terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 5
ballroom di sebuah hotel mewah milik Sigama group tampak ramai dengan banyak orang yang berpakaian formal dan elegan saling berjabat tangan, mereka adalah kerabat dan kolega dari sang mempelai pria. walau kakek mengatakan hanya orang terdekat yang datang tapi ternyata hampir penuh ruangan Megah tersebut, walaupun tidak ada media yang menyorot karena permintaan mempelai pria yang memang tidak ingin wanitanya merasa terganggu dalam menjalani aktifitasnya, dan itu juga permintaan sang mempelai wanita yang memang masih merasa tidak pantas bersanding dengan suaminya yang terlalu sempurna untuknya.
Di ujung ruangan tampak sepasang suami istri yang telah sah sedang menyalami tamu, dapat di lihat perpaduan yang sempurna antara laki laki tampan tinggi dengan setelan jas formal yang tampak pas di badannya membuatnya tampak menawan, dan sang mempelai perempuan yang tampak cantik dengan gaun panjang berwarna senada dengan senyum manis membuat kesan bahwa mereka pasangan yang saling mencintai.
Gama menggeser tubuhnya dan berbisik, " kalau kau lelah beristirahat lah, biar aku dan kakek yang menghadapi para tamu". karena sudah lama Bila berdiri dengan sepatu tingginya dan bergerak dengan gelisah karena memang tumitnya terasa sakit, dia memang tak terbiasa memakainya dan itu tak luput dari pandangan Gama. " aku tak apa tuan". Berusaha tetap berdiri sampai acara selesai, tapi Gama tampak tidak menyukai respon Bila yang menolak, dia menatap Bila. Dan Bila pun balas menatapnya hingga beberapa detik kemudian Bila sadar bahwa tatapan Gama sangat menakutkan kan. Gama melihat Seth dan dia mengangguk mengerti, mendekat ke Gama " bawa wanita pembangkang ini ke ruangan khusus, dan pastikan dia tidak keluar". Seth menggeser tubuhnya dan membungkuk sopan pada nona barunya. "mari nona saya antar ke ruangan anda". Bila langsung mengikuti arahan Seth, karena jika dia tak mau maka Gama akan murka. Walaupun dia belum benar benar melihat saat Gama marah, karena setiap tatapan dan perilakunya yang kaku dan dingin sudah sangat menakutkan bagi Bila.
Setelah sampai di ruangannya, Bila terlihat kagum dengan desain mewah dan terlalu luas untuk hanya sebuah ruang tunggu. " duduklah nona, saya akan memanggil pelayan untuk membantu nona". Seth memastikan nonanya duduk dan segera berlalu pergi.
Bila melepas sepatunya dan sesekali memijat kakinya yang pegal, padahal sepatunya telah di desain khusus untuk kenyamanannya namun karena memang Bila tidak terbiasa seperti itu jadinya, dia memang sudah menahan untuk tetap berdiri profesional di samping Gama, walaupun sudah sejak pagi dia tak beristirahat dengan benar karena banyaknya rangkaian acara.
seorang pelayan memasuki ruangan Bila dengan nampan berisi air dingin dan buah untuk cemilannya meletakkan dengan hati hati di meja. Dia menuangkan minuman dingin dalam gelas kristal menyerahkan pada Bila. " ohh maaf aku bisa sendiri". Dia merasa tidak enak, sambil meraih gelasnya. " ini sudah tugas saya nona, jika nona sudah merasa lebih baik, saya akan membantu nona untuk melepas gaun dan siap siap untuk pulang ke mansion tuan Gama." Bila meletakkan gelas, "aku bisa sendiri kak". Bila memasuki ruang ganti dan sang pelayan menunggu di luar. Dia mengetuk karena sudah lama Bila belum juga keluar, pelayan mengetuk pintu pelan. " nona jika ada yang bisa saya bantu, saya akan masuk". Dengan gelisah menunggu Bila " jangan masuk! Aku akan keluar sebentar lagi". Setelah dia mandi, Bila memang tampak bingung dengan banyaknya pakaian yang tergantung rapi tampak baru, dengan cepat dia meraih sebuah rok selutut berwarna krem dan Segera memakainya. Bila keluar ruangan " mari nona saya antar anda kedepan, mobil anda telah menunggu". Bila mengikuti, " maaf kak, apa tuan Gama sudah di mobil?". " tidak nona, tuan masih berbincang dengan para tamu, beliau menyuruh saya untuk mengantar anda ke mansion lebih dulu". Bila tampak lega, karena memang dia membutuhkan waktu untuk sendiri.