NovelToon NovelToon
Falling For My Stepbrother

Falling For My Stepbrother

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yumiiyy

Hidup Jema berubah sejak ayahnya menikah lagi saat ia kelas 6 SD. Sejak itu, ia tinggal bersama ibu tiri yang semena-mena dan semuanya makin memburuk ketika ayahnya meninggal.

Saat SMA, ibu tirinya menikah dengan seorang duda kaya raya yang punya tiga putra tampan. Jema berharap hidupnya membaik… sampai ia melihat salah satu dari mereka: Nathan.

Musuh bebuyutannya di sekolah.
Cowok arogan yang selalu membuat hidupnya kacau.
Dan sekarang, jadi saudara tirinya.

Tinggal serumah membuat semuanya jadi lebih rumit. Pertengkaran mereka semakin intens, tetapi begitu pula perhatian-perhatian kecil yang muncul tanpa sengaja.

Di antara benci, cemburu, dan konflik keluarga perasaan lain tumbuh.
Perasaan yang tidak seharusnya ada.
Perasaan yang justru membuat Jema sulit bernapas setiap kali Nathan menatapnya lebih lama daripada seharusnya.

Jema tahu ini salah.
Nathan tahu ini berbahaya.
Tapi hati tetap memilh bahkan ketika logika menolak.

Karena siapa sangka, musuh bisa menjadi cinta pertama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yumiiyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First Kiss

Suasana sekolah terlihat sangat ramai. Begitu Nathan masuk ke dalam gedung, hampir semua pasang mata tertuju padanya. Nathan sedikit bingung. Ia memang terkenal, tapi… tatapan mereka hari ini terasa berbeda dari biasanya.

Nathan melangkah masuk ke kelas dan menghampiri Tian serta Raka.

“Lo udah sembuh?” tanya Tian.

“Yang lo lihat?” jawab Nathan santai.

“Itu kepala lo masih ada perbannya dikit.”

“Gue udah gapapa.”

“Syukur deh kalau gitu…”

Nathan duduk, lalu bertanya, “By the way, selama gue nggak datang ada berita apa?”

Tian dan Raka refleks saling pandang.

“Berita?” ulang Tian.

“Iya. Gue ngerasa ada yang aneh aja. Apa cuma perasaan gue?”

“Emm… itu…”

Saat itu Jema masuk ke dalam kelas. Tatapan mata Jema dan Nathan sempat bertemu, namun Nathan segera mengalihkan pandangannya, terlihat tidak peduli.

“Wiiih… kok kalian diam-diaman gini sih?” suara itu terdengar dari arah pintu kelas. Bukan Tian ataupun Raka, melainkan Angga.

Nathan tidak menggubris. Ia masih fokus berbicara dengan Tian dan Raka.

“Nathan?” panggil Angga.

Nathan menoleh.

“Kok lo sombong banget sih sama adik lo?”

Nathan menaikkan satu alis, jelas tidak mengerti.

“Adik?”

Angga beralih menatap Jema.

“Itu Jema adik lo kan? Gue nggak nyangka banget ternyata hubungan kalian sedekat itu ya,” ejek Riko.

“Than… kok lo nggak ngundang-ngundang sih pesta pernikahan bokap lo?” kekeh Angga.

Nathan berdiri dari kursinya.

Kemudian ia menatap Jema dengan datar.

“Ehh? Lo marah, Than? Jangan marahin adik lo kayak gitu laaah…”

“Iyaa tuh, sama adik itu harus sayang, harus baik-baik…”

Mereka tertawa.

“Berarti setelah ini lo bakalan nambah adik baru dong yaa?”

“Iya lah pasti, secara bokap nyokapnya pengantin baru. Pasti lagi gacor-gacornya…”

Satu pukulan melayang ke wajah Angga. Suaranya keras. Bibir Angga langsung robek dan berdarah.

Angga hampir terjatuh, teman-temannya segera menahannya.

“Anjing lo, Than!!!”

Angga hendak membalas memukul Nathan, namun Tian lebih cepat menepis tangannya.

Suasana semakin panas. Jema sedikit takut. Nathan terlihat sangat marah.

Padahal ini bukan ulah Jema.

Namun Jema tahu, besar kemungkinan Nathan mengira dialah yang menyebarkan berita itu.

Nathan mencengkeram kerah baju Angga. Beberapa teman Angga refleks maju, hendak mengeroyok Nathan, namun Nathan mengangkat satu jarinya, menunjuk mereka satu per satu.

“Kalian nggak usah ikut campur urusan dia,” ucap Nathan dingin.

“Kalian maju selangkah aja, gue bakal keluarin kalian dari sekolah ini.”

Mereka refleks mundur.

“Ga usah sok berkuasa lo, Than,” dengus Angga.

“Why not?”

“Lo tuh sok keren.”

“Bukan sok keren,” Nathan tersenyum tipis. “Tapi gue emang keren.”

Nathan mendekat sedikit.

“Lo ga usah kebanyakan bacot di sini. Apa pun urusan keluarga gue, itu bukan urusan lo. Dan lo ga punya hak buat berkomentar apapun tentang gue.”

Angga menepis tangan Nathan dari kerah bajunya.

Nathan tersenyum padanya, lalu beralih menatap Jema. Tatapannya datar, dingin.

Tanpa aba-aba, Nathan menarik lengan Jema dengan kasar dan menyeretnya keluar kelas.

“Nathan, lepasin tangan gue, sakit!”

Nathan seolah tidak mendengar. Mereka menjadi pusat perhatian di koridor.

“Nathan, lepasin tangan gue!”

“Nathan, ga usah tarik-tarik, bisa gaa?”

“Nathan? Lo budek yaa?!”

Nathan menarik Jema masuk ke ruang seni dan melepaskan tangannya dengan kasar.

“Lo budek ya? Tangan gue sakit!” suara Jema bergetar.

Nathan menatapnya dingin. Jantung Jema berdebar semakin kencang.

“Lo ga mau jelasin apa pun sama gue?”

“Jelasin apa?”

“Lo ga bisa lihat kejadian tadi?”

“Bukan gue yang nyebarin…”

Nathan terkekeh sinis.

“Terus kalau bukan lo, siapa?”

“Ya emang bukan gue yang nyebarin. Susan sama Selin yang cerita ke mereka. Gue ga tau apa-apa.”

Nathan melangkah maju, memojokkan Jema sampai punggungnya menabrak dinding.

“Nathan, tolong percaya sama gue… gue ga mungkin nyebarin berita itu…”

Nathan menumbuk dinding di samping kepala Jema. Amarahnya tumpah.

Wajah Nathan begitu dekat. Jema bisa merasakan deru napasnya, aroma manis dari tubuh Nathan terus memenuhi indra penciumannya.

“Gue ga mau tau,” ucap Nathan rendah. “Mereka itu saudari lo. Dan itu jadi tanggung jawab lo.”

“Kok jadi gue sih?” Jema membalas. “Harusnya yang lo datengin sekarang itu mereka, yang lo marahin itu mereka!”

“Terus kenapa lo ga bantah?”

“Maksud lo?”

“Lo pura-pura bego atau gimana sih, Jem? Lo denger kan? Dia udah ngerendahin gue. Gue paling benci orang lain ngusik kehidupan gue.”

“Dan lo tuli atau gimana sih, Than?” Jema membentak balik. “Gue ga ada sangkut pautnya sama Susan dan Selin. Kalau mau marah, marah sama mereka, jangan sama gue!”

“Lo bener-bener bikin gue marah, Jema,” suara Nathan rendah tapi berbahaya.

“Lo bikin gue kesal.”

Tanpa peringatan, Nathan menempelkan bibirnya ke bibir Jema.

Jema langsung mendorong Nathan, tapi kekuatan Jema seolah tidak membuat Nathan mundur.

"Dengan Lo bungkam, itu sama aja dengan Lo membenarkan hal itu... Gue ga mau punya hubungan apapun sama Lo"

1
Parkhanayaa
Next
Rossa
Lanjut thor
Lorenza82
/Sob//Sob//Sob/
Sasya
Penasaran 😭😭😭
Nurul Fitria
Semangat Thor, lanjut ❤️❤️
audyasfiya
Lanjuuuuuutt
Lorenza82
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤭🤭🤭❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐🔥🔥🔥🔥🔥
Lorenza82
Semangat terus Thor ❤️🤭
Lorenza82
Lanjut Thor... btw novel yg satunya juga lah Thor 😭😭 jgn dilupakan 💪
audyasfiya
Baca ini karena visual nya member cortis wkwk, sukaaaaaa banget 🤣🤣🤣💐💐💐💐💐💐
audyasfiya
Semangat terus, sehat selalu yaa Thor...❤️
audyasfiya
Lanjut Thor, buruan, jan lama lama 🤭🤭
Sasya
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Nurul Fitria
Nathan ini nyebelin banget, agak jahat menurutku... 😭 kasihan sama si Jema, kalau suka seharusnya ga begitu kan ya? 🥲
Nurul Fitria
Suka banget sama cerita kayak gini wkwk, lanjut Thor, semangat /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Cake//Cake//Cake//Cake//Cake//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Chuyoung56
Semangat Author, keluarin semua ide ide cemerlang mu
Chuyoung56
"Chill gigi Lo" 🤣🤣🤣🤣 ngakak banget asli
Parkhanayaa
Gemes banget 😭 kayaknya Nathan mulai suka ga sih??
Parkhanayaa
Semangat author... penasaran sama kelanjutan cerita kamu... sehat-sehat terus ya author. we love you ❤️✨✨
Parkhanayaa
iiiiiii gemes banget ceritanya 😭 Si Nathannya ini agak genit genit gimanaaaa gitu 🤣🤣🤣 sukaa banget 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!