NovelToon NovelToon
I LOVE YOU PAMAN

I LOVE YOU PAMAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:667.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: suharni

Novel ini sudah mengalami revisi ulang ya. Judul dan nama tokohnya masih tetap sama, hanya ada beberapa tokoh yang author hilangkan.

Sakila gadis sederhana yang pernah terluka karena kehilangan seseorang Ibu, harus di hadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa dia harus menerima pinangan pria yang jauh lebih tua darinya, yakni 23 tahun. Sakila berusia 21 tahun, sementara pria itu 44 tahun. Sakila hidup dengan Ayah dan Ibu tirinya, serta adik lelakinya yang berusia 18 tahun.

Alka Prayoga, duda kaya beranak dua dan telah menikah. Alka di hadapkan dengan peristiwa menyakitkan, yaitu dia harus kehilangan istri tercintanya dalam kecelakaan tragis.

Alka yang menutup hatinya selama bertahun-tahun, di paksa menikah lagi demi anak dan menantunya yang menginginkan seorang mertua. Lalu apa jadinya bila wanita yang di nikahinya hampir seumuran dengan anak dan menantunya? sanggupkah sakila meluluhkan hati Alka yang beku? dan bagaimana cara sakila memenangkan hati para menantunya yang tak pernah menerimanya?

Saksikan kisahnya berikut ini ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 34. Makam.

Pagi menjelang, cahaya mentari memasuki kamar, hingga menyentuh mata Sakila. Mata itu pun mengerjab dan terbuka. Begitu juga dengan Alka. Pria itu akhirnya bangun dari tidurnya yang nyenyak setelah sebelumnya mengalami mimpi buruk.

"Kau sudah bangun? sebaiknya kau mandilah lebih dulu. Setelah itu kita akan pergi ke tempat yang aku janjikan semalam," tutur Alka dengan suara serak khas orang bangun tidur.

Sakila menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Alka.

Setengah jam kemudian, Sakila keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Wanita itu memakai dress berwarna hitam selutut. Rambutnya di gerai bebas, dan tak lupa pita putih menghiasi rambutnya yang lurus.

Melihat penampilan Sakila yang sedikit berdandan, Alka pun terpesona dengan kecantikan wanita tersebut. Dia merasa takjub akan penampilannya yang sedikit berbeda dari biasanya.

"Paman aku sudah siap," tutur Sakila membuyarkan lamunan Alka.

"Ah iya. Kau tunggu lah disini. Aku mandi dulu. Sedikit lagi kita akan pergi," titah Alka sedikit salah tingkah, karena dia merasa seperti sedang kedapatan mencuri. Namun, pria itu berhasil mengendalikan perasaannya yang mulai aneh.

**

Sepuluh menit kemudian, Alka sudah siap. Dia mengenakan setelan jas berwarna hitam senada dengan dress Sakila. Mereka tampak seperti sepasang suami istri sungguhan.

"Ayo kita pergi," ajak Alka. Namun, sebelum itu Sakila menghentikan langkah Alka terlebih dahulu.

"Tunggu!" ucap Sakila.

Kening Alka berkerut heran hampir menyatu.

"Ada apa?" tanya Alka.

Sakila tak menjawab pertanyaan suaminya itu. Dia hanya mendekati Alka, lalu kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah pria tersebut.

Alka menahan nafas. Betapa tidak, jarak antara dirinya dan Sakila sangatlah dekat. Hanya tersisa lima senti saja. Lalu kemudian Sakila memegang dasi Alka dan memperbaiki posisi dasi yang sedikit miring itu.

"Dasi Paman tidak rapi," ucap Sakila seraya memperbaiki posisi dasi Alka.

"Selesai. Ayo kita pergi," ucap Sakila kemudian.

Alka mengembuskan nafas lega. Dia pikir Sakila akan mencium dirinya. Rupanya wanita itu justru memperbaiki posisi dasinya yang sedikit miring.

Alka tampak seperti seseorang yang kecewa. Benarkah Alka kecewa karena dia pikir Sakila akan mencium dirinya? tapi justru melakukan hal berbeda. Alka pasti sudah gila.

"Ada apa Paman? mengapa Paman diam saja? apakah Paman sedang memikirkan sesuatu?" tanya Sakila.

"Tidak ada. Ayo kita pergi," ajak Alka kemudian.

Sepasang suami istri itu pun keluar kamar dan berjalan beriringan. Dimana langkah mereka sama.

Nenek dan Herlina, serta anggota keluarga lainnya yang berada di ruang makan merasa heran ketika melihat Alka dan Sakila sudah rapi, dan mengenakan pakaian serupa. Seperti sepasang suami istri sungguhan.

"Kalian mau pergi kemana?" tanya Nenek.

"Kami akan pergi ke suatu tempat bu," jawab Alka.

"Baiklah, tapi sebaiknya kalian sarapan dulu sebelum pergi," titah Nenek.

"Tidak bu, kami akan makan di luar. Kami pergi dulu. Assalamualaikum," balas Alka seraya mencium punggung tangan Nenek, dan di susul oleh Sakila.

Sepasang suami istri itu pun pergi meninggalkan rumah seraya jalan beriringan seperti yang terjadi sebelumnya.

"Semoga saja kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua nak," gumam Nenek penuh harap. Namun, masih bisa di dengar oleh Reina. Wanita itu tak suka dengan doa dan harapan sang Nenek yang selalu menginginkan Sakila dan Alka menyatu.

**

Di perjalanan, baik Sakila maupun Alka tak ada yang membuka suara. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Sakila membuka jendela mobil, dan melihat pemandangan di sepanjang jalan.

Pohon menjulang tinggi, rerumputan bergoyang di tiup angin, suara burung camar bersiul ria seolah mengiringi perjalanan dua insan yang saling diam itu.

Tak lama Sakila merasa ada yang aneh dari perjalanan yang di tempuhnya. Sepertinya jalan itu tak asing di mata Sakila.

"Paman, bukankah ini--" Sakila menggantungkan kalimatnya, setelah akhirnya mereka tiba di sebuah tempat pemakaman umum.

Ya, Alka membawa wanita itu ke tempat pemakaman umum, dimana itu menjadi tempat peristirahatan terakhir Indah.

"Ayo kita turun," titah Alka. Sakila pun turun dari mobil.

"Kau tunggulah disini, aku akan membeli bunga lili itu," tutur Alka kemudian.

Alka pun menghampiri seorang wanita tua untuk membeli seikat bunga lili kesukaan Indah.

Setelah membeli bunga itu, Alka pun kembali menghampiri Sakila dan mengajak istrinya itu ke tempat yang di tuju.

Kini langkah Alka dan Sakila terhenti di sebuah pusara yang bertuliskan nama Indah Permatasari. Rupanya Alka mengajak Sakila ke makam istri pertamanya.

Alka duduk di tepi kuburan sembari menyirami makam itu dengan air doa.

"Indah, apa kabar? apakah kau baik-baik saja? apakah kau bahagia disana tanpaku? maafkan aku karena baru sempat mengunjungimu lagi. Aku membawakan bunga lili kesukaanmu. Semoga kau suka," tutur Alka.

Sakila hanya diam tanpa kata. Dia menatap makam Indah dengan tatapan tak terbaca. Lalu kemudian ia beralih melihat makam lainnya yang tak asing di mata wanita tersebut. Lalu kemudian perhatiannya teralih kan ketika Alka memegang tangannya dan menyuruh wanita itu duduk di sisinya.

"Ini adalah Sakila, istriku sekarang. Dia cantik bukan? apakah kau menyukainya? aku harap kau merestui kami. Tapi kau jangan khawatir, kau tidak akan tergantikan oleh siapapun di dunia ini. Kau tetap menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Dan aku akan selalu menjaga dua putra kita, Veri dan Aldi. Mereka adalah buah dari cinta kita," tutur Alka dengan perasaan bercampur aduk. Dia merasa sedih dan terluka karena di tunggal Indah. Namun, di sisi lain Alka merasa tegar, karena ada Sakila yang menemani dirinya sekarang.

Alka menitikan air mata, dia benar-benar merindukan sosok Indah. Lalu kemudian Sakila melihat air mata itu, namun tak berani tuk mengusapnya.

"Hai Indah. Apa kabar? ini pertama kalinya kita bertemu. Meski aku belum pernah melihat rupamu sebelumnya. Tapi aku yakin, kau adalah wanita yang baik. Kau menjadi satu-satunya wanita di hati Paman Alka. Kau juga melahirkan dua putra yang sangat tampan. Mereka tumbuh dengan baik sekarang. Apa kau tahu Indah? dua putramu itu menjadi sosok yang mandiri dan kuat. Aku bangga pada mereka dan juga dirimu. Aku tahu, bahwa aku tidak akan pernah mampu menggantikan posisimu dalam hidup Paman Alka atau kedua putramu. Karena tidak ada yang namanya mantan anak. Tapi aku akan terus menjaga Paman Alka untukmu Indah," ujar Sakila tulus.

Mendengar kalimat panjang Sakila, hati Alka berdesir. Seperti ada sesuatu yang mencubit di dalam sana. Sakila mengatakan itu semua dengan penuh ketulusan tanpa adanya sandiwara.

Apakah wanita itu tak seburuk yang di pikirkan Alka selama ini? mengapa tiap kali Alka mengatakan, bahwa Sakila menikahinya karena harta, hati kecil pria itu selalu saja menolak.

Sakila bukan lah wanita sederhana yang tamak akan harta. Dia tulus dalam mempedulikan orang lain. Meski cinta belum tumbuh dalam hatinya, tetapi dia tak pernah menolak Alka sebagai pria yang kini berstatus sebagai suaminya tersebut.

To be continued.

1
Nnek Titin
hadeeeuh si author kirain sakila mo ngomong apa ternyata suruh like koment n subcribe
karissa 🧘🧘😑ditama
mantapp gileee sakila beeuhh besttt👍👍👍
Clarazeeraa
bagus
yunie munarwie
Alka sudah ngucap cerai tp kok msih bisa berhubungan badan sih Thor,kok nggak ijab ulang dulu,kan ktanya sebagai muslim?🙏ya Thor agak janggal hatiku soalnya
Asih S Yekti
kok g ada kisah herlina sm aldi pd hal ceritanya panjang bgt
Asih S Yekti
kok lana bgt sih
Pipit Sopiah
buat apa bertahan hanya untuk di hina 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
harusnya jangan memaksakan kehendak sakila
Pipit Sopiah
apa karakter sakila di buat gitu ya Thor
Pipit Sopiah
bar bar juga ya
Pipit Sopiah
lanjut lagi
Pipit Sopiah
gaspolkeun bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu
Kurnia Rahmawati Yuniarto
bagus ceritanya
Erina Situmeang
nyesek Thor😭😭
Gue Kangen🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Arta Boru Siregar
menyebalkan
Arta Boru Siregar
klo aku kesal sama sakika,
Arta Boru Siregar
bertele2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!