Seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang sudah sangat bosan dengan kehidupannya saat ini tiba-tiba saja tertarik masuk ke dunia lain.
Saat dia sudah berada di dunia lain itu, dia melihat ada empat raja iblis yang sudah berdiri di depannya.
Disaat dirinya masih kaget dan bingung dengan apa yang terjadi, keempat raja iblis itu meminta gadis tersebut untuk menjadi Wanita Bintang Pijar mereka.
Dan tanpa berpikir panjang, wanita tersebut pun langsung menerima permintaan dari raja iblis yang baru saja dia temui itu.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah petualangan wanita itu dengan keempat raja iblisnya?
Jika kalian penasaran, maka ayo ikuti kisah Zeena yang tertarik masuk ke dunia lain, dan langsung menjadi wanita dari keempat raja iblis sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32. Tingkatan Durjana & Dursila!
Suasana yang mencekam muncul di antara keempat iblis yang sedang diberi hukuman panas neraka di lembah kematian. Raut wajah mereka pucat, mata mereka membulat tak percaya.
Sementara itu, sosok wanita yang saat ini tengah berdiri tidak jauh dari depan mereka, malah tersenyum dengan riang.
Padahal, wanita itulah yang menjadi penyebab dari semua suasana mencekam yang dirasakan oleh keempat iblis tersebut.
"Hei!" Ketika wanita itu berteriak, keempat sosok iblis yang ada di depannya itu langsung bergetar ketakutan, bulu kuduk mereka berdiri.
"Ada apa dengan kalian semua?" Zeena menaikkan salah satu alisnya, kemudian dia bertanya karena bingung dengan tingkah para iblis itu.
Namun, keempat iblis yang sedang berhadapan dengan Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis tersebut, tak merespon pertanyaannya.
Melihat suasana yang canggung itu, secara tiba-tiba Zeena berpikir bahwa mereka semua diam karena belum saling mengenal.
"Ahh ... Akan susah bagiku untuk memanggil kalian, jika aku tidak tahu nama kalian! Baiklah, mari kita saling berkenalan terlebih dahulu. Di mulai dariku, namaku adalah Zeena!" ucap Zeena dengan senyum yang mengembang di wajahnya, juga dengan intonasi bicara yang bersemangat.
"Dan kau iblis dengan pakaian biru yang ada di tengah, kau Drewes kan? Aku sudah mengenal dirimu, jadi kau tak perlu memperkenalkan diri lagi. Tapi untuk yang lain, ayo cepat!" lanjut Zeena dengan aksi menunjuk Drewes—mantan kepala prajurit alam bawah.
Di kalimatnya yang terakhir tadi, wanita itu pun berbicara dengan memberikan penekanan pada kata-katanya, membuat kalimatnya itu terdengar begitu tegas, dan seolah-olah seperti sebuah perintah mutlak yang harus dilaksanakan.
"Kormilas Beelzebub!"
"Pregaste Azazel!"
"Biustra Asmodeus!
"Drewes Lucifer!"
Saat mendengar perkataan yang layaknya perintah mutlak itu, para iblis yang berdiri di hadapan Zeena langsung memperkenalkan diri mereka masing-masing, termasuk Drewes yang bahkan tidak dimintai lagi oleh Zeena.
Melihat tingkah lucu keempat iblis itu karena takut dengan dirinya, Zeena pun tertawa ngakak. Dia tertawa hingga 5 menit lamanya, membuat suasana yang sangat tegang tadi, seketika saja menjadi begitu aneh.
Setelah tawanya sudah berhenti, wanita keempat raja iblis itu langsung fokus kembali. Baru saja, dia ingat bahwa tujuan utamanya berada di kastil besar itu adalah untuk bekerja, bukan bermain-main.
"Hhuumm ... Tapi, apa yang harus kulakukan dengan kalian berempat? Hukuman seperti apa yang harus aku berikan?" gumam Zeena sembari berpikir dengan memegang dagunya.
Hingga akhirnya, sebuah ide cemerlang muncul di kepalanya itu. Dia pun tersenyum dengan licik, layaknya seorang penjahat yang sedang memikirkan suatu hal yang keji.
"Aku memanggilmu ke tempatku saat ini sedang berada, hewan magi ku. Datanglah dan segera penuhi panggilanku, Xenos!" Tanpa aba-aba, Zeena merapalkan mantra untuk memanggil manticore nya yang menyeramkan itu.
Selang beberapa detik, kabut putih menutupi area tersebut. Kabut itu lumayan tebal, hingga membuat makhluk yang di sekitarnya sulit untuk melihat. Dan setelah kabut tebal itu menghilang, sosok berbadan singa dengan sayap seperti naga itu berdiri dengan kokoh di samping Zeena.
"M–m–manticore?!" Kormilas, Pregaste, dan Biustra berteriak dengan suara yang bergetar, mereka benar-benar kaget saat melihat sosok menakutkan yang muncul dari balik kabut yang perlahan mulai menghilang.
Sementara itu, Drewes yang memang sudah pernah bertemu dengan Xenos sebelumnya terlihat cukup biasa saja.
"Nah semuanya, dia adalah Xenos, hewan magi milikku. Jujur, aku tidak tahu harus melakukan apa pada kalian berempat, itu sebabnya aku memanggil dia!" Zeena menunjuk-nunjuk Xenos sambil mengatakan kalimatnya itu.
Disaat keempat iblis itu sudah ketakutan dan tidak habis pikir dengan wanita yang ada di hadapan mereka, hewan magi yang dipanggil oleh Zeena itu malah terlihat begitu kesal.
"Aku baru kembali ke sarang ku beberapa waktu yang lalu, dan kau malah sudah memanggilku?! Tidak bisakah kau menjadi lebih mandiri dalam menangani hal yang kecil, Zeena?!" Dengan wajah marahnya, Xenos berteriak.
Namun, wanita yang menjadi penyebab kemarahannya itu tidak takut, atau pun merasa bersalah sama sekali. Justru, saat ini wajahnya terlihat begitu bahagia.
"Tunggu! Tunggu! Bukankah tadi kau menyebut namaku untuk pertama kalinya? Tunggu! Apa itu benar?! Apa aku tidak salah dengar? Bentar! Apa sebelumnya kau pernah menyebut namaku? Ku rasa tidak pernah, kan?!" ucap Zeena dengan begitu histeris, membuat Xenos yang melihatnya sudah tidak dapat berkata-kata lagi.
"Huft ...." Xenos menghela napasnya dengan kasar, sembari terus memperhatikan majikannya yang tidak henti-hentinya berteriak histeris itu.
Hingga akhirnya, kesabaran dari makhluk manticore ganas itu pun habis, dan dengan wajahnya yang sudah terlihat sangat marah, Xenos menutup wajah Sang Majikan dengan telapak tangannya yang sudah mengeluarkan cakar-cakar yang begitu tajam.
Ketika matanya melihat cakar-cakar tajam milik Xenos itu, seketika saja Zeena langsung berhenti bersikap histeris, dan langsung diam dengan wajah yang begitu serius.
Sudah tidak ada lagi senyum yang terukir di wajahnya, bahkan suara tawa pun tak keluar lagi dari mulut wanita itu, dia benar-benar diam.
Dengan demikian, Xenos pun menurunkan kembali tangannya, dan menyimpan cakar-cakar tajamnya itu di balik tangan tersebut.
"Sebenarnya, ada keperluan apa kau hingga memanggilku, manusia?!" tanya Xenos kepada Zeena dengan panggilan yang seperti biasanya, yaitu "Manusia."
Wajah Zeena kembali sedih, karena Xenos tidak memanggil namanya lagi. Tapi, raut wajah sedih itu hanya berlangsung sebentar, karena setelah itu raut wajahnya kembali serius.
"Jadi begini, seperti yang telah kau lihat, saat ini aku sedang melakukan tugas pertamaku dalam pekerjaanku di lembah kematian ini. Dan Juerlos memberikanku tugas untuk menghukum Drewes, Kormilas, Pregaste, dan Biustra, keempat iblis yang sedang berdiri di atas bara api itu!" ucap Zeena memulai penjelasannya.
Xenos menaikkan salah satu alisnya, "Lalu?" tanyanya karena Zeena berhenti terlalu lama, padahal dia belum menyelesaikan kalimatnya.
"Aku bingung harus memberi hukuman seperti apa ke mereka berempat. Yang aku takutkan, aku malah memberikan hukuman yang terlalu rendah kepada iblis-iblis yang mungkin saja melakukan kesalahan yang besar! Jadi, karena dirimu sudah sangat lama tinggal di dunia ini, pasti kau tahu mengenai hukuman yang ada di lembah iblis ini, bukan?" lanjut Zeena kembali mengatakan maksud dan tujuannya memanggil Xenos.
Xenos mengangguk perlahan, "Jadi begitu, baiklah akan aku bantu, tapi sebelum itu, ada beberapa hal yang harus kau tahu!" balas Xenos, dan membuat Zeena begitu penasaran, "Apa?"
"Di kastil ini, ada dua tingkatan pengelompokan untuk para iblis yang dihukum. Yang pertama ada tingkat dursila, lalu kemudian yang kedua adalah tingkat durjana. Setiap tingkatan ini memiliki cara dan jenis hukuman yang berbeda-beda."
"Durjana adalah tingkatan tertinggi, dan biasanya sel tahanan mereka berada di tempat yang jauh dari sel tahanan yang lainnya, iblis yang masuk ke tingkatan durjana adalah iblis yang melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal. Dan seingat ku, baru ada 7 iblis yang pernah dihukum pada tingkat durjana tersebut. Empat dari mereka telah musnah, sementara 3 lainnya masih ada disini."
"Sementara itu, saat ini kau sedang menghukum para iblis yang berada di tingkatan dursila. Meski itu bukanlah tingkatan yang tertinggi, tapi mereka tetaplah iblis yang telah melakukan kesalahan!"
"Dalam aturan dunia iblis ini semua yang bersalah harus dihukum seberat-beratnya! Hukuman untuk tingkat durjana itu benar-benar sangat menyiksa, dari ketujuh iblis yang ada, enam dari mereka tidak mampu bertahan lama."
"Jadi untuk menghukum iblis di tingkat dursila, kau tak perlu terlalu melakukan hal yang sangat menyakitkan. Karena saat ini kita sedang berada di hukuman panas neraka, maka mulailah dari memasukkan bara panas ke dalam tubuh keempat iblis itu!"
Xenos menjelaskan kepada Zeena dengan sangat rinci, mengenai tingkatan penjahat iblis yang berada di dalam kastil besar itu. Dan di kalimat terakhirnya tadi, Xenos telah memberikan satu ide gila untuk Zeena.
bersiaplah menghadapi penjahat yg sebenarnya Zeena 😁