NovelToon NovelToon
Jangan (Salahkan) Cinta

Jangan (Salahkan) Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: All

Aku kembali untuk membalaskan dendam keluargaku. Tapi, siapa yang akan menyangka, kalau dendam ini justru malah membuat aku terjerat cinta dari pria yang harusnya patut kubenci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon All, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 36

Pagi itu Vivian memanggil Raisha di ruangannya. Dia mengintrogasi Raisha tentang foto-foto yang didapat dari Vano.

"Kamu jawab jujur, ini maksutnya apa?" ucap Vivian sambil melempar lembaran-lembaran itu di atas meja.

Raisha tertunduk antara takut dan bingung.

"Maaf, Bu. Saya dipaksa sama pak Vano, saya sudah menolak tapi dia memaksa saya," ucap Raisha lirih, sambil terisak.

"Jujur, Bu. Saya malu, saya minta pertanggung jawaban pada siapa atas janin, ini? Saya mengandung anak Pak Vano. Apakah saya harus menggugurkan bayi tak berdosa ini?"  Raisha tertunduk dan mulai terisak, membuat mata Vivian terbelalak kaget.

"Permisi, Bu. Ini berkas yang ibu minta tadi," kata seorang pemuda yang asal nyelonong masuk.

"Taruh situ saja! Terimakasih. Rio! Jika melihat Vano, segera suruh datang keruangan saya sekarang," ucap Vivian tegas namun penuh wibawa.

"Baik, Bu." Pria berbadan ramping itu membungkukkan bada lalu pergi meinggalkan ruangan.

Tak lama kemudian Vano datang, mengetuk pintu lalu masuk. Vivian sangat gemas pada Vano, sampai dia tidak bisa menahan diri lalu mendaratkan sebuah tamparan keras pada pipi kiri Vano.

"Mama harus bagaimana Van? Kenapa kamu masih saja tidak berubah, Gara-gara kamu Clara kemana kita semua tidak tahu, dan kau malah menghamili Raisha!" bentak Vivian lalu duduk di atas kursi, kedua tangannya memegangi kepalanya sambil memejamkan mata.

"Apa? Menghamili?" Vano bingung. Lalu menatap tajam dengan pandangan penuh amarah kepada Raisha,"Kamu jangan Drama, ya?" bentaknya

"Pak, tapi aku benar-benar hamil, Pak. Janin ini benih bapak, apakah bapak tidak mau bertanggung jawab?" isak Raisha.

Vivian tak mampu lagi mencerna permasalahan ini, Clara menghilang sejak semalam, dan muncul lagi masalah yang lebih berat, bagaimana hati Clara jika mengetahui ini?

Pandangan Vivian mulai kabur, matanya berkunang-kunang, dalam hitungan detik badannya ambruk tak sadarkan diri.

Vano panik, dia mengangkat ibu tirinya dan membawanya ke rumah sakit.

"Van, ada apa dengan mamamu?"

"Maafin Vano, Pah!" ucap Vano lirih sambil tertunduk di hadapan Andrean.

Tak lama kemudian Lusi keluar dari ruangan pasien, kebetulan, dia yang menangani Vivian, tapi dia berlagak tidak tahu apa-apa.

"Bagaimana kondisi isteri saya, Dok?"

"Tolong diperhatikan pola makan dan istirahat pasien, dia sepertinya kelelahan dan juga banyak pikiran, tensi darahnya juga lumayan tinggi," ucap Lusi, lalu pergi.

Lusi menyempatkan menelfon Eren dan Sely yang menemani Clara di rumahnya. Sekedar menanyakan bagaimana kondisinya.

Lusi berharapnya Clara uda baikan, tapi kenyataannya berlawanan.

"Lus, tubuh Clara demam banget barusan aq tam suhunya 39°c," ucap Eren dari seberang sana dengan nada panik.

"Kamu kompres saja dengan air dingin, takutnya nanti kejang kalau uda nyampe 40°c. Aku akan segera pulang," ucap Lusi lalu bergegas menuju tempat parkir.

Meski dia bertugas di RS milik ayahnya, tapi bukanlah kebiasaannya kabur di jam kerja, selama ini Lusi selalu disiplin. Bahkan ini pertama kalinya dia kabur di jam kerja.

Sesampai di rumah Lusi memeriksa kondisi Clara, begitu mengetahui penyebabnya dia pingsan dan demam, dia memasang muka masam.

"Dia gapapa, kan Lus?" tanta Sely, khawatir.

"Iya, dia tidak apa-apa, ternyata Clara hamil dan usia kandungannya uda 1,5bulan, heemmpp," Dengus Lusi pelan.

"Seharusnya dia dan Vano bahagia, tapi kenapa kehamilannya baru di ketahui sekarang dan dalam kondisi yang seperti ini?" Eren turut memasang wajah masam dan lemas.

"Sudah, Ren. Ini takdir, semoga ada jalan dan kehamilan Clara bisa memberi titik terang dalam hubungan mereka," ucap Lusi menenangkan Eren sambil menepuk pundaknya.

Selama ini Clara memang sering mual, tapi di antara mereka satupun tidak ada yang peka.

Terlebih Clara meminum obat maag. Memang dia ada riyawat sakit maag, dan lagi ditambah stres dan pola makan yidak teratur. Jadi, Eren dan Sely tidak berfikir sejauh itu.

*****

Siang itu dengan hati gembira Hans kembali menginjakan kaki setelah empat bulan berlayar di atas lautan.

Rindu akan daratan Indonesia terobati sudah.

"Selamat siang, Bro!" seru Hans yang tiba-tiba saja muncul di depan pintu ruangam Vano.

"Hans?" Vano terkejut sambil membalas pelukan sahabat karibnya.

"kamu ga bilang-bilang kalau mau kesini, aku bisa jemput di Pelabuhan," ucap Vano sambil menepuk punggung Hans.

"Gimana, kabar kalian?"

Vano bingung mencari jawaban meski sudah berfikir keras.

"Van, gimana kondisi Clara?"

"Sayang, aku mencarimu ternyata kau ada di sini?" Raisha tiba-tiba muncul sambil memeluk mesra lengan kiri Vano.

Hans terkejut membelalak kaget, tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dan dilihatnya. "Apa-apaan, ini Van? Clara di mana?"

"Aku ga tau di mana Clara, maafkan ...."

Sebuah bogem mentah berhasil mendarat di wajah Vano. Hans benar-benar marah dan kecewa atas apa yang diperbuat Vano kepada adik sepupunya.

"Kau sudah janji bakal jagain dia, tapi kemana dia pergi kau bahkan tidak tahu? Apa kau tidak berusaha mencari, Hah? Jawab aku jangan cuma diam!" bentak Hans sambil memegangi krah baju Vano dan menghempaskannya dengan kasar.

Vano menyeka ujung bibirnya yang berdarah, dengan Lesu ia menjawab. "Sudah seminggu ini aku mencarinya, bahkan menyebarkan pengumuman tapi hasilnya nihil, Hans."

"Kau sungguh tidak dapat dipercaya, Van. Baru seminggu adikku hilang kau sudah bersama wanita lain, cih." dengan kesal Hans keluar dengan penuh emosi.

-------------

"Ra, mulai sekarang kamu bawa rileks saja pikiran kamu, ya. Kasian debay yang di dalam sana kalau mamanya sedih dia juga menangis," hibur Lusi membuat Clara tersenyum.

"Iya, aku akan jaga dia baik-baik, dan aku akan terus menyanginya meski seandainya hubunganku dengan Vano tak dapat lagi dipertahankan," ucap Clara sambil mengelus perutnya.

"Aku janji, Ra akan berusaha mencari kebenaran tentang semua ini, aku yakin Vano cuma di jebak oleh Raisha," sahut Reza.

"Kita harus kerja sama mengumpulkan bukti, dan lagi Raisha katanya .... " Sely meringis ketika kakinya diinjak oleh Eren.

"Raisha kenapa, Sel?" tanya Clara penasaran.

"Gapapa Ra, Raisha minta dinikahin karena dah di ajak tidur," elak Sely meski sebenarnya bukan itu yang mau diomongin.

"Sory ada telfon. Aku angkat dulu ya," ucap Eren. Tapi dia hanya mematung sampai panggilan berakhir dan berdering panggilan kedua.

"Kenapa ga diangkat?" tanya Selly

"Dari Hans, gimana ini?" jawan Eren panik.

"Kak Hans? Angkat saja Ren. Aku mau bicara sama dia," sahut Clara bersemamgat.

"Ok, baiklah." Erenpun mulai mengankat telfonnya dia berbicara dan tak lama kemudian ia memberikan ponselnya kepada Clara.

["Clara, apakah kamu baik-baik saja?"]

["Iya Kak, aku baik-baik saja, uda jangan panik gitu."]

["Ini Eren katanya mau menjemputku, aku kan segera kesana tunggu kakak, ya?"]

["Iya, kak. Hati-hati, ya."]

*****

Tak lama kemudian Eren kembali bersama Hans.

Clara segera bangkit dari tempat tidurnya dan memeluk Hans erat.

"Lama gak bertemu, ya Kak," ucap Clara sambil melepas pelukannya.

"Kamu jaga diri baik-baik, Ya. Katanya kamu mau kasih kakak keponakan, ya?"

"Kata siapa?"

"Itu!" Mata Hans melirik ke arah Eren.

"Iya kak, uda 1,5 bulan katanya."

"Ya sudah, kamu sekarang fokus saja dengan calom bayi kamu. Kita di sini akan bantu kamu, tapi kamu jawan dulu, kamu sebenarnya sayang gak sama Vano?" pandangan Hans sangat mengintimidasi Clara.

Belum sempat Clara menjawab iya atau tidak Hans sudah menangkap gelagat adik sepupunya itu.

"Baiklah, untuk sementara kamu sembunyi dulu di sini. Matikan semua medsos juga nomor kamu, gunakan ini untuk berkomunikasi dengan kita saja, ok." Hans menyodorkan hp yang baru saja dibelinya bersama Eren tadi kepada Clara.

"Baik, kak. Makasih, ya." Clara menerima ponsel dari Hans, ternyata sudah lengkap dengan nomor baru dan kuota internetnya.

"Ingat, semua medsos IG, FB jangam on dulu, untuk WA gunakan nomor itu saja... dan jangan hubungi Vano."

"Mama sama papa gimana, Kak?"

"Biarkan saja dulu, jangan dikasih tahu demi memperlancar penyelidikan, takutnya nanti pas mereka tlfon atau kemaru buat jenguk kamu malah kepergok, itu merugikan kita juga menghampat penyelidikan tentang Raisha." terang Hans.

1
Mandha Bawell
Masih lanjut lagi gak thor
Erliani
Kecewa
Annisa
kerenn
Diva_shaila
kpn updatenya lagi
Wida krisna winata
omaigattttt gue salting' sendiri 😭😭😭😭
Mifta Siregar
lanjut kk,tetap semNgat
Ana Pertiwi
akhirnya kk udah mulai up lagi, suka cerita mereka walau setelah sekian lama dan hampir lupa ketika up lagi jdi mulai semangat lg menunggu🙂trimakasih kak semoga selalu diberikan kesehatan biar bisa nulis trus.
All: aamiin. makasih ya kak..semoga kakak sekeluarga sehat selalu, dan bahagia
total 1 replies
Mifta Siregar
wahhh harus menunggu lagi nihhh🤭🤭
All: makasih kak Mifta🥰🥰
total 1 replies
Mifta Siregar
ceritanya bagus
Mifta Siregar: sama2 kk
tetap semangat kk
total 3 replies
Mifta Siregar
makasih sudah up lagi kk
All: aku yang makasih, kakak terus setia menunggu
total 1 replies
Mifta Siregar
lama bafu up lg kk
kenapa kk
Mifta Siregar: tetap semangat kk💪💪💪💪💪
total 2 replies
All
hehe iya nih
Diva_shaila
knp baru update thour
Diva_shaila
lanjut lagi thour
Osi Oktariska
weh, come back, thor
Andri Haryono
lanjut Thor.. tp faktor Usia Papa Andrean
All: terus baca saja kak.. nanti akan ketemu jawabannya 🤗
total 1 replies
Mandha Bawell
kapan buat kalanjutan crita ini thor
Rose Tina
dah selesai kah?nungguin kelanjutannya ga ada
All: lanjutannya ada di grup kak
total 1 replies
Diva_shaila
kapan update
Mifta Siregar
kapan lha kk autor ne up lg
aq tetap nunggui queen kasih kejutan sama al
nanggung kk
up lha lagi kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!