Novel Aku dapat merasakannya kembali update nih dari Hiatus panjang nya, yuk mampir para pencinta genre horor Religi
kisah yang berawal dari seorang wanita biasa yang hidup dengan banyak hutang Budi oleh seorang kakek yang sudah menyelamatkan hidup nya dan mengorbankan nyawa anak nya
masa kecil yang hancur dan mengerikan membuat nya tidak semangat menjalani setiap hari-hari nya.
hanya rasa syukur dan hutang Budi yang ingin dia balas untuk seorang kakek yang menyelamatkan nya lah yang membuat dia bertahan pada hidup nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
memastikan kesiapan misi pertama
tapi Athis tetap diam seperti memikirkan sesuatu di benaknya
"kak, kalo kakak berencana buat semua orang yakin bahwa TPJ adalah bentuk dari kelompok wanita tapi gimana dengan suara Felix dan Viyon?, apa lagi bentuk dari wajah Felix dan Viyon yang bener-bener seperti laki-laki?, gimana cara nutupinnya kak, dengan jubah aja itu gak cukup?" Athis berbicara dengan keraguan nya
"iya juga, apa yang di bilang Athis bener kak?" saut Viyon
"kak Lis apa yang Athis bilang bener" saut Felix
"begini aja, lu berdua jangan pernah berbicara dan ketika ingin menunjukkan sesuatu atau ingin berbicara sesuatu ke Athis, gimana kalo kalian pakai bahasa isyarat menggunakan tangan misalnya?" ucap dokter Lisa tanpa fikir panjang
"kak Lisaaa.......itu gak masuk akal kak, gimana kalo saat-saat terdesak, masa mereka tetap gak boleh ngomong, itu gak mungkin kita lakuin apa tanggapan orang ketika tau bahwa dua dari tiga kelompok wanita ini tidak bisa berbicara apa itu masuk akal?" ucap Athis dengan nada sedikit kesal pada dokter Lisa
"ouhhh lu bener juga This, gini aja deh setiap ada misi untuk ngerukyah orang gimana kalo lu Viyon dan lu Felix pake wig rambut panjang yang bisa ngeliatin untaian dari ujung rambut yang keluar dari penutup kepala di jubah lu!" ucap santai dokter Lisa yang kembali mengutak-atik laptopnya untuk mencari wig rambut yang cocok dengan bentuk wajah milik Viyon dan Felix
sedangkan di lain sisi Athis, Felix, dan Viyon hanya bisa melongo terkejut mendengar pernyataan gila dari dokter yang sudah mereka anggap kakak mereka itu
"gue dapat fotonya...ini bakal bagus untuk bentuk wajah Felix dan Viyon" dokter Lisa
"Viyon lu bakal pake wig yang ini, ini cocok sama muka lu" ucap dokter Lisa sambil menunjuk ke arah laptopnya yang sedang terpapar jelas foto wig
"dan Felix, ini foto wig yang bakal gue pesanin buat lu" dokter Lisa
"KAK Lis PLEASE.... PLEASE STOPP OKE,..... ini gak bakal berjalan sesuai rencana, kalo begini adanya kita bisa hancur kak Please dengerin gue dulu oke" ucap Athis yang sudah tidak tahan dengan ide tergesa-gesa Dokter Lisa
"dengerin gue Dokter Lisa Amira putri, dokter anestesi yang terbuang dan dokter forensik tersembunyi yang hebat...jika kita terus-menerus berusaha menutupi jati diri mereka berdua kita bakal hancur kak, kita nutupin wajah mereka tapi kita lupa dengan suara mereka kita nutupin suara mereka tapi kita gak sadar bentuk tubuh mereka, apa yang kakak lakuin itu salah, mereka itu di ciptakan menjadi laki-laki dan tetap aja kodrat seorang laki-laki walaupun di ubah jika mereka laki-laki tetap aja mereka bakal kembali pada kodrat mereka, mau kita ngubah mereka sesempurna apapun juga kalo mereka tetap laki-laki tentu aja baliknya bakal jadi laki-laki kak, Allah gak suka seorang manusia yang mengubah apa yang dia ciptakan, kita boleh aja nyembunyiin diri kita dari orang lain tapi kita tetap jangan pernah lupa kalo kita ini seperti ini dan tetap seperti ini...ya kakak ngerti sendiri lah" ucap Athis dengan nada bijaksana tapi juga dengan santai
"ya jadi gimana This?, kita gak punya pilihan lain, kalo kita gak mau ketahuan yah kita harus mengorbankan sesuatu lah, apa lagi kita mencoba untuk memalsukan identitas dari direktur utama/ Raja iblis" ucap dokter Lisa
"gue berubah fikiran sekarang" ucap Athis
"what?...berubah fikiran gimana this?" ucap Viyon
"maksud lu berubah fikiran apa This?" saut Felix
"setelah rencana yang udah gue susun matang-matang begini dan lu bilang berubah fikiran, maksud lu apa This?" sambung Dokter Lisa dengan sedikit meninggikan nadanya
"dengerin gue dulu, maksud gue berubah fikiran itu tentang para jin pengikut Raja iblis...jad...." omongan Athis yang tiba-tiba terpotong karna sautan dari dokter Lisa
"Kenapa dengan pengikut Raja iblis... maksudnya apa this" ucap cepat dokter Lisa
"makanya kak dengerin gue dulu, maksud gue itu karna selain kita mau nyembunyiin identitas dari orang lain, awalnya kita pengen nyembunyiin identitas ini dari Raja iblis serta pengikutnya kan, nah karna menurut gue gak masuk akal kalo kita mati-matian pengen nyembunyiin identitas dari jin yang terkadang kita gak tau dia ngikutin kita atau enggaknya, maka dari itu kita tetap sebagai diri kita masing-masing hanya saja merahasiakan identitas kita dari orang lain" Athis
"maksud gue tuh gini, kalo kita nyembunyiin identitas dari jin itu bisa gak masuk akal setidaknya kita bisa mencegah agar kerabat atau saudara kita mengetahui identitas kita dari yang namanya sosmed, intinya kita gak usah terlalu was-was dengan jin yang belum tentu terus ngawasin kita, yang kita fokuskan sekarang ya ini menyembunyikan identitas dari orang-orang yang mungkin akan mengenal kita, serapat mungkin kita harus nutupin siapa kita sebenarnya... sekarang gimana menurut kalian?" ucap tegas dan jelas Athis
"gue setuju" Viyon
"itu masuk akal, gue setuju" ucap Felix
"jadi kita tetap pakai jubah dan topeng juga menyamarkan identitas kita, tapi tetap dengan jati diri kita?" ucap dokter Lisa meyakinkan dirinya
"benar..." Athis
"oke gue setuju" dokter Lisa
"jadi bentar lagi waktu ashar kan?" Viyon
"Iyah bentar lagi ashar" dokter Lisa
"kalo bentar lagi ashar, terus jubah dan topeng nya kapan datang?" ucap Felix
"tunggu bentar lagi, orang nya masih nyari ni cafe, lagian lu sewa cafe yang gak terlalu terkenal gini" ucap dokter Lisa
"ya elah kak, ini cafe juga bukan sewa tapi gue beli minta mamah gue, itupun gue alasan mau kelola ni cafe, lagian yah mana ada cafe yang di belakangnya ada ruang bawah tanah selain tempat ini, sebenarnya gue udah naksir dari dulu sama ni tempat tapi gue gak tau mau gue buat apa yah karna sekarang udah ada alasan buat gue ambil ni tempat sekalian aja suruh mamah beli" ucap santai Viyon
"emang yah, kalo Holkay tuh beda caranya, mau sesuatu langsung ada aja" Athis
"ya alhmdulilah lah, sekalian berbagi sama best friend kentel kaya kalian kan" ucap Viyon
"ehhh benar yah gue keluar dulu, barangnya udah datang ni, kalian tunggu aja oke" ucap dokter Lisa yang kemudian mengambil dompetnya dan bergegas pergi keluar dari pintu untuk menaiki tangga keluar dari cafe
saat Athis Felix dan Viyon di tinggalkan bertiga👇
"jadi dengan kata lain, ini cafe punya kami juga dong Yon?" ucap Athis
"Iyah lah, ini cafe punya kita, punya gue, punya lu, punya si Felix, juga punya kak Lisa. intinya yang boleh masuk ruangan ini cuman kita sedangkan para pelayan cuman boleh di dalam cafe...ngerti kan" ucap jelas Viyon
"jadi pelayan di luar tadi itu, elu yang gaji Yon?" tanya Athis penasaran
"Iyah bener, sebulan gaji mereka 1,5 jt, sesuai kan?" Viyon
"wahhhh keren... rekrut aku jadi pegawai di restoran ini pak" ucap Athis dengan nada main-main
"jangan Ngadi-ngadi lu This" ucap Felix ilfil
"wkwkwk" Viyon
"ehhh btw ini udah azan ashar loh, pergi sholat yuk" ucap Athis ketika mendengar Azan yang telah berkumandang di masjid walaupun sedikit jauh
"Iyah nih...tapi kak Lisa belum datang, biar kita sholatnya berjamaah" saut Felix
"udah kita sholat aja, kak Lisa lagi ada tamu bulanan jadi gak sholat dia" ucap santai Athis yang kemudian berlalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu
"ohhh oke deh...." ucap Felix
"udah lu cepetan wudhu nya this... ngantri nih" Viyon
"sabar nyet" Athis yang sedang dalam kamar mandi
TBC 💥
oke oke sampai sini dulu
episode selanjutnya bakal seru soalnya mereka bakal mulai misi pertama mereka...di tunggu yah Readers jangan bosan-bosan
selamat membaca
terimakasih 🥰
mohon untuk LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰
SEE YOU NEXT TIME 🍒
HAPPY READING ALL 🌈
👻👻👻👻
💐💐💐💐💐💐
👏👏👏👏👏👏
⭐⭐⭐⭐⭐
💐💐💐💐💐💐
🌹🌹🌹🌹🌹