NovelToon NovelToon
Anshela

Anshela

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen Angst / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:127.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Anshela atau biasa dipanggil Shela, anak bungsu dari empat bersaudara. Lahir sebagai anak perempuan satu-satunya tidak menjadikan Shela di sayang oleh keluarganya, dia malah diperlakukan sebaliknya. Kematian ibunya karena melahirkannya membuat ayah serta tiga kakak laki-lakinya menganggap Shela sebagai penyebabnya, kerap kali ia disebut sebagai anak pembawa sial. Tumbuh dari keluarga yang kurang kasih sayang membuatnya menjadi gadis yang arogan, sombong dan suka semena-mena. Semua itu semata hanya untuk menceritakan perhatian ayah dan kakak-kakaknya. Namun, hal itu justru semakin membuat keluarganya membencinya. Suatu kejadian membuatnya hampir meregang nyawa, namun beruntung Tuhan masih memberi Shela kesempatan untuk hidup. Saat bangun dari tidur panjangnya, Shela tak menemukan satu pun keluarganya, yang ia lihat pertama kali hanya mbok Inah, asisten rumah tangga yang selalu setia merawatnya. Sejak saat itu,Shela sadar jika apapun yang ia lakukan tidak akan pernah dipedulikan. Shela b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Shela yang sudah merasa lemas menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Ia memejamkan matanya untuk sekedar menghilangkan rasa sakit di kepalanya.

Tak lama suara ketukan pintu terdengar, Shela membuka matanya dan melangkahkan kakinya perlahan menuju ke pintu.

Shela membuka pintu, di sana ada asisten rumah tangganya yang tadi dia mintai pertolongan sedang memegang nampan berisi makanan, minum dan..obat? Tunggu, Shela tidak meminta asisten rumah tangga itu untuk membawakannya obat. Ah mungkin saja bibi itu berinisiatif membawakannya obat karena melihat wajah pucat nya.

"Maaf neng, ini makan malamnya. Oh iya, ini ada obat juga jangan lupa di minum ya neng, biar sakitnya cepet sembuh," ujar wanita itu.

Shela mengangguk dan tersenyum tipis, ia lalu mengambil nampan yang masih di pegang oleh wanita itu." Makasih ya, bi," ujar Shela yang dulu jawab anggukan oleh wanita itu.

"Neng kuat bawa nampannya? Sini biar bibi bawain ke dalam?" tawar wanita itu, ia takut Shela tidak kuat dan berakhir jatuh.

Shela menggeleng." Gak usah bi, Shela masih kuat kok," ujarnya sambil memperlihatkan pada wanita itu jika dirinya masih kuat untuk sekedar membawa sebuah nampan dan isinya.

Wanita itu mengangguk dan mempercayai Shela,lalu dia pamit undur diri dan Shela langsung masuk ke dalam kamarnya begitu wanita itu pergi.

Shela berjalan perlahan, dengan tenaga yang sudah melemah, ia berusaha kuat untuk membawa nampan di tangannya menuju ke nakas dekat tempat tidur. Dia meletakkan nampan itu di sana,sedangkan dia sendiri duduk di sisi ranjang.

Shela mulai melahap makan malamnya, setelahnya dia juga tidak lupa untuk meminum obat. Ia menyimpan kembali piring dan gelas sudah kosong diatas nampan di nakas, kemudian langsung merebahkan tubuhnya di kasur untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuhnya.

Shela sedikit menyandarkan tubuhnya, ia berusaha terjaga sampai perutnya tidak lagi terasa penuh. Ia menatap langit-langit kamar, berharap kondisi tubuhnya kembali pulih ketika bangun nanti. Sepuluh menit kemudian, dia benar-benar merebahkan tubuhnya, matanya mulai berat mungkin karena efek samping obat dan tak lama dia terlelap.

Di ruangan lain, Daniel dan ketiga anak laki-lakinya telah berkumpul di meja makan untuk makan malam. Ia sedikit heran karena Shela tidak hadir diantara mereka. Biasanya gadis itu akan bersemangat jika mereka sudah berkumpul di meja makan seperti ini. Bahkan anak gadisnya itu akan menjadi orang pertama yang hadir.

"Shela kemana,bi?" tanya Daniel pada asisten rumah tangganya yang sedang menuangkan minum untuknya.

"Neng Shela makan malam di kamarnya, pak," jawab wanita itu

"Kenapa?" tanya Daniel penasaran.

"Neng Shela sepertinya sedang sakit, tadi sebelumnya dia meminta saya untuk mengantarkan makan malam ke kamarnya."

Daniel mengangguk. Sedangkan Dika dan kedua kakaknya menatap bingung ke arah papanya. Tidak biasanya pria tua itu menanyakan perihal keberadaan ataupun keadaan Shela. Bahkan papanya itu tidak pernah peduli apapun yang menyangkut tentang Shela. Tapi mengapa sekarang papahnya malah peduli?

"Shela sakit apa bi?" tanya Daniel.

"Eeeu, anu pak, sebenarnya neng Shela jarang sekali makan. Saya lihat neng Shela cuma makan pada pagi hari saja, itupun cuma sedikit. Setiap kali saya bawa makanan ke kamarnya, neng Shela selalu bilang kalau dia sudah kenyang," ujar wanita itu membuat semua orang terkejut. Mereka tidak tau bahwa Shela selalu melewati waktu makan hingga jadi sakit seperti ini.

Daniel juga bingung, ia tau bahwa setiap malam putra-putranya itu selalu makan bersama. Tapi kenapa Shela bisa tidak makan dari kemarin?

"Apakah setiap malam kalian melewatkan makan malam?" tanya Daniel dingin pada semua putranya.

Anggara menghela napas, adik-adiknya tidak ada yang mau membuka suara.

"Kita gak pernah melewatkan makan malam bersama pah, tapi akhir-akhir ini Shela selalu bilang kalau dia gak akan ikut makan malam bersama lagi dengan kita. Kita juga gak tau kalau Shela selalu melewatkan waktu makannya," ujar Anggara mewakili semua saudaranya.

Daniel sangat terkejut dengan penuturan Anggara. Ia tidak menyangka Shela yang biasanya sangat antusias jika mereka berkumpul bersama dan selalu ingin bersama mereka kemanapun kini benar-benar sudah berubah. Dia jadi gadis yang dingin seolah sulit untuk di sentuh, dia juga memutuskan untuk tidak makan bersama lagi.

" Tapi bapak tenang aja, tadi neng Shela minta saya untuk mengantarkan makan malam ke kamarnya. Saya juga sudah kasih obat buat neng Shela," ujar wanita itu. Mereka semua bernapas lega. Daniel mengangguk dan mereka melanjutkan makan malam mereka.

Suasana di meja makan sangat sunyi dan hanya terdengar suara dentingan alat makan. Tidak biasanya mereka makan dalam keadaan seperti ini. Biasanya saat mereka makan atau berkumpul seperti ini, ada Shela yang selalu mengoceh dan menceritakan hal-hal yang menurut mereka tidak penting. Dan tentu saja mereka akan mengabaikan segala ocehan Shela dan tidak menganggap keberadaan gadis itu.

Sekarang di saat gadis itu bener-bener tidak ada diantara mereka, mereka merasa sepi,serasa ada yang kurang. Mereka merasa cukup tidak nyaman dengan suasana seperti ini.

"Oh iya, papah sedari tadi dengar Shela bilang kalau dia pernah bertaruh nyawa, maksudnya apa? Apakah pernah terjadi sesuatu pada Shela selama papah pergi?" tanya Daniel stelah selesai menghabiskan makan malamnya.

Ketiganya saling melirik satu sama lain." Eum begini pah sebenarnya Shela pernah koma," ujar Anggara.

Pernyataan Anggara mampu membuat Daniel terkejut." Dan kalian tidak memberi tahu papah?" tanya Daniel membuat semua pergerakan mereka terhenti.

Mereka semua memandang Daniel dengan ekspresi bingung. Mengapa sekarang papahnya seolah peduli dengan kondisi Shela, malah papahnya itu marah karena tidak di beri kabar mengenai kondisi adiknya itu.

" Maaf pah, kita gak bermaksud buat gak ngasih tau papah, tapi kita juga gak ada yang tahu kalau Shela koma dan..kenapa sekarang papah peduli sama Shela? Bukannya papah selalu tidak memperdulikan keadaan Shela?" tanya Dika,menatap papahnya dengan mata menyipit,membuat pria tua itu bungkam.

Daniel juga bingung mengapa sekarang ia seperti seorang ayah yang perhatian pada putrinya. Bukankah ia sangat membenci Shela semenjak dia lahir dan menyebabkan istrinya meninggal? Tapi setalah Shela menjauh dan bersikap dingin, ia merasa kehilangan. Ia rindu Shela yang mencari perhatian padanya

Daniel berdeham untuk menetralkan ekspresi wajahnya.

"Bukan begitu, tapi papa pikir kita sudah sangat keterlaluan karena tidak menjenguknya. Bahkan mengetahui bagaimana keadaan Shela juga tidak," ujar Daniel mencoba mengelak perkataan Anggara.

Mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing. Setelah beberapa menit saling terdiam, Daniel akhirnya memilih untuk pamit.

"Papah duluan ya, mau istirahat," ujar Daniel. Yang lain mengangguk dan ikut beranjak dari meja makan menuju ke kamar masing-masing.

1
Tiavitri Vitri
maaf ya tor lama2 malas mo baca,prasaan diawal udah bagus lama2 bosan,
Arum Oke
👍
Nita Renita
ayok Shella kamu pasti bisa 😃👍
david 123
oh...kenapa tdk diproses ya melakukan kekerasan di lingkungan sekolah...malah di biarkan...lanjut thor..
david 123
Ubah alurx thor,Shela selalu tersiksa ya ,dr awal cerita..kapan nasibx baik..,he...he....
Xiaomi Note 14
bodoh, kan sidik jari ada prcm polisi klw gk di prkaa sdik jeri ,nya asl nduh.
kalea rizuky
novel paling buruk yg pernah q baca sejauh ini muter bertele tele pokok bkin mood baca anjlok
kalea rizuky
novel g guna pantes sepi like wong MC goblok biarin aja bokap lu nyesel uda bodo amat ma dika ma bokap lu yg oon ehh ini masih aja mau balik tololllllll q ksih rating jelek biarin slaah sendiri bkin pembaca sebelll
kalea rizuky
kn karena lu semua. bego yg buat novel lebihhh beggggg
kalea rizuky
pecundang semua sella goblok lengkap bgt ne novel paling bego
kalea rizuky
sela. jd goblok terlalu menye menye skip g jelas ne novel
atun atun
lnjutkan
Rita Rita
seorang Dika hanya pecundang sejati laki laki banci,, dulu berjanji mau lindungi Shela,, ini yg salah Dika apa author ya 🤔
Rita Rita
heran sama si author,, udah 2 x Shela dibuat mati,, apa ini tokoh utama dibikin mati beneran 🤔🤣 yg bikin geli itu kaum keluarga Shela,, katanya terpukul atau apalah kalo nurut AQ cuma preetttt,,
Rita Rita
aduh Thor,, sekali kali ga langkah gontai untuk Shela kenapa sih,,
Rita Rita
Shela ga ada punya langkah tegas langkah gontai Mulu,, kapan ada bahagia kalo hidup terus menerus dibebani konflik, masa iya hidup monoton di situasi yang sama.
Rita Rita
heran aja sama si Shela katanya pinter,, tapi kok bego nya makin gedein ya,, masa udah 2 x masih masuk lobang yang sama,,
Rita Rita
cerita nya muter muter gitu aja ga ada titik temunya, berbelit tanpa ada narasi yg jelas,,,
Lenty Fallo
lnjut thor upnya...💪❤️
atun atun
tokoh utama benaran gk sih ni meninggoi
parah ini thornya
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!