Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Internasional
Jefry kembali di tempatkan tugasnya di kota Jakarta di kesatuannya yang sama. Agatha berdinas dirumah sakit pertama juga dia berdinas.Dan mereka menempati rumah dinas.
Hanya Agatha harus berangkat dari Jakarta selatan ke jakarta pusat. Setiap hari, hanya untuk kali ini, Agatha sudah di ijinkan oleh suaminya untuk membawa mobil sendiri.
"sayang, mas mau ditugaskan ke negara bagian Rusia."
"Berapa lama mas?"
"Tiga bulan, paling lama enam bulan."
"Tugas perdamaian dunia mas."
"Iya sayang."
"Kapan mas berangkat??"
"Tunggu informasi dari PBB saja."
"Karena ini lama mas, ade mau mas jaga dirinya dan harus kembali dalam keadaan sehat."
Agatha tidak tahu, Bahwa didalam kesatuannya Jefry tergabung dalam pasukan elite khusus yang hanya berisi lima orang yang disebut tim beta, nanti mereka akan bertemu dengan tim carlie dari Amerika. Mereka akan membebaskan sandera di negara pecahan Rusia. Sebagai tentara terbaik di kesatuannya Jefry di percayakan untuk melaksanakan tugas ini, bersama empat anggotanya. Tugas ini masih dirahasiakan oleh Jefry. Tim khususnya ini juga masih dirahasiakan.
Pagi ini dikantor Jefry menitipkan istri dan anak - anaknya kepada Jefry ajudannya yang sudah dia dan Agatha anggap seperti adik mereka sendiri. Bukan hanya Jefry sekeluarga saja, tetapi mama dan kedua kakaknya pun begitu memperlakukan orang kerja Jefry seperti keluarga.
"Chris, bapak titip ibu dan anak - anak."
"Siap pak."
"Jangan beritahu ibu."
"Siap pak." Leo saja tidak tahu kalau komandannya tergabung dalam pasukan elite ini.
Sisa sehari lagi Jefry akan berpisah dengan istrinya. Dia menghabiskan malam ini berdua, tadi siang sampai sore Jefry mengajak kedua anaknya jalan - jalan ke mall. Tentu saja Jefry memanfaatkan waktu ini untuk menikmati keindahan tubuh istrinya. Setiap inci dari tubuh istrinya di sentuh tanpa terlewati. Sampai Agatha siap maka penyatuan pun terjadi. Satu ronde beristirahat sebentar kemudian lanjut lagi, sampai ronde ke empat Agatha sudah lemas. Akhirnya dia tertidur dalam pelukan suaminya. Jefry tersenyum.
"Mas berjanji akan menemani kamu sampai tua bersama." Jefry mencium istrinya. Seperti biasa setelah dia membersihkan dirinya baru dia membersihkan diri istrinya. Ketika Agatha bagun nanti dia sudah berpakaian baju tidur.
Jefry memeluk anaknya satu persatu. Pelukan itu seakan tidak mau lepas. Gavi yang selalu menanyakan kepada papinya apakah tiga bulan itu lama. Sampai papinya menjelaskan dengan baik baru Gavi berhenti bertanya.
"Nael !!!"
"Ya, papi."
"Papi titip tolong jagai mami dan adek ya."
"Siap papi."
"Ade juga papi, siap jaga mami."
"Ade masih kecil, biar kakak saja."
"Papi tugasi kita berdua kakak untuk menjaga cinta kita bertiga. Iya kan papi."
"Iya sayang." pandangan Jefry tertuju kepada Agatha istrinya. Dia langsung mencium begitu mesra dan memeluk sangat erat.
"I love you sayang."
"Love you more mas. Ingat harus kembali dalam keadaan sehat ya mas."
"Iya mas janji, pasti kembali dalam keadaan sehat."
Kembali Agatha dipeluk oleh Jefry. Hatinya berat meninggalkan istri dan anak - anak. Namun ini tugas harga diri. Jadi dia harus menjalankannya.
Kalau dipilih, Jefry lebih memilih berada bersama istri dan anak - anaknya. Jefry pun berangkat bersama empat anggotanya yang juga lulus seleksi dengan nilai terbaik.
Hari pertama disana, Jefry masih berkomunikasi dengan Agatha istrinya bahkan bisa vidio call. Ada satu minggu mereka berkomunikasi. Komunikasi terakhir, Jefry pamit bahwa dia mau menjalankan tugasnya kemungkinan tidak ada signal. Padahal timnya sudah mulai melakukan pengintaian dan akan melakukan pengepungan.