Proses revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
Resepsi pernikahan
Dikamar hotel
Wahidah sudah mulai dirias oleh pihak MUA .
Hatinya tidak karuan ada rasa sedih yang menyelimuti relung hatinya.
Cepat atau lambat ia akan meninggalkan keluarganya juga adik adiknya.Untuk menyesalpun rasanya tidak mungkin,bagaimana perasaan abi dan umi kalau sebenarnya ia ingin berlari saja meninggalkan pesta ini.
Tapi,mau lari kemana...
Dia hanya bisa pasrah dan berdo'a semoga kebaikan selalu menjumpainya.
Umi mengetuk pintu lalu menghampiri sang putri yang sedang dirias.Umi mengecup pucuk kepala Wahidah dengan lembut dan ia berucap
"Sungguh cantik kau anakku"
Lalu abipun masuk,abi hanya bungkam tidak berkata sedikitpun ia hanya memeluk lalu mengelus punggung dan mengecup pucuk kepala putrinya menguatkan.
Kemudian kedua orang tuanyapun keluar disusul lagi adiknya satu persatu dari Isnaeni, Salsa, Arba, Hamsah, Sitta, Sabrina, sampai Tsamani mereka memeluk dan berkata
"Kakak sangat cantik"
Ketujuh adiknyapun sudah keluar dari kamar hotel.
Ternyata dipintu masih ada seseorang yang sedang memperhatikan wanitanya dari tadi yaitu Anand sang suami.
"Kau begitu cantik sampai aku tidak bisa mengenalimu" Hati Anand berucap kagum ketika ia tak sengaja melihat istrinya dipantulan kaca.
"Uluh uluh...Kau benar benar cantik luar biasa nona Wahidah" Ucap MUA membanggakan diri. Lalu ia membelokkan bahu Wahidah agar menghadap sang suami.
"Taraaaaaaa bagaimana cantik bukan polesanku" Tetap membanggakan diri.
Anand hanya tersenyum simpul.Karena dari tadipun ia sudah mencuri pandang dipantulan kaca yang berada didepan Wahidah.
Sekarang gantian pengantin pria dirias tipis dan mengganti pakaiannya dengan stelan tuxedo berdasi kupu
Hari ini Wahidah benar benar sangat cantik dalam busana pengantinnya.
Wajahnya juga dibuat senyum sesumringah mungkin. Meskipun hatinya tidak!.
Sedangkan Anand mengenakan busana tuxedo dengan warna senada dengan Wahidah yang menambah ketampanan dihari pernikahannya
Wahidah sudah berdiri disamping suaminya.
Mereka berdua telah membuat iri para jones jones yang telah hadir dipestanya
Ucapan selamatpun terus berdatangan.
Pesta berlangsung sungguh meriah.
Dokter Ilham Zayn yaitu adik kandung Anand yang sekarang punya jabatan lagi yaitu sebutan adik ipar oleh Wahidah ia melangkah kepelaminan.Untuk memberi ucapan selamat kepada kakak tercinta.
Merekapun berpelukan selayaknya pelukan seorang pria yaitu tetap cool dan terlihat ketampanannya.
Tak sampai disitu saja adik adik dari Wahidah juga tak kalah seruh dan heboh.
Mereka bertujuh unjuk gigi untuk naik kepelaminan jadi satu. Mata para undanganpun tertujuh pada kehebohan adik adik Wahidah. Bagaimana tidak ,bayangkan dari gadis berempat dengan busana couple yang senada dengan candanya yang tak ada habis habisnya bagaikan pasar jualan ikan lebih riuh ini ketimbang pasar..
Wahidah hanya menahan malu melihat tingkah adik adiknya.Tapi beda dengan Anand,ia justru menikmatinya saat candaan itu dilontarkan pada istrinya.
"Jangan lupa ya kakak...Beri kami tambahan secepatnya Azzahra Adzikra lainnya..Biar kami dapat gantinya karena kakak telah diambil oleh kak Anand" Ucap adik adik Wahidah serempak persis koor lagu diupacara sekolah.
Dan sekarang sampailah giliran bos Ahmed
"Anand,aku yakin malam ini kau pasti lebih hebat dariku dulu"Ucap Ahmed
"Maksud tuan apa" Ucap Anand bingung
"Sepertinya kau akan mampu menerobos gawang si Wahidah" Sambil melirik Wahidah
"Apa tuan yakin"
"Yakinlah...Oya ini kado dariku"
"Wah apa ini isinya tuan,sepertinya album tuan waktu menikah dulu ya" Sambil dioplok oplok oleh Anand
"Sembarangan"
"Bukanya nanti saja...Ini dariku asisten...Semoga kau cepet membuatnya sepertiku ya" Ucap Gaby sambil mengelus perutnya yang semakin membesar dan melirik arah Wahidah
"Terima kasih nona anda baik sekali,boleh aku pegang perutnya nona" Ucap Anand meledek
BERSAMBUNG.....
walau pun di setiap bab gak comend🤭