NovelToon NovelToon
Dicintai Serigala Bunian

Dicintai Serigala Bunian

Status: sedang berlangsung
Genre:Manusia Serigala / Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Ibu Mertua Kejam / Cinta Terlarang / Romansa Fantasi
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shery Fiana

Arunika Swasti mendapat pedihnya penghianatan dari suaminya, yang selingkuh tepat di depan matanya dengan sahabatnya sendiri. Tak hanya itu, ia kehilangan buah hati yang sedang bertumbuh di dalam rahimnya akibat tekanan batin yang ia rasakan.

Rasa serakah membawa Aswini, ibu mertua Runi, dan juga Widuri, kekasih gelap Raka, untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap Runi di puncak bukit Xanthi. Namun takdir membawa Runi kepada sesosok makhluk misterius yang melindungi jiwanya.

Siapakah sosok itu?
Bagaimana akhir goresan takdir Tuhan atas Runi?
Berlabuh kepada siapakah hatinya nanti?
Apakah takdir sanggup melabuhkan dua hati yang terpisah dalam dua dunia?

Yuk ikuti kelanjutan kisah Runi dan Candra di sini!
Cekidot ❤❤❤❤

***

Haai, ini karya pertama Shery Fiana.
tolong berikan vote atau dukungan lainnya untuk karya pertama saya di Noveltoon, ya! Love you all ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shery Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Hancur

Dunia Runi terasa gelap. Darahnya terasa mendidih. Ia ingin segera mengamuk untuk membubarkan tingkah asusila dua makhluk sampah di hadapannya, namun entah mengapa rasanya seluruh kekuatan lenyap sudah dari tubuhnya. Persendian terasa begitu lunglai, seluruh tulang serasa lepas dari tempatnya.

Tubuh Runi gemetar. Keringan dingin membanjir di sekujur tubuhnya, membuatnya merasa begitu lemas. Sungguh, ingin ia maju untuk merusak momen menjijikkan dua insan yang ada di balik tirai itu. Saling berc umbu dan bergelut seperti dua ekor bekicot yang saling menempel dan memelintir satu sama lain. Sungguh, betapa menjijikkan!

Runi ingin meringsek maju. Ingin ia cakar wajah cantik namun menyebalkan gadis jah4nam itu. Ingin ia jambak kuat-kuat rambut panjang kecoklatan Widuri, gadis yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya. Ingin ia tarik sekuat tenaga dan dilemparnya kuat-kuat ke dinding ruangan itu. Namun, Runi sungguh tak berdaya. Tubuhnya terasa begitu lemas!

Dan Raka? Sungguh. Ingin Runi kumpulkan seluruh kekuatan di telapak tangannya, lalu ia tamparkan kuat-kuat di wajah suami bejatnya itu. Bahkan kini Runi sedang mengandung buah hati mereka tercinta, yang sudah mereka tunggu selama satu tahun lamanya. Lalu kini, apa yang terjadi? Ayah dari buah hati tercinta yang sudah mereka tunggu-tunggu ini, telah berkhianat dengan begitu gil4nya dengan sahabat istrinya sendiri! Di mana otak lelaki si4lan itu?

Saking terkejutnya, Runi merasa perutnya berkedut nyeri. Seolah-olah, jabang bayi mereka yang tak tahu apa-apa itu melakukan protes begitu merasa jika sang ayah telah mengkhianati ia dan ibunya. Ia yang begitu polos, suci dan tak berdosa itu kini harus menjadi saksi bisu betapa bejat ayah kandungnya dan tega memadu kasih dengan wanita lain!

Namun, Runi yang tengah banjir air mata itu tak ingin terlihat begitu rapuh di hadapan mereka. Ia menghela nafasnya panjang. Dan meski terasa berat dan sesak, namun ia hembuskan secara perlahan melalui mulutnya.

Runi tahu betapa rapuh dirinya saat ini. Ia tahu, jika ia meringsek maju, nantinya hanya akan menangis seperti orang gila dan berakibat mempermalukan dirinya sendiri. Ia hanya mengambil ponsel yang ia bawa dalam genggamannya, lalu ia abadikan pose menjijikkan dua makhluk di hadapannya itu yang kini sudah tak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka. Entah akan ia gunakan untuk apa gambar yang ia abadikan itu nantinya, yang jelas kini ia memilih saja untuk segera pergi dari sana.

Ya, ia butuh ketenangan! Ia tak mau berteriak seperti orang gila di saat kini ia memang betul-betul gila!

"Nggak jadi ketemu Non Duri, Neng?" tanya penjaga rumah itu kepada Runi yang melangkah limbung menuju motornya.

Runi menggeleng. Tadi ia sempat menangis, namun kini ia berhadapan dengan orang asing. Ia tidak mau terlihat rapuh dan terluka. air matanya sudah ia hapus dengan punggung tangannya.

"Iya, Pak. Saya baru ingat kalau saya belum beli gas. Takutnya kehabisan, nanti malam takutnya nggak bisa masak," jawab Runi spontan sesuai jawaban yang terlintas di benaknya.

"Owalah. Ya sudah kalau gitu. Hati-hati Neng, pulangnya."

"Iya, makasih banyak, Pak," sahut Runi pelan.

Kini ia sudah sampai di motornya yang terparkir di samping pos penjaga. Ia duduk sebentar di atas jok motor untuk menetralkan rasa gusar, gelisah, sekaligus kecewa yang tiba-tiba menyeruak membuncah dalam dadanya.

"Ada masalah apa, Neng?" Penjaga itu bertanya khawatir. Pak penjaga itu melihat sedikit keanehan di wajah Runi yang terlihat merah dan sembab.

"Eh, enggak ada apa-apa, Pak." Runi menjawab gugup lalu segera menyunggging sebuah cengiran lebar di wajahnya. Namun meski ia berusaha tersenyum, tetap saja wajah sedih itu terlihat jelas. Ia berpesan pada pak penjaga, "Pak, nitip jahitan buat Tika, ya? Ada di ruang tamu. Saya nggak sempat ketemu sama Tika tadi."

"Siap, Neng! Mau pulang sekarang?"

"Iya, Pak." Runi menyalakan mesin motornya. meski sebetulnya tubuhnya masih merasa gemetar, namun rasanya tetap bertahan di sini justru akan membuatnya semakin terluka lebuh dalam lagi. Ia lebih memilih menjauh secepat mungkin dari dua manusia sampah yang telah mengkhianatinya itu. Dan dengan suara yang masih gemetar, Runi berpamitan. "Mari, Pak. Saya pulang dulu."

"Mari, Neng. Hati-hati pulangnya!"

***

ISTANA CENDANA (Flashback satu hari yang lalu)

Candra telah menyelesaikan hukuman yang ia jalani atas perintah Raja Suryapati, ayahnya sendiri. Ia telah membersihkan satu demi satu paviliun halaman istana yang ayahnya minta, dan tentu saja ia tak berani sedikitpun menggunakan kekuatannya.

Candra hampir nekat untuk menjajal sedikit kekuatannya tadinya. Ya, hanya dengan sedikit jentikan jemari, maka seluruh dedaunan kering dan beberapa ranting patah itu tentu akan menyingkir dengan sendirinya.

Namun tanpa disangka sama sekali, saat ia tengah mencoba mengangkat jari telunjuk kanannya, tiba-tiba Bayu yang sedari tadi mengawasinya di sudut taman seperti seorang mandor, berbisik pelan padanya. "Tuan!"

"Astaga!" Candra melonjak kaget karena suara Bayu. Meski terdengar begitu pelan, namun rupanya tepat berada di depan telinganya. "Sejak kapan kamu berdiri di belakangku? Ngagetin aja!"

"Sejak lima detik yang lalu, Tuan."

"Uhhh!" Candra merengut sebal. "Ngapain kamu dekat-dekat? Sana, duduk di pojokan! Daripada dekat-dekat, tapi nggak ada gunanya sama sekali!"

"Siapa bilang saya tidak berguna, Tuan? Saya ada di sini untuk mengawasi Anda. Saya takut Anda kenapa-kenapa sehingga saya harus selalu stand by di sini," jawab Bayu dengan wajah polosnya. Namun Candra tahu, Bayu sebetulnya tengah mengerjainya.

"Bilang saja kamu ingin menertawakanku yang sedang menjalani hukuman dari ayah. Betul, bukan?" sergah Candra dengan raut wajah luar biasa jengkel. "Bukannya membantu, kamu justru menggangguku!"

"Saya tidak mengganggu, Tuan. Saya hanya mengingatkan kepada Anda untuk berhati-hati," ucap Bayu dengan serius.

"Berhati-hati? Kenapa aku harus berhati-hati, Bayu?" tanya Candra tak mengerti.

"Apa Anda ingin Yang Mulia Raja Suryapati menyegel kekuatan Anda selama satu tahun penuh?" Bayu melemparkan pandangan tengil pada Tuannya. "Saya tahu Anda sedang ingin menyelesaikan hukuman dengan bantuan kekuatan Anda. Jadi, saya mencoba mengingatkan Anda tentang pesan dari Yang Mulia Raja. Saya tidak mau Anda harus kehilangan kekuatan Anda selama satu tahun penuh."

"Si4lan!" Candra yang mengira jika Bayu akan mengatakan hal serius, kini mengumpat kesal pada asistennya itu. "Kamu pergi aja deh, sono! Daripada di sini tapi nggak ada gunanya! Dasar mata-mata tukang ngadu!"

"Hahaha!" Bayu terbahak begitu keras sebelum akhirnya ia melangkah menjauhi Candra. Ia kembali duduk di sebuah kursi taman berbahan tembaga dengan ukiran unik yang terpasang di sudut taman, lalu kembali mengawasi tuan mudanya yang sedang menjalani hukuman. Ini adalah kesempatan langka. Kapan lagi kesempatan ini akan ia nikmati?

***

1
Ristiana Wang
anjingmu sedang terluka Runi,kasian dia😭😭
Reny Yunita
aaah good runi aq setuju ayo segera pergi dri kehidupan raka smoga mereka mendapat karmanya si widuri ga bisa hamil alias mandul syukurin aah bahgia nya klw si widuri mandul 🤪
Reny Yunita
setan emang si aswini udh lah runi mending pergi aja dri stu klw ga numpang tnggal sama bu bidan atun runi dri pda di stu tersiksa sma nenek shir dan genderuwo raka 😤
Reny Yunita
uuh mertua sinting bukan jagain menantu mlah kaya gtu bagus si runi klw w udh w tinggalin tu mertua sama ank sama aja kelakuannya bikin gemes 😤
Reny Yunita
uuh dsar metua ga ada akhlak uuh klw w di gtuin udh w tinggal pergi jdi ngemis amat sama lki modelan bgtu 😤 dan punya mertua apalgi yg gendeng runi runi kuat amat si lo gemes rasanya liat lo diam aja bukannya lngsung pergi ke mlah msak 😤🤦🏻‍♀️
mom's Vie'
aku suka dg pilihanmu, Runi.... lebih baik pergi saja drpd ada kejadian yg gk di inginkan terhadap bayimy dan dirimu , Run...
mom's Vie'
yg njalani rumah tangga siapa tho....?
kok Bu Aswini ikut campur aja... kalo gk mau mantu yg kucel... Yo dirawat sana Lo.... diajak ke salon , di ragati... jangan malah di hina.... kami mantu miskin, ya modalin laaaah.... jangan maunya yg siap saji aja....
mom's Vie'
dasar mertua gk ada akhlak.... nauzubillah.... nanti kalo aku jadi mertua,,,, gk mau kayak Mak Aswini.... dah dapat mantu yg baik, masih kurang terima aja.... dasar Mak nya Raka aja yg memang minus akhlak....
mom's Vie'
Raka keterlaluan banget tho.... dah tau kalo Runi sakit, belain lah buat beli makanan jadi ,,,jangan malah maksa buat masak....duuuh.... ngidam mu gk ada yg nuruti ,. Run.... sabar ya....
Icha Qazara Putri
Novel ini bagus cerita nya seru nggak ngebosenin bikin greget dan dingkol dengan tingkah mertua julid seperti Aswini ini. selebihnya it's okay good..
..
Penghianatan yang Raka lakukan membuat Runi sangat terluka, di tambah perlakuan sang mertua yang super duper nyebelin. Tapi Runi dengan sabar tidak memberontak dia selalu memperlakukan sang suami dan mertua dengan sangat baik.
..
Ntah lah sampai kapan Runi akan dapatkan kebahagiaan rasanya hidup Runi sengsara mulu. mana orang tua udah nggak ada sudah tidak punya penopang hidup. ada suami juga tidak bisa di andalkan. kerjaan nya selingkuh terus.
...
Candra segera selesai kan masa hukuman mu dari ayah mu itu supaya kamu dapat menampakan diri lagi pada Runi dan menghibur nya segera, saat ini Runi sedang butuh kamu bange Chandra.
Icha Qazara Putri
Raka Please deh tegas sama orang tua mu itu, ingat! kamu itu suami yang harus membela istri jika istri kamu terzolimi, bukan nya diam bae.
mom's Vie'
owalah..... datang² cuman untk ngomel² tho, buk....mau minta ganti rugi ke Runi, Krn dah kasih makan anakmu selama 2 Minggu....?
💝💝 Hujan 🌧🌧
apa mungkin raka berubah setelah tahu runi hamil anak dia
Icha Qazara Putri
Astaghfirullah mertua macam apa yang begini kok nggak ngerti banget kalau Runi sedang sakit. itu juga si Raka bukan nya bantuin belain Runi malah diem bae.
mom's Vie'
siapa yg masakin anakmu , bu Aswini.....?
malah anakmu yg seribg pindah makan ....
enak aja ngatain Runi....
sebenernya... tujuan ke rumah Raka pagi² mau ngapain....?
mau numpang makan..???
Icha Qazara Putri
Heh ibu mertua yang budiman jangan sekate-kate ya ngemeng seperti itu bikin kesel aja sih.
mom's Vie'
yiiihaaaa...... tidur sendiri , Raka.... gk ditemani Widuri, apalagi di peluk Runi..... daaaah .... ngobrol ma cicak aja sana ya.... 🤣🤣🤣
Icha Qazara Putri
Mertua durjanam tuh masa menjelek-jelekan menantu begitu sih.
Icha Qazara Putri
Bagus Runi ketegasan kamu semoga menyadarkan Raka dari kebodohan nya.
mom's Vie'
bagus Runi.... kamu tegas sama Raka... jangan kasih kesempatan buat kembali bersama kamu, Run.... Krn sekali berselingkuh, pasti akan di ulang lagi....penyakit itu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!