NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar¹⁰

    Didalam ruang tamu, kakek Xue sedang berbincang entah tentang apa dengan kakek Su.

    Disisi mereka duduk seorang pria berusia sekitar awal tiga puluhan, mengenakan setelan jas yang rapi dan berkelas. Manset safir dipergelangan tangannya memantulkan kilau dingin dibawah cahaya lampu.

    Sebagaimana sosoknya sendiri anggun, berjarak, dan dingin.

    Didekat jendela ruang tamu, Su Chen tampak bosan memainkan jam meja yang diletakkan disana.

    Hari ini, untuk pertama kalinya ia juga mengenakan pakaian formal. Aura liar dan pemberontaknya sedikit tertutupi, tetapi ia tetap menjadi sosok paling mencolok diruangan itu.

    Sekilas, Xue Yao langsung memahami bahwa pria berjas yang duduk disana pastilah kakak Su Chen, Su Heng pewaris keluarga Su saat ini.

    Pandangan Xue Yao diam-diam menelusuri kedua bersaudara keluarga Su itu. Merasakan tatapan penilaian Su Heng terhadap dirinya, Xue Yao menyentuh cincin zhutian dijarinya dan berpikir bahwa situasi ini benar-benar menarik.

    "A Yao, kemarilah!"

    Begitu melihat Xue Yao masuk, yang paling antusias justru kakek Su.

    Ia menatap Xue Yao dengan ramah sambil berkata, "Coba kau nilai. Waktu main catur terakhir kali, dia ini tidak curang, ya? Sekarang masih mau mengelak!"

    Kakek Xue menarik Xue Yao untuk duduk disampingnya, lalu membalas dengan nada menyindir, "Ini cucuku. Tentu saja dia memihak padaku. Kau ini, orang tua, masih berani mengungkit masa lalu didepan cucuku!"

    Xue Yao sudah terbiasa dengan adu mulut kedua orang tua itu.

    Ia tersenyum lalu berkata, "Dalam satu bulan terakhir, total ada delapan belas permainan catur. Kakek menang sembilan kali, kakek Su juga menang sembilan kali. Kalian berdua masing-masing membatalkan tujuh langkah. Semua aku catat. Kalau mau mengungkit masa lalu, siapa yang bisa menandingiku?"

    Beberapa kalimat singkat itu langsung meredakan pertengkaran kecil mereka.

    "Kau ini gadis kecil, ingatanmu yang paling tajam." ujar kakek Su sambil tertawa lepas, lalu memperkenalkan dua cucu kebanggannya kepada Xue Yao.

    "Ini Su Heng, yang disana itu pasti sudah kau kenal, Su Chen."

    Setelah itu, ia menoleh kearah kakek Xue. "Tetap saja aku tidak seberuntungmu. Dirumah hanya ada dua bocah laki-laki yang menyebalkan. Andai aku juga punya cucu perempuan sepenurut dan sepintar Xue Yao, hidupku pasti sudah sempurna."

    Kakek Xue menangkap makna tersirat dalam kata-kata itu, tetapi tidak menanggapinya secara langsung. Ia hanya berkata santai, "Xue Yao memang penurut, dan dia masih muda. Tentu aku ingin dia lebih lama disisiku. Orang tua seperti kita, hanya berharap anak-cucu bisa lebih sering menemani."

    Kakek Su mengangguk setuju. "Benar juga. Baiklah, kalian yang muda-muda silakan pergi bersenang-senang. Kami berdua masih ada urusan untuk dibicarakan."

    Ketiganya pun bangkit, meninggalkan ruang tamu bagi kedua orang tua itu.

    Tidak lama setelah keluar, Su Heng dihentikan oleh rekan bisnisnya dan terpaksa berhenti untuk berbincang.

    Sementara itu, Xue Yao menoleh kearah Su Chen yang sejak tadi memasang wajah datar. "Mari kita bicara."

    Di teras lantai tiga.

    Xue Yao menyerahkan segelas sampanye kepada Su Chen, sementara dirinya memegang satu gelas lainnya.

    Su Chen mengerutkan kening. "Usiamu masih muda, jangan minum alkohol."

    Xue Yao mengulurkan gelasnya kearah Su Chen agar ia mencium aromanya. "Ini minuman biasa, hanya rasanya mirip sampanye. Senjata rahasia yang sudah dipersiapkan sebelumnya."

    Dalam jamuan seperti ini, mau tidak mau harus bersulang dengan para orang tua. Bahkan di kalangan paling elit sekalipun, hal itu tak terhindarkan.

    Su Chen mengangguk, lalu bersandar pada pagar sambil menatap Xue Yao.

    "Perihal menyelamatkanmu, aku tidak menyesal. Soal kau memanfaatkanku, kita anggap selesai sampai disini. Hubungan kedua keluarga tidak akan berpengaruh."

    Menurut Su Chen, itu adalah penyelesaian terbaik bagi mereka berdua.

    Namun Xue Yao justru mengayunkan gelasnya perlahan dan menurunkan suara. "Yang kumanfaatkan bukan dirimu. Hari itu, siapapun yang ada disana, entah menolongku atau tidak, aku tetap akan membesarkan perkara itu."

    Di hadapan Su Chen, Xue Yao mengangkat sedikit ujung gaun pestanya, memperlihatkan sebagian besar paha yang putih.

    Su Chen refleks memalingkan wajah. Tetapi segera menoleh kembali, menatap bekas luka di kaki Xue Yao.

    Ada bekas luka lama yang berkelok dan menyeramkan, juga beberapa bekas seperti luka bakar.

    Ia tak pernah menyangka akan melihat luka-luka sekejam itu pada tubuh seorang gadis.

    "Ada luka lama dan luka baru. Luka lama akibat digores gunting oleh ibu angkatku, luka baru akibat 'perawatan' dari dokter yang katanya spesialis. Semuanya ditempat yang tersembunyi, agar tidak mudah terlihat."

    Xue Yao menurunkan kembali gaunnya. Wajahnya tenang, tanpa duka maupun amarah.

    "Aku menunjukkan ini bukan untuk mencari simpati atau apapun. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa kejadian hari itu, bagimu mungkin pemanfaatan, tetapi bagiku adalah upaya bertahan hidup. Aku juga tidak bermaksud memintamu memaafkanku. Kau membenciku pun tak masalah. Hanya saja, sekarang aku ingin membicarakan kerja sama denganmu, dan kerja sama menuntut keterbukaan."

    "Kerja sama?"

    Su Chen menunduk menatap gadis kecil dihadapannya.

    Saat itu, ia benar-benar memahami apa yang dikatakan kakeknya tentang dirinya yang selama ini berdiri diatas awan, memandang dunia dari ketinggian.

    Ternyata, memang ada orang yang sekadar bertahan hidup saja sudah harus mengerahkan seluruh tenaganya.

    "Kerja sama apa yang kau inginkan?" tanya Su Chen dengan suara rendah.

    "Posisi pewaris."

    Xue Yao melangkah mendekat, berdiri lebih dekat dengan Su Chen. Di mata orang lain, posisi itu tampak sangat akrab. Tetapi percakapan diantara mereka sama sekali tidak mengandung unsur genit.

    "Hubunganmu dengan Su Heng tampaknya tidak harmonis. Kau memilih mundur, dan ia menyadari kemunduranmu, tetapi justru tidak merasa senang. Kalian bersaudara dengan selisih usia hampir sepuluh tahun, namun ia begitu waspada terhadapmu. Bahkan tadi, ketika aku masuk ke ruang tamu dan pertama kali melirik kearahmu, raut wajahnya langsung menujukkan ketidak senangan."

    Xue Yao tidak sebodoh mengira Su Heng jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

    Su Heng sudah memiliki tunangan, dan perbedaan usia mereka cukup jauh. Dimatanya, Xue Yao hanyalah seorang gadis muda.

    Ketidakpuasannya berasal dari satu hal. Di mata orang luar, Xue Yao justru lebih memperhatikan Su Chen, bukan dirinya.

    Dalam percakapan selanjutnya, dari gerak-gerik kecil Su Heng, mudah terlihat bahwa semakin Xue Yao dihargai oleh kakek Su, semakin ia terganggu oleh kenyataan bahwa perhatian itu tertuju pada Su Chen.

    Saat Xue Yao melirik Su Chen, jari Su Heng sempat mengetuk lututnya beberapa kali tanpa pola.

    Itu adalah tanda ketidakpuasan.

    Hal ini menjadi semakin menarik.

    Mengingat ucapan kakek Xue yang pernah secara tidak sengaja menyebutkan bahwa 'Air di keluarga Su lebih dalam dari yang terlihat', tidak sulit menebak bahwa dua bintang kebanggaan keluarga Su ini sejatinya juga memiliki keretakan didalam.

    Menurut informasi yang ia peroleh. Ketika Su Chen baru berusia sepuluh tahun, Su Heng sudah masuk ke dalam grup perusahaan dan memegang posisi penting.

    Sementara Su Chen sering disebut oleh para tetua sebagai contoh 'Bakat yang meredup'.

    Saat kecil, ia jelas-jelas adalah anak ajaib, sangat cerdas.

    Namun ketika dewasa, ia justru tenggelam dalam berbagai olahraga ekstrem. Baru dua tahun terakhir ini ia agak tenang, tetapi tetap enggan masuk kegrup perusahaan, memilih mengembangkan proyek energi baru diluar.

    Raut wajah Su Chen seketika mengeras. Ia meraih pinggang Xue Yao dan menariknya mendekat. Tampak mesra dimata orang luar, tetapi suasana diantara mereka telah membeku sepenuhnya.

    "Xue Yao, hubungan terbaik kita adalah sekadar saling menyapa. Jangan melakukan hal-hal yang berlebihan."

    "Berlebihan?"

    Xue Yao tertawa ringan, "Jika hatimu benar-benar setenang air, kau tidak akan secara khusus berinvestasi di industri energi baru—bidang yang belum pernah disentuh keluarga Su. Apa yang kau takutkan? Takut kakak kandungmu dengan mudah memanfaatkan sumber daya industri untuk menutup jalanmu? Aku menginginkan posisi pewaris keluarga Xue, dan aku berani mengatakannya. Apa kau berani?"

    Posisi pewaris, pada banyak kesempatan, tidak selalu diduduki oleh orang yang paling pantas.

    Perbedaan usia, belenggu gender, semuanya seolah membuat sejak awal orang-orang tidak berada di garis start yang sama.

    Namun jika memang tidak berada di garis start yang sama, Xue Yao tidak keberatan menggambar ulang sebuah garis. Dan menjadikan titik awal itu ditentukan oleh dirinya sendiri.

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!