NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Namun, dalam hatinya ia tahu… ini semua juga salahnya. Ia terlalu takut. Terlalu lama menyembunyikan semuanya dari keluarga. Dan kini semuanya meledak dalam bentuk yang paling menyakitkan.

Tapi bagaimana mungkin ia melepaskan Ethan dan Evan? Ia sudah jatuh hati pada kedua bayi itu sejak pertama kali menemukannya. Mereka adalah alasan ia masih kuat berdiri sampai hari ini. Ia tak sanggup membayangkan menyerahkan mereka ke panti asuhan atau membiarkan tangan orang asing merenggut mereka dari pelukannya.

Ini konsekuensi yang harus ia hadapi. Ia tahu itu. Tapi tetap saja… rasanya terlalu berat.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar mendekat. Suara yang familiar. Dan kemudian, suara yang sangat ia kenal itu memanggil pelan tapi cemas.

“Loh, Melisa?! Astaga, lo kenapa nangis di sini?” ucap Diana panik, buru-buru berlari mendekat bersama Riki di belakangnya.

Melihat kondisi sahabatnya itu terduduk lemas di lantai lorong kos dengan wajah sembab, tubuh gemetar, dan dua bayi yang menangis di pangkuannya, Diana langsung tahu—ada sesuatu yang sangat salah.

“Meli…” suara Diana melunak, pelan, namun penuh perhatian.

Riki ikut terpaku beberapa detik, menatap pemandangan itu dengan kening berkerut prihatin. Tapi Diana lebih sigap.

“Ki, tolong gendong dulu dua bayi ini, gue bawa Meli masuk ke kamar. Dia butuh tenang.” perintah Diana cepat, tak menunggu jawaban.

Riki langsung mengangguk dan dengan lembut mengangkat Ethan dan Evan dari pelukan Melisa yang sudah tak berdaya. Sementara itu Diana membantu Melisa berdiri, merangkul bahunya erat, membisikkan,

“Ayo, Mel… lo gak sendiri, ya. Gue di sini…”

Melisa hanya bisa mengangguk kecil, tubuhnya bersandar pada Diana, sementara air matanya tak juga berhenti mengalir. Ada sedikit kelegaan di tengah kesedihan—bahwa setidaknya masih ada seseorang yang tetap menggenggam tangannya saat dunia memilih untuk melepaskannya.

Mereka bertiga masuk ke dalam kamar kos. Diana segera menuntun Melisa duduk di atas kasur, merengkuhnya erat ke dalam pelukan sementara Riki dengan sigap mengambil alih tanggung jawab menenangkan Ethan dan Evan.

Tangis Melisa belum juga reda. Tubuhnya bergetar di pelukan Diana, seperti anak kecil yang baru saja kehilangan tempat berpijaknya. Diana mengusap punggung sahabatnya perlahan, mencoba memberikan sedikit rasa aman.

“Udah, Mel... Lo tarik napas dulu ya. Tarik… buang. Yuk, pelan-pelan,” bisiknya lembut. “Tenangin diri dulu, habis itu baru cerita. Gue di sini kok, dengerin semua.”

Tapi Melisa masih diam. Suaranya tertahan di tenggorokan, matanya merah, dan dadanya terasa sempit sekali. Ia bahkan tak sanggup membalas sepatah kata pun.

Sementara itu, di sudut ruangan, Riki sibuk bergelut dengan dua bayi yang masih terus menangis keras. Kedua tangannya kewalahan, satu tangan menopang Evan, satu lagi Ethan yang lebih berat.

“Duh, cil... jangan kompak nangis dong, kuping gue udah kayak mau meledak nih,” gerutunya setengah bercanda tapi penuh kasih.

Ia lalu duduk di lantai, memeluk keduanya erat di pangkuannya, lalu berkata sambil tersenyum,

“Oke, oke, gini aja deh. Kalian mau apa sih? Robot? Mobil-mobilan? Rumah-rumahan? Ayunan juga boleh dah. Gue beliin semua asal kalian diem dulu, ya. Deal?”

Tentu saja Ethan dan Evan tidak mengerti sepatah kata pun. Tapi suara lembut dan candaan Riki cukup membuat keduanya sedikit lebih tenang. Tangisan mereka mulai mereda, meski sesekali masih terdengar rengekan kecil.

Melisa, yang kini mulai mengatur napasnya, perlahan mengangkat wajahnya. Matanya bertemu dengan mata Diana, penuh luka dan rasa bersalah yang begitu dalam.

“Orang tua aku, na...” suaranya nyaris tak terdengar, tercekat di ujung lidah. “Mereka udah tau…”

Dan seketika itu juga air matanya kembali tumpah. Kali ini lebih pelan, tapi jauh lebih menyakitkan. Suaranya patah. “Mereka kira… aku punya anak tanpa nikah. Bapak aku… dia bilang... Aku bukan anaknya lagi…”

Diana terdiam sesaat, lalu langsung menarik Melisa dalam pelukan yang lebih erat. Ia usap punggung sahabatnya dengan penuh kasih, mencoba menahan air matanya sendiri.

“Ya Allah, Mel…” bisiknya pelan. “Gue tahu ini gak adil buat lo. Tapi gue juga tahu lo kuat. Kita cari cara sama-sama, ya? Lo gak sendiri.”

Melisa mengangguk di pelukan Diana, meski tubuhnya masih gemetar. Riki yang mendengar sepenggal cerita itu menoleh pelan, menatap Melisa dengan mata penuh empati. Tangannya tetap menggoyang pelan tubuh Ethan dan Evan agar mereka tetap tenang.

Dalam ruang kecil itu, meski hati terasa hancur, setidaknya Melisa masih punya pelukan sahabat dan tawa kecil dari dua bayi yang tanpa sadar telah menjadi bagian jiwanya.

1
Lisa
👍 Papanya Riki bisa bantu nih..jdi masalah mereka cpt beres.
Lisa
Ga terasa 2 baby itu skrg umurnya udh 3 thn..Meli benar² jadi Mama utk mereka berdua.
Lisa
Ethan & Evan udh mulai mengerti klo Meli adl mama mereka
Lisa
ya Meli telpn sahabatmu utk jelasin ke ortumu
Evi Lusiana
knp melisa gk lgsg tlp diana dn riki bwt njlasin k ortuny
Lisa
Wah berarti 2 baby itu diculik seseorang yg mungkin punya dendam pada 2 keluarga itu
Lisa
Sekarang Ethan & Evan aman di daycare..utk Melisa semangat kuliah lg y Mel 😊👍
Lisa
👍👍 persahabatan yg indah..rukun selalu y kalian bertiga
Lisa
😊 duo heboh dtg nih..
Lisa
Kasihan Meli jadi dituduh dia yg membuang anak itu..
Lisa
Bersyukur Melisa diangkat jadi karyawan tetap yg diperhatikan oleh managernya juga..semangat y Melisa,kerja lbh rajin lg y 😊👍
Lisa
Siap² y ortunya Melisa utk surprise dr Melisa😊
Lisa
Melisa udh menganggap Evan & Ethan anaknya..semangat terus y Melisa..moga aj ortu kandung mereka g bisa menemukan mereka.
Lisa
Gimana nih kelanjutannya..siap² y Melisa utk mengatakan pd ortumu.
Evi Lusiana
jd ethan dn evan anak² dr dua kluarga berpengaruh y thor
Susiajaaa: bisa jadi sih🤔🤭
total 1 replies
Anto D Cotto
gak sabar nungguin kelanjutan ceritanya
Lisa
Semangat y Meli
Lisa
Awal yg bagus nih
Lisa
Aku mampir Kak
Anto D Cotto
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!