NovelToon NovelToon
Perfect Love Revenge

Perfect Love Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Rania, seorang gadis desa yang lembut, harus menanggung getirnya hidup ketika Karmin, suami dari tantenya, berulang kali mencoba merenggut kehormatannya. Belum selesai dari satu penderitaan, nasib kembali mempermainkannya. Karmin yang tenggelam dalam utang menjadikan Rania sebagai pelunasan, menyerahkannya kepada Albert, pemilik sebuah klub malam terkenal karena kelamnya.

Di tempat itu, Rania dipaksa menerima kenyataan pahit, ia dijadikan “barang dagangan” untuk memuaskan para pelanggan Albert. Diberi obat hingga tak sadarkan diri, Dania terbangun hanya untuk menemukan bahwa kesuciannya telah hilang di tangan seorang pria asing.

Dalam keputusasaan dan air mata yang terus mengalir, Rania memohon kepada pria itu, satu-satunya orang yang mungkin memberinya harapan, agar mau membawanya pergi dari neraka yang disebut klub malam tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab: 26

Sore itu, langit di atas vila berwarna jingga keemasan. Airon dan Rania duduk bersantai di teras, menikmati embusan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma tanah basah. Airon tidak melakukan apa-apa; ia hanya duduk mematung, menatap wajah Rania yang sedang memejamkan mata menikmati suasana.

"Kamu kenapa? Apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Rania tiba-tiba sembari membuka mata. Ia merasa risi karena sejak tadi suaminya tidak berhenti menatapnya dengan intens.

Airon tidak langsung menjawab. Ia justru memasang mimik wajah yang sangat serius, membuat Rania sedikit tegang. "Ya, ada sesuatu di wajahmu, Rania."

"Benarkah?" Rania dengan panik mengusap-usap pipi dan dahinya, berpikir mungkin ada noda cokelat atau kotoran yang menempel. "Bagaimana? Sudah hilang?"

"Tidak, itu tidak akan hilang," kata Airon datar.

Rania hendak berdiri dengan wajah cemas. "Tunggu, aku mau ke dalam untuk mencuci wajah."

"Percuma. Itu tidak akan hilang meskipun kamu mencucinya dengan sabun paling mahal sekalipun," cegat Airon, yang membuat Rania mengerutkan alisnya bingung.

Airon tersenyum tipis—sebuah senyuman langka yang sangat tulus. "Kecantikan di wajahmu itu permanen, Rania. Tidak akan hilang meskipun kamu mencucinya berkali-kali."

Seketika, rona merah menjalar di pipi Rania. Ia tak menyangka Airon yang biasanya kaku dan dingin bisa melontarkan gombalan yang begitu manis. Melihat wajah istrinya yang merona seperti buah persik, Airon tak tahan untuk tidak menjulurkan tangan dan mencubit lembut pipi Rania. Di mata dunia, Airon adalah singa yang kasar dan tak tersentuh, namun di hadapan Rania, ia hanyalah seorang pria yang sedang mabuk asmara.

Kebersamaan mereka terusik saat sebuah mobil memasuki pekarangan vila. Ergan turun dari mobil dengan wajah profesionalnya yang khas.

"Selamat sore Tuan, Nyonya Muda," sapa Ergan sopan.

"Selamat sore, Ergan," balas Rania dengan wajah ceria. Ia segera berdiri dari kursinya. "Silakan duduk, Ergan. Aku akan masuk ke dalam untuk membuatkanmu kopi."

"Terima kasih, Nyonya Muda. Maaf merepotkan," ucap Ergan dengan sungkan.

Begitu Rania menghilang di balik pintu vila, aura di teras itu langsung mendingin. Airon menatap asistennya dengan tatapan "kenapa-kamu-di-sini".

"Ada apa?" tanya Airon ketus.

Ergan tidak gentar. Ia meletakkan sebuah bingkisan elegan di atas meja. "Ada apa? Bukankah tadi pagi Tuan sendiri yang memerintahkan saya membeli ini segera?"

Airon melirik bingkisan itu, lalu teringat. "Oh, jadi kamu sudah membelinya?"

"Sudah, Tuan. Ini barangnya. Spesifikasi paling tinggi sesuai permintaan Anda."

"Oke, bagus. Sekarang kamu bisa pergi," usir Airon terang-terangan. Ia merasa Ergan adalah pengganggu yang merusak waktu berkualitasnya bersama istri.

Ergan justru duduk dengan santai di kursi yang tadi diduduki Rania. "Tuan, Nyonya Muda sudah masuk hanya untuk membuatkan saya kopi. Sangat tidak sopan jika saya pergi begitu saja tanpa mencicipi kopi buatan istri atasan saya. Itu bisa melukai hatinya."

"Saya akan bilang padanya kalau kamu sedang ada urusan mendesak," kilas Airon.

"Tidak bisa, Tuan. Saya tidak tega membiarkan usaha Nyonya Muda menjadi sia-sia," balas Ergan tak mau kalah.

"Ergan!" Airon menatapnya dengan mata menyala, tanda kemarahannya mulai bangkit.

Ergan melirik jam tangannya, lalu mulai menghitung pelan. "Satu, dua, tiga... Tepat pukul lima sore. Maaf Tuan Airon, jam kerja saya hari ini sudah berakhir. Secara teknis, Anda bukan atasan saya lagi sampai besok pagi, jadi saya tidak wajib mengikuti perintah pengusiran Anda."

Ergan menempelkan jam tangannya tepat di depan mata Airon. Airon hanya bisa menggertakkan gigi, menahan umpatan yang sudah di ujung lidah karena Rania kembali muncul membawa baki berisi kopi. Dasar asisten kurang ajar, maki Airon dalam hati.

Setelah Ergan menghabiskan kopinya dan pamit pergi dengan senyum kemenangan, Airon akhirnya bisa berdua lagi dengan Rania. Ia menyerahkan bingkisan tadi kepada istrinya.

"Apa ini, Tuan?" tanya Rania bingung.

"Bukalah."

Rania membuka kotak itu dan menemukan sebuah ponsel pintar model terbaru dengan desain yang sangat mewah. "Ponsel? Tapi... saya tidak tahu cara memakainya, Tuan. Saya belum pernah punya barang secanggih ini."

"Nanti akan saya ajari. Kamu butuh ini, Rania. Saat saya di kantor, saya ingin bisa menghubungi kamu kapan saja."

"Tapi telepon rumah kan ada, Tuan," bantah Rania polos.

Airon meraih tangan Rania, menatapnya dalam. "Telepon rumah tidak bisa memperlihatkan wajahmu. Saya ingin melakukan panggilan video agar bisa melihatmu saat saya sedang merindukanmu di kantor."

Rania tertunduk malu, namun hatinya merasa sangat dihargai. "Terima kasih, Tuan."

"Di sana sudah ada nomor saya. Hubungi saya jika kamu butuh sesuatu, atau jika kamu merasa rindu," pesan Airon.

Esok harinya, saat Airon sudah berangkat kerja, Rania duduk di sofa sembari mengamati benda canggih itu. Ia mencoba menyalakan kamera depan dan terkejut melihat wajahnya sendiri yang jernih di layar. "Wah, canggih sekali. Pasti ini mahal," gumamnya takjub.

Tiba-tiba ponsel itu bergetar hebat. Di layarnya tertera nama pemanggil: (SUAMI TAMPANKU). Airon sengaja menyimpan nomornya sendiri dengan nama itu di ponsel Rania. Rania tertawa kecil melihat kepercayaan diri suaminya yang luar biasa.

"Halo?" sapa Rania malu-malu.

"Sedang apa?" suara berat Airon terdengar begitu jernih.

"Sedang belajar memakai ponsel ini, Tuan. Apa saya mengganggu?"

"Tidak, justru saya yang takut mengganggu waktumu. Kamu mau titip sesuatu saat saya pulang nanti?"

"Tidak ada, Tuan. Saya hanya ingin Tuan pulang dengan selamat," jawab Rania tulus, yang dibalas dengan tawa rendah Airon di seberang sana sebelum panggilan berakhir.

Di belahan kota yang lain, Ergan sedang berada di sebuah restoran kelas atas untuk menemui klien bisnis. Namun, konsentrasinya buyar saat ia melihat sosok yang sangat ia kenali duduk di meja yang tak jauh dari posisinya.

Itu Airish. Dan dia tidak sendiri. Adik kembar Airon itu sedang bersama seorang pria tampan yang tampak sangat perhatian padanya. Airish menyadari kehadiran Ergan, namun untuk pertama kalinya, ia memilih untuk mengabaikan asisten kakaknya itu. Ia sibuk menanggapi obrolan pria di depannya.

"Kamu mau makan apa?" tanya pria itu lembut.

"Mmm... samakan saja denganmu," jawab Airish sembari tersenyum manis.

Ergan mengepalkan tangannya di bawah meja. Telinganya memanas mendengar percakapan mereka.

"Setelah makan, kita ke rumahku, ya? Aku punya koleksi wine istimewa yang pasti kamu suka," ajak pria itu dengan nada yang terdengar sangat mencurigakan di telinga Ergan.

"Ok," sahut Airish singkat.

"Pak Ergan? Pak Ergan?" panggil klien di depannya berulang kali.

Ergan tersentak. "Ya? Maaf, konsentrasi saya sedikit terganggu."

"Jika Anda sedang tidak enak badan, kita bisa melanjutkannya lain hari," tawar sang klien melihat wajah Ergan yang tampak tegang dan merah padam.

"Tidak, tidak apa-apa. Kita lanjutkan saja," kata Ergan, meski pikirannya sudah berkelana jauh.

Apa? Ke rumahnya? Dasar brengsek! maki Ergan dalam hati. Ia tahu Airish sedang mencoba untuk melupakannya, tapi ia tidak akan membiarkan gadis itu masuk ke dalam jebakan pria hidung belang. Api cemburu yang selama ini ia tekan rapat-rapat kini mulai membakar habis kewarasan profesionalnya. Ergan bersumpah, ia tidak akan membiarkan malam ini berakhir di rumah pria itu.

1
Ayesha Almira
ergan menyayangi airish
Ayesha Almira
mknya jgn main wanita trs airon...klo g d hantui byng2 rania
Ayesha Almira
yah airon dh jatuh hati ma rania
Ayesha Almira
kmrin sedih trs smga skrng kebahagian
Ayesha Almira
rania dh meluluhkn hati airon
Ayesha Almira
lbh baik,dr pd trs d jdkn simpanan..
Ariany Sudjana
Ergan kamu jangan jadi pengecut, jangan sampai kamu menyesal kalau Airish benar-benar sudah dimiliki laki-laki lain
Mikeen SI
keren sih
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎💎💎
Bintang Nabila
bagus sih ini. kita kayak nonton drama, aku bisa bayangin adengannya. untuk author keren sih
Lingga Ganesa
mantappuuuuuu thorrrrrrr
Ririn Wati
Good novel thor
Syifa Nabila
Keren sih ini
Bestreetg
karya author is the best
Lela Alela
🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Delisa
Bagus banget jalan ceritanya kak author
Delisa
Bagus banget jalan ceritanya kak author
partini
ya kalau dah merasa kamu sebagai asisten ya harus menjaga dong ,be smart don't be stupid lah Edgar
masa tangan kanan ga punya rencana 🤦🤦
Ariany Sudjana
apapun yang terjadi Rania, tetap percaya sama Airon, apalagi sudah ada calon pelakor hadir di kantor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!