NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

" Argh... Pelan-pelan mas... Ah... Ah...! " desahan Regina terdengar sangat jelas. Di dalam kamar villa yang cukup mewah.

Di atas ranjang yang bergoyang-goyang mereka melakukan ritme irama kenikmatan birahi.

" Sayang... Aku masukkan sekarang...! " Hendrick, kemudian memasukkan timun nya ke v Regina.

" Ah... Hemmm... Enak mas!" merasakan kenikmatan saat itu. Regina menggeliat, meringis, sambil memeluk Hendrick. Matanya terpejam dan mengigit bibirnya.

" Akh... Fvck! Sss...!" Hendrick mempercepat irama tempo, dia mengocok dengan sangat kencang hingga sampai ke puncak klimaks, kenikmatan yang luar biasa.

" Akh... Mas... Ah... Ah... Akh....!" desahannya semakin cepat, saat Hendrick mempercepat irama tempo, yang membuat dirinya meringis merasakan kenikmatan.

Tangan Hendrick meremas melon, membuat Regina merasakan kenikmatan yang tiada dapat di artikan dengan kata-kata.

Regina kemudian berada di atas, menggoyang-goyangkan dengan lembut. Hendrick meremas melon, sambil mempercepat irama ketukan tempo. Sampai ke proses akhir dan akhirnya.

CR000T💦💦💦💦💦

Namun saat itu, terdengar suara keras saat pintu kamar terbuka dengan sangat keras. Jihan melihat mereka berdua dengan keadaan tidak mengenakkan apapun dan Regina berada di atas Hendrick.

" HAAAA!!! "

Teriak Jihan dengan sangat keras dan penuh kejutan, saat dia melihat suami dan sahabatnya melakukan hubungan yang tidak pantas di belakang dirinya.

Matanya terbelalak dan terbuka lebar melihat mereka, bagai badai petir di siang hari, hatinya hancur berkeping-keping, airmata terjatuh dari matanya. Saat dia melihat suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri tepat di depan matanya.

" Kalian berdua inikah yang kalian lakukan di belakang ku! " teriak Jihan dengan penuh emosi sambil menunjuk mereka.

Saat itu Hendrick dan Regina terkejut, regina segera menutupi tubuhnya dengan selimut sedangkan Hendrick segera mengambil dan memakai celananya. Di dalam kamar, suasana menjadi menjadi begitu panas.

" Jihan! Kenapa kamu ada disini...?" tanya Regina sedikit terkejut saat itu. Dia menutupi tubuhnya dengan selimut. perlahan mengambil pakaian miliknya.

Emosi Jihan tidak terbendung, mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sahabatnya itu.

" Jadi begini kelakuan kalian selama aku berada di rumah sakit... Kalau selingkuh di belakang ku! " teriak Jihan, air mata mengalir deras di pipinya. Melihat kelakuan bejat sang suami, dan penghianatan dari sahabatnya.

" Diam kamu, dasar wanita tidak berguna! kenapa kamu ada disini...? " teriak Hendrick berteriak dan bertanya kepada Jihan.

" Lebih baik kamu di rumah sakit sambil menunggu kematian mu, dasar wanita penyakitan, lebih baik kamu segera mati! " tambah Hendrick dengan suara yang keras, membentak istri nya.

Mendengar perkataan sang suami membuat hatinya semakin sakit bagai di tusuk duri beracun.

" Kalian...! Kalian berdua sungguh menjijikkan...! Kalian berdua seperti hewan melata, dan sungguh sangat hina!" teriak Jihan, walaupun dia menahan sakit akibat penyakitnya di tambah lagi dengan rasa sakit di hatinya.

Jihan menangis tersedu-sedu. Saat itu Hendrick berjalan mendekati Jihan. Dengan perasaan penuh amarah dan rasa jijik, saat mendengar perkataan Jihan, melihat penampilan istrinya yang menurutnya lebih menjijikkan.

" Tutup mulut mu! Lebih baik kamu diam dasar istri tidak berguna! " ucap Hendrick dengan suara yang penuh dengan amarah.

Hendrick mengangkat tangannya, saat itu dia hendak memukul Jihan namun apa daya dia tidak bisa memukulnya saat itu.

" HA- hus... Akh... Sial " ucap Hendrick dengan kesal, dia tidak jadi memukul Jihan. "Dasar kamu...! Lebih baik kamu enyah dari sini! ".

Jihan memejamkan matanya saat Hendrick mengangkat tangannya saat itu. Namun saat dia membuka matanya Hendrick tidak memukulnya.

Namun dia mendengar perkataan Hendrick, dan sadar bahwa dia tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya menangis menahan rasa sakit di hatinya.

Hendrick berbalik menjauhi Jihan dengan perasaan yang masih sama rasa amarah dan kesal serta jijik.

Saat Hendrick berjalan membelakangi Jihan, Jihan yang penuh dengan amarah dan kepada mereka, dia melihat di sebelah dirinya ada sebuah rak, di sana ada kaleng kecil yang berisi kelereng.

Jihan mengambil kaleng itu lalu melempar kaleng tersebut dengan cukup kuat dan mengenai kepala suaminya.

PRAYYYY!!!

Suara kaleng yang berisi kelereng jatuh kelantai setelah mengenali kepala Hendrick. Hendrick tampak kesakitan di bagian belakang kepalanya saat itu.

Regina yang telah selesai mengenakan pakaiannya melihat Jihan yang melempar Hendrick sedikit terkejut. Dia menutup mulutnya sedikit tidak percaya apa yang dia lihat.

Hendrick berbalik dan benar-benar ingin memukul Jihan, namun Regina dengan cepat bangkit dari ranjang kemudian menghentikan Hendrick.

" Mas... Jangan mas! " ucap Regina, segera memegang tangan Hendrick.

" Aku ingin berbicara dengan Jihan... " tambah Regina, berjalan mendekati Jihan yang duduk lemah di lantai.

Jihan terkapar lemah duduk di lantai dengan mata yang berkaca-kaca serta menangis. Dia menatap wajah Regina yang berjalan mendekati dirinya.

Saat itu Regina membungkus serta kemudian meminta maaf kepada Jihan dengan apa yang telah dia lakukan dan di lihat oleh Jihan.

" Jihan maafkan aku... Aku tidak bermaksud menyakiti mu... Maaf aku Jihan...." ucapan regina terdengar sangat tulus di telinga Jihan.

" Aku tidak bermaksud seperti ini... Ini semua karena kamu terlalu egois... "

" Kamu hanya mementingkan diri mu sendiri... Maaf Jihan... Andai saja kamu tidak egois mungkin kita tidak akan seperti ini..." ucap sedikit serak. Saat itu Regina tampak menyalahkan Jihan.

Saat mengatakan perkataan itu wajah Regina tampak sangat menyesal, matanya berkaca-kaca dan air mata keluar dari matanya.

Jihan merasa semuanya sudah berakhir, dia tidak lagi percaya dengan semua perkataan Regina, sahabat yang sangat ia percayai.

" Regina... Kamu...! Kamu benar-benar munafik... !" ucap Jihan dengan serak dan penuh rasa jijik saat melihat sahabatnya itu.

Jihan dengan susah payah berdiri, dengan hati yang penuh dengan amarah dia sekuat tenaga menampar wajah Regina.

PLAKKK!!!

Tamparan keras mengenai wajah Regina. Regina menahan rasa sakit akibat tampar keras di wajahnya.

" Ka-kamu dasar wanita murahan...!" teriak Jihan, kemudian dia menjambak rambut Regina.

Saat itu Hendrick yang melihat nya, segera menghentikan Jihan, saat itu Regina tidak melawan Jihan. Namun tiba-tiba.

PLAKKK!!!

Jihan di tampar dengan sangat keras oleh suaminya sendiri, dia melihat mereka berdua dengan tatapan penuh dengan kebencian di hatinya.

" kalian berdua... Aku akan membunuh kalian...!" teriak Jihan dengan kebencian yang mendalam.

Jihan kemudian berusaha mencekik leher Regina. Saat itu Hendrick, mendorong Jihan dengan sekuat tenaga yang dia miliki.

Jihan terpental dengan sangat keras, dia kemudian terjatuh, saat itu kepalanya mengenai ujung meja kaca yang sangat tajam.

PRAYYYY

Meja kaca itu hancur berkeping-keping, saat itu darah mengalir deras keluar dari kepala Jihan hingga akhirnya dia meninggal dunia.

Saat kepalanya mengenai meja kaca dia sempat meminta keajaiban di dalam hatinya.

" Apakah ini adalah takdirku...? Aku harus mati di tangan suami dan sahabat ku... Aku bahkan belum pernah merasakan kebahagiaan... Jika ada kesempatan kedua... Walaupun hanya beberapa bulan aku ingin merasakan kebahagiaan... " permintaan terakhir yang di ucapkan oleh Jihan di dalam hatinya sebelum dia meninggal dunia di tanggal 13 Desember 2026.

...•••☘☘☘•••...

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!