NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:449
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Idola

Nael begitu gembira melihat sosok maminya ada digerbang sekolah.

"Nael, mami kamu cantik sekali."

"Terima kasih Icha." Nael langsung berlari ke arah maminya dicium maminya dengan mesra. Ciuman dibibir maminya disaksikan banyak orangtua dan teman - temanya. Sedangkan papinya hanya mengeleng - gelengkan kepalanya didalam mobil.

"Ternyata sainganku darah dagingku sendiri. Aaaaa...... Bisa jadi judul sinetron."

Nael sudah berada di dalam mobil. Agatha langsung mengantikan baju anak usia sebelas tahun ini. Yang sudah berada di kelas tujuh.

"Masih terlihat bayi anak papi ini."

"Papi cemburu ya???" Nael langsung memeluk maminya dan mencium berulang - ulang.

"Istriku pindah kedepan."

"Mami, pindah sana suamimu entar marah anakmu yang ganteng ini." Agatha tersenyum dia mencium anaknya dan memberi makanan kesukaannya untuk dia makan di atas meja kecil mobil. Jefry hanya tersenyum melihat tingkah anak pertamanya. Dia bersyukur karena anaknya ini sangat menghormati maminya.

Dalam perjalanan menuju rumah, diwarnai dengan cerita Nae,l apa yang dia lakukan disekolah termasuk ceritanya tentang seorang gadis bernama Marisca anak komandan papinya dan maminya.

Karena sore hari kami masak banyak di rumah mama, maka kami semua kumpul disana. Karena keluarga kami dan mba Sisca ada di rumah mama, maka kami menunggu mba Debora dengan suami dan si kembar Alexa dan Alex. Kami masih dirumah mama, karena Gavi masih kecil dan mama tidak mau aku kelelahan.

Kumpul keluarga tentu Nael dan Gavi adalah rebutan antie dan unclenya juga saudara sepupu. Gavi nyaman dalam pelukan suaminya mba Debora. Jefry dan Agatha sangat bersyukur memiliki kakak dan ipar yang baik dan saling mencintai. Mama dan alm papa tidak perna membedakan kami. Itu yang membuat kami saling menyanyangi sampai sekarang.

"Sayang, sepertinya jika kita berdua berlibur bisa deh."

"Pergi sana, anak - anak sama kita aja." langsung dijawab oleh suaminya mba Sisca.

"Dek, kalau Jefry dan Agatha berlibur kita disini aja, biar bisa jaga Gavi."

"Tuh lihat sayang, anak - anak kita sudah punya mami dan papi cadangan."

"Mas, jangan aneh ya. Kita sudah merencanakan bahwa selesai turnamen ini kita semua akan liburan natal dan tahun baru ya."

"Paspor anak - anak sudah adakan mba?"

"Ada uncle. Hore liburan bersama. Pasti asik."

"Iya kita akan liburan bersama semua akomodasi kesana uncle yang siapkan sampai pulang."

Semua keponakan Jefry, lari memeluk Agatha dan mengucapkan terima kasih. Jefry merasa heran karena dia di lewati.

"Kenapa antie bukan uncle?"

"Kamu lupa sayang, bahwa aku ini malaikat tak bersayap." Agatha tersenyum mengejek suaminya sambil mengendong Gavi membawanya ke kamar. Semua tertawa melihat raut muka Jefry.

"Hai, apa kalian lupa aku ini uncle kandung kalian Agatha, Alexa dan Alex."

"Sudah takdir mas, biasanya antie itu yang santa. Menantu perempuan mama yang ini memang beda."

Jefry langsung masuk ke kamar mengikuti istrinya. Dia belum merasa puas atas perlakukan keluarganya terhadap dia.

"Mas, ngak habis pikir kenapa bisa begitu ya sedarah di cuekin?"

"Ngak usah mikir mas."

"Senang ya kamu."

"Kenapa, mas ngak suka aku disayangi oleh keluarga mas?"

"Ngak begitu sayang."

"Ingat mas, kamu masih harus puasa sampai bukan depan lagi."

"Adek ngak bisa, sebulan saja mas rasa sakit. Pleaseee ampuni mas mu."

Jefry memohon, namun Agatha sudah menyembunyikan mukanya dibalik selimut. Menahan tawa melihat tingkah suaminya. Namun Jefry tetap memohon sampai mereka pun melakukan hubungan suami istri karena sehari datang bulannya Agatha sudah selesai. Ditambah sudah sebulan lebih juga semenjak operasi melahirkan Agatha.

Agatha dan jefry sudah bekerja. Gavi selama Agatha bekerja dia akan di rumah mama bersama Maria suster. Malam baru Jefry menjemput sekalian kakaknya yang pulang sekolah langsung ke rumah omanya.

"Dokter Agatha tambah cantik aja."

"Terima kasih semua."

"Dokter, Ade bayinya sama siapa?"

"Puji Tuhan, aku punya mama mertua yang baik dan sayang padaku."

"Wah anak mantu kesayangan dong."

"Aku anak mantu perempuan satu - satunya. Ingatkan kalian?"

Dokter Bertha mendengar percakapan itu. Hatinya semakin memanas. Sudah satu tahun bekerja ditumah sakit ini, malah kariernya tidak menanjak. Tetap sebagai dokter jaga di IGD. Dia pun berlalu dari persembunyiannya. Dan Agatha melihat itu. Dia sengaja melakukan semua ini, agar dokter Bertha tahu posisi dia dimana.

Disebuah club malam, Bertha sedang menghabiskan malamnya bersama teman - temannya yang doyan menum alkohol. Padahal dia tahu, bahwa tugasnya sebagai dokter di IGD harus siaga. Pada pukul sebelas malam, ada pasien darurat, dan dia IGD hanya ada ners. Alhasilnya mereka menghubungi dokter Prasetyo dan dokter Agatha.

Dan kedua dokter itu tiba bersamaan. Pasien yang terkena serangan jantung itu harus terlambat di tangani. Akhirnya ketika mereka tiba dia sudah tidak bernyawa.

"Dimana dokter jaga?"

"Dokter Bertha, dok. Dihubungi namun tidak bisa." Semua orang di IGD memperhatikan mereka, pamannya dokter Bertha yang terkena serangan jantung. Disitu ada orangtua dari dokter Bertha. Bertha datang dalam keadaan setengah sadar. Karena melihat banyak orang dia langsung siaga mau menolong pasien.

"Minggir mana pasiennya??" Orangtuanya sangat malu dan marah. Langsung ditarik oleh papinya.

"Dari mana kamu?"

"Papi disini??" Tercium bau alkohol. Langsung di tampar pipinya oleh papinya. Bertha langsung sadar. Begitu melihat kesamping kirinya antie dan dua sepupunya sedang menangis tubuh kaku unclenya. Seketika tubuhnya lemas. Langsung ditahan oleh dua ners di situ.

Bertha menjadi ketakutan berhadapan dengan banyak orang. Hal ini membuat orangtuanya langsung mengirim dia kembali ke Amerika. Selain berobat, juga dia akan bekerja disana saja. Kesalahan yang dia perbuat sehingga membuat uncle yang dia sayangi meninggal. Andai saja dia tidak meninggalkan IGD saat berdinas, hal buruk mungkin tidak terjadi.

Pembukaan olahraga antara tentara dari beberapa kesatuan hari ini dimulai. Agatha tergabung dengan tim voli putri tentara mewakili Surabaya. Ini pertama kalinya Ezra Nathanael Wibowo menyaksikan penampilan mamanya sebagai seorang atlit. Dia mau melihat sisi lain dari mami bukan hanya dokter namun Atlit. Sudah seminggu perhelatan ini berlangsung. Sebagai tenaga medis, mereka harus standby, takut ada cedera atau kecelakaan saat berlomba.

Jefry membawa semua anggota keluarganya hadir dilapangan voli melihat penampilan idola mereka. Dipenuhi oleh banyak penonton memenuhi gedung olah raga.

"Mami, mana papi?"

"Itu mami sana."

"Mami I love you. Semangat." Agatha mendengar suara kecil yang melengking diantara ribuan penonton yang hadir. Agatha tersenyum, dia tahu bahwa itu suara anak laki - lakinya. Agatha menuju ke sisi lapangan dan langsung menjumpai Nael.

"Beri mami kekuatan sayang." Nael langsung mencium maminya. Diikuti oleh suaminya. Kamera mengarah ke keluarga itu, terdengar gemuruh tepuk tangan dan teriakan histeris. Jefry memukul pantat istrinya.

"Sana pergi bertanding." Agatha tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!