Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 :Drama pembalut wanita
Di sebuah brankar pasien, terlihat seorang wanita cantik tengah terbaring lemah diatasnya. Sepasang mata dengan bulu mata lentik itu pun mulai mengerjap. Perlahan tapi pasti, Anne mencoba untuk membuka matanya. Dalam penglihatan samar-samar, Ia dapat melihat sosok laki-laki yang sangat ia rindukan. Laki-laki yang sampai saat ini masih bersemayam di lubuk hatinya paling dalam.
" Apa aku sudah berada di surga?" gumam Anne tatkala melihat sosok laki-laki yang sangat mirip dengan Brian. Namun, saat Anne berusaha untuk bangun. Pria itu justru melangkah pergi meninggalkannya.
" Kak ...," panggil Anne pada pria itu.
" Nona, anda sudah sadar? "tanya seorang perawat yang berjaga di ruangan itu.
Anne bergegas turun dari brankar ingin mengejar pria itu, tapi entah kenapa kepalanya tiba-tiba terasa pusing.
" Hati-hati nona,"ujar sang perawat seraya membantu Anne untuk kembali berbaring diatas brankar.
" Saya mau pergi, "ucap Anne ingin yang masih ingin mengejar pria yang mirip dengan Brian itu.
" Maaf Nona, tapi anda masih harus istirahat dulu karena gula darah anda sangat rendah, "ujar sang perawat.
" Anda siapa? "Anne justru bertanya kembali. Entah kenapa ia terlihat sedikit linglung dan bingung setelah sadar dari pingsannya.
" Saya perawat yang bertugas untuk menjaga anda, "papar sang perawat yang memang di tugaskan oleh pria penolong itu untuk menjaga Anne.
" Apa saya masih ada di dunia? "Anne kembali bertanya.
Perawat itu terlihat tersenyum tatkala mendengar pertanyaan pasiennya yang cukup aneh. Perasaan, Ia tak mengalami luka benturan di kepala tapi kenapa jadi seperti orang yang tak bisa membedakan mana dunia dan bukan?
" Anda ini sangat lucu sekali, tentu saja masih dunia. Masak di akhirat ada perawat, tidak mungkin 'kan?" gurau sang perawat yang justru membuat wajah Anne berubah menjadi sendu.
" Anda kenapa?" tanya Perawat itu yang jadi merasa bersalah.
" Pria barusan pergi ke mana, ya? "Anne justru bertanya soal pria yang barusan berdiri di samping brankar pasiennya tengah berbicara dengan seseorang berpakaian putih.
Walau hanya melihat dari samping, entah kenapa Anne seakan merasa bahwa itu adalah Brian. Tapi, bukankah Brian sudah meninggal? Lalu siapa pria itu? Apa dia memiliki kembaran? Atau... Ini hanya halusinasinya karena terlalu merindukan pria itu?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Anne.
Ya Allah ... maaf jika sampai detik ini aku masih saja berharap jika dia hanya pergi sementara di belahan dunia lain dan suatu saat akan kembali. Padahal, jelas-jelas aku melihat dan memeluk jasadnya yang memucat itu telah pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Bahkan, yang mengurus dari memandikan sampai menguburkannya adalah Kakak dan juga Papaku sendiri. Ternyata, mengikhlaskan seseorang yang kita cintai untuk pergi selama-lamanya itu cukup sulit atau karena aku saja yang terlalu mencintai makhlukmu?
Tiba-tiba, Anne merasa sangat bersalah karena sudah terlalu mencintai makhluk ciptaan. Dimana itu akan membuat sang pencipta-Nya merasa cemburu.
" Apakah Anda berbicara tentang pria penolong yang membawa anda ke sini?" tanya sang Perawat memastikan.
Pria penolong? Tiba-tiba Anne teringat akan kejadian beberapa waktu lalu dimana Ia yang hampir saja tertabrak oleh mobil.
" Iya, dimana dia?"
" Dia sudah pergi karena ada urusan, maka dari itu saya yang di tugaskan untuk menjaga anda sampai ___"
" Anne," seru seseorang yang tiba-tiba datang dengan wajah cemasnya. Tanpa berkata apa-apa, Pangeran langsung memeluk tubuh Anne dengan erat. Dia benar-benar merasa lega saat berhasil menemukan Anne.
Mendengar kabar kalau Anne menghilang, Pangeran sangat cemas. Apalagi saat mendapatkan sebuah telepon dari rumah sakit bahwa istrinya masuk ruang UGD justru membuatnya semakin cemas dan khawatir.
" Apa ada yang luka atau sakit sayang?" tanya Pangeran cemas seraya meneliti tubuh istrinya yang tidak terlihat memiliki luka.
" Aku baik-baik saja," jawab Anne dingin.
"Syukurlah," Pangeran kembali memeluk Anne. Dia benar-benar bersyukur karena Anne baik-baik saja.
Setelahnya, Pangeran menanyakan sila kondisi Anne pada perawat yang berjaga di sana. Setelah memastikan bahwa tak ada sesuatu yang serius, Pangeran pun membawa Anne pulang.
Dikarenakan jarak rumah Papa Ken yang cukup jauh dari rumah sakit ini, Pangeran memutuskan untuk pulang ke rumahnya saja. Andai tubuhnya sedang tak lagi lemas, mungkin Anne tak mau di papah seperti ini.
"Kamu istirahat saja, ya. Kalau ada apa-apa, bilang sama aku. Atau___"
Tiba-tiba Anne merasa perutnya sakit di iringi rasa seperti ada yang meluruh di bawah sana.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Pangeran yang jadi cemas kembali.
" Gapapa hanya___"
" Apakah ada pembalut wanita?" tanya Anne yang sedikit merasa malu. Tapi, mau bagaimana lagi jika keadaan sudah tak dapat di kondisikan seperti ini.
" Pembalut wanita?" ulang Pangeran yang semakin membuat Anne merasa malu dan canggung.Gadis cantik itu pun langsung memalingkan wajahnya yang memerah.
" Kamu ___"
" Aku butuh benda itu sekarang," potong Anne yang tak mau Pangeran semakin memperjelas hal itu.
" Oh, baiklah. Akan aku belikan," ucap Pangeran yang langsung bergegas pergi keluar dari kamar.
" Astagfirullah, kenapa harus datang di saat seperti ini coba? Aku 'kan jadi malu ..., "gumam Anne.
Setelahnya, Anne langsung menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Sementara Pangeran terlihat pergi ke sebuah supermarket yang ada di perkomplekan rumahnya.
Sesampainya di supermarket itu, Pangeran langsung mencari benda yang bernama pembalut wanita. Namun, Ia tak pernah mengira bahwa benda itu memiliki merek dan macam yang sangat banyak.
" Kira-kira ini beli yang mana, ya?" Pangeran terlihat bingung.
Menyadari bahwa ada seorang pria yang tengah berdiri di depan rak tatanan pembalut wanita, membuat sang petugas supermarket itu menghampiri Pangeran.
" Ada yang bisa di bantu, Kak?" sapa sang pegawai wanita.
" Oh, ini. Saya lagi mau membelikan istri saya pembalut, tapi___ saya bingung mau beli yang mana soalnya terlalu banyak merek dan macamnya,"terang Pangeran jujur dan polos. Pasalnya, seumur-umur dia belum pernah membeli hal seperti ini.
" Itu karena setiap wanita tidak semuanya cocok pada satu merek saja."
Pangeran terdiam seperti masih memikirkan sesuatu.
" Kalau bisa, beli merek yang biasa di pakai istrinya saja," usul sang pegawai wanita itu.
" Masalahnya, saya tidak tahu dia biasanya pakai yang mana. "
" Oh ... " Pegawai wanita itu akhirnya bisa menebak bahwa pria ini adalah suami baru.
Setelahnya, sang pegawai wanita pun menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan setiap produk pembalut itu. Sementara Pangeran mendengarkannya dengan seksama penjelasan dari sang pegawai.
Daripada bingung memilih merek yang mana, Pangeran pun membeli beberapa produk yang dianggap sebagai high quality. Dan, ketika membayar ia memberikan sebuah uang tip yang cukup banyak buat sang pegawai.
" Sepertinya Anda tidak perlu memberikan saya uang tip sebanyak ini Tuan karena itu sudah tugas saja," tutur sang pegawai.
" Sudah, ambil saja. Dan terima kasih sudah membantu."
Setelahnya, Pangeran pun segera pulang ke rumah. Dikarenakan jarak supermarket yang tak terlalu jauh, jadi tak butuh waktu lama agar Pangeran sampai kembali ke rumahnya.
" Anda habis belanja sendiri Tuan muda? "sapa seorang maid.
" Oh, iya. "
Setelahnya, Pangeran bergegas pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, Anne terlihat masih menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
" Sayang, Kamu ngapain di dalam selimut? "tanya Pangeran heran.
" Apakah sudah dapat? "tanya Anne yang masih belum keluar dari selimut.
" Sudah, tapi berhubung aku tidak tahu merek yang biasa kamu pakai. Jadi, aku membelikan beberapa merek, semoga ada yang sesuai, "terang Pangeran.
Dahi Anne terlihat berkerut, entah kenapa ia seakan memiliki firasat buruk. Anne pun keluar dari persembunyian, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Pangeran membeli pembalut satu kantong plastik ukuran cukup besar.
" Kamu mau jualan pembalut?" lontar Anne.
"Huh?" Pangeran terlihat semakin bingung.
...****************...
penasaran sama lnjtn nya