Setelah pahlawan terhebat berhasil mengalahkan Raja Iblis, dikhianati manusia. Dituduh berbuat kejahatan dan tak ada yang mempercayai semua yang dikatakan.
Alih-alih demi terciptanya kedamaian dunia, pahlawan bernama Rapphael Vistorness pun membiarkan dirinya ditangkap dan dihukum mati. Siapa sangka, dirinya malah mengulang waktu pada saat pertama dipanggil dari dunia lain.
Karena telah kembali, maka tugas pahlawan bukanlah tanggung jawabnya lagi. Bersantai dan berpetualang di dunia ini, saatnya untuk menikmati kehidupan tanpa beban kepahlawanan. Namun ia tak pernah lupa untuk mencari informasi, siapa dalang atas nasib buruknya dimasa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raja Iblis Yang Terfitnah
Di tempat jauh dari kerajaan Lubrock, ada sebuah kerajaan lainnya. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang iblis. Saat ini kerajaannya sangat makmur, dengan rakyat yang cinta damai.
Meski akhir-akhir ini terjadi sesuatu yang tidak masuk akal. Karena kabar tersiar, Pengst datang menyerang kerajaan lain. Padahal Raja Iblis tidak melakukan apapun dan tidak pernah memberi perintah terkait hancurnya sebuah kota kerajaan.
"Mengapa sampai ada kabar seperti ini? Aku tidak pernah memerintahkan bawahanku melakukan itu semua. Katakan, siapa yang menyebarkan fitnahan terhadapku?"
Vantiqa Merroz, Raja Iblis yang berusia seribu tahun, memerintah kerajaannya dengan bijak dan adil. Dia memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu mengendalikan Pengst, pengikut iblisnya, dengan baik. Kerajaannya, Merrozah, adalah tempat yang damai dan makmur, di mana iblis-iblis dapat hidup dengan bebas dan bahagia.
Vantiqa sendiri adalah seorang wanita yang cantik dan elegan, dengan rambut hitam panjang dan mata merah yang berkilau. Dia memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu mengendalikan elemen-elemen alam. Dia dapat memanggil badai, mengendalikan api dan bahkan membengkokkan waktu dan ruang.
Kerajaan Merrozah sendiri adalah sebuah tempat yang indah dan megah. Istana Vantiqa terletak di pusat kota, dikelilingi oleh taman-taman yang indah dan air mancur yang berkilau. Kota itu sendiri dipenuhi dengan iblis-iblis yang beragam, dari yang kecil dan lembut hingga yang besar dan kuat.
Selain itu, ada juga umat manusia dan kalangan Lumon yang memiliki kesadaran. Mereka hidup dengan damai dan tenang di kerajaannya.
Vantiqa memerintah kerajaannya dengan baik, memastikan bahwa semua Pengst hidup dengan damai dan makmur. Dia memiliki sistem pemerintahan yang efisien, dengan para Pengst yang setia dan cakap membantu dia dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Saat itu, mereka berkumpul untuk membahas masalah ini. Dan iblis wanita itu tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Kepada semua bawahannya, ia bertanya tentang kabar tersebut.
"Hamba tidak tahu, Yang Mulia. Kita tidak pernah melakukan itu semua. Mungkin ada seseorang yang menghasut para Pengst. Tapi kami benar-benar tidak bisa memastikannya."
"Benar, Yang Mulia. Kerajaan kita memanglah kerajaan bagi kami kaum iblis. Namun kita tidak pernah berkonflik pada manusia. Jadi, kemungkinan besar, ini adalah sebuah konspirasi."
"Konspirasi siapa? Perasanku, tidak pernah menyinggung orang lain. Selama seribu tahun usiaku, tidak menyakiti siapapun. Bahkan membantu orang-orang yang kesulitan ...."
Vantiqa menatap semua bawahannya. Ia juga tidak berharap keadaan semakin kacau. Meski usianya telah mencapai seribu tahun, tidak pernah terbayangkan, kekuasaan yang dibangunnya selama seribu tahun belakangan, mengapa terjadi sesuatu yang diluar jangkauan.
Dia sendiri tidak pernah berkonflik dengan manusia. Tidak ada alasan baginya untuk menghancurkan kerajaan orang lain. Bahkan ia selalu menutup diri dari dunia. Hanya memerintahkan Pengst (Pengikut Iblis) untuk menyebarkan kebaikan.
"Apa sebenarnya salahku? Padahal sudah berusaha sebaik mungkin untuk berbuat baik pada siapapun. Bahkan manusia-manusia yang menjadi pengikutku, semuanya diperlakukan dengan baik."
Ingatannya tertuju pada seribu tahun lalu, saat dirinya hanya seorang manusia biasa. Dia sendiri adalah seorang anak dari kalangan biasa, dari orang tua desa yang tidak begitu mencolok.
Ketika datang ke kota, belajar di akademi sihir dan dengan usahanya sendiri, menjadi murid berprestasi. Bahkan dapat menciptakan sihir dan menciptaian sihir tersendiri. Bahkan bisa membuat tubuhnya abadi dan tidak akan menjadi tua bahkan mati.
Karena mendapatkan banyak prestasi itulah, ada orang dari kaum bangsawan yang iri padanya. Hingga menyebarkan gosip dan fitnah. Sehingga karena hal itu, ia melarikan diri dan membangun kerajaannya sendiri.
Dari mengumpulkan orang-orang terbuang, mengadopsi bayi, mengajak Lumon yang pada akhirnya menciptakan ras sendiri yang membuatnya menjadi ras iblis.
Ras iblis sendiri merupakan ras baru yang tercipta seribu tahun lalu. Ini karena percintaan antara manusia dengan Lumon. Lumon yang telah memiliki kesadaran seperti manusianya karena selalu dirawat dengan baik oleh Vantiqa.
Dengan berdirinya ras manusia pertama, menandakan bangkitnya kerajaan iblis. Pengikut mulai berdatangan dari segala penjuru. Mereka pun menyebut diri mereka sebagai Pengst (Pengikut Iblis). Dan hingga sekarang, sudah seribu tahun lamanya.
Di balik kesuksesan Vantiqa, ada konspirasi yang sedang berlangsung. Pendeta Rantao Musbeskus, seorang pendeta yang berpengaruh, mulai menyebarkan isu bahwa Vantiqa adalah seorang iblis jahat yang mengancam keselamatan dunia.
Ya, dia adalah sosok itu. Orang yang memiliki andil besar dalam memprovokasi semua orang untuk membanci Raja Iblis. Bahkan tidak ada yang menyadari, hal itu dilakukannya secara diam-diam.
Dia mengumpulkan pendeta-pendeta lainnya dan membujuk mereka untuk bergabung dengan konspirasinya. Selain itu, telah banyak korban atas perbuatannya. Termasuk kerajaan Dunggos yang kini telah hancur.
"Raja Iblis adalah ancaman bagi seluruh dunia," kata Rantao Musbeskus, dengan percaya diri. "Sebelum semuanya terlambat, kita harus menyingkirkannya."
"Kenapa seperti itu? Selama ini dia hidup terasing dari kerajaan ini. Bahkan membangun kerajaan sendiri selama seribu tahun. Konon, seribu tahun lalu, dia adalah manusia yang sangat kuat. Kini sudah seribu tahun berlalu. Dan dia tidak melakukan apapun pada kita."
Pendeta lain tidak percaya dengan ucapan Rantao Musbeskus. Karena posisinya hanyalah pendeta biasa. Namun siapa mengira, pria tua itu masih dalam pendiriannya.
"Apa kamu berhak mempertanyakan wahyu dari Saglontos? Tuhan kita, Saglontos telah memberi wahyu padaku lewat mimpi. Saglontos sendiri yang memberikan wahyu itu padaku."
"Kalau begitu, kita tidak boleh diam saja. Kita harus memusnahkan ancaman bagi dunia."
Pendeta-pendeta lainnya terpengaruh oleh kata-kata Rantao dan mulai menyebarkan isu tentang Vantiqa. Mereka tidak tahu bahwa Vantiqa memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang mereka bayangkan, dan bahwa dia tidak akan membiarkan mereka menghancurkan kerajaannya tanpa perlawanan.
Itu terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu. Jauh sebelum pemanggilan pahlawan. Pahlawan sendiri ada karena menurut catatan sejarah yang diketahui dari kitab di dalam Lontasaglon. Lontasaglon adalah kitab suci umat agama Logantas yang dianut di dunia ini.
Hingga sekarang, pengaruh dari perkataan Pendeta Rantao Musbeskus telah menyebar ke seluruh dunia. Dunia jadi mengetahui kejahatan dari raja iblis. Padahal itu adalah sebuah konspirasi.
Vantiqa sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia terus memerintah kerajaannya dengan baik, tidak menyadari bahwa ada konspirasi besar yang sedang berlangsung. Dia hanya fokus pada memajukan kerajaannya dan memastikan bahwa semua iblis-iblis hidup dengan damai dan makmur.
Tapi, takdir memiliki rencana lain. Konspirasi Rantao dan pendeta-pendeta lainnya kali ini akan segera meledak, dan Vantiqa akan dipaksa untuk menghadapi musuh-musuhnya dalam pertempuran yang akan menentukan nasib kerajaannya.
Para raja dari berbagai negara telah mendengar kabar tentang Vantiqa Merroz yang menjadi ancaman dunia. Dengan dalih wahyu yang diperoleh dari Saglontos, membuat huru-hara.
***
*NOTE : TUHAN \=> Saglontos, AGAMA \=> Logantas, KITAB \=> Lontasaglon, TEMPAT IBADAH \=> TEMPSAG, Pengst \=> Pengikut Iblis (baik dari kalangan ras iblis, manusia bahkan Lumon.)