NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Mantan

"Tunggu dulu, Mas dan Mba nya, ini foto kalian tadi pas di atas," ucap seorang Fotografer menghentikan langkah kedua nya.

"Wah ternyata, Anda cukup jeli juga yah mata nya," puji Glen sambil tercengir memandangi foto saat Amara mencium nya.

"Eh tapi gak gratis, bayar 100 k dulu," ucap Pria itu sambil menaik turunkan alis nya.

"Dih mahal amat, situ jualan apa malak?" decak Glen sambil membolak-balik selembar foto itu dengan heran.

"Ini sudah, jangan banyak bicara deh, tinggal bayar aja," Amara yang jengah langsung menyodorkan selembar uang merah, lalu merebut foto itu dan memasukkannya ke dalam tas nya.

"Semoga langgeng terus," teriak tukang fotografer itu sambil tersenyum sumringah.

"Mana Foto nya, Aku juga mau simpan?" tanya Glen sambil mengikuti Amara berjalan.

"Gue yang bayar, salah sendiri tadi pake banyak nanya," ketus Amara sambil terus berjalan, mereka berdua cuma keliling tanpa berminat untuk mencoba wahana.

"Dasar pelit," gerutu Glen sambil cemberut, namun Amara hanya acuh saja terus berjalan.

"Tunggu sebentar," ucap Glen di tengah-tengah keliling nya, membuat Amara menghentikan langkahnya, wanita itu berkerut heran saat melihat Glen ke penjual eskrim.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian kini Glen, sudah membawa dua buah es krim di tangan nya.

"Eskrim, bisa membuat suasana hati jadi lebih dingin," ucap Glen sambil menyodorkan eskrim ke Amara.

"Emangnya Gue, anak kecil apa?" ketus Amara menatap Glen dengan dingin.

"Gak harus anak kecil kok, yang makan Eskrim orang dewasa juga banyak kok yang makan, tuh lihat," jawab Glen sambil menunjuk ke beberapa orang yang sedang makan eskrim.

"Kalo tidak mau biar, Aku makan sendiri," lanjut nya sambil tersenyum menggoda.

"Baiklah kalau memaksa," jawab Amara langsung mengambil eskrim di tangan Glen.

Keduanya nya duduk di ayunan sambil berhadapan, menikmati eskrim dengan hikmat.

"Hari ini akhirnya, Aku bisa pergi ke wahana ini tanpa ngerasa takut lagi," tutur Glen membuka obrolan.

"Emang sebelum nya takut apa?" Amara mulai tertarik, wanita itu menatap Glen dengan tatapan heran.

"Dulu kalo mau pergi ke wahana, selalu takut ketemu Papa sama istri keduanya, rasanya gak rela banget gitu berbagi Ayah," jawab Glen sambil tersenyum getir.

"Aku anak dari istri pertama, tapi selalu di nomor duakan, kuliah saja harus jauh-jauh gak boleh di Indonesia, gak tau masalah nya apa, dengan terbongkarnya fakta hari ini, rasanya semua nya plong banget, gak harus pura-pura lagi," lanjut nya mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam hati nya.

"Semua orang punya masalah nya sendiri sih, Gue rasa setelah ini Lo harus waspada dan yah jadi pria yang lebih pemberani lagi," jawab Amara berusaha untuk mensupport sisi lainnya mulai keluar.

"Kamu suka yang pemberani yah? Gak lemah kaya Aku ini?" tanya Glen menatap Amara dengan lekat .

"Bukan urusan Lo," jawab Amara yang tiba-tiba jadi dingin lagi.

"Lah kok malah jutek lagi, kan cuma nanya," Glen menjadi heran sendiri dengan perubahan mood Amara yang menurutnya sangat begitu aneh.

"Tante Amira, Tante di sini juga," suara anak kecil membuat mereka berdua menoleh, rupanya ada Adara dan juga Arnav begitu juga dengan Amera yang ikut serta, hal itu membuat Amara menghela nafas panjang, karena merasa harus banyak energi.

"Gak nyangka ketemu, si cantik menggemaskan lagi," ucap Glen berusaha untuk terlihat ramah, walaupun dalam hati kesal karena momen berdua nya terganggu.

"Iya, Ayahku kebetulan lagi ada waktu, makan ngajak ke sini, gak nyangka bisa ketemu Om dan Tante," jawab Adara sambil tersenyum sumringah.

"Kita main permainan yuk, seperti nya seru," lanjut gadis kecil itu dengan penuh harap.

"Adara, Tante nya mungkin mau berduaan sama Om nya kita nanti ganggu," ucap Amera berusaha untuk membujuk karena jika bersama Amara nanti diri nya tersisihkan.

"Lah gak masalah kok, gabung bareng malah seru," jawab Glen dengan antusias, karena setelah melihat Adara istri nya berubah menjadi ceria.

"Gimana kalo naik rollercoaster, seru seperti nya," usul Amara yang terlihat bersemangat.

"Ide yang bagus," jawab Glen ikut girang.

Kedua manusia itu langsung menuntun Adara ke tempat rollercoaster, sedangkan Amera dan Arnav ikut di belakang nya.

Kelima orang itu sudah naik dan berpegangan erat, hingga akhirnya kereta berjalan perlahan ke bawah hingga naik, dan membuat tubuhnya terbalik, hal itu membuat semuanya berteriak kencang terutama Glen yang ketakutan parah, bahkan keringat dingin mulai terasa membuat Amara dan Adara menertawakan Glen yang menurut nya lucu.

"Hah Aku gak mau naik lagi deh, sangat bikin spot jantung," ucap Glen setelah sudah turun karena merasa tidak sanggup lagi.

"Dasar Om Cemen, segitu aja udah takut," ejek Adara sambil menatap Glen dengan heran.

"Iya Om takut soalnya, apa lagi pas di balik, gak lagi deh," jawab Glen sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kita makan Yuk, laper," Amera yang sedari tadi diam kini mengusulkan ide, karena dari tadi merasa jengah di cuekin.

"Rekomendasi restoran yang enak dong, terus kita cus makan ke sana," jawab Glen yang tiba-tiba laper juga.

Kelima orang itu akhirnya memutuskan untuk makan di restoran sekitar wahana, selama menunggu makanan siap Amara dan Adara sangat begitu dekat, sesekali Adara berceloteh banyak sekali, membuat Glen yang selalu menimpali karena Amara yang kadang tidak bisa merespon dengan baik.

Sementara di pintu sepasang suami istri baru saja masuk, dia tampak menoleh ke kanan dan kiri, melihat Amara wanita itu tampak mengucek mata nya.

"Itu mantan mu," ucap wanita itu pada suaminya membuat suaminya menoleh ke arah Amara.

"Bukan, salah lihat kali," jawab Suaminya namun istri nya keburu menghampiri Amara.

"Ama, woy kemana aja Lo? gak ada kabar?" ucap wanita itu langsung saja memanggil Amara sok akrab.

"Siapa yah?" Amara berpura-pura tidak kenal karena Dia tahu wanita di hadapannya itu sangat begitu ceplas-ceplos.

"Jangan pura-pura deh, kita udah besti waktu SMA yah, walaupun waktu itu Lo tiba-tiba pindah gara-gara kembaran Lo itu, tapi Gue gak lupa yah sama Lo," wanita itu terus bicara panjang lebar, membuat Amara menjadi pusat perhatian orang-orang karena suaranya sangat begitu keras.

"Lo ingatkan, Dia mantan pacar Lo, yang Lo tinggalin tanpa kabar, sekarang udah jadi suami Gue dan kami Otw punya Anak," lanjut nya sambil merangkul suaminya dan mengelus perut buncitnya.

Amara jelas kenal, Dia Naomi sahabat nya waktu SMA pertama, karena Amara pernah pindah sekolah gara-gara Amira di buli dan membuat Amara tidak terima lalu membalas pembuli itu dengan memukul nya efek nya dia jadi di keluarkan dari sekolah.

Dan di sampingnya ada Kelvin pria yang mencintai nya, namun Amara memacari nya cuma sebatas gabut tanpa rasa, walaupun tidak dengan Kelvin yang mencintai Amara dengan tulus.

"Lo ingatkan, kita pernah nyuri mangga nya Pak RT juga, waktu itu kamu bilang, semua tumbuhan di muka bumi ini yang punya tuhan, jadi ambil aja," ucap Naomi membuat Amara langsung berdiri.

"Eh iya kah, tapi aib kakak ku gak usah di bongkar juga kali," ketus Amara menatap Naomi dengan kesal, karena suasananya tidak mendukung.

"Dasar Lo yah, pura-pura tidak kenal segala, Lo tahu gak? Gue rindu banget dengan kenakalan kita," Wanita itu langsung memeluk Amara dengan sumringah, walaupun Amara masih pura-pura tidak kenal.

"Lah kok jadi begini? Kan sudah ku bilang, Aku bukan teman nya Mba, kok ngeyel sih," Amara masih menyangkal.

"Biarin aja lah, yang penting seneng," ucap Naomi seolah dunia milik berdua.

Lalu pandangan Naomi menoleh ke arah Adara yang tampak terplongo-plongo menatap nya dengan heran.

"Ini pasti anak mu sama Kak Arnav yah, gemesin banget bener-bener perpaduan bapaknya, tapi versi kamu," ujarnya sambil mencubit pipi Adara dengan gemas.

Ucapan Naomi membuat semua yang berada di meja makan reflek membandingkan wajah Arnav dengan Adara lalu Amara.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!