusia 26 tahun dengan tinggi badan 187 cm itu adalah seorang arsitek. Malik adalah definisi "tetangga idaman" bagi ibu-ibu kompleks pemuda tampan, senyumnya secerah matahari pagi, dan sangat telaten. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, tapi juga tentang hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Namun, ada satu variabel yang belum berhasil Malik pecahkan sejak seminggu kepindahannya: Penghuni blok C-18.

"Mas Bima, itu rumah sebelah emang kosong?" tanya Malik pada Abimanyu, seorang polisi yang sedang memanaskan motor besarnya di seberang jalan.

Bima terkekeh sambil memakai helm. "Isi, Lik. Namanya Ayu. Jangan kaget kalau lo nggak pernah liat dia. Dia itu spesies langka yang cuma keluar kalau stok kopi habis atau ada kurir paket."

Baru saja kalimat Bima selesai, sebuah motor kurir berhenti tepat di depan pagar blok C-18.

"Paket atas nama Ayu!" teriak kurir itu nyaring.

Malik yang sedang menyiram tanaman langsung menoleh. Tak lama, pintu rumah C-18 terbuka sedikit. Sangat sedikit. Seorang gadis muncul dengan piyama flanel kebesaran dan kacamata melorot. Ia mengambil paket itu dengan gerakan kilat.

Malik tersenyum lebar. "Pagi, Mbak Ayu! Saya Malik, tetangga bar—"

BRAK! Pintu tertutup rapat.

"Bah! Savage kali pun tetangga kau itu, Bang!"

Malik tersentak. Zavino, fotografer muda asal Medan, berdiri di sana sambil mengalungkan kamera. "Macam mana pula kau mau kenalan kalau pintu aja didepannya kau? Jangan kau paksa, Bang. Tipenya si Ayu itu karakter game yang punya skill regenerasi nyawa tinggi, bukan arsitek yang hobi nyiram bunga pagi-pagi macam kau ini. Capek nanti kau!"

Malik terdiam, menatap pintu kayu itu dengan gemas. Masa menaklukkan tembok tetangga introvert saja tidak bisa?

Sore harinya, Malik melancarkan serangan diplomasi makanan. Ia memasak Tteokbokki dalam porsi besar. Aroma pedas-manisnya sengaja ia biarkan menguar melewati pagar pembatas.

"Duh elah, baunya ampe mari, Bang Malik! Masak apaan lu? Kagak bagi-bagi ape sama tetangga?" seru Adit, si koreografer asli Betawi yang tiba-tiba nongol dari balik pagar. "Gue liatin dari tadi lu masak mulu, baunya bikin perut gue keroncongan nih!"

"Buat tetangga sebelah, Dit. Biar ramah dikit," jawab Malik.

"Percuma, Lik. Tak kera mempan (Tak akan mempan) itu," sahut sebuah suara dengan logat Madura yang kental. Itu Arjuna atau yang akrab dipanggil Juned. Si aktor narsis itu lewat dengan gaya perlente meski cuma mau ke warung. "Mon kareh Ayu, beremmah se ngerteh? (Kalau urusan Ayu, gimana mau ngerti?) Dia itu kalau lagi deadline bisa nggak makan dua hari. Mending kasih ke saya saja, pas olle berkat (biar dapat berkah)."

"Nggak bisa, Ned. Harus kasih sendiri," tolak Malik mantap.

"Aish, payah kali kau ini!" sahut Vino lagi yang kebetulan masih di sana. "Dikasih tau orang tua, malah keras kepala kau!"

Malik tidak peduli. Ia melangkah menuju pagar C-18, mencantolkan rantang estetiknya, lalu menempelkan sebuah memo kuning.

‘Mbak Ayu, ini ada sedikit camilan sore. Dimakan ya, jangan cuma minum kopi terus. Dari Malik, tetanggamu yang (katanya) paling ramah.’

Di balik jendela kamar yang gelap, Ayu mengintip. Ia melihat punggung lebar Malik yang kembali ke rumahnya. Perutnya tiba-tiba berbunyi nyaring.

"Berisik banget sih tetangga baru ini," gumam Ayu sambil membenarkan kacamatanya. Namun, tangannya perlahan meraih knop pintu.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dalgichigo: siaapp💪
total 1 replies
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹
Dalgichigo: 🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Juli Idyawati
menarik ceritanya
Dalgichigo: Makasihh Kak Juli <3, jangan lupa lanjutin baca ya, karena ceritanya bakal makin menarik nihh
balas
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!