"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34 Membeli sawah bu Sarmi
Ibu memasak buat makan siang kami di dapur aku membantu nya sambil bercerita mas Bayu membersihkan rumah seperti biasa kalau dia datang pasti bersih bersih nyapu juga ngepel kadang dia betulin genteng kadang juga betulin kandang ayam
Selesai ibu memasak kami makan bertiga aku makan telor ayam kampung biasa buat camilan nasi sedikit lauknya banyak kali mas Bayu normal saja makan seperti biasa ibu juga senang dia bercerita bulan depan panen kami di suruh pulang katanya mau masak nasi gurih dan ayam Ingkung lagi enak - enak makan ada tamu ternyata pakde dia menungu di ruang tamu juga bude masuk di tempat kami makan
" Bude ayo makan" kataku
" bude sudah makan tadi masak lodeh terong" kata dia
" Nduk di cari pakde mu ada orang jual sawah katanya dia butuh uang tapi penawaran belum ada yng berani buntu" kata bude
Selesai makan aku pun ke depan dan menemui pakde kami berbincang dengan mas Bayu ibu bude dan pakde
" Nduk kalau kamu berani 200 juta ambil saja orang nya butuh uang buat lamaran anak nya juga buat beli mobil" kata pakde
" apa orang nya dari desa sebelah pakde" tanya ku
" iya nduk kata pak Slamet sawahnya tidak jauh dari sawah nenek mu yang kamu beli jadi pakde bisa sekalian kerjakan bersama" kata pakde
" Ya kita bilang pak Slamet saja coba,boleh nggak kita yang beli kalau boleh kita bisa ketemu di mana di kantor notaris juga boleh" kata ku
" Nis kamu masih banyak uang ya" tanya mas Bayu
" ya banyak lah mas jangan khawatir bangun rumah tetap jalan beli sawah juga jalan" jawabku. Mas Bayu kan nggak tahu kalau aku punya brangkas di kamarku yang ada di apartemen itu bayaran menjadi hacker dari paman
"programmer bayak ya bayaran nya" kata mas Bayu
" Iya lah apalagi kalau ada data komputer kena virus itu uangnya lumayan" jawabku
" Pakde pastikan boleh nggak kalau Anisa yng beli nanti kalau boleh aku bayar penuh dan administrasinya Anisa sendiri yang bayar" jawabku
Pakde pun telephon pak Slamet sanggup bayar 200 juta dan pembelinya adalah keponakan yang beli sawah nya nenek Bira boleh nggak kalau boleh kita nanti jam tiga ketemu di kantor notaris itu permintaan pakde kalau iya nanti di suruh menghubungi pakde dan bude pun pamit pulang aku masuk kamar ku buka hpku dan alhamdulilah game ku menghasilkan uang.
Aku tidak tidur siang ku lihat ibu di belakang pelihara ayam lagi dan kandang nya sudah bagus
" Kalau kamu mau ayam goreng kampung Bayu suruh sembelih nis buat lauk" kata ibu
" jangan Bu kasihan ayam nya masih kecil nanti saja kita makan ayam goreng lalapan di warung" jawabku
" uangmu semakin banyak saja nduk" kata ibu
" Iya Bu ibu minta ya nanti aku kasih" kata ku
" Bentar lagi ibu panen, nggak akan minta uang mu lagi uang ibu banyak" kata ibu
" Cie juragan banyak uang sekarang boleh dong Nisa minta buat beli jajan" kata ku mengoda
Ibu dan mas Bayu tertawa dengan bercandaan kami tiba tiba ada yng mengucapkan salam ternyata pakde
" nduk siap siap ya kita langsung ke notaris sebenarnya notaris tutup tapi ada petugas di sana juga yang punya ada di sana" kata pakde
Aku mandi dulu bersiap mas Bayu dan ibu juga ikut mereka juga mandi aku pakai celana panjang dan juga kemeja perempuan aku pakai sepatu sneaker yang lumayan mahal pokoknya tampil yang cantik kerena aku curiga yang jual sawah itu ibunya mas Kaffa.
Mas Bayu mengemudi pakde di depan aku dan ibu di belakang bude juga ikut dia nggak mau di rumah sendirian jadi aku duduk di belakang sendirian ibu dan bude di tengah Sampai di kantor notaris cuma sedikit pegawainya mungkin mereka lembur sedangkan yang lain libur dan ada Bu Sarmi dan mas kaffa juga Selly aku tidak turun biar yang lain turun nanti saja kalau sudah deal dan tingal banyar aku turun
Ku lihat dari luar mereka agak berdebat tapi mas Bayu keluar menemui aku
" Mereka kira yang beli aku tapi setelah aku bilang yang beli kamu ibunya Kaffa nggk jdi jual sedangkan uang DP mobil sudah di bayarkan Kalau mencari pembeli lain susah dapatnya" kata mas Bayu
"Kok gak mengadaikan Sk di bank kan pegawai negeri mudah" kata ku
" SK nya Kaffa masih jadi jaminan di bank kan baru saja renovasi rumah dan Kaffa punya cicilan perumahan" jelas mas Bayu
" Untung aku nggak ke sana kalau aku ke sana pasti mereka malu" kata ku
" Mas beli minum dong di supermarket itu aku haus sekalian cemilan aku mau keluar canggung" kata ku sambil memberikan uang dua ratus ribu
Mas Bayu ke supermarket yang ada di seberang jalan dia bawa minuman ada teh botol, kopi, air mineral juga fanta juga camilan kripik juga kacang atom dia
" kembaliannya buat mas saja" kayaku sambil terkekeh
" Dek nanti beli bensin ya" kata dia
" ok nanti kita beli makan berempat dan beli bensin biar besok enak " kata ku
Mas Bayu masuk di mobil sambil makan jajanan yang kita beli di supermarket bersama aku sambil becanda pak Slamet datang
" Neng jadi neng boleh beli sawah nya sama Bu Sarmi ayo ke sana" kata dia
" Minum dulu pak pasti haus" kata ku sambil memberikan teh botol yang dingin
Aku turun dari mobil mengikuti pak Slamet ku lihat Bu Sarmi duduk bersama Selly semalam dia menghina aku sekarang malu sendiri kan dan mas Bayu mengikuti di belakang ku
" Dek Nisa jadi ya sawah ibu kamu beli dengan harga 200 juta ini sertifikat nya dan pak Slamet sudah tahu letak nya apa dek Nisa mau mengukur lagi boleh" Kata mas Kaffa sambil menunduk
" pakde sama pak Slamet ukur dulu ke sawah sebentar aku tunggu di sini nanti kalau sesuai pakde dan pak Slamet telephon jadi aku transfer kemudian tanda tangan di notaris" kata ku
" Atas nama siapa nak kamu sendiri atau ibumu" tanya pak notaris
" Biar atas nama anak saya saja nanti yang mengelola juga saya" kata ibu
Mas Bayu keluar sebentar eh dia masuk lagi bawa minuman berupa teh botol dingin di bagikan ke orang yang ada bude duduk bersama ibu aku gabung di sana sambil menunggu pakde dan pak Slamet beli sekarang harus di ukur kalau yang kemarin sawah nenek sendiri jadi jelas tahu sawahnya juga ukuran nya kami semua nunggu pak Slamet dan pakde mengukur juga di saksikan pejabat setempat mas Bayu aku suruh menyusul sambil membawa uang kerena nanti butuh saksi dia membawa mobil dan mas kaffa ikut mas Bayu semoga mereka rukun
Bu Sarmi sama Selly sok akrab seperti mertua dan menantu sangat akur biasa belum tahu sifat aslinya aku sih main game ibu dan bude makan camilan tadi di beri mas Bayu dan anehnya mereka saling diam tidak saling sapa hanya bude yang bisik bisik sama ibu
Bersambung ...
gass lah semua mendukung
2 keluarga merestui
aku org pertama yg mendukung mu