Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...
Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.
Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.
Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.
Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.
Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Junior Tidak Mirip Daddynya
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Sepasang kaki jenjang nan kokohnya terus Rendra langkahkan dengan begitu sangat cepat. Rendra melangkah dengan begitu tergesa-gesa menuju ke salah seorang bocah kecil yang menurut dugaannya adalah Junior.
Bocah kecil yang menggunakan masker dan topi berwarna biru itu sedang duduk dengan ditemani oleh seorang bocah laki-laki yang lebih besar darinya.
Rendra tak tahu apakah bocah kecil yang dilihatnya ini memanglah benar Junior, namun yang pasti keyakinan dan ketidakinginannya agar tak kehilangan kesempatan ini menjadi hilang tidak ingin sampai dirinya lewatkan, kapan lagi dirinya bisa memastikan jika anak laki-laki yang dilihatnya ini memanglah benar Junior jika bukan saat sekarang.
Hingga selangkah dua langkah tiga langkah dan akhirnya Rendra pun benar telah berdiri tepat di samping bocah laki - laki itu.
" Junior ". Seru Rendra pada akhirnya.
Sontak saja bocah kecil dan juga temannya itu langsung menoleh ke arahnya, hingga pada akhirnya...
Deg...
" Junior, ini benar kamu? ".
" Om Danten ".
" Junior ".
" Om Danten ".
" Junior ini benar kamu, ya Tuhan, Junior ". Bagai seorang ayah yang baru menemukan putranya yang telah lama hilang, Rendra pun langsung meraih tubuh mungil Junior dan membawanya ke dalam dekapan hangatnya.
" Junior, akhirnya om menemukan mu ". Sungguh tak bisa digambarkan lagi bagaimana bahagianya Rendra kala menemukan sosok mungil yang telah dicarinya selama berhari-hari ini.
" Om, om Danten, Niol lindu om ".
" Om juga sangat merindukan mu Junior, sangat merindukan mu ".
Sungguh ini bagaikan sebuah mimpi bagi Rendra, disaat dirinya sangat gencar - gencarnya mencari keberadaan Junior, dirinya malah tak menemukannya, akan tetapi sungguh siapa sangka, tiada angin tiada hujan, dan tanpa perencanaan apapun, dirinya malah dipertemukan dengan Junior, dan ini benar - benar di luar dugaan nya.
Dua pria yang berbeda generasi ini memang sedang berpelukan, dan mereka lupa akan sosok bocah laki - laki yang memang sedari tadi menemani Junior.
Alvan, ya, Alvan hanya bisa menjadi penonton antara Junior dan juga om ganteng yang dimaksudnya. Dari mana Junior mengenal orang ini, mengapa Junior begitu sangat akrab dengan pria yang namanya om ganteng, bahkan Junior sampai tak melepaskan pelukannya.
" Om, Niol lindu om, Niol cenan cetali bica peluk om danten ". Seru Junior dengan perasaannya yang begitu sangat haru.
Mendengar kalimat itu dari Junior, entah mengapa membuat hati Rendra begitu sangat terenyuh, entah perasaan macam apa ini, mengapa dirinya merasakan perasaan yang sulit untuk diartikan, dan mengapa selalu seperti ini setiap kali dirinya bersama Junior.
" Junior ".
Tiba - tiba saja terdengar suara seorang pria dari arah belakang tubuh Rendra.
Sontak saja Rendra yang mendengar itupun langsung membalikkan tubuhnya.
" Junior ".
" Kak Reyhan ".
" Daddy ".
Deg...
Dan ternyata pria itu adalah Reyhan.
Rendra dan Reyhan sama - sama dikejutkan dengan hal ini. Rendra terkejut karena dirinya bertemu dengan daddy nya Junior, sementara Reyhan sendiri malah lebih terkejut karena melihat sosok pria sosok pria yang bak copy paste dengan Junior.
" Daddy, daddy di cini? ".
" Kak Reyhan, kakak sudah datang, kenapa tidak memberi kabar? ". Tanya Alvan.
Reyhan tak menjawab pertanyaan Alvan, Reyhan menjadi terdiam membeku bak sebuah patung karena melihat wajah pria yang menggendong Junior.
Entah dari mana datangnya Reyhan, kemungkinan Reyhan datang ke tempat ini karena telah mendapatkan kabar dari Audi, apalagi tujuannya jika bukan untuk menjaga Junior.
" Daddy, daddy di cini, tok dak tacik tahu Niol talo mau te cini? ".
" Eh iya, maafkan daddy Junior, ayo sini, daddy ingin menggendong mu ". Lantas Reyhan pun menarik tubuh mungil Junior dari gendongan Rendra.
Mendapatkan perlakuan seperti ini membuat Rendra tak bisa berbuat apa - apa, mau tak mau dirinya harus melepaskan Junior, padahal dirinya masih belum usai melepas kerinduannya, namun daddy nya Junior sudah datang menghampiri dan menggagalkan semuanya.
" Maaf, anda ini siapa tuan? ". Seru Reyhan pada akhirnya setelah rasa ketertegunannya mulai mereda.
" Apa kamu tidak tahu siapa aku?, aneh ". Sahut Rendra.
" Saya kan hanya bertanya tuan, apa susahnya dijawab ". Sahut Reyhan, Reyhan merasa jika sosok pria yang ada di depannya ini begitu terlihat angkuh.
" Daddy, ini om Danten ". Karena tak kunjung mendapatkan sahutan dari om gantengnya, Junior memilih untuk menjawabnya.
" Apa, om ganteng?, di mana Junior mengenal om ganteng ini? ". Sahut Reyhan.
" Tunggu dulu, kamu daddy nya Junior kan?, kenapa kalian bisa ada di sini?, bukankah seharusnya kalian berada di Singaporee? ".
Deg...
Sungguh Reyhan sangat tertegun dengan pernyataan pria yang ada di depannya ini, apa maksud dari pria ini, mengapa pria ini bisa tahu jika Junior pernah tinggal di Singaporee.
" Daddy, Niol tenal om Danten di mall ". Dengan begitu polosnya Junior pun mengatakan awal pertemuannya dengan Rendra.
" Apa maksud mu Junior?, bertemu di mall?, di mall mana? ". Reyhan menjadi mulai khawatir setelah Junior mengakuinya.
" Aku dan Junior bertemu di mall Singaporee, kamu masih belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kalian ada di sini, di Indo, bukankah seharusnya kalian ada di Singaporee? ". Kali Rendra tidak main - main dengan pertanyaannya.
" Itu sama sekali bukan urusan anda, mau Junior tinggal di manapun bahkan di planet lain sekalipun, itu sama sekali bukan urusan anda ". Sahut Reyhan.
Sungguh Rendra begitu sangat tersinggung dengan daddy nya Junior, daddy?... benarkah itu, lantas mengapa Junior sama sekali tidak mirip dengan daddy nya.
Aneh, apakah wajah Junior mirip dengan ibunya, jika memang benar begitu, artinya ibunya Junior memiliki kemiripan wajah dengannya.
" Alvan, di mana Tania? ". Kali Reyhan malah bertanya pada Alvan dan mengabaikan Rendra.
" Kak Tania sedang ke toilet kak Reyhan, aku disuruh jaga Junior di sini ". Sahut Alvan jujur.
" Dasar Tania, bisa - bisanya dia meninggalkan Junior di sini, gadis itu memang ceroboh ". Kesal Reyhan.
" Tapi kak, tadi kak Tania sakit perut, jadinya ke toilet ". Alvan tak ingin jika kak Reyhan nya menjadi salah paham pada Tania.
" Ya sudah ayo, kita susul Tania sekarang, tidak ada gunanya lama - lama di tempat ini, lebih baik kita pulang ". Putus Reyhan.
Dengan tanpa permisi sama sekali, Reyhan pun pergi dari hadapan Rendra dengan membawa Junior dan juga Alvan.
Semakin mendidih rasanya aliran darah Rendra, seumur - umur baru kali ini dirinya diperlakukan acuh oleh orang lain.
" Dasar sombong, kamu tidak mengenalku atau pura - pura tidak mengenalku, lihat saja setelah ini, setelah aku menghancurkan hidupmu apakah kamu masih bisa bersikap sombong seperti itu? ".
Sungguh Rendra begitu sangat kesal luar biasa, entah ini terjadi apakah karena memang sifat Rendra yang memang arogan, atau memang karena sangat tersinggung dengan sikap daddy nya Junior.
" Tuan Rendra ". Dan tak disangka ternyata asistennya Firman malah datang menghampiri.
" Ya Tuhan tuan, saya mencari - cari tuan, hampir saja saya ingin menyalakan mobilnya dan ternyata tidak ada tuan di dalam mobil, tuan Rendra malah ada di sini ".
" Kamu memang harus menyalakan mobilnya, kita ikuti pria brengsekk itu ". Dan tanpa mengatakan kalimat apapun lagi, Rendra pun melangkah pergi begitu saja dengan membiarkan sang asisten Firman yang sedang mematung.
Apa maksud tuannya, pria brengsekk apa, apakah tuannya sedang membicarakan dirinya sendiri.
" Kenapa kamu masih diam Firman, apa kamu ingin aku pecat? ".
" I-iya baik tuan ".
Bersambung..........
🙏🙏🙏🙏🙏
❤❤❤❤❤