Chris (27) atau akrab di panggil Black seorang pemuda multitalenta pastinya genius. Dengan kegeniusan memikat di turun dari Ayah dan Ibunya membuat ia begitu disegani. Hanya saja akibat kegeniusan itu dia sangat mahir mengatur strategi jitu.
Darah, sex, one night stand, alkohol, balapan liar, tawuran, perkelahian bahkan pembunuh dan perjudian makanan sehari-hari untuk Black. Bisa di bilang ia lebih nakal dan sangat sadis ketimbang Ayahnya dulu seorang Psychopath dan Mafia.
Hingga Black harus berurusan dengan Rose (15) si gadis kecil Sahabat Adiknya. Sial seribu sial ketika gadis itu telah menghancurkan martabatnya dengan memaksa bertunangan. Gelar pangeran selalu bisa menaklukkan semua wanita dewasa luruh sudah. Black harus menjalin hubungan terpaksa pada gadis kecil sialnya anak sahabat Ayahnya. Terlebih lagi gadis ini seumuran sang Adik bungsu.
Di saat kebenaran terungkap maka Rose mundur meninggalkan Black. Rasa cinta berubah benci serta penuh kekecewaan. Dari semua ini Rose sadar betapa menyesal telah jatuh hati pada Chris.
Dari sinilah Chris berjuang!
Bisakah Chris menemukan Rose?
Mampukah Black menerima maaf dari Rose?
Mampukah Black membawa Rose kembali kedalam hidupnya?
Akankah Rose memaafkan Black aka Chris?
........*******........
........💞💞.........
Copyright © Rose_Crystal_030199
21*06*20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BR - Coming of the Big Family!
Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini.
....***....
Sekumpulan pria berumur matang ada di rumah salah satu kerabat. Terlihat salah satu dari mereka menatap bengis saudara-saudaranya. Sedangkan yang lain tampak santai seolah tidak terjadi apa-apa.
Jika boleh jujur mereka melakukan ini juga demi kebaikan. Toh mereka juga sudah menjabarkan alasan menyerang Chris pada saudara paling tua. Mereka tidak mau anak pembunuh itu hidup dengan damai.
"Kalian tahu apa yang terjadi? Kenapa bertindak tanpa memberitahu? Demi Tuhan kalian tahu Mr. Woodrow itu sangat berbahaya dan selang beberapa saat pasti kematian mengintai kalian. Aku sudah katakan jangan ada lagi pertumpahan darah. Lalu kenapa kalian lakukan ini?"
"Kami melakukan ini demi balas dendam terhadap, Bryan. Kau harusnya sadar diri dan coba pikirkan baik-baik. Kakak dan Adikmu mati ditangan Bryan lalu apa salahnya kami balas semua itu? Biarkan Chris mati itu pun belum sepadan dengan kematian keluarga kita! Kami tidak peduli jika sampai Bryan bertindak yakinlah akan membantai keluarganya!"
"Aku sudah ikhlas menerima takdir dan soal kematian ini juga salah mereka. Kakak dan Adikku terobsesi membunuh Bryan karena salah paham. Namun, akibat itu semua mereka tidak mau membuka mata sedikit saja malah terjerumus. Aku tidak mau mengingat dosa yang diakibatkan mereka sendiri. Kakak dan Adikku menuntut balas atas kematian ke-dua orangtuaku. Namun, disini ke-dua orangtuaku yang salah bahkan menjelma bagai iblis. Sedangkan Kakak dan Adikku enggan mengakui kesalahan sampai kematian menjemput. Tolong lupakan dendam hapus keinginan kalian membunuh Chris atau aku sendiri akan membunuh kalian!"
"...."
Pria itu bergegas pergi usai mengatakan itu semua. Dia keluar rumah dengan perasaan campur aduk. Sesampainya di luar ia langsung menuju mobilnya dan memutuskan pulang. Pria ini mengingat segala yang terjadi 25 tahun silam.
Masih terbayang seorang Bryan meminta maaf di depannya lalu menjabarkan semua. Alasan paling menyakitkan atas meninggalnya kedua orangtuanya. Lalu akibat salah paham itu Adik Kakaknya menuntut balas dan berakhir kematian.
Pilu menghunus dada jika teringat itu semua. Maka keputusan pria itu adalah meninggalkan Eropa dan Amerika kemudian menetap di Australia. Dia tidak mau ingat seberapa kejam atau bisa di bilang iblis keluarganya. Mereka pantas mati sedangkan Bryan melakukan itu demi melindungi serta mempertahankan diri.
"Kak Bryan, apa nanti akan menuntut balas atas penyerangan, Chris? Aku harap tidak karena yakin Kakak sosok pemaaf. Nanti jika Kakak datang aku akan menemuinya lalu menjelaskan semua. Sekali lagi maafkan aku Kak karena lalai. Dan setelah 25 berpisah akhirnya kita akan bertemu lagi."
Lain sisi para saudara sepupu pria itu langsung diam. Mereka akui disini pihaknya yang salah malah terkesan bagai iblis. Namun, mereka tidak terima sehingga menuntut balas. Semua telah terjadi mak mereka memutuskan berhati-hati jikalau Bryan menyerang.
Beda dengan Rose tampak sedih pasalnya sudah dua hari ini Chris tidak kunjung siuman. Bahkan dia sudah menghubungi keluarga besar yang ada di Amerika untuk mengabari apa yang terjadi. Ia sadar selama dua hari hidupnya begitu hampa. Rose merasa kehilangan dan ingin segera melihat mata Chris terbuka.
Tangan Rose menggenggam lembut tangan Chris dan sesekali memberi ciuman. Dia usap pipi kemudian menciumi punggung tangan prianya. Ia sedih melihat prianya tidak kunjung membuka mata. Rose rindu ingin mendekap erat tubuh Chris lalu mengatakan semua.
"Sudah dua hari penuh Kakak tetap tidur tanpa mau bangun. Sebenarnya apa yang Kakak tunggu? Rose-mu telah datang tidak akan pergi. Lihat anak kita juga merindukan Ayahnya. Kakak sadarlah jangan tidur lama Rose kangen. Rose ingin dipeluk oleh Kak Chris lalu menghabiskan waktu bersama penuh cinta. Rose sangat mencintai Kak Chris maka bangunlah. Segala cinta dan harapan Rose labuhkan agar Kakak cepat bangun ....
... Tuhan, tolong berikan sedikit kekuatan untuk Kak Chris melewati masa buruknya. Kak Chris dengar besok keluarga kita akan datang. Maka dari itu ayo bangun supaya kita cepat bersama. Kakak bilang sangat mencintaiku, maka bangunlah buktikan semua. Kakak tahu bukan hati, hidup dan cintaku semua milik mu. Jiwa raga Rose milik Kak Chris maka bangunlah memiliki semua. Kakak, aku terus memohon kepada Tuhan agar engkau lekas sembuh ....
... Ya Tuhan, waktuku sudah habis padahal baru sebentar. Rose keluar dulu ya Kak nanti kembali lagi. Kak berjuanglah demi kami terutama anak kita. Kak sungguh anak kita membutuhkan dirimu. Aku juga sangat membutuhkan Kakak. Salam cinta dariku dan semoga lekas bangun. Rose sangat mencintai Kak Chris selamanya. Rose keluar dulu ya mau beli makanan Dedek bayi belum makan. Selamat istirahat Kak semoga tidurmu nyenyak. I love you so much, my heart."
Rose mengecup kening Chris sangat lama. Sedangkan tangannya membelai pipi tirus prianya. Sebelum beranjak ia juga menyematkan mencium pipi, tangan dan memberikan ucapan cinta berulang kali. Baru setelah itu Rose berlalu untuk membeli makanan.
Sedangkan di bawah alam sadar Chris seperti biasanya akan menitikkan air mata. Dia terlalu berat untuk membuka mata bahkan terkesan begitu menyakitkan. Alam bawah sadar masih menginginkan dirinya terlelap tanpa bisa kembali. Chris harap semoga Rose segera terlindungi akan datangnya keluarga besar.
....***....
Bryan panas dingin dengan aura kelam siap menerkam. Jujur saja ia begitu murka sewaktu Daniel bawahan Chris memberitahu semua. Jiwa Psychopath selama ini terpendam menguar hingga sebuah kejutan dalang. Bryan terkejut saat sadar telepon berbunyi dan heran Daniel menelpon lagi.
Saat diangkat Bryan terkejut yang menelepon sebenarnya Rose. Detik itu juga hati padam sedikit membaik. Dia sangat bahagia anak gadisnya menelpon. Namun, kembali sedih sewaktu calon menantunya bilang keadaan Chris. Dari sini Bryan begitu menyesal telah bertingkah menjijikkan tujuh tahun silam.
Cinta mereka sangat tulus walau terombang-ambing badai, tetapi tetap kukuh. Bryan merasa frustasi telah menyebabkan hubungan mereka kandas tujuh tahun silam. Namun, mulai sekarang apa pun caranya ia akan menyatukan Chris dan Rose. Untuk musuh Bryan akan meminta anak buahnya memberi ultimatum bila perlu menyerang tanpa menyisakan badan utuh.
Angelica yang sedang mengajari Irene menyulam kain tampak terkejut sewaktu Bryan tiba-tiba membanting vas. Dia meminta putri bungsunya untuk naik ke atas. Ia takut jika jiwa mengerikan Suaminya kambuh. Oleh sebab itu Angelica langsung bergegas menuju Bryan yang sedang telponan.
Tanpa buang waktu Angel menepuk bahu Bryan lalu hal mengejutkan terjadi. Suaminya mendekap erat seraya mengatakan kalimat menyakitkan. Dan kali ini filing seorang Ibu tidak pernah salah bahwasanya putra sulungnya dalam keadaan buruk. Angel juga terkejut sewaktu Bryan mengatakan Rose juga ada di RS bahkan baru saja menghubungi.
Air mata Angel luruh deras mengingat Rose telah berhasil ditemukan Chris. Namun, juga sedih pasalnya Bryan bilang bahwa anaknya kecelakaan dan sekarang dalam keadaan koma. Dia merasa pedih ingat itu lalu meminta cepat ke Australia menyusul anaknya. Angel juga ingin segera bertemu Rose untuk meluapkan semua.
Lain sisi Alex dan Lisa begitu senang putrinya setelah lima bulan lebih akhirnya menelepon. Mereka sangat senang bisa mendengar suara gadis kecilnya. Namun, keduanya langsung diam saat mendengar Rose menjabarkan semua. Alex dan Lisa langsung bergetar ingat Chris dalam bahaya dan pasti Bryan sudah tahu.
Keduanya akan segera pergi ke Australia menemui Rose lalu membesuk Chris. Dalam hati Alex meradang bahkan api kemarahan terlihat saat sadar keponakannya dalam bahaya. Yakinlah jika Bryan memerintahkan memenggal kepala dalang penyerang ia laksanakan. Sedangkan Lisa berharap semoga saja Chris baik-baik saja agar lekas bangun lalu menjaga Rose.
Untuk Max dan Rocky masih ada di Eropa. Adik kandung Bryan sendiri sudah tinggal di Eropa setelah anak ketiga lahir. Sedangkan Max ke Eropa sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Istrinya. Maka kedua orang ini akan datang ke Australia agak sedikit terlambat. Max dan Rocky akan segera ke sana usai mendapat kabar dari Bryan dan Alex.
Pada akhirnya keluarga kecil Bryan dan Alex telah pergi ke Australia. Untuk Aldrich akan ke Australia bersama kedua Pamannya yang ada di Eropa. Perlu diingat Bryan membawa sekumpulan Mafioso bengis walau sudah berumur masih kuat laksanakan mesin pembunuh. Walau di sini Bryan masih meraih rekor mesin pembunuh paling sadistik.
At Canberra Australia - 09.30 AM!
Arnold menatap Rose tengah duduk di sampingnya. Dia merasa miris melihat gadis kecilnya tampak bersedih. Ia sadar mantan gadisnya sangat merindukan Chris. Awalnya Arnold tidak percaya bahwa Chris berada di ruang ICU.
Sampai akhirnya Arnold melihat Chris sangat menyedihkan. Sampai sini ia berpikir kenapa kisah cinta Chris dan Rose sangat berliku penuh hambatan. Namun, ia yakin idolanya itu akan segera pulih lalu hidup bahagia. Arnold ingin sekali melihat mereka cepat bersama penuh suka duka.
"Rose," panggil Arnold.
"Iya, Kak." Rose masih diam menatap depan.
"Apa kamu begitu khawatir? Jangan terlalu stres, depresi apa lagi sampai begitu terpuruk. Ingat Dedek bayi butuh ketenangan. Teruslah berdoa semoga Kak Chris lekas sembuh."
"Aku sangat khawatir takut Kak Chris tidak mau membuka mata. Aku ingin seperti itu, tetapi tidak bisa karena ini begitu menyakitkan. Kak Arnold, aku senantiasa berdoa semoga Tuhan memberikan keajaiban pada Kak Chris."
"Pelan-pelan saja pasti bisa ini juga demi kebaikan anak kalian. Yakinlah dia akan segera membuka mata. Syukurlah aku senang dan jangan pernah putus berdoa. Lalu apa Rose sudah menghubungi keluarga?"
"Akan aku usahakan, Kak. Aku sangat yakin Kak Chris akan segera membuka mata. Sudah pakai ponselnya Kak Daniel."
"Syukurlah kalau begitu, Rose. Daniel? Apa pria tinggi punya tato?"
"Iya, tetapi Kak Daniel orang yang manis. Dia memang agak sangar, tetapi aslinya orang baik."
"Rose akrab sekali dengannya dan seperti saudara. Aku juga lihat Tuan. Daniel orang yang baik."
"Aku juga tidak mengerti kenapa bisa seakrab itu. Namun, percaya atau tidak aku menyayangi Kak Daniel seperti Kakakku sendiri. Seperti Kak Arnold juga sangat baik dan sangat penyayang serta perhatian. Aku menyayangi Kak Arnold."
"Kamu ini lucu sekali, tetapi wajar sih di anggap Kakak karena dia sosok Kakak sekali. Terimakasih sudah memuji dan aku juga menyayangimu."
"Hehehe."
"Rose."
"Iya, Kak."
"Sebentar lagi ada pasien mau konsultasi. Mau di ruangan ini atau kembali ke depan ruangan Kak Chris?"
"Aku kembali ke ruangan Kak Chris. Semangat bekerja Kak."
"Ayo aku antar sekalian ingin berterima kasih kepada Tuan. Daniel."
"Ok."
Sebelum Arnold dan Rose jalan lebih jauh terlihat Daniel datang. Keduanya saling menatap tak lama menatap pria di depannya. Mereka masih diam hingga Daniel telah sampai. Rose dan Arnold heran kenapa Daniel terlihat buru-buru.
Daniel bernapas lega melihat Rose bersama Arnold. Dia tersenyum lalu memberi sapaan pada keduanya. Tidak berselang lama ia ingat tujuan mencari gadis Kakaknya. Daniel merasa tidak enak jika mengatakan di sini pasalnya ada Arnold.
"Kak Niel, ada apa?" Tanya Rose penasaran.
"Rose, itu mereka semua telah datang." Daniel berharap Rose paham.
"Kakak serius?"
"Iya, beberapa saat sebelum aku putuskan menyusul, 'mu."
"Ya Tuhan, aku senang sekali akhirnya Keluarga besar kami datang. Kak Arnold ayo ikut sekalian kukenalkan pada keluargaku."
"Tidak perlu, aku takut menganggu. Nanti jika sudah selesai konsultasi aku akan datang. Sekarang habiskan waktu bersama keluarga. Salam untuk mereka dan selamat Rose sudah bisa melihat mereka semua."
"Terimakasih banyak Kak Ar. Aku menunggu biar mereka tahu Kakak adalah pemuda luar biasa."
"It's okay, kamu ini lucu sekali. Tuan. Daniel tolong jaga Rose aku kembali ke ruangan."
"Dengan senang hati."
Daniel menasihati agar Rose tidak berjalan cepat atau melakukan hal hiperaktif supaya cepat bertemu keluarga besarnya. Dia pamit pada Arnold lalu mengikuti gadis kecil tengah mengandung tua. Daniel harap semoga saja Chris lekas sembuh karena keluarganya telah datang.
Sedangkan Rose tidak sabar ingin bertemu kedua orangtuanya dan orang tua prianya. Dia juga tidak sabar ingin bertemu Irene. Ia sangat bahagia akhirnya bisa berjumpa. Walau sedih lantaran Chris belum juga sadar. Rose ingin segera berjumpa lalu menghabiskan banyak waktu.
Cut ....!!!!
Asli aku sedang dalam keadaan buruk oleh sebab itu jika tulisan acak alias amburadul maklumi. Nanti akan ku edit jika sudah baikkan. Maafkan aku all.
Salam cinta Rose.
15_09_29