“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
※kantor
Vivi baru saja sampai di kantor , dia mengenakan sal untuk menutupi ** yang ada di lehernya , tadi sebelum berangkat kerja dia sudah menutupi dengan foundation namun hasilnya tidak sesuai ,
“ kenapa kau pakek sal , apa kamu gak enak badan” tanya anisa polos
“ iya aku sedikit tidak enak badan” ucap vivi kemudian duduk di tempat kerjanya
“ aku denger dari ketua tim kamu keluar dari tim” tanya anisa yang baru saja dapat informasi
“ iya” sahutnya , sambil menata kertas yang sudah menumpuk di hadapannya.
“Untung lah” ucap anisa , karena setelah ini timnya harus melkukan pertemuan untuk kesuakalinya dengan perusahaan A
“ kenapa?” tanya vivi kemudian menoleh kearah temannya
“ setelah ini akan ada pertemuan lagi” ucap anisa , “ ya sudah aku keruang rapat dulu” pamitnya , kemudian beranjak pergi membawa dokumen di tangannya
Vivi kembali mengerjakan tugas yang ada di mejanya , waktu terus berputar sampai jam makan siang ,
※ kantin
vivi sudah memesan makananya , namun dia belum sempat menyentuh makanan itu karena suaminya itu terus menerus memintanya untuk makan siang bersamanya memelaui chat
[ balokan es
kalau kamu maj makan siang denganku datang ke kantin aku tidak mau membuang buang makananku] bunyi pesan yang dikirkm vivi , kemidian dia menyalakan mode pesawat agar tidak diganggu
“ dasar keburu dinginkan jadinya” ucap vivi ketika mau memakan rawon , kemudian dia membuang lemak yang sudah hampir membeku , setelah itu dia menyantap makanan itu , dia kesal pada suaminya karena telah membuat makannya jadi dingin.
“ laper aku” ucap anisa sambil menaruh sepiring pecel ayam dimeja dekat vivi “ bisa bisanya rapat lama banget, kayak orang upacara saja” seru anisa kemudian menyantap makanannya.
“astaga sudah berapa tahun kau tak makan” ucap vivi melihay cara makan anisa yang tidak seperti biasa , biasanya temanya iyu akan makan sepelan mungkin tidak seperti dirinya
“ku rasa aku ketularan kamu , kalau makan seperti kilat”sahut anisa ,
“ boleh gabung” tanya eric yang langsunh duduk di kursi kosong didepan vivi , sebenarnya eric tidak berencaan makan siang di kantin perusahaan A H group hanya saja timnya ditawari untuk makan siang disini oleh ketua tim perwakilan dari AH group , mereka menyetujui berhubung jam makan siang sudah mau habis.
Kedua sahabat itu menelan ludah bersamaan “ iya”jawab anisa , sedangkan vivi cuek bebek menanggapi eric ,anisa mulai kembali menyantap makanannya , begitu pun dengan eric, sedangkan vivi mengaduk aduk isi mangkoknya ,
“ apa kau keluar dari tim gara gara aku” tanya eric memecah keheningan diantara mereka bertiga
“tidak perlu merasa tak enak hati , tidak ada hunbunganya dengan mu , bos ku meminta ku untuk mengerjakan proyek lain” ucap vivi
“kau tahu kan bos ku itu orang yang seperti apa , dia akan membolak balikkan isi kantor jika dia mau” imbuh anisa , kemudian meminum es tea.
“ hebat ya bos kamu”ucap dicky datar , dia cemburu saat melihat istrinya makan siang dengan mantannya eh masih di tambahin omongan gak enak yang keluar dari mulut pegawainya
Vivi dan anisa langsung menoleh ke sumber suara “ mampus deh gue”gumam anisa dalam hati “maksud saya bukan seperti itu pak , anda akan menepatkan seseorang sesuai dengan kemampuannya , salah satunya dengan memindahkan teman saya yang satu ini ke tim lain”ucap anisa dengan seulas senyum dibibirnya “bukan begitu vi” sambil menyenggol lengan vivi.
“iya tentu saja benar” ucap vivi dengan memasang senyum manis “sertinya yang diincar bukan anisa” gumamnya dalam hati , setelah menatap mata suaminya
“ siapa dia?”tanya dicky mengalihkan pandang pada eric ,
“ saya eric salah satu perwakilan dari perusahaan A , karena jam makan siang hampir habis saya menerima saran dari pak agus ( ketua tim perwakilan perusahaan AH) untuk makan disini”ucap eric panjang lebar , setelah dia menyalami Dicky
“oh , lanjutkan kalau begitu jangan sungkan ”ucap dicky “aku kesini untuk mengajak vivi pergi mitting apa kau sudah siap”tanya dicky , menatap lekat wajah istrinya seakan mengartikan dia tidak ingin mendengar bantahan
Vivi melongo seketika mendengar ucapan suaminya, namun dia tahu tatapan mata suaminya mengartikan jika orang itu tidak ingin ditolak “aku baru saja mau menemui anda”ucap vivi ke mudian berdiri “aku duluan ya”pamitnya kemudian mengekori suaminya dari belakang , banyak mata yang melihat ke arah mereka , namun vivi cuek cuek aja dengan tatapan memangsa para fans suaminya yang ingin menerkamnya.
※ parkiran
“ mau kemana?” tanya vivi , bingung bukankah suaminya hanya ingin membawa dia pergi dari hadapan mantannya.
“ kita pulang”ucap dicky datar kemudian masuk kedalam mobil “kenapa belum masuk”imbuh dicky mendapati istrinya masih diluar mobil
“ bagai mana denhmgan pekerjaanku masih belum selesai?”ucap vivi
“ biar Dimas berikan pada orang lain , cepet masuk” perintah dicky
Vivi duduk di kursi samping suaminya “ aku lapar!” ucap vivi sambil manyun
“kita cari makan dulu diluar” ucap dicky perasaannya mulai membaik mendengar ucapan istrinya, kemudian dia melajukan mobilnya keluar dari area kantor ,
**Terima kasih untuk para pembaca yang selalu mendukung dan membaca karya saya \, saya tidak bisa up 2 eps setiah hari seperti yang kalian minta karena saya juga sibuk dengan pekerjaan saya \, mohon pengertiannya **