Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.
Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.
tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.
Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.
"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.
Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.
"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.
"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.
"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.
"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."
Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
Setelah gadis itu pergi, Felix masih merasakan kehangatan disisi ranjangnya. Nafasnya mulai tidak stabil lagi, Felix buru-buru menenangkan dirinya.
Pagi ini, ia mempunyai kelas, ia tidak mempunyai waktu untuk mengurus dirinya yang kepanasan, karena ia bisa terlambat.
Didepan gedung Fakultas Ekonomi, Felix turun dari mobil. Ponselnya tidak berhenti bergetar didalam saku, Felix mengambil dengan malas. dan suara Ivan terdengar dari sana.
"Felix kau ada dimana?"
"Aku sudah menuju ke kelas."
"Baiklah. Cepat datang, sebelum dosen datang!"
"Ya, aku tahu."
Lalu Felix bergegas menuju kelasnya.
Beruntung Dosen belum datang saat Felix tiba didalam kelas. Felix melihat Ivan dan Gio telah menunggunya. Lalu Felix berjalan kearah mereka.
"Melihat senyummu hari ini, mungkinkah kau sudah tidur dengan Syerly?" Gio menyenggol Felix dengan ringan, matanya tersenyum kepada Felix dengan penasaran.
"Tentu saja." Jawab Felix dengan tersenyum lebar.
"Thea terus menghubungiku semalam. Apa kau mematikan ponselmu?" Ivan sedikit mengeluh kepada Felix.
"Tidak."
Felix membuka ponselnya, dan banyak panggilan tidak terjawab dari pacarnya itu.
"Kau harus mentraktirku makan, karena jika bukan karena kerja kerasku membuat alasan untuk pacarmu itu, kau pasti tidak dapat bersenang-senang dengan gadis itu."
Felix mengangguk ringan, senyumannya tidak hilang. Bahkan didalam kelas ia tidak dapat berkonsentrasi, karena aroma dan kehangatan dari tubuh Syerly masih terus menggodanya.
Saat waktu istirahat tiba, Felix dan teman-temannya pergi untuk mencari makan.
Langkah Felix terhenti ketika melihat sosok gadis yang baru saja ia peluk tadi malam sedang menggandeng tangan seorang laki-laki tampan.
Pundak gadis itu menggendong gitar yang langsung diambil oleh laki-laki tampan disamping Syerly. Gerakan laki-laki itu terlihat alami. Seolah ia sudah terbiasa melakukannya.
Felix merasakan sesuatu menusuk dadanya, rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menguasainya.
Felix menyipitkan matanya untuk melihat lebih dekat sosok laki-laki disamping Syerly. Felix mendekat setengah langkah. Menatap laki-laki itu lebih jelas.
Dan tiba-tiba rahangnya mengeras. Matanya membesar.
Tunggu!!
Bukankah itu selingkuhannya Thea?
Pria yang berdiri di samping Syerly, adalah orang yang sama yang ia lihat dipelukan Thea.
Felix dengan langkah mantap, berjalan mendekat kearah Syerly. Felix berhenti beberapa meter dari mereka.
Didepan penjual es cream, Syerly dan selingkuhan Thea itu sedang membayar es cream mereka ketika Felix memanggil Syerly.
"Hai.. "
Syerly menoleh dan menatap Felix dengan tatapan dingin. Seolah Syerly seolah-olah ciuman dan pelukan panas yang mereka lakukan tadi malam tidak pernah terjadi.
Felix tidak berani bergerak, dia hanya diam. Tatapan asing dari Syerly mampu membuat Felix kehilangan kepercayaan dirinya.
Syerly hanya menatap Felix sebentar lalu menarik Peter, laki-laki disampingnya untuk pergi.
"Sayang, aku ingin milikmu." Suara Syerly terdengar lembut.
Peter disampingnya mengangguk dan menyerahkan es cream miliknya.
Dengan senyum lebar yang manis, Syerly menggigit es cream itu, dengan gigitan besar.
Peter hanya menatap es cream ditangannya yang hanya tinggal setengah dengan tatapan kosong, lalu sedetik kemudian senyum kecil menghiasinya. Matanya tampak lembut dan memanjakan saat melihat Syerly sudah melarikan diri.
Felix masih berdiri di tempat yang sama bahkan setelah Syerly menghilang dari pandangan.
Gio dan Ivan mendekat. Mereka sama-sama menyentuh pundak Falix.
Sambil mendesah pelan, Gio berbicara.
"Jadi, kau benar-benar tertarik dengan gadis itu?"
Tidak ada jawaban dari Felix, yang mereka dapatkan hanya tatapan sedih dan kecewa dari wajah Felix.
Seharian Felix hanya diam dan membuat Ivan dan Gio yang melihatnya cemas.
Setelah kelas selesai, Gio yang tidak tahan langsung bertanya kepada Felix.
"Ada apa, Fel? Apa kau masih memikirkan gadis itu?"
Terdengar desahan panjang Felix.
"Ya." Jawab Felix pelan.
"Tapi, aku tidak tahu namanya, dan... saat aku memanggilnya tadi, dia pura-pura tidak mengenaliku." Ada perasaan kesal dan sedih yang Felix tahan.
Gio tertawa pelan mendengarnya.
"Jadi, tadi kau kehilangan kepercayaan dirimu?" Goda Gio sambil tersenyum.
"Sedikit." Kata Felix sedikit malu karena perasaannya tertangkap oleh temannya.
"Aku rasa tidak seperti itu." Ivan ikut menimpali dan menggoda Felix.
"Sepertinya gadis itu telah mengguncang hati Felix."
Lalu Ivan mengeluarkan ponselnya.
"Aku mendapatkan informasi gadis itu..." sebelum Ivan menyelesaikan kalimatnya. Felix telah merebut ponsel milik Ivan.
Didalam sebuah forum sekolah, foto seorang gadis yang sedang memegang gitar sedang tersenyum didepan kamera. Felix segera membaca informasi tentangnya.
Namanya Syerly, dia salah satu gadis populer di klub musik. Syerly juga seorang penyanyi di sebuah Bar Musik.
"Syerly... namanya Syerly." Tanpa sadar Felix membisikan nama itu dengan suara lembut.
"Sudah cukup!" Tiba-tiba Ivan mengambil ponselnya kembali dengan senyum kecil.
"Kau baru tidur dengannya semalam, dan Syerly sudah membuat pikiranmu kacau seperti ini. Sepertinya Syerly bukanlah gadis biasa..." kata Ivan sambil menatap Felix. Lalu ia melanjutkan sambil sedikit bergosip.
"Aku dengar, dia tidak mencari hubungan yang serius. Kau hanya bisa bercinta dengannya semalam saja."
Gio yang mendengar cerita Ivan juga sedikit tersenyum ketika melihat wajah Felix yang berubah serius.
"Aku sangat paham dirimu, Fel." Kata Gio pelan.
"Kau tampan dan kaya. Tidak sedikit gadis yang akan tergila-gila denganmu." Lalu Gio menatap Felix sambil berbicara tenang.
"Tapi... jika apa yang dikatakan oleh Ivan itu benar, kalau Syerly berpura-pura tidak mengenalimu. Kurasa dia sudah selesai denganmu."
Felix terdiam beberapa detik, seolah berpikir.
"Apa dia punya pacar? Maksudku, laki-laki disebelahnya, apa dia pacar Syerly?"
"Tentu saja. Apa kau tidak melihat tangan Syerly yang terus memeluk lengan laki-laki itu?" Jawab Ivan sambil tersenyum menggoda Felix.
"..." Felix
Felix mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Apa yang harus ia lakukan?
Ia sangat menyukai Syerly.
Tapi, Syerly mempunyai pacar.
Sedang pacar Syerly adalah selingkuhan Thea.
Dan Thea adalah pacarnya.
Hubungan yang rumit ini, bagaimana ia harus menyelesaikannya?
"Fel..." Gio menepuk pundak Falix dengan lembut.
"Mengapa kau sangat frustasi? Bukankah kau masih mempunyai pacar?" Suara Gio terdengar cemas.
Falix menatap Gio dengan datar.
"Lalu, kenapa?" tanya Felix dingin lalu melanjutkan kalimatnya.
"Seperti katamu, aku tampan dan kaya. Aku bisa memiliki pacar lagi bukan?" kata Felix dengan tenang.
"Kau gila...!" Teriak Ivan dan Gio bersamaan.