NovelToon NovelToon
Takdir Pemilik Plakat Emas

Takdir Pemilik Plakat Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Fantasi Wanita / Harem / Konflik etika / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Una~ya

Bai Mengyan merupakan putri Jenderal Besar Kerajaan Han yang bernama Bai An. Setelah di angkat menjadi Permaisuri Han, dia tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Raja menurunkan titah agar Keluarga Utama Bai An tinggal di perbatasan dan menjaga perbatasan seumur hidupnya. Namun, siapa sangka terjadi tragedi yang memilukan.

Belum sempat melepas rindu, Permaisuri Bai kehilangan keluarga utama dalam semalam. Tidak berhenti disana, dia dikirim ke istana dingin dan diminta meminum racun.

Siapakah yang memfitnah keluarga Bai? Rahasia kelam apa yang coba mereka sembunyikan?

Penuh drama yang menegangkan dan intrik, kisah cinta dewasa yang manis. ➤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una~ya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 34

Kerajaan Han masa pemerintahan Raja Han Zhuang, 24 tahun lalu

Raja Han Zhuang telah sakit untuk waktu yang lama, meski begitu dia tetap memimpin Kerajaan dan belum berniat melepaskan tahta kepada Putra Mahkota Han Xue Yi. Menurutnya, Putra Mahkota belum bisa mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin. Sementara anak-anaknya yang lain tidak tertarik dengan tahta. Sebagai anak bungsu yang lahir dari Permaisuri, dia dianggap berkemampuan dan berani.

Seperti biasa, Raja Han Zhuang baru saya menyelesaikan tugasnya. Ibu kota mengirim banyak bantuan ke perbatasan setelah berhari-hari menunggu balasan surat dari Putra Mahkota. Jenderal Besar Bai An, mengetahui niat Putra Mahkota dan menemui Raja seorang diri. Dia melepaskan baju besi dan menanggalkan pedangnya lalu melakukan pertemuan secara rahasia.

Berkah yang turun setelah itu jauh lebih banyak. Raja mendapatkan pujian dan sanjungan atas bantuan yang memang seharusnya diberikan istana kepada perbatasan. Jenderal Bai An ikut menyambut pujian itu, dia memahami bahwa inilah sebuah kekuatan.

Putra Mahkota dihukum tidak boleh meninggalkan istananya selama satu minggu Namun, satu minggu setelah bantuan istana sampai, Putra Mahkota meninggalkan istana pada tengah malam, dia pergi bersama pengawal pribadinya. Tidak ada yang tahu kemana dia pergi, bahkan penjaga malam itu mendapatkan imbas dari kelalaian tugasnya.

Pagi Hari sebelum Putra Mahkota meninggalkan istana. Putra Mahkota Xue Yi menerima surat dari seseorang yang mengenal sahabat baiknya, utusan perbatasan Bai Mozhe yang meninggalkan saat melaksanakan tugas di perbatasan. Dia menduga Bai Mozhe dibunuh. Selama bertahun-tahun dia mencari petunjuk, tapi selalu berujung gagal.

Dalam surat itu, dia diminta pergi ke gunung terlarang. Tanpa berpikir panjang, dia keluar meninggalkan istana sekitar pukul 11 malam melewati gerbang samping dengan kereta kuda milik temannya, Kepala departemen urusan negara yang bernama Bai Zhishen. Kepala departemen urusan negara merupakan keturunan Bai.

Bedanya, Bai Zhishen satunya-satunya orang yang bekerja di istana. Sementara yang lainnya berada di militer atau menjadi tabib. Dia punya hubungan baik dengan Putra Mahkota Xue Yi. Meski memiliki marga yang sama, dia tidak dekat dengan Bai Mozhe. Menurutnya, Bai Mozhe terlalu ambisius sebagai seorang prajurit.

Persiapan malam itu telah selesai, keduanya telah melewati gerbang penjaga. Sama seperti namanya, gunung ini terlarang untuk dikunjungi. Sebelum turun dari kereta kuda, Putra Mahkota menyelipkan kertas di bawah alas lantai kayu, lalu dia turun bersama pengawalnya.

Prasasti yang menandakan gerbang Gunung terlarang tepat berada di samping Putra Mahkota. Ketika menginjakkan kaki ke dalam, kabut tebal mulai mengelilinginya. Dia merasa dikelilingi banyak orang. Saat itulah, dia mendengar suara pedang saling bertabrakan. Putra Mahkota mencoba kembali ke gerbang yang jaraknya hanya 3 meter tetapi tubuhnya seperti mati rasa.

Mendengar teriakan pengawal pribadinya. "Yang Mulia, anda harus keluar dari sini!" Teriakan itu begitu memilukan, dia bisa mencium bau amis yang menghiasi kabut itu.

"YANG MULIA!!" Teriakan paling keras dan disusul dengan suara peluit.

Hening, seseorang berdiri di belakangnya. Rasa perih yang menjalar diantara lehernya menarik kesadarannya. Dia limbung bersimbah darah.

Kabut mulai memudar, anak perempuan berjalan dari balik pohon di luar gerbang gunung terlarang. Mendekat dan menahan darah yang keluar bercucuran ke tanah penuh dedaunan. Dia memandang wajah pucat pria di depannya, air matanya terjatuh dengan bebas.

“Nona!” Teriak pria yang berlari menghampiri anak perempuan itu bersama beberapa orang dari dalam gunung terlarang.

Betapa terkejut mereka melihat pemandangan di depan. “Yang Mulia Putra Mahkota!” Salah seorang mengenali pria itu.

Tanpa berlama-lama, membawa mereka kembali ke istana. Malam itu, suara tangisan terus menerus menghiasi istana. Semua tabib dipanggil, tapi mereka gagal. Perguruan Mou Yun dari gunung Kun turun untuk membuat obat atas perintah Raja. Tetapi bukannya bereaksi baik terhadap tubuh Putra Mahkota, malah menjadi racun yang kuat hingga membuat putra Mahkota kehilangan nyawanya.

Kemarahan Raja tidak terbendung, Perguruan Mou Yun hampir musnah dalam semalam. Guru mereka ditahan di dalam penjara bawah tanah yang tidak diketahui keberadaan oleh orang luar. Namun, Lord Xuhuan menahan ayahnya agar tidak menimbulkan malapetaka lebih besar dengan menghancurkan Perguruan paling dihormati.

Melihat pengorbanan Pangeran Han Ming Yi, dia luluh dan memutuskan Perguruan Mou Yan terbebas dari hukuman. Sedang penyelidikan pada orang-orang yang dirasa terlibat atas meninggalnya Putra Mahkota tidak membuahkan hasil. Temannya, kepala departemen urusan negara, Bai Zhishen yang meminjamkan kereta kuda ditemukan meninggal secara misterius di kantornya malam itu dengan racun yang sama dengan racun di leher Putra Mahkota.

Kesedihan Raja semakin menguras tubuhnya, merasuki jiwanya. Raja yang kalah itu sakit, bertambah parah. Setelah bertahan beberapa minggu, dia sangat merindukan anaknya. Menyesal karena tidak mempercayakan tahta kepada Putra Mahkota. Akhirnya, menyerah dan menghembuskan nafas terakhir di hari ulang tahun Putra Mahkota, 1 bulan setelah kepergian Putra Mahkota.

Raja baru naik tahta, Pangeran Han Ming Qi. Dia adalah anak keempat Raja Han Zhuang, memiliki dua anak laki-laki dari Permaisuri Zhou yang bernama Pangeran Han Jun Jian dan Pangeran Han Jun Yuan. Dari selirnya, dia memiliki banyak anak, salah satunya adalah Pangeran Han Yan.

Karena merasa janggal terhadap kematian adiknya. Raja Han Ming Qi meminta penyelidikan ulang. Mulai dari anak perempuan yang melihat kejadian di gunung terlarang. Dia mengirim surat kepada Jenderal Besar Bai An agar mengizinkan putrinya menjadi saksi. Beberapa saat, barulah Jenderal membalas surat itu dan membawa putrinya ke istana.

Istana Raja

Jenderal menunduk sopan. “Yang Mulia, maaf membuat anda menunggu. Putri saya berada di paviliun Héhuā, saya harus meminta persetujuan gurunya untuk membawa dia mengunjungi istana.”

Raja melambaikan tangannya ringan. “Tidak, putrimu telah melalui kesulitan. Ah berapa umurnya?”

“Putri saya sudah berumur 8 tahun, Yang Mulia.” jawab Jenderal.

Raja menganggukkan kepala, dia tidak melupakan perjanjian pernikahan antara Keluarganya dengan keturunan Jenderal Bai. Tapi, pembicaraan pernikahan di sela penyelidikan tidak begitu baik. Dia akan memilih waktu yang tepat.

“Aku berharap, hal itu tidak terlalu menyulitkan putrimu. Dia masih kecil, luka trauma pasti menyelimutinya setiap malam. Jujur, sebagai orang dewasa, akupun masih bermimpi buruk.” kata Raja Han Ming Qi.

Jenderal mengangguk setuju. Meski Putrinya tidak pernah mengeluh. “Putriku selalu terlihat tenang, dia anak yang tidak pernah menunjukkan ekspresi berlebihan.”

“Benar, seperti Jenderal.” Ucap Raja.

Jenderal tahu kemana arahnya, dia tersenyum kecil. Jenderal Bai An masih mengingat perjanjian pernikahan yang keluar sejak lama, sebelum anaknya lahir kedunia.

^^^────୨ৎ────^^^

1
Yaya
aku suka jalan ceritanya 😍 tolong up lebih banyak setiap hari.
Unaya: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Tri Septi
bagus ceritanya
Unaya: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Danang Kurniawan
mantap
Unaya: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Danang Kurniawan
waaaahhh, thor.. di luar ekapektasi.. crazy up dong.. aq suka yg gak gampang ditebak begini.....
Unaya: Terima kasih 🙏 di tunggu up selanjutnya
total 1 replies
Osie
aku mampir nih..msh nyimak dulu
Unaya: Terima kasih 🙏🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
aq mampir thor
Unaya: Terima kasih 🙏🙏
total 1 replies
Fransiska Husun
kyx di ulang lg bab x thor
Unaya: Sudah di perbaiki, silahkan 🙏
total 1 replies
Fransiska Husun
𝑢𝑝 𝑢𝑝 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑡ℎ𝑜𝑟
Unaya: Terima kasih 🙏🙏🙏 setiap hari akan ada ep baru
total 1 replies
Fransiska Husun
up up lg seMangat
Unaya: Hari ini sudah up 2 episode. Terima kasih dukungannya 🙏 di tunggu up selanjutnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!