Salahkah seorang gadis miskin mencintai seorang pemuda kaya , sehingga begitu kuat nya mereka ingin memisahkan cinta kedua anak manusia itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrioktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjual handphone
Restu sangat sedih melihat keadaan Wilda yang sangat terpukul atas kepergian anaknya,dia memeluk tubuh Wilda sambil membelai rambut panjang istri ke duanya itu
" Maaf kan aku Wilda " ujar restu lagi
" Apa dengan kata maaf anak ku akan kembali restu !" ujar Wilda sambil melepaskan pelukannya dari restu
Restu hanya diam saja , dia tahu kalau semua ini memang salahnya
" Aku sangat kecewa dengan mu restu ,yang ada di pikiran mu itu hanya istri pertama mu saja ,dan diriku tidak sama sekali kau anggap ada !" ujar Wilda menangis
" Hiks..hiks.."
Wilda menangis dengan sangat pilu, siapa pun akan sedih mendengar nya
" Maaf kan aku Wilda aku berjanji akan berlaku adil kepada kalian berdua ,jadi tolong bantu aku untuk bisa mencintai dirimu" ujar restu sambil mengangkat wajah istri ke duanya itu
" Benarkah itu restu ?" tanya Wilda tidak percaya
Restu hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum kepada Wilda
Wilda pun memeluk tubuh kekar restu yang ada di hadapannya
Waktu pun menjelang malam ,tak lama mamanya restu sudah sampai di rumah sakit tempat Wilda di rawat
" Wilda " ujar mamanya restu sambil memeluk menantu kesayangan nya itu
Wilda pun membalas pelukan mertuanya itu sambil meneteskan air matanya
" Kenapa bisa begini Wilda ? " tanya mamanya restu sambil menghapus air mata menantunya itu
Lalu Wilda melihat ke arah restu yang duduk diam di sofa yang ada di dalam kamar rawat Wilda
Dan mamanya restu mengerti dengan tatapan menantunya itu
" Restu kamu bisa berubah tidak sih ,mama pusing melihat sikap mu ini " ujar mamanya restu sambil melihat ke arah anaknya
Restu hanya diam saja mendengar kemarahan mamanya itu
" Restu kamu dengar tidak sih perkataan mama ? "
" Iya ma restu dengar,dan restu sudah minta maaf kepada Wilda dan restu akan berusaha adil kepada mereka berdua " ujar restu sambil melihat ke mamanya
" Baiklah mama pegang janji mu " ujar mamanya restu
Sebenarnya restu ingin menanyakan keadaan Mirna dan anak lelakinya ,tapi dia merasa tidak enak kalau bertanya di hadapan Wilda
Tak lama Wilda pun tertidur setelah minum obat yang di berikan oleh pihak rumah sakit
" Ma ,mama nginap di rumah saja biar restu telepon si mbok untuk menyiapkan kamar untuk mama " ujar restu sambil mendekati mamanya
" Tidak usah nak ,mama nginap di hotel saja karena setelah dari toko nanti mama langsung pulang "
" Kenapa ma ? kan dari rumah nanti bisa langsung ke toko " ujar restu lagi
" Mama ke sini dengan tetangga kita ,mama takut kalau dia nanti bercerita kepada Mirna " ujar mamanya menolak
Restu pun mengerti dengan penolakan mamanya itu
" Kalau begitu mama pulang dulu ya ,tolong jaga Wilda karena dia istrimu juga " ujar mamanya restu sambil meninggalkan ruang rawat Wilda
Karena ingin tahu keadaan mirna restu pun mengejar mamanya yang belum begitu jauh berjalan
" Mama tunggu " ujar restu sambil setengah berlari mengejar mamanya
" Iya ada apa lagi restu ?" tanya mamanya
" Ma ,apa gaji restu sudah mama serahkan sama Mirna ? "
" Iya sudah kalau itu kau tidak perlu khawatir " ujar mamanya restu
"Sebenarnya restu ingin pulang dan melihat mereka tapi restu tidak tega meninggalkan Wilda sendirian ,apa mama bisa mengantikan restu untuk menemani Wilda di sini ?"
" Maaf ya nak bukan mama tidak mau, tapi mama tidak tega kalau mama harus meninggalkan adik mu terlalu lama lagian kalau mama di sini siapa yang akan mengurus toko kita di sana ? " ujar mamanya restu memberi alasan
" Hah "
Restu pun menarik nafas panjang sambil tersenyum terpaksa mendengar penolakan mamanya itu
\*\*\*
Setelah beberapa hari Wilda pun di perbolehkan pulang oleh dokter,dan sikap restu pun mulai berubah
Dia sudah tidak dingin lagi kepada Wilda ,semua keinginan Wilda sudah mulai di turuti oleh restu
Dan itu membuat Wilda menjadi senang dan bahagia
" Ternyata tidak sia sia aku keguguran waktu itu ,restu sudah mulai bersikap baik kepada ku " ujar Wilda sambil tersenyum sendiri
" Aku pastikan kau akan berpisah dengan istri kampung mu itu restu" ujar Wilda lagi
" Kau kenapa Wilda senyum senyum sendiri seperti itu ?" tanya restu heran melihat Wilda yang tersenyum seorang diri
" Ah tidak ada apa-apa restu " ujar Wilda gelagapan
" Ada ada saja " ujar restu sambil berlalu dari hadapan Wilda
Sedangkan Mirna yang berada di rumah nya dengan setia menunggu kepulangan suaminya itu
Setiap saat dia menunggu restu untuk menelpon dirinya ,tapi sampai saat ini restu tidak pernah menelepon diri nya
Waktu pun sangat cepat berlalu sudah hampir tiga bulan restu bekerja di luar kota tapi dia tidak pernah sama sekali memberi kabar atau menelpon dirinya seperti janjinya dulu
Mirna pun sudah pasrah dan sudah tidak banyak berharap restu akan menelpon dirinya lagi
Dan handphone millik restu yang di serahkan kepada nya sudah di jual Mirna untuk membawa berobat anak lelakinya yang sedang sakit
Karena mama mertuanya hanya memberi gaji restu kepada dirinya sebesar 500 ribu ,dan menurut mirna itu sangat tidak cukup
" Biarlah aku jual saja handphone mas restu ini ,nanti kalau dia pulang dan bertanya tentang handphonenya nanti akan aku jelaskan " ujar Mirna di dalam hati
" Adam sebentar ya nak ,mama keluar sebentar " ujar Mirna sambil mengelus kepala anak nya yang sedang tertidur karena baru di kasih obat warung
Mirna pun setengah berlari ke rumah tetangga nya untuk menawarkan handphone milik restu untuk membawa berobat Adam ke rumah sakit
" Tok..tok.."
" Assalamualaikum,Bu Ajeng " teriak Mirna dari luar
" Waalaikum salam " sahut Bu Ajeng dari dalam
Lalu pintu rumah Bu Ajeng pun terbuka , kemudian wanita setengah baya sedang berdiri di depan pintu rumah nya sambil melihat ke arah Mirna
"Ada apa mir ? seperti nya sangat penting sekali ?" tanya Bu Ajeng tanpa menyuruh Mirna untuk masuk
" Bu saya mau minta tolong ,saya ingin menjual handphone milik saya ,saya lagi butuh uang untuk membawa Adam ke rumah sakit " ujar Mirna memelas
" Mirna bukan ibu tidak mau menolong kamu ,tapi saat ini ibu lagi tak ada uang coba saja sama yang lain mana tahu bisa " ujar Bu Ajeng sangat menyesal
" Oh ya mir ,kenapa kau tidak minta tolong kepada mertua mu saja Adam kan cucu nya, kan tidak mungkin dia tidak mau membantu kamu lagian tokonya restu di sana sangat besar ,mana mungkin mereka tidak punya uang" ujar Bu Ajeng menjelaskan
" Oh begitu ya Bu " ujar Mirna lesu
Setelah itu Mirna pun meninggalkan rumah Bu Ajeng dan mencari rumah lain menjual handphone nya tapi sayang jawabannya selalu sama mereka lagi tidak punya uang
Karena memang sudah di penghujung bulan dan ada salah satu warga menyarankan untuk menjual kembali ke konter handphone yang menampung barang bekas
Tanpa pikir panjang Mirna pun melangkah ke sana untuk menjual handphone milik restu itu , karena anaknya lelakinya itu sudah agak dia tinggal kan
untuk restu.... mndingan km op kelamin ajalah.... jdi laki kok lembek amat... g tegas... /CoolGuy/
setelah km puas.... barulah nyesel dan menangis..... atas smua kezdolimanmu trhdp mirna slm ini....