NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25 bersama

Biel terus mengikuti langkah kaki Erick yang melangkah lebih dulu di depannya hingga mereka berdua sampai di parkiran bar.

Erick berhenti tepat di sisi sebuah mobil.

" sekarang katakan.....apa yang ingin kau bicarakan denganku " ucap Biel.

Nada bicara gadis itu terdengar datar.

Erick membuka pintu mobil,

" masuklah....

kita cari tempat untuk bicara " jawab Erick sambil mempersilahkan Biel masuk ke dalam mobil.

" tidak...kita bisa bicara di sini "

" aku hanya ingin membawamu mengambil motormu di bengkel,

jangan katakan kau lupa dengan motormu yang kau tinggalkan waktu itu " jawab Erick.

Biel tertegun sejenak,

Ah ya Tuhan......

Ia benar benar lupa......

Tapi kenapa motornya bisa ada di bengkel ?! seingatnya motornya tidak apa apa.

pikir Biel.

" katakan saja di mana bengkelnya, besok aku akan mengambilnya sendiri " jawab Biel kemudian masih merasa enggan untuk masuk ke dalam mobil Erick.

" selain mengambilkan motormu aku juga ingin mengembalikan sesuatu padamu.

tapi kumohon masuklah.....

tidak baik kita bicara seperti ini " jawab Erick lembut.

Biel menghela nafas, Akhirnya ia pun tak lagi bisa menghindar,

ia pun masuk ke dalam mobil,

Tak lama Erick ikut menyusul masuk.

" bagaimana kondisi lukamu ?! Apa sudah membaik ?!

atau... kita perlu memeriksanya ke dokter ?! " tanyanya dengan menatap wajah cantik namun terkesan datar dan dingin itu.

Biel menoleh sejenak kepada Erick sebelum ia kembali menatap ke depan.

" tidak perlu,

aku baik baik saja " jawab Biel kemudian.

" baiklah....aku hanya khawatir padamu "

jawaban Erick membuat Biel melirik sejenak ke arah laki laki itu.

" jangan berlebihan pak Komisaris....

kita tidak saling mengenal sedekat itu " sindir Biel.

dan sebutan yang di berikan Biel kepadanya itu membuat Erick tidak suka.

" Erick.....

aku hanya Erick saat bersamamu " jawab Erick dengan tatapan mendominasi kepada Biel yang duduk di sisinya.

Entahlah.....

Ia tidak suka Biel menyebutnya seperti itu, seakan gadis itu berusaha menunjukkan dinding pembatas di antara mereka.

Biel diam tak menjawab.

Hening....

Keduanya saling diam,

" oh ya...

aku ingin mengembalikan jaket dan pakaianmu waktu itu.

Maaf.....aku membuang kemejamu karena kemeja itu sudah sobek di bagian belakang " ucap Erick kemudian sambil menyerahkan sebuah papper bag kepada Biel.

" hemm...

tak apa, buang saja kemeja itu " jawab Biel dengan menerima papper bag dari Erick. sebenarnya ia sedang sedikit menahan malu sekarang.

Erick berkata tentang pakaian dalam.....miliknya.....

Wajah Biel sedikit bersemu merah karena itu, tapi ia segera menyembunyikannya dengan cepat cepat melempar pandangannya ke tempat lain.

" boleh aku tahu bagaimana kau bisa terluka di sana ?! " tanya Erick lagi.

" begal....aku di begal " jawab Biel jujur.

Erick sontak menatapnya semakin dalam.

" di begal ?! " cicit Erick sangat terkejut bukan main mendengar jawaban Biel itu.

" Di mana ?! Berapa orang ?! katakan padaku di mana kamu di begal ?! " cecar Erick

" tiga orang.....

sudahlah....

itu sudah berlalu, biarkan saja " jawab Biel cuek.

" tapi....

begal itu berbahaya Bee.....mereka bisa merugikan banyak orang "

" kau seorang anggota polisi, tugasmu adalah mencari tahu tentang mereka.

maka cari tahulah sendiri " jawab Biel ketus.

" lagi pula, bukankah tadi kau bilang akan mengajakku mengambil motorku !! " ucap Biel lagi.

" ah iya....baiklah, kita berangkat sekarang " jawab Erick kemudian.

Segera ia menghidupkan mesin mobilnya, dan tak lama ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran mobil bar milik Jokey.

Mobil Erick terus melaju menyusuri jalan raya yang nampak terang karena lampu lampu jalanan.

Erick dan Biel sama sama terdiam untuk beberapa waktu,

Hingga kening Biel berkerut ketika ia menyadari sesuatu.

Ia merasa mereka hanya berputar putar saja,

Ia menoleh menatap Erick yang terlihat tenang di depan kemudi.

" ada apa ?! Kenapa melihatku begitu ?!

jangan katakan jika kau mulai jatuh cinta padaku " ucap Erick bercanda.

Biel menatap jengah laki laki di hadapannya itu. Sungguh Erick berbeda jauh dengan casingnya.

Laki laki itu terlihat tenang dan sangat berwibawa ketika ia terdiam.

Tapi saat bicara.....?!

Sungguh narsis....

oceh Biel di dalam hati,

Ia tidak tahu.....jika sebenarnya Erick memang seperti yang terlihat.

Tapi entah kenapa kepadanya, laki laki itu seolah berubah menjadi sosok yang berbeda.

" hei pak polisi.....

Bisakah kau bicara biasa saja ? " sentak Biel dan Erick hanya tersenyum kecil.

" bercanda Bee.....

serius sekali " jawabnya kemudian

" tapi aku tidak suka candaanmu itu....

murahan " ucap Biel lagi masih dengan nada ketus.

Senyuman di wajah Erick seketika hilang dan berubah manyun.

" lagi pula namaku Gabriel bukan Bee....aku tidak suka kau juga memanggilku Bee...." imbuh Biel lagi masih dengan tatapan ketusnya.

" mereka juga memanggilmu Bee....kenapa kau diam ?!

giliran aku kau tak terima " protes Erick

" mereka temanku dan kau bukan...." jawab Biel dan lagi lagi Erick tak bisa menjawab ucapan Biel.

" sekarang katakan,

apa sebenarnya maumu ?! Kau sengaja berputar putar sajakan ?! " oceh Biel lagi dan sekarang Erick benar benar tak berkutik.

" he he he ....

sorry,

jujur saja.....sebenarnya aku belum hafal betul jalan di daerah sini.

Aku baru bertugas di sini beberapa bulan ini, kau tahu sendiri,

bahkan tempat tinggalku saja jauh dari sini " jawab Erick membela diri.

Mendengar jawabannya Biel sontak melotot.

" dasar kau....

katakan bengkel mana yang ingin kau tuju " sentak Biel kesal.

Ia merasa di kerjai mentah mentah oleh laki laki di sisinya itu.

" bagaimana kalau kita makan dulu, sejak siang tadi aku belum makan.

lagi pula....mana ada bengkel masih buka tengah malam begini " ucap Erick dan semakin sukses membuat Biel menatapnya tajam.

Erick nyengir melihat tatapan Biel itu.

" jangan marah,

anggap saja ini sebagai salam perkenalan kita....

ok....."

" tapi aku tidak suka berkenalan denganmu "

" itu urusanmu....

yang penting aku suka " jawab Erick cuek sambil mencebikkan bibirnya dan mengedikkan bahunya.

Sementara Biel,

Ia menarik nafas panjang demi menahan geram di hatinya.

" kau memang menyebalkan, aku menyesal pernah kau tolong " ucap Biel kemudian sambil melempar pandangannya ketempat lain.

" itu takdir Bee....

takdirmu bertemu denganku, begitu juga aku....

sudah takdirku bertemu denganmu " jawab Erick sambil mengarahkan mobilnya kearah pelataran sebuah restauran.

" kita makan di sini ?! " ucap Erick setelah ia mematikan mesin mobilnya.

" terserah...." jawab Biel cuek.

" sekarang aku temani kau makan,

hitung hitung sebagai balas budiku padamu karena bantuanmu waktu itu.

Setelah itu kita impas...jangan pernah mencariku lagi,

kau dengar ?!! " ucap Biel sambil menuding Erick dengan jari telunjuknya.

Tapi Erick tak menjawab, ia hanya mengedikkan pundaknya menanggapi ucapan Biel itu.

" cepat turun,

aku sudah sangat lapar " itu kalimat yang malah keluar dari bibir Erick,

ia berucap sambil membuka pintu dan keluar dari mobil.

Biel sungguh di buat gusar dengan tingkah Erick itu.

" ayo keluar,

katanya mau temani aku makan " ucap Erick lagi sambil membuka pintu di sisi Biel, tangannya terulur ke arah gadis itu.

Tapi Biel malah menepis uluran tangannya dengan kasar.

" jangan kurang ajar,

aku tidak suka di perlakukan seperti ini " ucap Biel sambil menepis tangan Erick kemudian ia keluar dari mobil.

1
Durrotun Nasihah
selamat erick😍
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢👍
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘦 💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘩𝘻
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨"𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘳𝘪𝘤𝘬
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪👍
Tuti Tyastuti
𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯
Eka Burjo
bertelo telo 🤦
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘢𝘯 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘱𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘫𝘨 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬😅
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘨𝘹 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!