papanya elvaro dan zavira pernah sahabatan di waktu SD ,Namun nasib membedakan mereka , papanya elvaro sudah sukses sekarang. sedangkan papanya zavira hanya mempunyai toko bengkel.
keduanya bertemu setelah beberapa tahun menghilang,tapi masih dengan persahabatan yang hangat, terukir janji mereka yang dulu akan menjodohkan anak mereka. mamanya elvaro sangat keberatan menerima nya ,Karna menurutnya tidak setara. begitu juga dengan zavira menolak keras perjodohan ini Karna elvaro adalah musuh bebuyutan nya di sekolah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mahealza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
baikan
Suasana kantin siang ini begitu riuh seperti biasa. Geng Wolf berkumpul di meja panjang favorit mereka, tertawa terbahak-bahak mendengarkan cerita-cerita receh anggota geng yang sedang beraksi. Ada yang membahas guru aneh, ada yang membahas gosip sekolah, semuanya terlihat santai dan asik.
Seperti biasanya, Elvaro dan Youjin duduk bersebelahan namun dengan jarak yang terasa sedikit renggang. Biasanya mereka akan saling menyapa dengan senyum tipis atau sesekali ikut nimbrung dalam obrolan konyol itu, membuat suasana tetap cair meski hubungan mereka sempat panas.
Tapi hari ini berbeda.
Youjin terlihat sangat pendiam. Ia duduk bersandar malas, menopang dagunya dengan satu tangan. Tatapannya kosong, menatap minuman dingin di depannya yang belum disentuh sedikitpun. Es batu di dalam gelas sudah mulai mencair, tapi minuman itu tetap utuh tak tersentuh.
"Bro, lo kenapa sih dari tadi diem aja? Ngelamun mulu," tanya salah satu temannya sambil menyenggol lengan Youjin pelan.
Youjin hanya menggeleng pelan tanpa mengubah ekspresi wajahnya. "Enggak papa."
"Masaa? Minumannya aja nggak diminum. Lo sakit?" tanya yang lain ikut penasaran. Segala macam pertanyaan dilontarkan, mulai dari yang santai sampai yang menggoda, tapi Youjin tetap menutup mulut rapat-rapat. Ia hanya menjawab singkat atau bahkan sama sekali tidak menjawab, membuat anggota geng lain semakin bingung.
Semua orang terlihat heran, kecuali satu orang.
Elvaro.
Cowok itu duduk santai memainkan sedotan di gelasnya, sesekali menyuapkan makanan ke mulutnya dengan tenang. Matanya sesekali melirik ke arah Youjin dengan tatapan tajam yang sulit diterjemahkan. Ia tahu persis apa yang sedang terjadi. Ia tahu kenapa sahabatnya ini terlihat hancur dan kehilangan semangat hari ini.
'Dasar bodoh, gue tahu lo lagi patah hati karena ditolak Vira,' batin Elvaro.
Hubungan mereka berdua memang belum kembali akur seperti dulu. Masih ada tembok tipis yang memisahkan mereka. Tapi melihat Youjin yang benar-benar terlihat down seperti ini, entah kenapa membuat dada Elvaro terasa sedikit sesak juga. Ia ingin menanyakan sesuatu, ingin mengejek, tapi melihat kondisi Youjin yang seperti mayat hidup, kata-kata itu tertahan di tenggorokan.
"Yaelah, kalau dia lagi badmood jangan diganggu deh," celetuk Elvaro akhirnya memecahkan keheningan, suaranya terdengar cuek namun berhasil membuat teman-teman yang lain berhenti bertanya-tanya. "Biarin aja dia mikir, nanti juga baik sendiri."
Youjin hanya mendengus pelan, kembali menatap kosong ke luar jendela kantin, membiarkan pikirannya melayang entah ke mana, teringat kembali pada tadi malam saat Zavira menolaknya dengan halus namun menyakitkan.
Suasana kelas mulai sepi. Setelah bel istirahat berbunyi, teman-teman satu kelas berhamburan keluar menuju kantin atau sekadar jalan-jalan di koridor.
Nadin pamit duluan untuk pergi ke toilet dan nongkrong dengan teman-teman lainnya, sementara Freya dipanggil secara mendadak oleh Kepala Sekolah ke ruangan administrasi untuk urusan tertentu.
Kini, Zavira benar-benar sendirian.
Ia duduk di bangku panjangnya, membuka buku pelajaran di atas meja seolah-olah ingin belajar. Namun, matanya hanya terpaku diam pada lembar kertas itu tanpa fokus sama sekali. Huruf-huruf di depannya terlihat kabur, pikirannya melayang jauh.
''Gue bikin mereka kecewa semua...''
Bayangan wajah Youjin yang tadi terlihat murung dan tatapannya yang kosong terlintas di benaknya. Lalu ia teringat Nadin yang sangat mengidolakan Youjin, pasti sahabatnya itu akan sangat sedih dan kecewa kalau tahu Zavira benar benar akan meneroma cowok impiannya begitu saja.
''Kenapa semuanya jadi rumit begini sih?! Gue sayang sama Nadin, gue juga suka sama Jin... tapi gue juga Masih menghargai pernukahan ini, gue juga gx bisa jauh Dari elvaro sebelum gue dapat bukti yang kuat!''
Rasa frustrasi memuncak. Dadanya terasa sesak, penuh dengan rasa bersalah dan kebingungan.
"AKHHH!! GILA AJA SIH!!"
Zavira berteriak keras melampiaskan kekesalannya di dalam kelas yang kosong itu. Ia membanting pulpennya ke atas meja dengan keras, lalu kedua tangannya mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar.
"Kenapa sih hidup gue seberuntung ini tapi sekaligus sesial ini?!" gerutunya marah pada diri sendiri. Matanya memanas, air mata siap tumpah lagi kalau dibiarkan. Ia menunduk, membenamkan wajahnya ke dalam lipatan tangan di atas meja, merasa menjadi orang paling bersalah di dunia saat ini.
Akhirnya ia memutuskan keluar Dari kelas mencari udara segar . Tempat yang biasa ia kunjungi bersama youjin ,Roftof.
Angin berhembus pelan , tidak ada orang disana . Tatapan nya lurus ke ruas jalanan dibawah sana . Pikirannya hanyut dengan suasana.
Tiba tiba Suara familiar itu terdengar jelas di telinganya.
" vii..." !!!
Suara serak sayup di bawa oleh angin . Dengan cepat zavira menoleh kebelakang.
youjin beediri tegap di belakanngnya . Rambutnya berantaka tertiup angin.
" you Jin.... "
ia melangkah mendekati zavira. hingga jarak keduanya hanya sebatas sejengkal . Zavira mendongak menatap tubuh tinggi pria itu .
Kalimat penuh Tanya timbul di pikirannya. kenapa Jin datang mengahmapiri nya , ia mengira jika youjin tidak akan bertemu dengannya lagi.
" jangan Karna kejadian semalam membuat kita menjadi asing" ucapnya datar.
" gue minta maaf ,Karna lancang nyatain perasaan, gue gx Tau kalo hubungan kita selama ini hanya sebatas teman ".
Zavira tersentak kaget dengan kalimat itu, bisa bisanya youjin meminta maaf , padahal ia Sama sekali tidak berslah , sikapnya sofspoken itu membuat para wanita mana pun pasti akan terpikat.
" gue mau hubungan dekat kita dulu gx bakal longgar Karna kejadian semalam ". Ucapnya sedikit senyum meyakinkan.
Zavira menarik senyumnya , menepuk. Pundak youjin." gx mesti minta maaf " sahutnya .
" kita tetap temanan kan " Tanya nya serius.
zavira menganguk anguk.
" gue bakal buktiin kalo gue bakal buat lo bahagia selalu , Dan gue bakal buktiin kalo hati lo cuman buat gue " jawabnya semangat.
Zavira tersentak diam ,lalu menganguk senyum .
di tunggu up berikutnya 🙏🏼
Wkwkwkwk 😁