Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,
Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander
Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.
Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Mata Alex melotot sempurna, matanya menatap horor sang bunda karena perkataan itu seakan mencekiknya dan membuatnya tertimpa baru besar.
"Menjodohkan aku". Cicitnya tidak percaya.
Dia nyaris berteriak karena terkejut, beruntung dia bisa mengendalikan dirinya sebelum membuat dirinya dan sang ibu.
"Iya nak, kami berencana menjodohkan kamu dengan putri Mituski, kamu mau nak? ". Tanya snag bunda dengan penuh harap.
Alex mengepalkan tangannya berusaha meredam emosinya yang baru saja muncul karena ibunya kembali membuat keputusan seenaknya atas kehidupannya.
"Apa bunda masih mau mengulang hal menyebalkan yang terjadi sebelumnya?, apa bunda masih mau mengatur hidupku setelah kejadian yang paling aku benci itu? ". Tanyanya dengan dingin dan datar.
Nissa terkesiap mendengar nada datar dan dingin sang anak belum lagi tatapan tajam dan rasa kecewa itu yang dia lihat dari tatapan sang anak.
Tatapan Alex kini beralih kepada pasangan anak dan ibu itu, tatapan matanya langsung menembus hati mereka
"Maaf tante, saya tidak bermaksud kurang ajar atau menghina tante, tapi saya dengan tegas menolak perjodohan itu, saya tidak mau menikah dengan ornag yang tidak saya kenal karena saya sudah memiliki orang yang saya cintai". Ucapnya dengan sopan.
Keduanya langsung mengalihkan pandangan nya kepada Nissa meminta penjelasan sekaligus pertanggungjawaban atas perkataan Alex barusan.
"Apa maksudmu nak?, siapa gadis itu, kenapa kamu tidak pernah mengatakannya kepada bunda? ".
Sang ibu tidak menggubris tatapan keduanya yang seolah bertanya " ada apa sebenarnya dan kenapa bisa seperti ini? ".
Kini fokusnya hanya kepada sang anak, dia sangat terkejut karena anaknya telah memiliki tambatan hati tanpa dia ketahui.
"Aku sudah mengenal dan menjaganya sejak kecil bunda, dan bunda pasti tahu orangnya, dan itulah alasannya aku bisa berada di sini". Jawabnya dengan dingin.
Dia tidak akan membiarkan bundanya kembali melakukan hal yang paling dia tidak suka.
Nissa mengkerut kan keningnya, sejujurnya mendengar perkataan sang anak hanya satu nama yang terlintas di benaknya yaitu anak dari orang yang telah berjasa besar dalam hidup mereka tapi anaknya tak pernah benar-benar mendekati dirinya itu sebabnya dia bisa mencarikan gadis lain untuk sang anak.
"Wina Aditama?, apakah gadis itu Wina? ". Tanyanya dengan suara nyaris bergetar.
Dia sungguh tidak percaya jika anaknya agan bertindak dan mendekati Wina terang-terangan seperti ini padahal dulu dia hanya bisa memantaunya dari jauh.
Alex menghela nafas dan menatap serius sang bunda agar bundanya tidak membuat masalah baru lagi dengan menjodohkannya.
"Iya bunda, aku menolong dan menemukan Wina kembali setelah bertahun-tahun lost kontak".
Dia memang tidak memantau langsung keadaan Wina tetapi anak buahnya selalu siaga melindungi Wina dan memberitahu semua yang terjadi kepada Wina padanya.
"Tapi bagaimana mungkin? ". Mata Nissa melebar sempurna.
Sejak dulu anaknya tidak berani mendekati Wina dan sekarang Wina telah menikah dan memiliki anak, dia tidak mau anaknya menajdi perusak rumah tangga orang.
"Wina telah bercerai dari suaminya bunda dan aku yang menolongnya saat orang-orang ingin mencelakakan dia dengan menyabotase pesawat yang dia tumpangi bersama teman-teman nya, bukankah begitu tuan Taici? ". Tanya Alex dengan dingin.
dia mengalihkan pandangannya pada Taici yang sejak tadi mendengar percakapan mereka dan dia yakin tuan Taici pasti sangat tahu apa yang terjadi
Taici mengangkat alisnya dan tersenyum tipis sambil menatap tajam kearah Alex seperti meremehkan.
"Oh rupanya seperti itu, tapi sayangnya perjodohan itu harus terlaksana, kami sudah merampungkannya tinggal kehadiran kalian yang ditunggu". Jawabnya santai.
Dia bahkan tersenyum miring menatap Alex yang kini menahan amarahnya.
"Terserah kalian, tapi aku tidak berminat untuk menikah dengan putri keluarga ini, dia hanya akan menderita hidup dengan lelaki yang mencintai ornag lain nantinya". Ucap Alex begitu santai.
Dia tidak tahu jawabanya itu membuat bara api didalam dada Taici meledak seketika.
Taici berdiri kemudian mencengkram kuat kerah kemeja Alex dengan sangat keras untuk melampiaskan emosinya.
Kedua orang ibu itu langsung berdiri menghadang perkelahian keduanya agar tidak berlanjut.
"Hentikan Taici, jangan seperti itu". Hardik snag bunda dengan pelan.
Biar bagaimanapun lelaku dihadapannya ini adalah anak dari sahabatnya sendiri.
"Dia sudah kurang ajar bu, dia harus diberi pelajaran, bisa-bisanya dia mau membuat adik kesayanganku menderita, tidak akan kubiarkan". Taici semakin mencengkram kerah baju Alex.
Alex hanya bisa tersenyum miring menatap langsung kearahnya tanpa rasa takut.
"Bagaimana rasanya saat ornag yang begitu kamu sayangi dibuat menderita oleh orang lain, sakit bukan? ". Tanyanya sambil mendorong keras Taici sehingga Taici tersungkur dan melepaskan cengkramannya.
"Kurang ajar". Umpat Taici dengan kasar.
Mitsuki langsung menghadang sang anak untuk tidak menyerang Alex, sedangkan Nissa mematung melihat yang terjadi dihadapannya itu.
Wina berusaha dibunuh dan melihat aksi anaknya, dia yakin Taici ada kaitannya dengan hal itu.
"Jadi yang menyabotase pesawat Wina adalah Nak Taici begitu maksudmu nak? ". Tanyanya dengan suara beserta bukan karena takut tapi dengan penuh amarah.
Dia tidak akan membiarkan siapapun mencelakakan anak dari orang yang menolong mereka bahkan jika dia harus mengorbankan nyawanya untuk Wina, dia bahkan akan melakukannya.
Alex mengalihkan pandangannya kemudian mengangguk membenarkan perkataan sang ibu agar ibunya tahu, dia yakin ibunya akan sangat murka karena dia begitu menghormati kelaurga Aditama.
"Benar bunda, dia yang bekerja sama dengan keluarga musuh Aditama dan menyabotase pesawat itu, dan asal bunda tahu disana ada anak-anak Wina dan dua pengusaha yang terkenal yaitu juga Ben dan juga tuan Leonardo".
Tubuh Nissa bergetar hebat, dia mengepalkan tangannya, dia begitu menghormati dan melindungi kelaurga Aditama dan keturunannya dan sekarang kelaurga yang akan dia jodohkan dengan putranya melakukan hal kejam seperti itu kepadanya.
"Apa itu benar nak Taici?, kamu berusaha mencelakakan Wina Aditama?, apa ibu mu tidak pernah memberitahu betapa hutang budinya kami pada keluarga Aditama? ". Tunjuk Nissa dengan geram.
Matanya menatap tajam dan penuh bara kearah Taici, dia juga menatap tajam sang sahabat
Ibu Taici sejak tadi mematung kini mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka jika anaknya hampir saja membunuh anak dari orang yang berjasa bagi kehidupan mereka dimasa lalu.
"Taici jawab tante Nissa, benar kamu mencoba membunuh Wina Aditama? ". Tanyanya menahan amarah.
Dia akan mem jat perhitungan pada putranya itu jika dia berani melakukannya.
Taici terkekeh pelan, dia menatao snag ibu dengan senyum simpul seolah dia tidak peduli siapa itu Wina Aditama.
Melihat tingkah anaknya, Mitsuki maju kedepan sang anak dan kini mereka saling menatap.
"Memangnya kenapa ibu, bukankah itu sduah biasa aku lakukan untuk melenyapkan musuh kliien kita?