NovelToon NovelToon
CINTA BOS MAFIA DAN GADIS DESA TOBRUT

CINTA BOS MAFIA DAN GADIS DESA TOBRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Mafia / Roman-Angst Mafia / Cintapertama / Persaingan Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aretha_Linsey

Nicholas Alistair adalah definisi dari bahaya yang memikat. Seorang Boss Mafia kelas kakap dengan kerajaan yang dibangun di atas ketakutan dan baja. la dingin, kejam, dan memiliki segalanya-kecuali hati. Hidupnya sempurna di bawah kendali, hingga ia harus melakukan perjalanan ke pelosok desa terpencil untuk menyelesaikan urusan bisnis yang berdarah.
Di sanalah ia bertemu Rania
Rania, si gadis desa dengan pesona alami yang polos dan lugu, memiliki keindahan yang memabukkan. Postur tubuhnya yang ideal bak gitar spanyol adalah magnet yang tak terhindarkan, membuat mata Sang Don tertuju padanya. la adalah bunga liar yang tumbuh di tempat yang salah, dan Nico, Sang Penguasa Kota, memutuskan ia harus memilikinya.
Apa yang dimulai sebagai obsesi, perlahan berubah menjadi hasrat yang membara. Nico menarik Rania dari kehidupan sederhananya, memaksanya
masuk ke dalam sangkar emas yang penuh intrik, kekayaan, dan bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aretha_Linsey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Umpan Mematikan

Nicholas terbangun lebih dulu. Bukan karena alarm, melainkan karena nalurinya. Hanya dua jam tidur, tetapi itu sudah cukup. Kehangatan Rania, yang tertidur nyenyak dalam pelukannya, adalah satu-satunya istirahat yang ia butuhkan. Ia membelai rambut Rania sejenak,

menanamkan janji untuk kembali ke momen damai ini, sebelum perlahan bangkit.

Sisi lembut Nicholas memudar seiring ia mengenakan jubah mandi sutra gelapnya. Ia kini kembali menjadi Don Alistair.

Ia memesan kopi untuk Rania dan dirinya sendiri, lalu meminta Gio dan Marco datang ke suite utama dalam lima belas menit.

Ketika Rania terbangun, Nicholas sudah berdiri di depan jendela besar, memandang markasnya. Ia melihat pengawal yang kini berlipat ganda jumlahnya, bergerak dengan kewaspadaan baru.

"Selamat pagi, Ratu, " sapa Nicholas, memberikan ciuman ringan dan cangkir kopi.

"Pagi "balas Rania, memegang cangkir itu erat erat.

"Kupikir kita sudah mati."

Nicholas tersenyum, senyum yang mencapai matanya.

"Kita hanya tidur Sayang. Sekarang, saatnya membuat Vito menyesal karena dia pernah terbangun."

Ketika Marco dan Gio tiba, Rania sudah berpakaian rapi, duduk di sofa bersama Nicholas. Rania bukan lagi istri yang pasif, ia adalah sekutu yang siap.

"Gio, laporanku, "perintah Nicholas, suaranya tajam.

"Sistem Blackout berjalan lancar, Don, " lapor Gio, matanya bersinar karena kurang tidur dan adrenalin.

"Seluruh aset Vito di Eropa dan Amerika Latin sudah dibekukan, dijual paksa, atau diuangkan di pasar gelap. Sahamnya anjlok. Dalam tiga jam, ia akan bangkrut. Dia akan menerima pukulan finansial terbesar dalam hidupnya."

"Bagus, " kata Nicholas puas.

"Marco, tingkatkan keamanan perimeter. Aku ingin semua orang di sini tahu bahwa markas ini adalah benteng terakhir, tetapi aku ingin Vito percaya sebaliknya. Aku ingin dia berpikir bahwa aku panik karena pengkhianatan Luca. "

Marco mengangguk.

"Aku mengerti, Don. Kita tunjukkan bahwa sistem sudah down, meskipun sebenarnya tidak."

"Sekarang, bagianmu, Ratu, " kata Nicholas, menoleh ke Rania. Ekspresinya serius.

"Kita akan menggunakan kehancuran finansial itu sebagai senjata pertama. Senjata kedua adalah kau."

Rania menelan ludah. Ia tahu rencananya berbahaya.

"Apa yang harus kulakukan?"

"Vito mengincar tanah yang kau selamatkan dari dia, dan posisi yang ia yakini kau ambil darinya. Dia ingin kau merasa tidak berdaya, seperti yang kau rasakan saat penculikan pertamamu, " jelas Nicholas.

"Kita akan memberinya ilusi itu."

Nicholas mengeluarkan sebuah ponsel lama.

"Gio, ponsel ini hanya memiliki satu saluran keluar, dan satu saluran masuk. Itu adalah saluran yang hanya bisa dilacak oleh Vito dan para hacker kelas beratnya. Kau akan mengiriminya pesan."

"Pesan apa?" tanya Rania, rasa tegang mengalir di nadinya.

"Pesan yang menunjukkan bahwa kau sedang panik dan takut padaku, " jawab Nicholas.

"Katakan padanya, 'Aku tahu Luca mengkhianati Nicholas. Aku tahu Luca menyuruh Vito menculik Armando. Aku tidak ingin terlibat lagi, dan aku akan pergi. Aku akan menunggumu di....."

Nicholas berhenti, memandang Rania dengan tatapan yang penuh janji dan bahaya.

"Aku akan memberinya alamat tempat kita pertama kali bertemu, Rania. Tempat tinggal lamamu di desa. Tempat yang paling ia benci dan yang paling ia inginkan untuk kau lupakan."

Rania terkejut. Rumah itu. Itu adalah simbol dari segalanya yang Vito benci, kesederhanaan, dan fakta bahwa Nicholas lebih memilih tempat itu daripada proyek resor Vito yang menguntungkan.

"Itu terlalu berbahaya, Nicholas," sela Marco.

"Kita tidak bisa menempatkan Nyonya di luar perimeter markas.-"

Nicholas menggeleng.

"Kita tidak akan mengirim Rania ke sana. Itu hanya

pesan, Marco. Umpan. Tetapi Vito harus melihat Rania panik di sini, di markas. Gio, dalam satu jam, Nyonya Alistair akan berjalan sendirian di halaman utama. Semua pengawal di sana harus berpura pura tidak

memperhatikannya. Vito pasti memiliki mata di sekitar properti ini. Biarkan mata itu melihat."

"Nyonya, " Nicholas meraih tangan Rania.

"Kau harus terlihat takut, Ratu. Kau harus menunjukkan kepada dunia bahwa krisis ini telah membuat hubungan kita retak, dan kau sedang mencari cara untuk melarikan diri."Rania menatap mata Nicholas.

Ia merasakan ketakutan yang dingin itu, tetapi ia menekannya, menggantinya dengan tekad.

"Aku akan melakukannya. Aku akan membuat Vito datang ke sini."

Satu jam kemudian, Nicholas dan Gio mengamati dari layar monitor di ruang kontrol.

Diluar, Rania keluar ke halaman utama. Ia mengenakan gaun sederhana, rambutnya dikat longgar, dan ia berjalan ke area yang paling terbuka dekat air mancur besar seolah ia baru saja berhasil keluar dari suite tanpa pengawasan.

Wajahnya dirias dengan sempurna untuk menunjukkan kepanikan. Matanya lebar, dan ia terus melirik ke belakang, ke jendela suite utama, seolah takut dilihat oleh Nicholas. Ia mengambil ponsel sekali pakai itu,

mengetik pesan yang diarahkan Gio, dan menekan kirim.

Setelah mengirim pesan itu, Rania berdiri sejenak, membiarkan mata mata Vito (jika ada) melihat kelemahannya. Para pengawal Alistair yang sudah diberi tahu Marco berpura pura tidak melihat Rania,

membiarkannya merasa terisolasi.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti jam, Rania kembali masuk.

Nicholas tersenyum bangga.

"Kau sangat pandai berakting, Ratu.""

"Itu bukan akting sepenuhnya, Nic, " jawab Rania jujur.

"Aku memang takut. Tapi aku lebih takut membiarkan Vito menang."

Gio segera mengecek aktivitas digital.

"Pesan terkirim, Don. Dan... boom.

Kami melihat aktivitas pelacakan intensif di ponsel itu dari perairan internasional. Dia menggigit. Dia akan datang, Don."

Nicholas menyeringai, menyalurkan semua ketenangan dan kekejaman yang telah ia pelajari.

"Dia akan datang ke tempat yang paling pelajari, untuk mengambil apa yang paling ia inginkan, dan di sanalah ia akan menemui akhir hidupnya. "

1
partini
👍👍👍👍
partini
lebih mengerikan sang ratu
Aretha_Linsey: Wkwk sang ratu mampu meluluhkan kak😄
total 1 replies
Aretha_Linsey
gara gara kecintaan kak🤣jadi agak geser dan plin plan🤭
partini
aku mau mengumpat ya Thor ,,dasar mafia goblok oon kaya Don Don don Alan Dona 🤣🤣🤣 jirrr esmosi aku mafia ko gini macam teri
partini
waduh trauma
Aretha_Linsey: jadi nikah gak🤣
total 1 replies
partini
dari sinopsisnya Manarik mulai baca bab satu penasaran
Aretha_Linsey: Terimakasih ya kak
bantu like dan komentar ya biar aku semangat nulisnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!