"Menikahlah dengan putraku. Maka aku akan menolongmu!"
Apa! Menikah untuk mendapatkan bantuan.
Ini gila. Menikah dengan orang asing.
Adira terpaku, ia tidak tahu siapa yang akan menikah dengannya?
Adira datang ke sebuah alamat sakti yang konon di percaya bisa menyelesaikan masalah yang membelitnya, Adira pun mencoba mencurahkan kesahnya namun, sial. Tidak ada yang gratis di dunia ini.
“Ingat hanya aku yang bisa menolongmu! Tapi dengan syarat menikah dengan putraku.”
Menikah dengan putra yang membantunya.
Ini gila. Syarat apa itu Adira tidak mengenalnya!
“Bagaimana jika lelaki perjaka tua bau tanah.”
“Atau duda anak 6.”
“Lelaki lumpuh terkena strooke.”
Adira meringis ngeri membayangkan ciri calon suami yang di gambarkan oleh adiknya.
“Kenapa aku mengiyakan.” Sesal Adira.
Apa benar lelaki itu sama dengan bayangan pikiran Adira. Bagaimana rupa suami Adira?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan
Di kantor Elgi duduk di kursi kerja, membaca laporan yang di bawah oleh Karin sang sekertaris.
“Satu jam lagi akan ada meeting dengan klien,” ucap Karin berdiri di samping Elgi menatap lelaki itu lekat dengan mengukir senyum.
“Baiklah. Siapkan semuanya,” balas Elgi tanpa mengalihkan netranya dari laporan. “Dan aku minta batalkan jadwal malamku,” tambah Elgi.
“Tapi ....”
“Aku ingin pulang awal malam ini,” tekan Elgi. Ada sesuatu yang akan dia pastikan di rumah.
“Baiklah,” balas Karin tak ada kata yang terucap darinya.
Elgi duduk termenung sejenak, kembali otaknya berpikir keras, namun bukan tentang pekerjaan. Sudah tiga pagi Elgi terus mendapati ruang makan kosong tidak ada bayangan seorang pun. Apa benar perempuan itu menghindarinya? Sejak tadi pertanyaan itu berputar. Ah kenapa dia jadi resah. Bukankah ini maunya.
Suara ketukan di pintu membuat lamunan Elgi terhenti dengan cepat mengarahkan perhatian ke pintu. Elgi menarik napas berat saat yang masuk ke dalam ruangannya lagi-lagi bukan seperti yang ia harapkan. Seorang lelaki yang memiliki jabatan manager keuangan. Elgi melipat laporannya.
“Keluarlah, siapkan semuanya,” ucap Elgi pada Karin.
Perempuan itu pun keluar meninggalkan ruangan. Sedangkan Elgi bangun dari duduknya menghampiri lelaki yang kini duduk di sofa.
“Sejak dulu kau sangat dekat dengannya. Apa kau punya perasaan lain dengannya?” ucap Raga sembari melihat jejak kepergian Karin.
“Perasaan lain. Apa maksudmu?” ucap Elgi melipat tangan di dada.
“Ya, Perasaan lain. Kau suka pada Karin. Kau mencintainya!” terang Raga. Selama ini dia memperhatikan interaksi ke duanya.
Elgi mendengus, menatap malas pada Raga.
“Itu tidak mungkin!” jawab Elgi santai.
Raga mengerutkan keningnya kemudian tubuhnya semakin condong ke arah Elgi.
“Benarkah. Kau yakin, kau tidak pernah merasa jantungmu berdetak kencang jika berdekatan dengannya. Kau tidak pernah terus memikirkannya? Kau tidak merasakan perasaan tak karuan jika berdekatan dengannya? Itu tanda kau jatuh cinta padanya,” jelas Raga memastikan jika perasaan Elgi tak keliru.
Elgi menghela napas jengah mendengar ocehan Raga.
“Kau ini. Sejak dulu aku hanya menganggapnya sebagai adik!” tekan sinis si kulkas nugget ini. Dia mana bisa di desak seperti ini yang ada tanduknya akan keluar.
“Tapi aku rasa dia tidak menganggapmu kakak,” ucap Raga dengan nada mengalun. “Kau benar-benar tidak peka. Dari tatapannya dia suka padamu,” papar Raga.
Sorot mata Elgi berubah tajam menatap Raga terlihat sekali jika dia tak suka.
“Kau tahu hubunganku dengannya kan!” balas Elgi menatap sinis ke arah Raga.
“Ya. Tapi, Kau terlalu terikat dengannya hanya karena membalas kejadian tiga belas tahun yang lalu. Dan itu tidak baik untukmu, sepertinya dia salah mengartikan perbuatanmu. Saranku jangan terlalu dekat dengannya. Jangan sampai ini menjadi masalah untukmu kelak dan kau akan terus tidak berdaya menghadapinya,” jelas Raga.
Elgi tergelak, memutar bola mata malas mendengar spekulasi Raga. Tentang Karin menyukainya. Akan tetapi Apa-pun perasaan Karin dia tidak peduli. Selama ini dia hanya mencoba membalas kejadian yang lalu.
Elgi tidak tertarik membahas perasaan orang lain. Kini dia hanya memikirkan perasaannya. Ah sial. Tapi! Tunggu dulu ... Bagaimana tadi? Elgi tersentak, Ia merasakan perasaan itu. Kenapa ciri jatuh cinta yang di jelaskan Raga pada Karin. malah terasa tertuju pada perempuan lain. Ah kenapa bayangan perempuan itu terus menari-nari di kepalanya. Apa perasaan jatuh cintanya tertuju pada si tuyul kecil itu? Elgi bergidik. Oh astaga semoga saja tidak harap Elgi.
Like
Coment
Segini dulu ya. Ntar malam di lanjut, panas banget kaya simulasi neraka ... Sya mau cari yang seger-seger dulu ....
Oh iya. Yang mau comentnya di balas, coment di setiap cuap-cuap Sya. Nanti Sya balas. Tanya tentang cerita, silahkan. Yang mau aja ya. Asal jangan tanya Sya ada seratus, ntar akhir bulan di bayar. Jawabanya ngak ya! karena biasanya janjinya akhir bulan, hilangnya sampai akhir hayat.
semangat semangat...🥰🥰🥰
Di lanjut lagi donk novel nya
Novelnya bagus loh Kak Sya
Semoga Komen ku di respon kak Sya😊
Tolong dilanjutkan kak ceritanya
padahal ceritanya bagus loh