Ardinata Abraham as Shiddiq...
CEO yg tampan dan arogan yg belum mau menikah meski usia sudah matang... karena dia mencintai gadis yang dia tolong saat terluka dan terusir...
Kirana Margaretha Abraham...
Gadis yg berhasil membuat hati Ardinata terpaut dengan kepolosan dan keceriaan nya.. bahkan dia juga adalah gadis yang bisa merubah CEO arogan itu..
Bagi mereka cinta tak mengenal perbedaan status atau umur.. meski berbagai penderitaan menghadang cinta mereka...
Bisakah mereka bersatu..?!
Bisakah cinta mereka bertahan?!
Atau mereka akan menjadi ayah dan anak angkat selamanya..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
trauma terdalam
Rika menangis memangku Kirana yg makin pucat.. Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi..
" kak.. Kevin.. Kirana makin pucat kak..." pa ok Rika sambil menangis..
" iya Rika.. sebentar lagi kita sampai..." jawab Kevin tak kalah panik..
kini mobil Kevin sampai di rumah sakit.. Kevin keluar dan langsung mengendong Kirana.. Rika mengikutinya dari belakang..
" panggil dokter Deren...." teriak Kevin..
seorang suster langsung memanggil Deren.. sedang Kevin menidurkan Kirana di ranjang rumah sakit dan mulai dapat perawatan..
Deren datang dengan berlari dan kaget saat melihat keadaan Kirana.. Deren langsung membawa Kirana keruang UGD.. Deren kaget melihat Kirana yg pendarahan hebat..
" Kevin kita harus melakukan operasi saat ini juga.. tolong tanda tangan... dan aku butuh darah AB positif sekarang..." kata Deren menghampiri Kevin...
" lakukan segalanya untuk menyelamatkan Kirana.. aku yg bertanggung jawab.." kata Kevin..
" baiklah.." jawab Deren...
Kevin mendonorkan darah nya.. Kevin sudah menganggap Kirana seperti adiknya sendiri.. Kevin juga merasa sedih melihat keadaan Kirana.. setelah mendonorkan darah nya Kevin menemui Rika di depan ruang operasi...
Rika masih menangis.. bahkan baju kevin juga sudah berlumuran darah Kirana... Kevin memutuskan menelpon Alex untuk mengantar baju untuk nya dan Rika...
setelah menunggu setengah jam Alex dan Ema dayang dengan membawa baju ganti Rika dan Kevin.. Rika langsung memeluk Ema..
Kevin menerima baju dan memutuskan untuk berganti pakaian begitupun Rika.. kini Ema dan Alex yg menunggu di depan ruang operasi..
Deren dan tim dokter mencoba menghentikan pendarahan dan juga melakukan penanganan sebaik mungkin..
setelah 3 jam akhirnya operasi pun selesai.. Kirana sedang dalam kondisi kritis.. Deren keluar dari ruang operasi dan menemui Kevin...
" bagaimana keadaan nya Deren..." tanya Kevin..
" untung kalian cepat membawanya kemari kalau tidak.. dia bisa kehabisan darah..." kata Deren..
" separah itu..." tanya Alex..
" ya.. bahkan kami melakukan prosedur operasi di ****** yg terdapat luka.." jawab Deren..
" brengsek...." kata Kevin sambil memukul tembok..
" Kirana..." kata Rika makin menangis mendengar pernyataan dari Deren..
Ema menenangkan Rika.. sedang Alex menenangkan Kevin...
" sebenarnya apa yg terjadi.. dan dari lukanya.. Kirana mengalami pemerkosaan dan kekerasan.." tanya Deren..
" apa... " tanya Alex kaget...
" aku ingin membunuhnya kalau bisa..." kaya Kevin...
" Kevin.. ini kasus kepolisian.. kita tak bisa diam saja.." kata Deren..
" aku bisa berbuat apa hah.. kalau yg melakukan itu adalah Ardi..." bentak Kevin...
semua orang makin kaget saat mengetahui yg melakukan semua itu adalah Ardi yg selama ini melindungi Kirana...
" ********... kenapa dia sampai lepas kendali seperti ini.. dan dia hanya gadis kecil..." kata Deren..
" seperti nya dia dalam pengaruh sesuatu.. karena sebelum dengan Kirana dia bersama Ella.. dan naas nya Kirana yg mendapat perlakukan buruk itu.. dan aku lengah saat itu.." kata Kevin frustasi...
" lebih baik kau kembali ke hotel untuk melihat keadaan Ardi.. biar kami di sini menunggu keadaan Kirana membaik..." kata Alex..
" baiklah.. aku titip dia pada kalian berempat.. karena aku ingin memastikan sesuatu..." kata Kevin
Kevin menuju kembali ke hotel.. dan saat dia sampai semua pengawal tunduk hormat.. Hiro yg melihat Kevin langsung mengikuti di belakang..
" apa tuan sempat sadar.." tanya Kevin..
" tidak... bahkan bos belum bangun... dan aku tak berani menyentuh barang apapun seperti katamu..." jawab Hiro..
" baik tunggu di luar.. biar aku yg menyelesaikan ini semua..." kata Kevin..
Hiro mengangguk.. Kevin menarik nafas dalam dalam sebelum masuk ke ruangan itu.. bahkan Kevin bisa melihat seperti apa kekasaran Ardi di lihat dari berserakan nya semua barang di kamar itu..
Kevin menyalakan lampu dan mulai mengambil foto dan video.. setelah itu Kevin mulai mengambil dan membuang barang barang Ardi dan Kirana.. kini tinggal Ardi yg tidur pulas di ranjang..
ingin rasanya Kevin membunuh Ardi.. tapi sayang dia terikat sumpah setia kepada Ardi..
" maaf.. aku akan membawanya pergi jauh darimu... dan jangan salahkan aku..." kata Kevin sambil membawa barang Ardi dan Kirana..
" Hiro siapkan baju untuk tuan Ardi.. dan aku ada keperluan mungkin Ku akan pergi selama 10 hari.. kau yg akan mengantikan aku.. dan ingat jangan biarkan siapapun mendekati tuan atau kau yg akan menyesal..." perintah Kevin..
" baik kak.." jawab Hiro..
Kevin menuju ke apartemen dan menemui bik Ina.. Kevin menceritakan semua pada bik Ina.. bik Ina menangis mendengar kejadian yg menimpa Kirana..
" bik.. saya punya ide.. tapi hanya bibik yg bisa saya mintai tolong apa bibik sanggup.." tanya Kevin...
" sanggup.. asalkan saya bersama Kirana..." kata bik Ina..
kini Kevin mengajak bik Ina ke rumah sakit.. mereka sampai di rumah sakit.. Kevin meminta Alex membawa Rika dan Ema untuk pulang..
awalnya Ema dan Rika menolak tapi dengan bujukan dari Alex dan Kevin merekapun menurut...
tak di sangka Kirana melewati masa kritis dan sadar... Kirana menangis dan mulai berteriak...
" lepaskan.. jangan.. lepaskan... aku mohon... lepaskan aku...." teriak Kirana dan mulai berontak..
" tenang Kirana .. ini om Kevin.. tenang...." kata Kevin memeluk Kirana sedang Deren menyuntik kan obat penenang...
itu terus terjadi berulang.. bik Ina hanya bisa menangis melihat keadaan Kirana yg buruk.. bahkan Kevin menerima pukulan dan tamparan agar Deren bisa memberi obat penenang...
" sepertinya dia mengalami trauma Kevin.. dan dia butuh perawatan dan suasana baru..." kata Deren..
" apa kau bisa membantuku..." tanya Kevin..
" tentu.. demi kesembuhan nya..." kata Deren...
siang ini Kevin dan Deren membuat rencana.. dan ini akan melibatkan bik Ina dan seorang perawat yg bertugas menjaga Kirana...
di hotel Ardi baru bangun pukul 11 siang.. dia merasa kepalanya seakan pecah.. Ardi melihat ruangannya baik baik saja.. tapi tidak dengan ranjang nya..
Ardi sedikit menginggat kejadian semalam.. Ardi menelpon asisten Kevin tapi tak di jawan... Ardi menghubungi Hiro untuk membawakan baju untuknya..
Hiro datang dan membawakan baju untuk Ardi.. Ardi menuju ke kamar mandi dengan melilitkan selimut.. saat berdiri Ardi kaget melihat bercak darah yg berada di ranjangnya..
Hiro juga kaget melihat itu.. Hiro langsung melepas sprei dan langsung menyimpannya..
Ardi menyegarkan diri.. dia mencoba menginggat sesuatu tapi tak bisa..
bahkan yg terjadi di pikiran Ardi sekarang hanya suara tangisan dan mohon seorang wanita..
" shit... apa yg sebenarnya terjadi.. dan siapa wanita itu.. kenapa suaranya memenuhi otakku.." kata Ardi saat berada di bawah guyuran shower...
Ardi keluar dan melihat Hiro sudah menyiapkan makan siang dan sudah membereskan bekas kekacauan..
" Hiro kamu tau dimana Kevin.." tanya Ardi..
" maaf bos.. kak Kevin bilang dia ada urusan selama 10hari.. jadi sekarang bos akan saya temani selama kak Kevin pergi..." kata Hiro..
"baiklah... kita harus pulang.." kata Ardi..
" siap tuan..." jawab Hiro..
mereka menuju apartemen.. tapi disana begitu sepi.. tak sengaja Ardi melihat sebuah surat dari bik Ina..
' *maaf tuan..
saya harus pulang kampung karena ada saudara yg sakit dan saya harus bergantian menjaganya..
terima kasih atas semua hal yg tuan berikan pada saya.. tuan orang baik.. semoga tuan mendapatkan pengganti saya segera..
salam hormat saya
bik Inayah*..." isi surat bik Ina...
setelah membaca surat itu.. Ardi menuju ke kamar Kirana.. di kamar nampak barang barang Kirana tapi tak nampak pemiliknya..
sekali lagi Ardi menemukan surat di samping tas sekolah Kirana.. Ardi mulai membaca surat itu...
' hallo Daddy Ardinata...
maafkan Kirana yg harus pergi karena ingin belajar hidup mandiri tanpa terus bergantung padamu...
oh ya Daddy.. Kirana sekarang tinggal dan meneruskan usaha milik ibu Kirana.. jadi Daddy tak usah kuatir ya...
salam cinta dari Kirana... '. isi pesan Kirana
Ardi merasa dunianya hancur seketika.. Ardi tak menyangka jika Kirana bisa melakukan itu padanya...
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
thor bisakah di ceritakan ada suami yg tidak melempem di depan istri barunya tp konflik tetep ada
good job thor 👍
biarkn si Waleed sendri
kmu msih mudah
jglh jngn mau di manfaatin
e tpi syngnya penjhat di lpas
mlhan tmbah msalah
Kirana gak tau brdiri dah di tlong mlhan buat ulah
Kevin kmu yg jauhkn Ardi dng Kirana