NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25.

"Kenapa kamu terkejut, kak? apa kamu tidak ingin bertanggung jawab padaku?" tanya Stefan.

"A.. apa??" kembali Lara tertegun dengan pertanyaan Stefan.

Matanya berkedip-kedip mencerna pertanyaan Stefan.

Menurutnya, ia sama sekali tidak merugikan Stefan.

Justru ia yang merasa dirugikan dalam hubungan mereka.

Seorang janda bergaul dengan seorang pria muda, yang terlihat seperti seorang mahasiswa, dan tidur bersama di tempat tidur yang sama.

Ia pasti akan menjadi bahan perbincangan yang tidak menyenangkan.

Kembali Lara mengedipkan matanya memikirkan apa yang ia pikirkan.

Saat ia akan turun dari tempat tidur, tangan Stefan dengan cepat menahannya.

Pinggangnya direngkuh Stefan,"Mau kemana, kak? jangan melarikan diri! kakak harus menikahiku!"

Stefan membawa Lara kembali ke dalam pelukannya.

"Stefan! lepaskan! ini.. kita tidak pantas seperti ini! a.. aku tidak melakukan apa-apa padamu! bagaimana bisa kamu mengatakan, kalau aku harus bertanggung jawab padamu?!"

Lara menyingkirkan tangan Stefan dari memeluk pinggangnya, dan mendorongnya agar dapat keluar dari kungkungan Stefan.

"Apa kakak tidak ingat sudah menyentuh ku?"

"A.. apa?! ka.. kapan aku menyentuh mu?!" mata Lara membulat memandang wajah memelas Stefan.

Lara dengan susah payah akhirnya berhasil duduk dari kungkungan Stefan, tapi Stefan tidak ingin melepaskannya begitu saja.

Stefan dengan menahan sakit pada bahunya, setengah duduk kembali menahan Lara dengan merapatkan tubuhnya pada Lara.

"Apa kakak lupa sudah menyentuh tubuhku? tangan ini!" Stefan meraih tangan Lara, lalu membawanya ke dadanya yang sedikit terbuka.

Seketika Lara pun mengerti apa yang dikatakan Stefan, tentang ia menyentuh Stefan.

"I.. ini, bukan aku menyentuh mu, tapi kamu yang ingin kusentuh!!" jawab Lara dengan kikuk, setelah mengerti apa yang dimaksudkan Stefan.

Mata Lara berkedip-kedip gugup, dan memalingkan wajahnya tidak ingin melihat raut wajah memelas Stefan, yang menjadi sedih mendengar jawabannya.

"Tapi, kakak sudah berbagi tempat tidur dengan ku, bagaimana jadinya reputasi ku kedepannya! aku.. aku pasti akan dicemooh, dan tidak akan ada yang mau lagi samaku!" ucap nada sedih Stefan.

Wajah Lara sontak kembali memandang Stefan, yang terlihat sedih dengan keadaannya.

Astaga! Lara habis kata-kata melihat raut wajah sedih Stefan, dan mendengar apa yang baru saja Stefan katakan.

Rasanya Lara ingin tertawa.

Menertawakan perkataan tidak masuk akal Stefan.

Baru kali ia tahu, kalau seorang pria merasa dirugikan berbagi tempat tidur dengan seorang wanita.

Dan lebih parahnya lagi, mengganggap dirinya sudah tidak suci lagi, karena tubuhnya telah disentuh oleh tangan seorang wanita.

Astaga naga! mimpi apa dia semalam?

Mulut Lara sampai mangap memandang Stefan tidak percaya, mendengar semua perkataan tidak masuk akal Stefan.

"Stefan! kamu itu seorang pria, setiap pria tidak pernah dirugikan kalau berbagi tempat tidur dengan seorang wanita, justru aku yang merasa dirugikan!!"

"Kalau begitu, aku yang bertanggung jawab pada kak Lara, kalau sudah ku rugikan!" jawab Stefan dengan cepat.

"Ta.. tapi aku tidak meminta pertanggungjawaban padamu, karena.. karena aku tidak merasa dirugikan sama sekali sama kamu!"

"Tapi aku ingin menikahimu, kak! aku pria sejati, dan akan menjadi pria satu-satunya pria dalam hidup kak Lara!"

Stefan merengkuh kembali pinggang Lara, dan Lara kembali masuk ke dalam dekapan Stefan.

Dan membuat wajah mereka menjadi dekat satu sam lain, dan hidung mereka saling bersentuhan, karena posisi Stefan yang setengah duduk.

Mata Lara berkedip menatap manik mata Stefan, yang begitu dekat dengan wajahnya.

Mata itu tampak bergerak-gerak mengamati wajahnya, dengan raut yang terlihat berbinar, dan juga terlihat senang.

Tanpa sadar Lara menelan ludah, karena tiba-tiba merasa gugup dan merasa berdebar dengan tatapan mata Stefan.

Eh! ada apa denganku? pikir Lara tersadar dengan apa yang ia rasakan.

Bisa-bisanya seorang anak muda, yang pantas menjadi adik, atau keponakannya itu membuat ia menjadi gugup dan berdebar.

"Stefan! kamu itu masih muda, dan memiliki wajah yang tampan, pasti akan banyak wanita yang akan mengejarmu! kamu tidak perlu bertanggung jawab padaku!"

Lara menjauhkan wajahnya, dan mencoba untuk melepaskan dirinya dari kungkungan Stefan.

Tindakan Lara itu membuat Stefan semakin erat merangkul pinggang Lara.

"Jangan tinggalkan aku, kak! aku hanya menginginkan kak Lara menjadi pasangan hidup ku!"

"Stefan! lihat aku baik-baik! aku ini wanita yang usianya jauh diatas usiamu, tidak pantas untuk mu!"

"Itu kata kakak, tapi menurutku sangat pantas untuk ku! aku tidak tertarik dengan wanita lain!"

Sembari bicara Stefan menarik pinggang Lara, sehingga Lara semakin merapat padanya.

"Ste.. Stefan, le.. lepaskan aku!!" Lara mendorong Stefan dengan kuat.

"Akh!!" tiba-tiba Stefan meringis kesakitan seraya menundukkan wajahnya, dan keningnya bertumpu pada bahu Lara.

Lara pun seketika menjadi panik mengingat luka pada bahu Stefan, yang tanpa sadar baru saja ia sentuh saat mendorong tubuh Stefan.

"Stefan! maaf.. maaf, aku tidak sengaja! maafkan aku!!"

Lara pun menjadi panik, dan mengangkat wajah Stefan dengan memegang wajah Stefan dengan ke dua telapak tangannya.

Lara memandang raut wajah Stefan, yang terlihat mengerutkan kening menahan sakit.

"Coba kulihat lukamu, apakah lukanya kembali mengeluarkan darah??" tanya Lara cemas.

Di antara rasa panik dan cemasnya, Lara seketika membeku ditempatnya.

Stefan menatapnya dengan tatapan nanar, yang membuatnya tidak dapat bergerak.

Tangannya yang memeluk ke dua rahang Stefan, ditekan Stefan dengan telapak tangan Stefan.

Kemudian perlahan wajah Stefan mendekati wajahnya.

Mata Lara berkedip merasakan hembusan nafas Stefan menyapu wajahnya, dan ujung hidung mancung Stefan yang tegas, bersentuhan dengan ujung hidungnya.

Bruk!!

Tubuh Lara jatuh berbaring ke atas tempat tidur, karena Stefan yang semakin merapat padanya.

Keseimbangan tubuh Lara, membuatnya tidak mampu menahan berat tubuh Stefan, yang mendorong tubuhnya semakin kebelakang.

Kini Lara berada di bawah tubuh Stefan, dengan tatapan mata Stefan, yang tidak lepas sedetik pun dari menatap matanya dengan nanar.

Dada Lara tiba-tiba berdebar semakin kencang, dan detik berikutnya ia merasakan bibir Stefan menyentuh bibirnya.

Lalu bibir Stefan perlahan mulai mengulum bibirnya, dan ia bagaikan terhipnotis diam tidak bergerak.

Mata Lara berkedip merasakan bibir lembut Stefan mengulum bibirnya.

Rasanya sangat tidak ia percaya, seorang lelaki muda menciumnya.

Ia perlahan merasakan sesuatu, yang sangat menyenangkan dalam ciuman Stefan.

Dan anehnya, hati nuraninya membiarkan Stefan semakin menciumnya.

"Kak, aku mencintaimu" bisik Stefan di antara ciumannya.

Ia semakin memperdalam ciumannya mengulum tiap belah bibir Lara, karena Lara tidak menolak ciumannya.

Lara tidak bergerak mendengar pengakuan cinta dari Stefan.

Sejak kapan Stefan jatuh cinta padanya? bukankah mereka bertemu tidak sengaja saat di bar waktu itu?

Pikiran Lara berputar memikirkan perasaan Stefan, yang tiba-tiba mengucapkan kata cinta padanya.

Lara merasakan lidah Stefan menyapu bibirnya, dan mencoba membuka belah bibirnya untuk masuk ke dalam untuk bertemu dengan lidahnya.

"Ahh.. "

Tanpa sadar Lara mendesah, saat ia merasakan tangan Stefan membelai sekitar rusuknya.

Dan membuat bibirnya terbuka.

Tanpa sadar ia perlahan memejamkan mata, dan membalas ciuman Stefan.

Merasakan ciumannya dibalas Lara, Stefan semakin memperdalam ciumannya, dan lidahnya pun bertemu dengan lidah Lara.

Stefan seketika merasakan kebahagiaan yang tiada tara.

Akhirnya Lara menerimanya lewat ciuman, membuatnya memilin lidah Lara, lalu menyesapnya dengan ritme sensual.

"Ahh.. "

Kembali Lara mendesah, saat tangan Stefan semakin naik, dan menyentuh benda lunak yang berada di balik branya.

Ciuman yang semakin dalam membuat Lara kehabisan nafas, dan ia pun mendorong dada Stefan.

Suara decakan terdengar saat bibir mereka terlepas, dan air liur mereka tampak membasahi bibir mereka berdua.

Bibir Lara tampak memerah dan bengkak.

"Cukup" ucap suara serak Lara mengatur nafasnya yang memburu.

"Aku masih mau lagi kak, bibirmu sangat lembut dan manis, aku ingin merasakannya lebih lama lagi"

Stefan tersenyum senang mengucapkan apa yang ia katakan.

"Cukup Stefan! hal yang tidak pantas bisa terjadi, kalau tidak kita hentikan! kita belum menikah!!"

"Kalau begitu, Ayo kita menikah!!" jawab Stefan dengan nada yang terdengar senang, dan penuh semangat.

Ia pun dengan cepat bangun dari atas tubuh Lara.

Lara hanya bisa terpaku mendengar jawaban Stefan, yang membuatnya tidak dapat berkata-kata.

Bersambung..........

1
Cindy
lanjut
Lia siti marlia
jadeh pesona berondong sungguh menggoda yah lara
nuraeinieni
ceritanya bagus dan keren,,,,👍👍👍👍
nuraeinieni
mulai nakal nih berondong,udah berani nyosor,,,😂
nuraeinieni
kwkwkw,lara termakan dgn modusnya berondong.
nuraeinieni
terima lara,,biar cindy dan david tambah iri melihat kamu dapat berondong
mars
haish mimpiku bgt sama brondong tajir pasti unyu unyu 🤣🤣🤣
Kostum Unik
Up nya banyakan don Kak😄
Kostum Unik
🤭🤭🤭 absurd bgt adek Stefan ini... Terima, terima, terima aja kak Lara adek Stefan
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!