Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Melupakan Masa Lalu
Ailin hanya diam tanpa menjawab apa yang Sani ucapkan barusan namun sesaat kemudian dia mulai tersenyum kecil kearah Sani, "Biarkan saja dia berkerja di dalam perusahaan ini toh Mas Adam adalah masa depan aku, bukankah hal yang sangat jahat jika membuat Mas Adam mengesampingkan urusan bisnisnya hanya karena rasa traumaku yang terkadang kambuh," ujar Ailin dengan mantap. Dia tidak ingin membuat Suaminya terbebani dengan kondisinya saat ini walaupun dengan jelas Ailin sudah mengetahui jika Adam tidak mengeluh sedikitpun saat menjaganya.
"Cih! Naif sekali kau itu, ingat itu. Apa yang baru saja kamu ucapkan jangan sampai kau trauma melihat Radja setan itu ada di dekatmu," ledek Sani dengan asal nyerocos saja membuat Ailin langsung mengusap perutnya sembari mengatakan amit--amit pada jabang bayi yang masih ada di dalam perutnya itu.
Sani bergidik geli melihat ekspresi wajah Ailin ketika melihat kearahnya.
"Ailin. Bagaimana dengan butik yang kamu miliki, bukankah seharusnya kamu berkerja di sana?" tanya Sani penasaran karena beberapa hari ini Ailin justru membantu perkerjaanya di kantor ini.
"Di sana ada orang yang mengurusnya, dan aku tinggal handle saja dari sini," jawab Ailin enteng.
Menepuk pelan jidatnya sendiri, "Bagaimana mungkin aku bisa lupa jika Suamiku tersayang itu pasti akan mengatur semuanya untukmu sehingga kamu bisa santai seperti ini," Ailin langsung menganggukkan kepalanya mantap karena apa yang Sani ucapkan memang benar.
Tidak lama terdengar ketukan pintu dari depan ruangan mereka berdua, Sani dan juga Ailin sontak langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu ruangan mereka, Pak Ray masuk kedalam ruangan ini dengan membawa bekal makanan.
Sani langsung tersenyum sumringah saat melihat suaminya itu membawakan dirinya bekal makan siang padahal sekarang masih pukul 10.00, tanpa sungkan Sani langsung berdiri dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri suaminya.
"Mas. Terimakasih ya, karena sudah perhatian membawakan aku bekal makan siang pasti kamu mau ada urusan di luar kantor mangkanya sengaja membawakan aku makan siang," hati Sani bagaikan di ajak terbang ke angkasa saat mengetahui jika suaminya juga bisa bersikap romantis seperti ini.
"Apa yang kau katakan? Ini makan siang Nona Ailin. Tuan muda akan pergi untuk meeting di luar dan kemungkinan dia belum kembali saat makan siang tiba jadi Tuan muda menyuruhku untuk mengantarkan makan siang ini pada Nona Ailin," jelas Pak Ray dengan wajah datar.
Pria itu bahkan tidak merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan baru saja, karena bagi Pak Ray mengucapkan kejujuran itu sangat penting.
Tapi berbeda halnya dengan Sani. Wanita ini langsung mengepalkan kedua tangannya dengan begitu kuat saat mengetahui kenyataan pahit ini. Baru saja dia di ajak terbang naik ke langit namun satu detik kemudian seakan dia di jatuhkan dari ketinggian itu sungguh menyakitkan, hancur, remuk redam yang bercampur rasa malu yang saat ini dia rasakan.
Memukul bahu suaminya kasar, "Sayang! Tidak bisakah kau itu mengikuti cara Tuan muda yang sangat romantis seperti ini, ya tuhan aku sangat kesal sekali melihat kenyataan ini," umpat Sani dengan mengosok pelan dadanya agar bisa sabar menghadapi sikap suaminya.
"Ehehehehe!" Ailin terkekeh melihat sikap keduanya, menurut Ailin melihat sikap Pak Ray dan juga Sani seperti saat ini membuatnya bersemangat bahkan dia tahan berlama-lama melihat pertengkaran mengemaskan keduanya.
"Jaga ucapanmu itu. Kita sedang di kantor," hardik Pak Ray sembari membungkukkan badannya meminta maaf atas ketidak sopanan mereka di hadapan Nona muda.
"Sudahlah, jangan berlebihan kita ini saudara, jadi tidak perlu sungkan karena tidak ada orang yang melihat juga," jelas Ailin dengan menahan tawanya. "Sani, jangan berlebihan seperti ini! nanti makan siang saja denganku," ajak Ailin tulus.
"Iya. Tidak kamu suruh juga aku akan minta separuh dari makanan kamu," balas Sani tanpa berpikir panjang.
"Jaga ucapanmu, Nona muda sedang hamil," jales Pak Ray merasa keberatan.
"Kalau begitu belikan aku makan siang!" rengek Sani manja membuat Pak Ray hanya bisa menghela nafas berat melihat sikapnya.
"Baiklah, sudah jangan merajuk lagi." Selesai menaruh makanan yang di berikan oleh Tuan muda Adam pada Ailin pria itu keluar dari ruangan tersebut setelah berpamitan pada Ailin terlebih dahulu.
_ _ _
Kediaman Radja.
Holly baru saja selesai membersihkan dapur, dia memesan banyak makan siang dan dia juga menaruhnya dengan begitu rapi di atas meja makan, ada yang aneh karena di atas meja makan itu terdapat dua piring makan siang dan dandanan Holly yang terkesan berlebihan dengan dress seksi yang menunjukkan lekuk tubuhnya.
Holly menyanyi dengan kesana kemari melengak-lenggokkan tubuhnya berjalan membawa dua gelas berisikan cairan berwarna merah, dan sepertinya itu adalah anggur yang baru saja dia keluarkan dari dalam dapur.
Baru saja dia selesai menaruh kedua gelas tersebut di atas meja makan, terdengar bel rumahnya mulai berbunyi. Holly berlari kecil dengan sesekali merapikan rambutnya yang di biarkan terurai begitu saja. Kini dia sudah tiba di depan pintu rumahnya, wanita itu tidak langsung membuka pintu tersebut dia lebih dulu merapikan dress yang memang sudah rapi karena wanita itu sudah memperhatikan penampilannya sejak dari tadi.
Pintu dengan perlahan mulai terbuka lebar, terlihat seorang pria tampan yang usianya jauh lebih tua di bandingkan usia Holly, pria itu adalah warga negara Indonesia.
"Sayang aku sudah menunggumu sejak dari tadi," rengek Holly manja dengan langsung menarik tangan pria itu masuk kedalam rumah karena takut jika ada orang lain yang akan melihat.
Dan pria ini adalah alasan kenapa Holly tidak merasa keberatan saat Radja melarangnya untuk menggunakan asisten rumah tangga. Dan pria ini juga yang sudah membuat Holly berubah menjadi lebih rajin bangun di pagi hari dan menyiapkan sarapan untuk suaminya, semua itu dia lakukan bukan karena tanpa alasan sebab Holly ingin bertemu dengan pria yang kini sedang berada di dalam pelukannya ini.
"Dery sayang. Kenapa kamu lama sekali sih datangnya, aku sudah menunggu kamu dari tadi," rengek Holly dengan bergelayutan manja di bahu pria itu.
"Aku kan sedang dalam perjalanan sayang," sahut Dery dengan melingkarkan tangannya di pinggang Holly mesra.
"Kamu tahu, awalnya aku menolak untuk pindah ke negara ini tapi saat aku mendaptkan pesan singkat darimu itu membuat aku bahagia dan tidak menyesal karena suamiku memilih untuk tinggal di Jakarta dan dengan begitu kita akan lebih sering bertemu," ucapnya tanpa memiliki rasa bersalah sedikitpun pada Suaminya yang saat ini sednag sibuk berkerja untuk mencarikan dirinya nafka.
"Aku tahu. Kamu pasti masih mencintaia ku," ucap Dery dengan wajah bangga yang sengaja dia tunjukkan dan Holly tidak menepis anggapan tersebut.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....