NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 : Kaisar Asli Muncul

Aula Utama yang megah kini berubah menjadi ring tinju berdarah. Di satu sisi, Long Wei terkulai di singgasananya, dikelilingi oleh tabib yang panik. Di sisi lain, para tamu undangan berhamburan ke pinggir ruangan, menyaksikan pemandangan yang tak masuk akal.

Permaisuri Lin Yue sedang berhadapan dengan raksasa Barat setinggi dua meter.

​Guru Barat itu, yang dikenal bernama Viktor, melepaskan jubah kulitnya. Otot-ototnya menonjol seperti lilitan kabel baja. Ia melayangkan pukulan straight kanan yang sangat cepat.

​"Hmph, lambat," desis Lin Yue.

​Lin Yue melakukan slip ke arah kanan, membiarkan tinju Viktor melewati telinganya hanya dalam hitungan milimeter. Dalam posisi rendah, Lin Yue membalas dengan liver shot (pukulan ke arah hati) yang mematikan.

​Bugh!

​Viktor terbatuk, wajahnya memerah. Ia tidak menyangka wanita sebesar itu bisa bergerak sehalus itu. Ia mencoba melakukan clinch—memeluk Lin Yue untuk menggunakan beban tubuhnya—namun Lin Yue lebih pintar. Ia menggunakan bahunya untuk menciptakan jarak dan melayangkan uppercut pendek yang menghantam dagu Viktor.

​Tak!

​Gigi Viktor bergemeretak. Ia mundur beberapa langkah, matanya yang biru kini penuh dengan kemarahan liar. "You... monster!" raungnya.

​"Aku bukan monster," jawab Lin Yue sambil memperbaiki posisi kuda-kudanya.

"Aku adalah mimpi buruk yang kau ciptakan sendiri."

​Sementara itu, Han Shuo tidak tinggal diam. Ia bertarung melawan lima pengawal elit Long Wei yang mencoba menangkap Lin Yue. Pedangnya menari-nari di bawah cahaya bulan merah, memutus arteri dan menjatuhkan lawan.

​Selir Ning, yang melihat situasinya berbalik, mencoba merangkak pergi menuju pintu belakang. Namun, mata tajam Lin Yue menangkap pergerakannya di sela-sela pertarungan.

​"Mau ke mana, Nyonya Selir?" teriak Lin Yue.

​Viktor mengambil kesempatan saat Lin Yue teralih. Ia melancarkan tendangan memutar yang kuat. Lin Yue tidak sempat menghindar sepenuhnya. Ia menangkis dengan kedua lengannya, namun kekuatan tendangan itu membuatnya terseret mundur hingga menabrak meja kayu besar.

​Prang!

​"Yang Mulia!" teriak Xiao Xiao yang ternyata diam-diam mengintip dari balik tirai aula karena cemas.

​Lin Yue bangkit dengan perlahan. Bahunya yang terluka di hutan kembali mengeluarkan darah, membasahi kain merahnya. Namun, ia justru tertawa.

Suara tawanya menggema di seluruh aula, membuat bulu kuduk semua orang berdiri. Adrenalin sebagai juara tinju dunia kini mengalir sepenuhnya.

​"Sudah lama aku tidak merasakan hantaman sekuat itu," Lin Yue memutar lehernya hingga berbunyi krek. "Sekarang, giliranku untuk serius."

​Lin Yue melesat maju. Kali ini ia tidak hanya bertahan. Ia menggunakan kombinasi jab-jab-cross. Kecepatan tangannya begitu tinggi hingga penonton hanya melihat bayangan merah. Viktor mencoba menangkis, tapi pertahanannya hancur saat Lin Yue melakukan feint (gerakan tipu) ke bawah lalu menghantam wajahnya dengan overhand kanan yang telak.

​KRAK!

​Hidung Viktor patah. Darah menyembur ke lantai pualam. Belum sempat ia jatuh, Lin Yue menyambar kerah bajunya dan mendaratkan rangkaian pukulan hook kiri-kanan ke arah rusuknya.

​Viktor tumbang. Raksasa itu jatuh berlutut, lalu terjerembap dengan wajah menghantam lantai. Dia pingsan seketika.

​Keheningan melanda aula. Semua orang menatap Lin Yue dengan ngeri.

Permaisuri yang mereka hina sebagai "gunung lemak" baru saja menjatuhkan petarung terkuat kaisar hanya dengan tangan kosong.

​Lin Yue berdiri di atas tubuh Viktor yang tak berdaya. Ia mengatur napasnya, lalu menoleh ke arah singgasana. Long Wei masih mengerang kesakitan, racun itu mulai melumpuhkan pita suaranya.

​Han Shuo berjalan mendekat, pedangnya bersimbah darah. Ia berdiri di samping Lin Yue, menatap Long Wei dengan tatapan yang penuh dengan dendam selama bertahun-tahun.

​"Waktumu sudah habis, Long Wei," ucap Han Shuo dengan suara yang berat dan berwibawa.

Aula Utama bergetar. Viktor, sang raksasa dari Barat, terjerembap dengan hidung hancur di depan kaki Lin Yue. Permaisuri itu berdiri tegak, napasnya stabil, menatap pemandangan kacau di depannya. Di atas singgasana, Long Wei mengerang, tubuhnya mulai kaku karena racun "Lidah Ular" yang salah sasaran.

​"Siapa kau sebenarnya?!" teriak Ibu Suri, yang dulu hanyalah seorang selir licik sebelum berhasil menyingkirkan Permaisuri terdahulu. Ia menunjuk ke arah Han Shuo yang berdiri dengan pedang terhunus. "Hanya pengawal rendahan, beraninya kau ikut campur dalam urusan darah kekaisaran!"

​Han Shuo tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah maju, melewati tubuh Viktor yang pingsan. Dengan gerakan tenang, ia merobek lengan baju kirinya, memperlihatkan sebuah tanda lahir berwarna merah tua berbentuk naga yang melilit—tanda yang hanya dimiliki oleh garis keturunan murni kaisar pendahulu.

​Ibu Suri terhuyung mundur, wajahnya pucat. "Tanda itu... tidak mungkin. Anak haram itu seharusnya sudah mati di pembuangan dua puluh tahun lalu!"

​Long Wei, dengan sisa tenaganya, menatap Han Shuo dengan mata terbelalak. Ia mengenalinya sebagai Han Shuo, pengawal bayangannya yang paling setia. "Han... Shuo... apa... yang kau... lakukan?" suaranya hanya berupa bisikan parau yang tercekik racun.

​"Aku melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang putra terhadap pencuri," ucap Han Shuo dingin. Ia mengeluarkan sebuah kalung giok kuno dari balik bajunya—stempel pribadi Permaisuri yang diasingkan dua puluh tahun lalu. "Ibuku tidak pernah berselingkuh. Kaulah yang merancang fitnah itu, Selir Agung yang sekarang menyebut dirinya Ibu Suri."

​Para menteri tua di aula itu tersentak. Mereka saling berbisik. "Giok itu... itu benar milik mendiang Permaisuri!"

​Lin Yue melangkah ke samping Han Shuo. "Jadi ini alasanmu membantuku, Han Shuo? Untuk mengambil kembali tahta yang dicuri oleh orang-orang yang menganggapku sebagai 'simbol kekalahan'?"

​"Tahta ini berdiri di atas kebohongan, Lin Yue. Dan malam ini, kebohongan itu terbakar habis," balas Han Shuo.

​Selir Ning, yang melihat rencananya hancur total, berteriak histeris. "Jangan dengarkan dia! Dia hanya seorang pengawal yang mencari kesempatan! Pengawal! Tangkap mereka!"

​Namun, para pengawal bayangan lainnya justru menyarungkan pedang mereka dan berlutut di hadapan Han Shuo. Mereka adalah orang-orang yang diam-diam telah dilatih dan dipengaruhi oleh Han Shuo selama bertahun-tahun di dalam istana tanpa sepengetahuan Long Wei.

​Ibu Suri, menyadari bahwa ia telah kalah secara politik dan fisik, tertawa gila. Matanya berkilat penuh kebencian. "Jika anak dari wanita jalang itu ingin tahta ini, maka ambil saja di dalam api!"

​Tanpa diduga, Ibu Suri menendang wadah dupa besar yang berisi minyak panas ke arah tirai sutra yang menjuntai. Dalam sekejap, api berkobar, merambat ke langit-langit kayu aula yang kering.

​"Lin Yue! Bawa kaisar palsu itu!" teriak Han Shuo. "Dia tidak boleh mati oleh racun, dia harus mengakui dosanya di depan rakyat!"

​Lin Yue mendengus. "Menyeret pria 80 kilogram di tengah api? Baiklah, anggap saja ini latihan beban terakhirku!"

​Lin Yue menyambar kerah baju Long Wei yang sudah tak berdaya dan menyeretnya seperti karung beras melewati kobaran api yang mulai runtuh. Viktor, yang baru saja siuman, mencoba menghalangi jalan Lin Yue sekali lagi.

​"Masih mau ronde kedua, Raksasa?" Lin Yue tidak berhenti berjalan. Ia menggunakan satu tangan untuk menarik Long Wei, dan tangan lainnya melayangkan pukulan straight kanan yang telak ke rahang Viktor.

​KRAK!

​Viktor jatuh untuk kedua kalinya, kali ini tertimpa tiang kayu yang terbakar.

​Di tengah lautan api dan asap yang menyesakkan, Lin Yue dan Han Shuo saling berpandangan. Rahasia besar telah terbuka. Han Shuo bukan sekadar pengawal. dialah pemilik sah dari tanah yang mereka pijak. Dan Lin Yue, sang Permaisuri yang dianggap sampah, kini memegang nyawa kaisar palsu di tangannya.

​"Cepat keluar!" teriak Han Shuo sambil menangkis reruntuhan atap.

​Malam Bulan Merah belum berakhir. Di luar aula yang terbakar, seluruh istana sudah terkepung.

***

Happy Reading 🥰

Mohon Dukungan untuk

Like

Komen

Subscribe

Ikuti Penulis

Terimakasih🤗

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!