Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Sandiwara
Flora dan Dewi sudah menunggu didepan kantor ketika masing masing suami mereka sudah terlihat datang menjemput.
" Katakan alasanmu yang sebenarnya, atau ralat perkataanmu yang belum menginginkan anak, agar suamimu tidak marah lagi, kalau perlu ...kau terkam saja dia langsung, begitu kalian berada di dalam kamar " bisik Dewi geli sebelum keduanya melangkahkan kakinya menuju mobil suami mereka sendiri.
" Memangnya aku singa, kau suruh menerkam " Flora sedikit mengeraskan suaranya.
" Bukan singa, Flo, sesekali jadi harimau jangan jadi kucing terus " kekeh Dewi sebelum masuk kedalam mobil.
" Masih kurang puas seharian bersama dikantor ? apa perlu kita mengikuti mobil mereka dari belakang ? "sarkas Lukas pada Dewi yang sedikit tidak nyaman melihat kedua wanita itu berteriak teriak seperti Tarzan yang kehilangan hutan.
" Jangan marah, ntar cepat tua lho ! " ujar Dewi mencubit pelan paha suaminya.
" Jangan menggodaku, Wi ? " sembur Lukas .
Dewi berdecih
" Sensi amat, Bang ? " Dewi semakin meraba bagian dalam paha suaminya.
Lukas melotot, Dewi terkekeh.
Tetap fokus dengan kemudinya, Lukas berpikir seperti apa istrinya ini sebenarnya ? dari gerak geriknya yang berani dan tanpa malu, apakah dia
tipe perempuan yang panas ? atau hanya berani karena Lukas sedang tidak bisa bertindak lebih ? keingin tahuan Lukas pada istrinya membuatnya menjadi tidak sabar menunggu saat itu tiba.
Didalam mobil Ginta.
Ginta tetap pada diamnya, entah karena sudah terbiasa atau tidak tahu harus memulai berkata apa untuk memecah kesunyian diantara keduanya
" Kak, aku minta maaf ! maksud aku..."
" Flo, jika kau tidak mau merawat seorang anak yang aku, Kakek dan Nenekku inginkan, biar kami yang mengurusnya, mau kan kamu hanya sekedar mengandungnya saja, aku tidak meminta lebih "
" Aku kasihan pada Kakek dan Nenek, mereka sudah tua, mereka sangat menginginkan cicit dariku " ucap Ginta tanpa melihat kearah Flora.
Flora melongo tidak dapat berkata kata, keburu suaminya sudah mengeluarkan kata kata yang membuat Flora merasa bersalah sekaligus terluka ,akhirnya hanya bisa menangis.
Ginta hanya membiarkan Flora yang terus menangis beberapa menit.
" Flo, aku tahu jika ketika perempuan menangis jangan disuruh diam karena pasti tangismu bertambah kencang, aku juga tidak bisa membujukmu agar menghentikan tangismu, yang bisa aku lakukan cuma menyediakan telingaku buat mendengar nyanyian kesedihanmu yang sedikit membuat telingaku berdenging, dan membiarkan bahuku buatmu bersandar, tetapi jika kau lakukan itu ....pasti pinggangmu akan terasa pegal karena tidak nyaman " ujar Ginta panjang lebar.
" Kak, kau sebenarnya menghiburku atau membuat aku jengkel karena perkataanmu sungguh menyebalkan " sungut Flora cemberut.
Ginta menolehkan wajahnya menatap Flora sekilas, bibirnya berkedut menahan senyum. ia sengaja berkata sedikit menusuk kepada Flora agar istrinya sedikit berpikiran dewasa, karena pemikiran Flora terkadang kekanakan.
" Jadi cara membujukmu agar diam salah ? oke ...aku pikirkan caranya dulu..."
" Tapi sepertinya tidak perlu, kau sudah tidak menangis lagi " Ginta sedikit mencibirkan bibirnya kearah Flora.
" Kak, kau tidak ingin tahu kenapa aku ingin menunda kita mempunyai anak ? " Flora menatap kearah suaminya
" Tidak " jawab Ginta datar.
" Kenapa ? "
" Untuk apa ? aku ingin bertanya tadi malam, tapi kau menolakku " sembur Ginta acuh.
Akhirnya Flora hanya bisa diam, biarlah suaminya ngambek dulu, nanti kan baik sendiri , itu yang dipikirkan Flora.
Dan sangat berbeda dengan pemikiran Ginta, ia sengaja membuat suasana bertambah panas agar istrinya menjadi merasa bersalah, lalu dengan keikhlasan hati, istrinya tidak akan menunda untuk hamil.
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞