NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Li Zie menatap sisa abu dupa ungu di bawah bantal dengan sorot mata yang bisa membekukan api.

 "Dupa Napas Iblis... penghancur meridian yang paling licik," desisnya. Ia menoleh ke arah Yan yang masih terpaku. Dan berkata dengan tegas, "Pengawal, jika kau ingin tahu siapa pengkhianatnya, jangan cari orang luar. Cari orang yang tahu kapan tepatnya teh penghangat ini harus diberikan setelah aku pergi!"

Yan tertegun, rahangnya mengeras, dan berkata, "Maksud Anda... orang dalam?"

"Nanti saja urusan pelakunya. Sekarang, bantu aku membalikkan tubuhnya!" Li Zie kembali ke mode dokter agresif. Ia menarik paksa selimut yang membeku. Sang Pangeran tampak seperti patung porselen yang retak, kulitnya nampak transparan hingga pembuluh darahnya yang membeku terlihat jelas.

Li Zie menggunakan teknik Akupunktur empat Gerbang dengan modifikasi energi qi karate-nya. Ia menusukkan jarum ke titik Hegu di tangan dan Taichong di kaki untuk membuka sumbatan energi ekstrem.

Li Zie menoleh mencari pengawalnya yang ternyata menunggu di luar, bahkan jauh dari paviliun dengan tubuh menggigil, Li Zie mengela nafas ia tidak punya asisten saat ini.

Li Zie melirik Pengawal Yan, dan berkata dengan penuh wibawa dengan suara khas kakek tua, "Hey! Anak muda, karena asisten ku tidak dapat membantu ku, maka kau saja yang membantuku. "

Yan mengangguk patuh, dengan perintah Tabib Agung, padahal selama ini ia hanya patuh dengan Tuannya saja.

Li Zie melemparkan botol kecil berisi air spiritual dan serbuk bunga, dan langsung di tangkap oleh pengawal Yan dengan sempurna.

"Aduk kedua bahan itu dan berikan padaku, " perintah Li Zie dengan tegas, ia masih sibuk dengan jarum jarumnya.

 Li Zie tidak bisa menahan diri untuk kembali melirik wajah sang Pangeran yang sangat dekat dengan wajahnya. Bulu mata pria itu yang panjang kini perlahan mencair, meneteskan air seperti air mata.

" Sial, kenapa di ambang kematian pun dia masih terlihat seperti lukisan mahal?" batin Li Zie, jantungnya sedikit berkhianat.

Li Zie mengambil ramuan yang di sodorkan pengawal Yan, lalu meneteskan ke bibir pengeran.

Begitu ramuan spiritual menyentuh bibir sang Pangeran, sebuah guncangan hebat terjadi. Tubuh pria itu memancarkan uap hitam yang berbau busuk, sisa-sisa dupa beracun yang dipaksa keluar oleh jarum Li Zie.

Perlahan, mata sang Pangeran terbuka. Kali ini tidak ada kabut matanya sangat jernih dan tajam, langsung terkunci pada mata Li Zie yang sedang bersembunyi di balik riasan arang.

"Kau... lagi..." suara pria itu terdengar lebih dalam dan berwibawa meski lemah.

Li Zie segera menarik diri, kembali memasang tampang kakek tua yang galak. Dan berkata, "Ya, ini aku. Dan kali ini, kau berhutang seluruh gudang emasmu padaku karena seseorang baru saja mencoba memanggang jantungmu dengan es!"

Pangeran itu mencoba meraih tangan Li Zie, tapi Li Zie dengan cepat menghindar, dan berkata dengan galak persis seperti kakek tua, "Jangan sentuh! Energi racunmu masih bisa menular ke kulit orang biasa."

"Dan Yan..." Li Zie menoleh ke arah pintu, lalu berkata, "Bawa 'tabib senior' yang memberikan teh tadi ke hadapanku. Aku ingin melihat apakah wajahnya sepucat teh yang dia buat."

Yan tidak membuang waktu. Dengan instruksi Li Zie, ia segera menyeret masuk seorang tabib tua berpakaian sutra hijau, Tabib Senior Wang yang tadi memberikan teh. Pria tua itu gemetar hebat, wajahnya lebih putih dari pada salju di luar paviliun.

"Ampun, Yang Mulia! Ampun Kais-" Tabib Wang langsung bersujud, namun Yan menahan lehernya dengan ujung pedang yang dingin.

Li Zie melangkah maju, tongkat kayunya mengetuk lantai dengan bunyi thak! thak! yang mengintimidasi. Li Zie mendekati Tabib Wang, lalu dengan gerakan cepat, ia menggunakan Mata Dewa untuk memindai seluruh tubuh pria itu.

"Jangan mencari ampun pada manusia, carilah ampun pada malaikat maut yang hampir kau undang," suara Li Zie terdengar sangat berat dan berbahaya. Ia tiba-tiba merogoh paksa lipatan lengan baju Tabib Wang dan menarik sebuah bungkusan kecil berisi sisa bubuk dupa ungu.

"Apa ini? Bumbu masak?" tanya Li Zie sinis sambil melempar bungkusan itu ke lantai. dengan gaya khas kakek petapa yang angkuh dan tangguh.

Tabib Wang membelalakkan mata. "Itu... itu hanya obat penenang!"

Li Zie tertawa, suara tawa kakek-kakek yang dibuat-buat namun terdengar mengerikan, lalu berkata, "Obat penenang? Ini Dupa Napas Iblis. Jika dicampur dengan hawa dingin Racun Es, jantung korban akan pecah dalam waktu satu jam. Kau sengaja memicu kambuhnya racun ini setelah aku pergi agar semua orang mengira aku yang gagal mengobatinya, bukan?"

Li Zie melihat tabib istana yang akan menjebaknya, rasanya Li Zie ingin mencekiknya sekarang juga.

Hay! semua terimakasih hadiah dan komentarnya ya.

1
ilensya
aku ga sabar soalnya😄🙏
Fitria: Author baru up, kak. Kemarin lagi sibuk banget soalnya
total 1 replies
ilensya
mana ya lanjutan nya
ilensya
lanjut dong thor jangan lama2 up nya
ilensya
pencuri handal
ilensya
makan terus si li zie, epek bertahun-tahun cuma dikasi tajin encer🥲
ilensya
kapok lu
ilensya
rasakan kau
ilensya
💪💪💪
ilensya
ji yu 🤣
ilensya
haha gatau aja kamu,, dia sekarang juragan emas🤣
ilensya
jangan harap jubah itu kembali feng
Fitria: Makasih udah mampir, Kak.
total 1 replies
ilensya
🤣🤣🤣
ilensya
gahabis pikir aku sama si li zie
ilensya
haha mengerikan
ilensya
li zie hebat banget
ilensya
💪
ilensya
makin seru
ilensya
jadi orkay li zie
ilensya
💪💪💪
ilensya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!