NovelToon NovelToon
SUAMIKU BAD BOY STM

SUAMIKU BAD BOY STM

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Teen School/College / CEO / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: seira agatha

Yovandra regar gumilang bad boy STM teknik yang belajar hidup mandiri dengan bekerja part time di 3 tempat, tersandung tanggung jawab baru menikahi seorang gadis karena kecerobohan-nya.
Yona salsabila gadis yang mengharuskan Yovandra menikahinya karena keadaan darurat.
Siapakah yang membuat Yovandra harus menikahi gadis itu?
Rahasia apa yang tersembunyi di balik pemaksaan itu?
Apakah Yovandra akan lulus sekolah dengan sukses.
Bagaimana Yovandra bisa menjalani rumah tangga barunya dengan wanita yang baru di kenal tapi sudah menjadi istrinya, bersama dengan dirinya yang masih seorang pelajar sekolah.
Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di cerita ini!.
Tidak sepenuhnya isi ceritanya percintaan romantis.
Yona salsabila "Tampang tenang begitu apa pernah dia sange" isi pikiran Yona setelah menikah dengan Yovandra.

kisah perjuangan untuk lulus sekolah dengan sukses dan juga perjalanan hidup yang berusaha mandiri, pernikahan yang Rumit dan penuh perjua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seira agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk STM/SMK Teknik part 12

Semua cerita ini hanya fiksi dan imajinasi.

"Pak inspektur, murid bermasalah seperti ini, di sekolah mana pun pasti ada, jangan terlalu khawatir, kami pihak sekolah akan selesaikan dengan baik."jelas wakil kepsek kepada inspektur.

Adriano semakin kaget mendengar perkataan wakil kepsek kepada inspektur, sedangkan inspektur tetap diam di posisinya tak ada tanggapan apa pun.

"Tunggu pak! yang jahat itu murid kelas 2 itu!! Homin Chu!! dia anak yang suka mengganggu murid lain, dia juga berhubungan dengan geng kriminal." protes Adriano kepada wakil kepsek. Membuat

wakil kepsek sangat kaget mendengar pernyataan pak Adriano.

"Apa! kau ini mengatakan yang tidak-tidak saja! di sekolah ini tidak ada murid yang berkaitan dengan hal jahat seperti itu! jangan menyebarkan rumor yang tidak-tidak!!" elak wakil kepsek atas pernyataan Adriano.

Adriano melongo tak percaya dengan sikap dan jawaban wakil kepsek, "Rumor kata bapak??"

wakil kepsek tak memerdulikan Adriano lagi, langsung beralih menjelaskan kepada inspektur, "pak inspektur tolong jangan salah sangka, murid bermasalah seperti itu memang jarang, tapi kita akan buka komite kekerasan sekolah, lalu mengeluarkan murid itu..."

Jlebb.

Jeduaaar.

Mendengar perkataan wakil kepsek Yovandra seperti tersambar petir.

Adriano masih berusaha menjelaskan, "Pak Wakil Kepala sekolah... " namun wakil kepsek menyela terlebih dulu...

"Pak Adriano diam saja! sekolah itu harusnya membuat murid bertanggung jawab atas perilaku yang salah!"

Adriano pun bingung harus menjelaskan dari mana, "... salahnya Yovandra itu... "

"Jadi pak Adriano sekarang sedang membela murid kelas sendiri?!"

"Bukan begitu pak!"

.

.

.

Ahhh...

Yovandra benar-benar takut di keluarkan dari sekolah.

"Padahal akhirnya aku punya teman belajar bersama. Bahkan tadi dia sudah bilang mohon bantuannya, tapi akhirnya jadi seperti ini" isi pikiran Yovandra yang sedang merenung sendirian.

"Sudahlah! pak inspektur tak usah khawatir, dan mari ke gedung praktek yang belum sempat di kunjungi." ajak wakil kepsek mencoba mengalihkan inspektur untuk pergi ketempat lain.

"Tu-tungu!! yang salah itu Homin Chu! bukan! yang sebenarnya salah itu adalah sekolah ini sendiri." teriak pak Adriano kesal dan mencoba menjelaskan lagi.

Sedangkan Yovandra masih duduk merenungi perbuatannya. Wakil kepsek dan inspektur pun berhenti melangkah dan terperanjat mendengar teriakkan Adriano tentang...

"Sekolah ini tidak memandang ke arah yang seharusnya! jauh lebih memperhatikan satu orang inspektur, dari pada 300 orang murid! guru-guru tidak seharusnya memperhatikan pak inspektur, tapi memperhatikan para murid! kalau Yovandra di keluarkan saya akan protes meskipun sampai di pecat juga." seru Adriano tegas.

Yovandra sampe menoleh kaget mendengar sang kakak seberani itu membela dirinya, dan bahkan protes secara langsung di depan Inspektur.

Wakil kepsek mengkerutkan kedua alisnya tak terima mendengar pernyataan Adriano. Sedangkan Adriano masih melanjutkan protesnya...

"Aku tidak bisa menjadi korban tindakan buruk administratif! saya tidak akan pernah seperti anda melepaskan murid begitu saja."

Pak inspektur malah merespon dengan senang, atas protes dan pernyataan yang di sampaikan oleh pak Adriano, "Ya, sekarang aku ingat, kandidat atas yang lulus sertifikasi guru tahun lalu, 'Adriano Regar Gumilang' putra pertama dari Regar Gumilang dan Sonya Gumilang." suara hati inspektur.

"Pak Adriano? apa barusan saya salah dengar? ahahaha ..." wakil kepsek menertawakan Adriano tak percaya, sambil berjalan mendekati Yovandra.

Tap... tap... tap...

"Haduh... di lihat-lihat ada juga yang begini ya.... yang melihat pasti bakal bilang saya orang yang gak becus, yang tidak becus itu anak ini. Anak tukang membully dan tukang berkelahi di sekolah." celoteh wakil kepsek sambil menunjuk-nunjuk kepala Yovandra kasar.

TUK... tuK.. tuK... tuk...

Sedangkan Yovandra terdiam pasrah. Menerima perlakuan wakil kepsek pada-nya.

Inspektur tak memerdulikan celoteh wakil kepsek, malah melirik arloji di tangannya.

"Anak berandalan seperti ini harus menghilang dari sekolah." celotehnya lagi.

TUK... tuk... tuk .. tuk...

masih menunjuk-nunjuk kepala Yovandra.

Greep...

Adriano memegang tangan pak wakil kepsek, "Yovandra bukan murid seperti itu," cetusnya.

"Lepaskan tanganku!!" teriak pak wakil kepsek.

"Dia mau tidak mau seperti itu karena dia di kasari duluan, dia murid yang sungguh-sungguh ingin belajar giat di banding siapa pun!"

"Sungguh-sungguh katamu!! baru dua hari jadi wali kelas tahu apa kau bicara seperti itu! lalu karena dia di kasari dia harus balik kasar?! pak Adriano kekerasan itu... "

Yovandra terdiam melongo mendengar dan melihat kakaknya Adriano begitu peduli pada dirinya.

Adriano pun menyela perkataan pak wakil kepsek, "KEKERASAN ITU TIDAK BISA DI BENAR KAN DENGAN CARA APA PUN." itu adalah 'kata yang tepat' untuk di ajarkan sebagai guru. Tapi... saya merasa bersalah karena mengatakan itu. Merasa bersalah sampai tangan saya gemetaran. Gara-gara sekolah mmenelantarkan lingkungan hukum Rimba ini, mau tidak mau murid memilih kekerasan untuk melindungi diri."

"Apa??!" menelantarkan!" isi pikiran pak wakil kepsek.

"Kau!! kau ke sini untuk mengajariku di depan inspektur?!" teriak pak wakil kepsek tak terima dengan pernyataan pak Adriano.

PFFFT~~~~ Hahahaha...?!

Pak inspektur malah tertawa melihat semuanya yang terjadi, "Anda kalah telak nih, Pak wakil kepala sekolah hahaha!!"

"Pak... Inspektur?!"

"Baru kali ini saya melihat ada guru wali kelas pengganti, sementara baru dua hari sudah bisa bicara seperti ini. Anda tidak berubah ya Adriano R.G. seperti yang di duga, sangat berbeda... kandidat atas yang lulus sertifikasi guru... "

Adriano terperanjat melongo mendengar penjelasan pak inspektur tentang dirinya, ''Ahh kenapa dia tahu ya, padahal aku sudah tak mengambilnya." isi hati Adriano.

"Kandidat atas yang lulus sertifikasi." gumam pak wakil kepsek yang kaget tak percaya.

"Kakak memang pintar dan cerdas, tidak heran sih, menjadi lulusan kandidat atas sertifikasi guru" suara hati Yovandra.

Inspektur pun pergi meninggalkan ruangan begitu saja, usai menjelaskan siapa pak Adriano. Tidak sepenuhnya di jelaskan juga.

******

Di dalam mobil inspektur dinas pendidikan.

"Oh... lama juga ya. Ayah... "

Sret... sret... sret....

"Aku udah cemas kalau waktunya kurang."

Sret... sret... Di sret...

"Ternyata percuma ya aku khawatir." ucap Rehan anak dari inspektur dinas pendidikan, sambil membersihkan darah di tangannya.

Kelas 1-8. Jurusan teknik automotif. Rehan Wijaya, 16 tahun.

"Iya mengulur waktunya jadi sedikit lebih lama." jawab Roby sambil melirik Rehan anaknya."Apa tidak terlalu mencolok?"

mendengar pertanyaan dari ayahnya Rehan menghentikan tindakannya yang mengelap darah di tangannya

sambil tersenyum Rehan menjawab, "Aku cuma menyampaikan semacam pesan. Untuk sekolah yang hanya tunduk pada LOGIKA KEKUASAAN dan LALAI DALAM TUGASNYA. tempat ini bakal jadi lautan darah! bukannya sekolah yang harus bertanggung jawab atas murid yang melakukan tindakan buruk?"

"Benar." jawab Roby tegas.

"Lalu sekolah ini... harus bertanggung jawab dengan penuturannya sendiri."

💜💜💜💜💜

1
👻💀
Gue kira Yovan mati, eh taunya selamat, pantas jasad yang tidak ditemukan🗿.
👻💀: wkwkw kapan on GC Tha, kangen
total 2 replies
Fitri Nur Hidayati
lanjut kak. bagaimana dengan yovandra, penasaran aku
Agatha cute📴: Asiap🤗
total 1 replies
Amel
Kasihan kalo gk lulus Thor 🤣
Amel
aq tunggu bab selanjutnya kisah Yovan dan rehan ya Thor
😎BanXJeki🤠
kocak
😎BanXJeki🤠
kocak 😂 tetap semangat Thot 🌹🤗
😎BanXJeki🤠
jadi 8ngin rempeyek undang 🤤

Joss 🌹🤗 Thor
😎BanXJeki🤠
Stop! mana muang mu?!" bisanya dialog itu, tapi di sini keren "Stop! tolong nikahin saya!" Mauuu yok cus ke KUA 🤭😆🌹

Joss kamu Thor Agatha 🌹😊
🔵Ney Maniez
aku mampir
Agatha cute📴
iya makasih kak 😘😍🎉
zero_esper
ayo semangat kak author 🥰
❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⧗⃟ᷢʷ☘ᴰᶦᵃⁿᵃ𝓡𝓳.
agak lain, dimana mana ada udang di balik pasir lah ini ada udang di balik rempeyek/Shy/
☜︎︎︎ᶠᵘᶜᵏ✓ᵉʳ
bagus
Anita Jenius
Mantap ceritanya.
2 /Rose/buatmu. semangat ya.
Anita Jenius
5 like + 1 /Rose/cantik buatmu.
mari kita saling mendukung kak. thanks.
piyo lika pelicia
semangat kak ☺️
piyo lika pelicia
woh gadis yang mandiri ☺️
piyo lika pelicia
ganteng nye 😦
sani yuliyani
semangat kak/Determined/
Anita Jenius
5 like + 1 /Rose/ mendarat buatmu thor.
Agatha cute📴: Terimakasih kak😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!