NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Bukan) Motor Baru

“AAAAA!!!”

“Nino.. Nino.. hudang! (bangun).”

Asep mengguncang-guncang tubuh sahabatnya yang tiba-tiba saja berteriak kencang saat sedang tidur. Teriakan Nino sampai membangunkan dan mengganggu pasien lainnya. Asep nampak tak enak hati. Dia terus membangunkan Nino, sampai akhirnya pemuda itu terbangun.

“Sep..” panggil Nino begitu membuka matanya.

“Ai maneh kunaon? Gogorowokan jiga nu gelo (lo kenapa? Teriak-teriak kaya orang gila).”

“Lo kenapa baru datang?” kesal Nino sambil memukul lengan sahabatnya.

“Lah kocak. Urang geus di dieu titatadi. Ngan maneh hees (gue udah di sini dari tadi. Cuma elonya molor).”

Nino dan Asep memang datang dari suku berbeda. Nino yang keturunan Betawi, sementara Asep keturunan Sunda asli. Kedua orang tuanya asli orang Garut. Karenanya logat Sunda bicara Asep begitu kental ketika berbicara.

Biarpun mereka terkadang menggunakan bahasa yang berbeda, namun Nino bisa mengerti apa yang dibicarakan Asep. Hanya saja dia belum bisa berbicara Sunda seperti temannya.

“Gua barusan mimpi. Sumpah serem banget.”

“Mimpi apa?”

“Gue keluar dari kamar, terus ketemu suster. Tuh suster tiba-tiba aja dari matanya keluar darah terus mata yang satu copot, ngegantung sampai ke dekat hidung. Anjirr.. dia terus ngejar gue.”

“Jiirr.. bisa kencing di calana urang, hahaha..”

Asep menghentikan tawanya ketika melihat tatapan tajam dari salah satu penunggu pasien yang ada di kamar ini. Sadar kalau sudah mengganggu kenyamanan pasien lain, Asep mun menurunkan volume suaranya.

“Maneh naha bisa kecelakaan?”

“Ada mobil yang nabrak gue dari belakang. Sialan banget tuh orang, mana pake kabur lagi.”

“Geus lapor polisi?”

“Udah, Babe gue yang lapor. Mudah-mudahan ketemu tuh mobil yang nabrak gue. Gedeg banget gue. Eh tapi ada yang aneh pas kejadian kecelakaan.”

“Aneh naon?”

“Pas gue jatuh, gue lihat ada cewek di dekat gue. Dia juga telentang di aspal. Matanya lihat ke gue kaya orang butuh pertolongan gitu. Tapi kata Babe ngga ada siapa-siapa di sana. Polisi bilang cuma ada gue aja di sana. Di rekaman cctv juga ngga ada tuh cewek. Kan aneh bet yak? Masa iya yang gue lihat setan?”

“Tong ngomong-ngomong jurig (setan), sieun aing (takut gue).”

Perbincangan keduanya terputus ketika Valen datang. Pria itu segera menarik kursi lain di dekat ranjang sang adik.

“Sep, nginep di sini?”

“Ngga tahu, Bang.”

“Udah nginep aja. Daripada Lo balik, udah malam juga. Tar diikutin kunti baru tahu rasa Lo.”

“Jirr.. ngajak ribut maneh?” kesal Asep.

Nino hanya tertawa saja melihat reaksi sahabatnya. Asep ini memang tergolong manusia penakut, sama seperti dirinya. Namun mereka bukan takut pada manusia, tapi takut dengan makhluk lain yang hanya bisa dilihat tapi tidak bisa disentuh, alias makhluk astral.

Singkat cerita, akhirnya Asep memutuskan tidur di rumah sakit. Dia juga takut kalau harus pulang ke kost-annya. Waktu sudah pukul sepuluh malam. Perjalanan menuju tempat kostnya cukup jauh dan harus melewati jalan yang kanan kirinya ditumbuhi pohon besar dan minim penerangan.

***

Setelah dua minggu dirawat di rumah sakit, akhirnya Nino diperbolehkan pulang. Pemuda itu memilih pulang ke Depok untuk memulihkan diri lebih dulu. Rencananya dia akan tinggal selama seminggu, baru kemudian kembali ke Bandung untuk melanjutkan pendidikannya.

Selama itu pula, Nino tidak mengalami gangguan lagi. Dia tidak pernah diganggu mimpi didatangi makhluk halus dan tentu saja membuatnya tenang. Pemuda itu menganggap kalau mimpi waktu itu hanya bunga tidur saja. Nino juga sudah melupakan wanita yang dilihatnya saat kecelakaan motor.

Setelah beristirahat selama seminggu, Nino bersiap untuk kembali ke Bandung. Pria itu memasukkan beberapa potong pakaian ke dalam ranselnya.

“Be.. motor Nino gimana?”

“Motor Lo ringsek. Tapi tenang aje. Babe udah siapin motor baru buat Elo.”

“Asik.”

Dalam pikiran Nino, sang Ayah akan membelikannya motor seperti yang digunakannya kemarin, hanya saja naik versi. Tangan Rojali bergerak meminta Nino mengikutinya ketika mendengar suara motor berhenti di depan rumahnya.

“Noh.. motor baru lo,” tangan Rojali menunjuk sebuah motor bebek berwarna putih di bagian depannya. Mata Nino langsung membelalak. Alih-alih naik versi, justru motornya sekarang malah turun kelas. Dulu motor yang dipakainya adalah motor sport.

“Buset, Babe kaga salah ngasih Nino motor begituan?”

“Sembarangan, Lo! Gitu-gitu juga motor legend. Tuh motor Babe beli tahun 2016, sampai sekarang masih bagus. Tarikannya masih kenceng. Mending Lo pake motor ini aja.”

“Ogah, mending Nino pake motor yang kemarin.”

“Motor Lo udah Babe jual. Pamali pake motor bekas kecelakaan. Anggap aja buang sial.”

“Ya tapi masa Nino pake motor ini sih, Be. Mana mau pulang ke Bandung. Kalau mogok tengah jalan gimana?”

“Kagak bakalan. Nih motor sehat, baru aja Babe bawa ke bengkel. Udah diservice, ganti oli, ganti ban, bensinnya juga full. Kaga ada apa-apa, percaya sama Babe.”

“Kalau percaya sama Babe, musyrik jadinya.”

“Elo tuh kalau dikasih tahu orang tua, jawab mulu. Badeg bener!”

Rojali hendak memukul anaknya, namun dengan cepat Nino berkelit. Alhasil adu mulut antara anak dan Bapak dimenangkan oleh Rojali. Dengan sangat amat terpaksa Nino menerima motor pemberian Rojali atau lebih tepatnya disebut motor warisan.

“Hati-hati di jalan, Nino.”

“Iye, Mami.”

“Baca doa sebelum pergi. Kalau capek, istirahat aja dulu.”

“Siap.”

“Lo mau lewat mana?”

“Ya paling lewat Puncak.”

“Sekarang kan Minggu, pasti macet. Mending Lo lewat Jonggol aja.”

“Iya dah, gimana nanti.”

Nino mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian. Setelah mengucapkan salam, pria itu segera menjalankan kendaraan roda duanya. Tak lupa dia mengucapkan doa sebelum tancap gas.

“Mami khawatir si Nino pulang naik motor. Apalagi dia habis kecelakaan.”

“Kaga nape-nape. Lo jangan mikir macem-macem. Berdoa aja buat anak Lo.”

Weni hanya menganggukkan kepalanya. Walau cemas, namun wanita itu tetap mencoba berpikir positif. Hanya doa yang bisa dia panjatkan agar anaknya selamat sampai di Bandung.

***

Setelah menempuh perjalanan selama lima jam lebih, akhirnya Nino tiba juga di kota Bandung. Waktu sudah sore ketika dia sampai. Pria itu langsung menuju daerah Surapati, di mana kost-annya berada.

Motor yang dikendarai Nino berbelok memasuki jalan Gagak kemudian berbelok memasuki sebuah rumah yang pintu pagarnya dibiarkan terbuka. Pemuda itu memarkirkan motor di parkiran, kemudian masuk ke dalam kost-an yang bentuknya seperti rumah sambil menenteng helmnya.

“No, udah sehat?” tanya salah satu penghuni kost.

“Alhamdulillah.”

Tanpa berlama-lama, Nino segera masuk ke dalam kost-an. Dia ingin segera beristirahat di kamarnya. Sebelum masuk ke kamarnya, dia melihat ke kamar di sebelahnya, yakni kamar Asep. Sepatu pemuda itu tidak ada, yang menandakan pemuda itu sedang tidak berada di kamarnya.

Tanpa berpikir panjang, Nino segera masuk ke kamarnya. Tidak ada yang berubah di dalam kamarnya. Kasur, meja belajar denga kursi dan lemari plastik menjadi penghuni tetap kamar kost-nya. Pria itu langsung merebahkan tubuh di atas kasur.

Karena kelelahan, Nino jatuh tertidur. Dia terbangun ketika mendengar ketukan di pintu. Suasana kamar sudah gelap, sepertinya dia tertidur cukup lama. Dia melihat jam di ponselnya, waktu menunjukkan pukul 18.10.

Kembali terdengar ketukan di pintu. Nino segera bangun dan membukakan pintu. Nampak Asep sudah berdiri di depannya.

“Iraha balik? (kapan pulang).”

“Tadi jam empat.”

Asep langsung masuk ke kamar Nino lalu mendaratkan bokongnya di sisi ranjang. Nino yang masih berada di dekat pintu bermaksud mendekati Asep. Namun langkahnya tertahan ketika ponsel di tangannya berdering.

Kening Nino mengernyit melihat nama sang pemanggil adalah Asep. Sementara yang memanggil sedang duduk di kasurnya.

“Sep.. Lo ngapain telepon gue?” tanya Nino bingung.

“Hape urang leungit euy. Angkat we (hape gue hilang. Angkat aja).”

Tanpa menaruh curiga, Nino langsung mengangkat panggilan dari Asep. Siapa tahu orang yang menelponnya menemukan ponsel temannya. Nino mencoba berpikir positif.

“Halo.”

“No, urang keur di jalan. Maneh geus dahar acan? Rek dipangmeulikeun naon? (No, gue lagi di jalan. Lo udah makan belum? Mau dibeliin apa?).”

***

Biar lebih hidup, percakapannya aku sengaja pakai bahasa Sunda walau ngga semua. Tapi tenang aja, ada terjemahannya kok.

Buat visual di novel ini aku pakai produk lokal😉

Visualnya besok ya

1
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jujur aja buk sama polisi,jgn ada yg ditutup tutupi
Cindy
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kereeeen 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!