NovelToon NovelToon
Jeratan Tuan Sempurna

Jeratan Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Menikahlah denganku, aku akan memberikanmu uang untuk balas dendam. Habiskan semua uang, bahkan semua uang yang ada di rumahku..." Kalimat yang diucapkan oleh seorang pemuda rupawan, dengan tubuh sempurna, mengecup bibirku. Harum parfumnya yang maskulin telah menyatu dengan tubuhku.

Semalam kami memang melakukannya, benar-benar melakukannya. Pria yang paling sempurna di kantor tempatku bekerja, tampan, pintar, karier cemerlang. Apa yang kurang darinya? Kenapa dia mau-maunya tidur dengan si cupu muka jerawatan sepertiku.

Keberuntungan yang gila-gilaan!

*
Namaku Valentino, manager pemasaran. Tidak memiliki ambisi maupun cinta. Tapi ketika gadis berkacamata ini berani menentang dan menamparku di hadapan umum, saat itulah aku sadar. Aku membutuhkan gadis ini, predator yang akan aku bawa ke dalam rumah untuk melawan ayah dan ibu angkatku.

Memberinya cinta, dia akan menjadi kesatria. Sedangkan aku akan memeluknya dari belakang. Itulah aku, yang ingin bersembunyi di bawah rok istriku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Percaya

"Mengantar? Ke perusahaan ayahmu? Maaf kita tidak searah," Valentino tersenyum, mengenyitkan keningnya, dengan Zizy yang masih menempel di lengannya.

"Ta...tapi," Raisa terlihat gelagapan.

"Tidak ada tapi-tapian." Wajah Valentino terlihat tidak senang, membuat Raisa mundur selangkah, menelan ludahnya kasar.

*

Dua orang melangkah pergi pada akhirnya, memasuki mobil milik Valentino. Tidak mempedulikan orang-orang di sekitarnya.

Mobil yang berjalan perlahan, sama sekali tidak dimengerti oleh Zizy. Pasalnya tidak biasanya Valentino mengemudikan mobilnya dengan kecepatan 20 km/jam.

Kriet!

Rem tiba-tiba diinjak olehnya.

"Kenapa tiba-tiba berhenti?" tanya Zizy tidak mengerti.

"Takut ada yang mengerjai mobilku." Jawaban dari Valentino penuh senyuman, kembali mengemudikan mobilnya.

"Dia mungkin mengalami trauma atau phobhia berlebihan," batin Zizy tidak mengerti dengan suaminya yang benar-benar berhati-hati dalam mengambil tindakan.

Tidak ada kata yang terucap dalam perjalanan, mobil mulai melaju normal setelah Valentino memastikan rem mobilnya berfungsi. Cukup canggung baginya untuk bertanya atau mengatakan apapun. Tapi ada satu hal yang tidak dimengertinya, jika Valentino sekaya itu mengapa masih bekerja sebagai manager?

Zizy menyipitkan matanya, menelisik penampilan sang manager dari atas hingga bawah. Benar-benar bagaikan model pria pakaian branded. Baru disadarinya gaji seorang manager tidaklah cukup untuk menunjang penampilan pemuda ini.

"Jujur saja, kenapa kita bisa tidur bersama sore itu?" tanya Zizy pada pemuda yang masih konsentrasi menyetir.

"Aku memasukkan obat tidur ke dalam minumanmu. Menunggumu sadar lalu melakukannya. Tapi tidak disangka kamu hanya menganggapnya sebagai mimpi." Jawaban jujur dari Valentino penuh senyuman tengil.

"Tidak mungkin..." itulah yang ada dalam hati Zizy masih memandang curiga. Bahkan Wijaya terlalu jijik untuk sekedar memeluk atau menciumnya. Tapi pria ini terang-terangan melakukannya? Maksudnya membuka pakaian lebih dari sekedar mencium. Bahkan melakukan proses perkembang biakan, berusaha memperbanyak populasi jumlah manusia di dunia ini, untuk menyelamatkan spesies manusia dari kepunahan.

"Saat itu aku masih mengalami jerawat parah, tidak jijik?" tanya Zizy menatap ke arah jalan raya. Sok cool, sok keren, padahal dalam hati penasaran setengah mati. Mungkin saja bos gilanya benar-benar dalam pengaruh obat. Hingga yang penting wanita tidak peduli wajahnya, langsung diajak kawin.

"Jijik dengan wajah? Aku bahkan sering menciummu diam-diam 3 tahun ini. Saat kamu tidur di kantor. Tidak merasa?" tanya Valentino, tanpa rayuan dan kata manis. Mengungkapkan terang-terangan dirinya melecehkan karyawatinya.

Zizy menelan ludahnya sendiri, menatap ke arah Valentino."Pak Valent sering melecehkan karyawan wanita? Maksudku banyak karyawan wanita?"

Ingin rasanya Valentino mengumpat pada wanita ini. Tapi tidak bisa, dirinya sedang berusaha menaklukkan hati istrinya, agar mau berjuang dan bertaruh nyawa untuknya. Jadi hanya dapat berkata omong kosong dengan kemanisan tingkat tinggi."Hanya kamu yang ada di hatiku. Aku jatuh cinta saat pertama kali melihatmu."

Tapi kata-kata omong kosong itu membuat ekspresi Zizy semakin datar. Mengingat kejadian 7 tahun yang lalu saat pertemuan pertama mereka.

Kita anggap saja kilas balik singkat dari ingatannya.

"Br*ngsek! Kamu lulusan S1 dengan nilai terbaik, atau hanya lulusan SMK!? Membuat laporan seperti ini saja tidak becus!" Kata-kata pedas dari Valentino menyembur bagaikan api yang membuat Zizy ingin menangis rasanya. Dari tiga karyawan training yang diterima di divisi marketing, hanya dirinya yang bertahan, itupun hanya karena gaji yang ditawarkan jika berhasil menjadi karyawan tetap.

"Ma... maaf tapi format yang diajarkan di kampus berbeda dengan yang ada di perusahaan." Jawaban dari Zizy membukuk berkali-kali sembari menangis.

Brak!

Sebuah map dilemparkan ke wajahnya hingga seluruh isinya berhamburan."Ini contoh dari format yang ada di perusahaan. Buat sekarang! Kerjakan dalam tiga jam!" perintah tegas darinya padahal jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Satu hal yang pasti, dirinya harus lembur malam ini walaupun hanya berstatus trainer yang tidak dibayar seberapa.

Berkas itu dipungutnya. Ini satu-satunya cara mendapatkan cukup uang untuk keluarga di kampung. Gadis desa yang menangis meninggalkan ruangan manager. Benar-benar takut dan membenci pemuda ini.

Tidak menyukai mulutnya yang berbisa sama sekali. Dirinya menangis sesenggukan sepanjang malam kala mengerjakan laporan yang tidak usai dalam waktu 3 jam. Hingga pada akhirnya menginap di kantor.

Jatuh cinta pada pandangan pertama? Siapa yang akan percaya jika atasannya sekejam itu?

Namun, hal berbeda ada dalam ingatan Valentino. Segera setelah kepergian Zizy dari ruangannya, pemuda itu mengenyitkan keningnya melihat gadis itu menangis.

Suara isakan yang sepanjang malam didengarnya. Tidak dapat tidur sama sekali, anak training yang terlalu berisik baginya, membuat perasaannya tidak enak.

Hingga tangisan itu terhenti tepat pada pukul 10 malam. Gadis itu tertidur di kursi kerjanya. Tubuh Zizy diangkatnya, dipindahkan oleh Valent, ke sofa istirahat karyawan. Menghela napasnya, untuk pertama kalinya merasa bersalah.

Pemuda yang pada akhirnya duduk di kursi kerja milik Zizy, menggantikannya membuat laporan yang tidak kunjung usai."Cukup pintar juga..." Valentino tersenyum, memeriksa laporan yang dibuat sang gadis. Memperbaiki dan menyelesaikannya.

Hingga pada akhirnya bangkit kala tugas itu telah usai."Maaf..." satu kata yang diucapkan merapikannya anak rambut bawahannya.

Untuk pertama kalinya menunjukkan sisi lembutnya pada wanita. Apa itu jatuh cinta pada pandangan pertama? Tidak pada wajahnya yang standar, entah apa, tapi ada yang berbeda dengan wanita ini.

Pertemuan dari hari ke hari membuatnya semakin tidak mengerti. Selalu lembur dan ada di kantor setiap malam. Perlahan semakin dekat dan terbiasa dengan keberadaannya.

Bukan sekretaris yang selalu ada di sisi bosnya. Tapi karyawati yang selalu diam-diam diamanti managernya. Orang kejam juga memiliki hati, hati yang sejatinya tidak dapat ditebak apa yang ada di dalamnya.

*

Hari masih terlalu pagi, jam masih menunjukkan pukul 7 mengingat jarak kantor yang tidak begitu jauh dan Valentino yang mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi.

Kala mereka berpisah di tempat parkir tidak ada kata yang terucap. Memasuki lift yang berbeda seakan mereka tidak dekat sama sekali. Hingga memasuki ruangan divisi marketing. Tidak ada orang sama sekali belum ada yang datang. Pukul 7 pagi? Dua orang ini memang terlalu tepat waktu.

Tapi kala Zizy akan duduk di kursi meja kerjanya. Valent menariknya dengan cepat, membawanya ke dalam ruangannya.

"Ke... kenapa menarik ku?" tanya Zizy ketakutan. Menatap mimik wajah pemuda di hadapannya.

"Sebentar saja...mau berusaha sekali lagi?" tanyanya, berbisik di leher Zizy, mencium pelan daun telinganya.

Sumpah demi apapun, dirinya ingin kabur agar tidak ada orang yang tahu. Tapi juga ingin melanjutkannya, aroma mint yang menyeruak membuat tubuhnya bagaikan membeku. Entah bagaimana Zizy pada akhirnya mengangguk.

Kesalahan besar! Satu kesalahan besar yang dilakukannya. Jemari tangan Valentino berada pada tengkuknya. Sepasang mata yang mulai terpejam, bibir mereka bergesekan, perlahan sepasang lidah itu menerobos masuk. Saling membelit dan menyapa, menikmati setiap gerakan yang serakah.

Jemari tangan sang pemuda perlahan turun melepaskan satu persatu kancing kemeja istrinya tercinta.

Tapi sayangnya hanya terhenti hingga kancing ke tiga.

Brak!

Pintu ruangan Valentino terbuka, seseorang berdiri mematung melihat segalanya. Betapa m*sumnya sang manager marketing.

1
jumirah slavina
astagaaaaaaaa Zi... mantra'mu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
semangat terus berkarya
sukses ya kak💪
✨Susanti✨
akal-akalan mereka ini kayaknya
✨Susanti✨
yess
✨Susanti✨
ada masanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
malangnya sutra
✨Susanti✨
ada kalanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
sudah bosan hidup
✨Susanti✨
gaakan jadi cerita jika tidak ada kesalahpahaman 😩
✨Susanti✨
semangat kak
✨Susanti✨
🤣🤣🤣
✨Susanti✨
😩😩😩 tak kira beneran, padahal udah mau mewek
✨Susanti✨
tuh kan 😩😭😭
✨Susanti✨
apa bakal ada tragedi kah?
✨Susanti✨
semangat kak 😩🤣🤣
✨Susanti✨
curiga sama gangga ini🤔
✨Susanti✨
sampe ikut emosi bacanya
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
widya widya
Hebat Arya. Orang baik, hidupmu kedepannya pasti akan baik 🙏
widya widya
Mampir mau baca kisah putra Nadila 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!