NovelToon NovelToon
MENIKAHI TUAN MUDA ARROGANT

MENIKAHI TUAN MUDA ARROGANT

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: renita april

Follow IG : renitaria7796
Zivana adalah seorang pelayan di Rumah besar keluarga Pradipta. Karena memiliki wajah yang sangat cantik, Zivana sengaja menyembunyikan kecantikan wajahnya. Dia tidak mau menjadi pusat perhatian laki-laki.

Suatu hari karena sebuah insiden, Zivana di kejar oleh seorang penjahat. Zivana di tolong oleh pemuda tampan bernama Sean Pradipta. Zivana tidak mengetahui jika Sean adalah majikannya.

Sean Pradipta mempunyai calon istri bernama Rissa. karena suatu insiden Rissa tidak hadir di acara pernikahannya bersama Sean. Untuk membantu agar reputasi Sean tidak hancur, Ziva lalu mengantikan Rissa menjadi istri dari Sean.

Namun Zivana tidak mengetahui ada rahasia besar yang telah di sembunyikan oleh Sean. Lalu bagaimana nasib pernikahan Sean dan Zivana di saat kehidupan masa lalu Sean dan Ziva muncul menghadang?

Season 2

Menceritakan kisah Angel anak dari Sean Pradipta. Angel menyukai Jimi sang asisten orangtuanya. Namun Jimi mempunyai kekasih dan akan segera menikah.

Bagaimana cara Angel menaklukkan hati Jimi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Ziva seperti biasa bekerja sebagai pelayan di rumah Richard. Begitu juga dengan para pelayan lainnya. Mereka juga tidak ada yang memberitahu kebenaran mengenai Ziva pada akun media social yang telah mencarinya.

Ziva sudah memberitahu kebenarannya pada semua pelayan yang telah mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya. Namun ada seseorang yang telah mengambil kesempatan itu.

Ken menyebarkan berita mengenai Ziva dengan imbalan hadiah ratusan juta. Bagi siapa saja yang bisa memberitahu keberadaan Ziva maka akan di beri hadiah uang.

Dia adalah Rani, teman satu kost sekaligus teman pelayan Ziva. Rani tergiur akan hadiah yang di tawarkan oleh Ken. Diam-diam Rani telah mengirim sebuah pesan kepada Ken.

Saat ini Ziva tengah memasak makan malam untuk Richard. Dia dan yang lainnya memasak sambil bercanda. Rani merekam serta memfoto Ziva agar Ken percaya bahwa dirinya tidak berbohong.

Rani merekam Ziva secara diam-diam. Dia juga telah memberitahu alamat rumah Richard. Rani tersenyum puas saat membaca balasan pesan dari Ken. Sebentar lagi Ken akan datang menjemput Ziva dan mengirim hadiah untuknya.

"Ziva ... kamu membawa berkah rupanya," gumam Rani.

Ken mengetuk kamar tidur sang kakak. Selama kepergian Ziva, kakaknya itu terlihat menyendiri. Sean hanya bekerja, makan setelah itu hanya berdiam diri di kamar.

Angel putrinya pun tidak berani untuk menegur daddynya. Dia takut akan tatapan tajam yang di perlihatkan oleh daddynya itu. Eve juga tidak berani untuk mendekat. Sean akan marah jika Eve berani untuk menggoda dirinya.

Sean membuka pintu dengan malas. Hidupnya tidak bersemangat karna sang istri yang di cintainya tidak di sisinya. Wajahnya juga tidak terurus. Sean membiarkan wajahnya di tumbuhi rambut halus di sekitar area dagu dan di atas bibirnya.

"Hmm ... ada apa kau kemari?" tanya Sean.

Ken melihat penampilan Sean yang berantakan. Dia mengelengkan kepala karna Sean seperti pria yang jorok. "Bersihkan dirimu, kita akan menjemput Ziva."

Sean membelalak. " Kau jangan memberiku harapan."

"Cepatlah bersiap, kita akan menjemput Ziva," ucap Ken.

"Begini saja ... aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya," ujar Sean.

Sean dan Ken menuruni anak tangga. Mereka bergegas menuju pintu keluar. Ken sudah memberitahu Jimi untuk menyiapkan anak buah yang akan mengikuti mereka.

Angel dan Eve terlihat heran melihat Ken dan Sean yang keluar rumah dengan terburu-buru. Mereka tidak berani untuk bertanya kepada dua pria tampan itu.

"Mom ... mau kemana daddy dan uncle?" tanya Angel.

Eve mengedikan bahu. "Mommy juga tidak tahu."

Sean dan Ken masuk ke dalam mobil. Ken menyalakan mesin dan melajukannya menuju tempat Ziva berada. Jimi serta bawahannya sudah berada tidak jauh dari rumah Richard.

Jimi terlihat celingak-celinguk memperhatikan rumah Richard. Jimi mengetuk dagunya dengan jari. Di gerbang pintu masuk bertuliskan hurup R.

"Rumah siapa ini, rasanya tidak asing dengan huruf di gerbang masuk itu," gumam Jimi.

"Hei ... kalian cari tahu pemilik rumah ini," titah Jimi kepada anak buahnya.

Jimi menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu siapa pemilik rumah mewah tersebut. Salah satu dari mereka pergi untuk bertanya mengenai pemilik rumah. Tidak berapa lama kemudian, bawahan Jimi itu datang kembali.

"Bos ... pemiliknya adalah Tuan Richard," ucap bawahan yang berambut cepak.

"Richard ... sepertinya akan ada perang di rumahmu," gumam Jimi.

Mobil Sean sampai di tempat Jimi berada. Sean serta Ken keluar dari dalam mobil. Jimi menghampiri kedua atasannya itu.

"Tuan ... apa kita akan segera masuk?" tanya Jimi.

Sean memperhatikan rumah besar itu. "Rumah siapa ini?"

"Rumah Tuan Richard," sahut Jimi.

Sean mendelik mendengar nama Richard. Ken memberi tatapan tajam kepada Jimi. Karna Ken masih belum memberitahu sebenarnya pada Sean. Jimi menelan ludah karna dia telah keceplosan.

"Ken ... kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya Sean.

"Sean ... kita datang bukan sebagai musuh Richard. Kita kesini untuk menjemput Ziva," ujar Ken.

"Jim ... berikan senjata api milikku," ucap Sean.

Ken mengelengkan kepala agar Jimi tidak memberikan senjata pada Sean. Dia tidak mau ada kejadian yang malah akan membuat Sean bermasalah nantinya.

"Jimi ... kamu tidak mendengarku?" Sean sudah menaikan nada suaranya.

"I-ini Tuan!" Jimi harus mematuhi perintah dari Sean. Dia memberikan senjata itu kepada Sean.

Sean menepuk pundak sang adik. "Tenang saja ... aku hanya memegangnya sebagai persiapan. Ini rumah Richard, kita tidak tahu apa dia juga punya anak buah seperti kita."

Ken lega mendengarnya. Sean punya pemikiran jauh ke depan. "Syukurlah ... ayo, kita masuk menjemput Ziva."

Richard duduk di kursi makan. Dia sedang makan malam seorang diri. Richard melahap habis masakan yang di buat oleh Ziva. Tanpa Richard sadari, dia telah menampung istri dari rivalnya.

Satpam datang di ikuti oleh Ken, Sean dan Jimi. Mereka datang secara baik-baik. Satpam menyuruh Sean dan lainnya menunggu di teras rumah. "Tunggu disini sebentar. Aku akan memanggil Tuan Richard."

Satpam masuk ke dalam menemui Richard. Kebetulan Richard telah selesai dengan acara makan malamnya. Richard mengernyit melihat satpam rumah masuk.

"Tuan ... di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan," ucap Pak satpam.

"Siapa?" tanya Richard.

"Aku," sahut Sean.

Sean tidak mau menunggu terlalu lama. Dia masuk saja ke dalam rumah Richard. Satpam itu berlalu dari sana. Richard merasa heran karna Sean datang ke rumahnya.

"Kenapa kau kemari?" tanya Richard.

"Aku sedang mencari pelayanmu. Dia berwajah hitam. Aku ingin menemuinya," ucap Sean.

"Ada urusan apa kau dengan Zizi?" tanya Richard.

"Urusan pribadi ... panggil saja dia," ucap Sean.

Richard menyungingkan senyum permusuhan. Dia melipat kedua tangan di perut. "Apa yang akan kau berikan padaku jika aku menyuruhnya untuk menemuimu?"

Sean memutar mata malas. Richard mulai tawar menawar seperti transaksi bisnis. "Aku akan berikan tanah yang selama ini kau incar."

"Aku tidak mau tanah itu." Richard tersenyum sinis. "Aku ingin istrimu. Berikan dia padaku untuk satu malam."

Sean mendelik mendengarnya. "Apa kau tidak waras. Aku kesini datang baik-baik. Kamu malah membuatku kesal."

"Kau datang kerumahku tanpa aku mengijinkan dirimu untuk masuk. Kita ini pembisnis, wajar saja melakukan transaksi," ucap Richard.

"Kau ini tengah menguji kesabaranku. Aku katakan sekali lagi. Panggil pelayanmu bernama Zizi," ucap Sean dengan suara sedikit meninggi.

Jimi, Ken serta anak buah mereka datang menyusul Sean. Mereka mendengar pertengkaran antara Sean dan Richard. Para pelayan juga terlihat memperhatikan pertengkaran itu. Saat ini Ziva tengah berada di dalam kamarnya. Dia belum tahu apa yang telah terjadi.

"Jim ... suruh mereka mencari istriku," titah Sean.

"Hei ... istrimu tidak ada disini. Kamu jangan mengada-ngada," hardik Richard.

Jimi memerintahkan anak buah yang mereka bawa untuk mencari Ziva. Mereka mengeledah semua ruangan. Mereka juga bertanya mengenai Ziva. Salah satu pelayan memberitahu kamar Ziva.

Kamar Ziva di ketuk dengan keras. Ziva sampai terlonjak kaget mendengarnya. Tanpa rasa curiga, Ziva membuka pintu kamarnya. Dia kaget melihat para pria berbaju hitam.

"Siapa kalian?" tanya Ziva yang sudah terlihat panik.

"Nyonya ... ikut kami sekarang. Jika tidak, maka Tuan Richard akan mendapat masalah," ucap bawahan Sean.

"Kalian anak buah Sean?" tanya Ziva.

"Nyonya ikut kami. Tuan Sean sudah ada disini."

Ziva keluar dari kamarnya. Dia mengikuti langkah kaki pengawal itu. Semua pelayan memperhatikan Ziva. Sean berbinar melihat Ziva.

"Sean ... kau itu sudah tidak sopan masuk kerumahku," hardik Richard.

Sean mengepal geram. Dia mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke kepala Richard. "Diamlah! Kamu itu cerewet sekali. Aku akan menembakmu jika kau masih bicara."

"Lepaskan Tuan Richard. Aku akan pulang," ucap Ziva.

"Jimi ... urus masalah disini," titah Sean.

"Baik Tuan," sahut Jimi.

"Ken ... bawa dia," ucap Sean.

Ken menghampiri Ziva dan memborgol tangannya. Ken tidak mau Ziva melarikan diri lagi. Biar saja Ken memperlakukan Ziva seperti tahanan. Sean sudah masuk ke dalam mobil. Ken membukakan Ziva pintu mobil. Ziva duduk di samping suaminya. Lalu di susul Ken yang duduk di kursi kemudi.

TBC

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
saat thor bukan sangat. bnyk bgt typonya sll dg kata yg sama
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
ortu mreka kmn ya?
Rere
seperti cerita film India di ANTV
Almun: masak
total 2 replies
Nofriyanti Vivi
kecewa...kasian ziva dpt yg sdh bersuami..ehh plus tua
V
alur ceritanya kurang bagus
winarti 151
mampir kak 🥰
Nicky Andong
insaflah Jim..,
Nicky Andong
rasain si Jimmy, kena kuwalat loo....😂😂😂😂😂😂
Nicky Andong
rasain kau Clara, udh tau Jimmy punya angel masih mau nempel terus
Nicky Andong
lanjut.....👍💪
wulan dini
Luar biasa
Nora♡~
Bagus...lah ceritanya...
YA&NO
𝚜𝚎𝚊𝚗 bucin😁
Hanifah NM
Kecewa
Hanifah NM
Buruk
Yanti Yanti
seru juga ceritanya
top lah 👍😍😍😍
Herna Hidayat
Luar biasa
Erly Mimi Bisma
nama aq hampir sm kyk anak nya angel 😁
momALi~ka
Jimmy pasti menyesal
Erly Mimi Bisma
semoga aja ziva adek nya Richard
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!