NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Kesunyian yang mencengkam, masih mencengkeram di ruang tamu mungil itu

mereka semua terdiam dengan isi kepalanya masing-masing.

Isakan kanaya dan ibunya juga, sudah tidak lagi terdengar, namun kesunyian mencengkeram mereka cukup lama.

Tarikan dan hembusan nafas, sangat jelas terdengar. Kanaya mendesah panjang, helaan nafasnya terdengar berat.

Ketiga kepala menoleh serentak kearahnya, menatap kanaya penuh tanya, ia tersadar dan tersipu malu, menyadari ketiga pasang mata yang masih melihat kearahnya.

Kesunyian masih berlanjut, ketika tiba-tiba aksara bangkit hendak beranjak meninggalkan ruang tamu mungil itu,

"Kamu mau kemana aksa?", tanya ibu, menatap anak laki-lakinya itu. Aksara menggeleng, namun ia tetap menjawab

"Kehadiran saya juga gak begitu penting diruangan ini bu"

"Apa maksud kamu?", tatapan tegas ibu, membuat aksara mengurungkan niatnya. adiknya itu kembali duduk dengan rasa enggan.

"Seperti ucapanmu tadi, kamu bilang kamu kepala rumah tangga keluarga kita, lantas kenapa kamu mau pergi sebelum masalah ini selesai" tanya ibu lagi dengan mimik serius.

Aksara hanya terdiam, ia tak bergeming dari duduknya, netranya menatap keluar rumah, memperhatikan lalu lalang kendaraan malam yang mulai kelihatan sunyi.

"Terus terang ibu ingin semuanya jelas malam ini, begitu juga dengan niat kala datang kerumah ini, semua harus diselesaikan malam ini"

Kala tergugu, ucapan ibunya kanaya yang begitu tegas, mau tak mau membuatnya harus menjelaskan dengan gamblang niatnya malam ini.

Padahal kala ingin membicarakannya dengan kanaya terlebih dahulu, ia merasa belum mengakui perasaan yang sebenarnya pada wanita itu.

Namun bagi kala, apapun akan ia lakukan untuk menunjukkan perasaan yang ia punya pada kanaya.

"Penjelasan naya itu semuanya benar ibu, bahwa saya menawari pernikahan kontrak padanya, namun maafkan saya, saya tidak mengetahui alasan kanaya menerimanya..,

Tapi alasan saya mengajukan pernikahan itu, karena saat itu saya membutuhkan status untuk kepentingan saya "jelas kala pelan, namun tegas dan runtut, tiba-tiba matanya menatap kanaya dalam.

"Saat itu, saya tidak memiliki perasaan apapun untuk naya bu, namun dengan berjalannya waktu, saya menyadari saya jatuh cinta padanya"

mata kanaya mengerjap, terus terang hatinya menghangat. Kilauan mata kala yang menatapnya, membuat kanaya tertegun.

Mereka saling menatap, semburat merah kanaya yakini sedang terlihat dari pipinya yang memerah, Kala tersenyum menyadari kanaya yang tersipu malu, namun dengan cepat ia mengalihkan pandangannya ke bu risma kembali.

Namun ia menemukan ibunya kanaya itu, tersenyum simpul menatap mereka, kala tersenyum malu.

"Ibu..ijinkan saya memiliki kanaya lagi, kali ini saya janji saya tidak akan pernah melepaskan dia apapun yang terjadi" pinta kala tulus, menatap bu risma penuh harap dan cemas.

Ibu melihat kala dengan wajah lembutnya, senyuman sedikit tertahan di bibirnya. Tiba-tiba ibu mengalihkan perhatiannya, menoleh ke aksara dengan tatapan tanya. Aksara melengos, membuang pandangannya, ia tahu makna dari tatapan ibunya.

Matanya melirik kanaya sekilas, ia menemukan buncah kebahagian dari raut wajah kakak perempuannya itu, aksara berdehem pelan.

"Kalau aku terserah ibu dan mbak naya sebagai wali tugasku memastikan bahwa kakakku mendapat kebahagiaannya,

Hanya satu pintaku untuk mas kala jangan pernah menyakiti dan melepaskan tangan kakakku lagi,

Kalau mas kala melakukannya, mas akan berhadapan denganku,

Dan itu kupastikan akan benar-benar terjadi" ujar aksara tegas, wajahnya menunjukkan keseriusan dari ancamannya itu.

Kanaya tersenyum, hatinya sedikit lega. Aksara, adiknya itu ternyata sudah dewasa, ucapannya membuat hati kanaya menghangat.

Ia sadari ternyata keluarganya sangat menyayangi dirinya, di mata kanaya malam ini adiknya berubah seperti sosok ayah yang pernah hadir dalam hidup mereka 10 tahun yang lalu.

"Dan untuk mbak naya, mbak berhak bahagia. dan kumohon berhentilah mengambil tugasku sebagai kepala rumah tangga" ucapnya sebelum melangkah meninggalkan ruang tamu itu, meninggalkan mereka yang menatap aneh kepergiannya yang tiba-tiba.

Kanaya tertawa, namun matanya terlihat berkaca-kaca, ucapan adiknya itu terdengar lucu, namun ketulusan dari maksud ucapannya dapat kanaya pahami dengan baik.

Ia juga tahu adiknya pergi dari ruangan itu karena takut melihat kanaya terharu, ia mengusap ujung matanya yang basah. Dengan cepat ia melihat kearah ibunya kembali, kanaya menemukan mata ibunya juga sudah basah oleh air mata, mata mereka bersirobok, kanaya dan ibunya tertawa bersamaan.

Kala tersenyum, hatinya menghangat melihat keakraban keluarga kanaya. Kebahagian jelas terlihat dari sorot matanya yang masih tersenyum, ia bertekad apapun yang terjadi, kala berjanji akan membahagiakan kanaya dan keluarganya.

"Saya belum mendengar jawaban ibu, ibu belum menjawab apapun"

ucap kala menyadarkan kanaya dan ibunya yang masih tertawa sekaligus menangis.

Kala merasa lucu melihat keduanya, tertawa sekaligus menangis dalam waktu bersamaan.

"Bagi ibu, kebahagiaan putri ibu adalah hal yang terpenting,

Asal nak kala berjanji, tidak akan menyakiti naya, itu sudah cukup bagi ibu"

Kala beranjak dari tempat duduknya, melangkah pelan menuju ibu, dan duduk bersimpuh di depan ibu.

Ibu terkejut, begitu juga kanaya. Kanaya sedikit beringsut, memberikan kala tempat yang sedikit lega.

Kala meraih jemari ibu lembut,

"Saya berjanji bu, demi nyawa saya, saya akan mencintai dan meratukan kanaya selamanya, dan jika saya mengingkari janji yang saya ucapkan malam ini, saya ikhlas, apapun yang terjadi dengan saya." janji kala sembari mengenggam jemari ibu erat.

Mata ibu berkaca-kaca, sebelah tangannya mengelus lembut kepala kala, ketulusan kala membuat ibu terharu.

"Terima kasih nak..,ibu senang mendengarnya,

Kalian silahkan berbicara, ibu sedikit letih, ibu mau istirahat dulu" pamit ibu, meninggalkan kanaya dan kala yang masih duduk bersimpuh di lantai,  mereka bangkit bersamaan saling menatap dan tersenyum.

"Aku ingin bicara denganmu naya" ujar kala, duduk di tempat ibu duduk sebelumnya.

"Walaupun aku sudah mengatakan niatku pada ibu, tapi aku harus mengatakannya juga padamu,

Aku mencintai kamu naya, seperti yang aku ucapkan kepada ibu tadi, itu semua jujur dari hatiku, beberapa bulan setelah kehadiranmu dirumah, aku menyadari bahwa aku mencintai kamu"

Hati kanaya menghangat bahagia, sesuatu dalam hatinya berdetak lebih kencang.

Pengakuan yang sangat ingin ia dengar akhirnya terucap dari mulut kala, terus terang, perasaan kanaya saat ini tak bisa dilukiskan oleh kata-kata.

Berbagai perasaan berkecamuk dalam hatinya, mulas di perutnya terasa semakin membuncah, bagaikan diserang ribuan kupu-kupu yang bebas beterbangan.

Kanaya tak mampu berkata-kata, semu merah di pipinya, menandakan kanaya sedang salah tingkah. Kala menyadari itu, hingga tanpa sadar senyuman merekah indah dari bibirnya.

" bulan kedua pernikahan kita, aku sadari naya, kalau aku mencintaimu,tapi..."

"Tunggu.., sejak bulan kedua?" tanya kanaya mengerutkan kening, matanya menatap heran. benak kanaya dipenuhi rasa heran dan penuh tanya.

"Trus, mengapa akhirnya kamu memutuskan untuk mengakhiri pernikahan ini?, kalau ternyata kamu mencintai aku di awal-awal pernikahan kita?"

"Karena, aku tak mau mengikatmu dalam pernikahan yang diawali sebuah kesalahan, aku ingin kamu tahu bahwa cinta yang aku punya itu tulus, makanya aku akhiri pernikahan kontrak itu, dan aku ingin memulai lagi dari awal,

Aku ingin memulai ulang semuanya dari awal, aku ingin memulai hubungan yang benar-benar baru denganmu naya... aku tak mau kamu berpikir perasaan yang aku punya ini adalah sebuah kesalah pahaman, karena aku menyadari perasaan yang aku punya untukmu adalah cinta, bukan kesalah pahaman"

Kala menjelaskan panjang, menatap syahdu kanaya yang tertegun. Sejujurnya hatinya sangat terharu, sorot mata kala terlihat begitu berbinar.

Penjelasan kala yang begitu runtut, menyadarkan kanaya ternyata rasa cinta yang ia miliki selama ini, berbalas dan tidak sia-sia.

"Aku bukan tidak tahu naya, kalau kamu juga mencintai aku, aku bukan orang bodoh, aku juga tahu, bagaimana sakit yang kamu rasakan selama ini atas perlakuanku, namun aku membutuhkan waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya padamu, aku juga sakit ketika melihatmu menangis naya, aku juga tidak ingin menyakitimu, aku akui cara yang aku lakukan salah, aku akui aku bodoh, maafkan aku naya..,

Maafkan aku sayang.."

Kanaya terlonjak kaget mendengar ucapan lirih kala, ketika memanggilnya sayang. Hatinya berdebar tak menentu, sesaat dirinya membeku.

Terus terang naya tidak tahu mau ngomong apa, mulutnya masih terperangah.

Detak jantung kanaya berpacu seirama dengan detak jam dinding, kala menatap mata kanaya yang membola kaget, senyum manis terbit dari bibirnya.

'Akhirnya aku mampu mengucapkan kata indah itu untuknya'

Bersambung..

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!