NovelToon NovelToon
Tolong Lepaskan Aku

Tolong Lepaskan Aku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Poligami / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: erma _roviko

Suci merupakan wanita dan istri yang baik, tapi di saat hadiah yang di berikan suaminya membuatnya kabur dan pergi dari sisi Zufar.

Mampukah dia menerima hadiah itu?

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE, LIKE, RATE, DAN KOMEN NYA💞🥰LOVE SEKEBON DARI AUTHOR😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Luntur

Sejuknya udara dipagi hari, ditambah dengan tiupan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya. Duduk didekat jendela, merasakan semuanya dengan menutup mata. Menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, merasakan embun pagi yang menyentuh kulit. 

Cukup lama dia melamun, memikirkan apa yang sudah terjadi tidaklah benar. Rambut yang terurai panjang hingga sepinggang, menyisir dan mengepangnya. 

Di dalam kamar, dia melepas hijab yang selalu terpasang. Terkadang melepaskan ikat rambut dan membiarkannya tergerai, rambut hitam, panjang, dan juga lebat karena dirawat dengan sangat baik. Selesai mengepang, Suci menggunakan kerudung panjang hingga sepinggang, tak lupa dengan gamis yang sudah melekat di tubuhnya. Kesunyian pagi yang masih terasa, semua orang lebih memilih untuk melanjutkan tidur, tapi tidak baginya yang tidak terbiasa setelah sholat subuh. 

Hingga terbesit di pikiran mengenai nasi kangkang yang dibuat oleh Siska, sangat penasaran mengenai hasilnya. Suci memutuskan untuk keluar kamar dan menuju dapur, mengintip di sela-sela pintu. "Untung saja aku sudah menggantinya," pikirnya di dalam hati.

Seseorang menepuk bahunya membuat Suci tersentak kaget, takut jika dia ketahuan sudah mengintip aktivitas yang dilakukan Siska. Dengan cepat dia menoleh dan bisa tersenyum lega saat melihat ibu mertua nya, memberikan isyarat untuk menanyai apa yang dilakukan menantunya. 

Suci meletakkan jari telunjuknya di depan bibir, menunjuk Siska yang tengah menyajikan makanan untuk Zufar. Tini melihatnya dan segera menarik tangan sang menantu, membawa pergi takut akan ketahuan. 

"Apa yang kamu lihat?" bisik Tini menuju kolam renang.

"Dugaan Mama dan Mirza itu berdasar, Siska mengotori makanan mas Zufar." Lapor Suci yang sangat khawatir.

"Kapan dia membuatnya?" 

"Aku melihatnya di saat semua orang tertidur."

"Astaghfirullah'aladzim, begitu liciknya dia menghalalkan segala cara untuk tujuan pribadinya."

"Tapi Mama tenang saja, aku sudah mengganti nasi itu dengan yang baru. Kita lihat bagaimana reaksi dari mas Zufar nantinya," terangnya. 

"Kamu yang tegar ya Sayang, kita hadapi pelakor itu sama-sama. Jangan menyerah, dan insya allah Zufar akan kembali mencintaimu." Tini memeluk menantunya dengan erat, keputusan untuk menginap di sana sudah tepat. Dia tidak ingin jika wanita yang baik akhlak seperti Suci terlepas untuk kedua kalinya, walaupun wanita itu tak menjadi istri Mirza. 

"Insyaallah, Ma." Suci tersenyum dan membalas pelukan hangat itu.

Mereka melepaskan pelukan, dan saling tersenyum haru. "Masih ada orang yang menerima keberadaanku," batinnya. 

Suci mengarahkan pandangannya pada pria yang menatap ke arah mereka, tersenyum menyambutnya. Sementara di sisi lain ada Siska yang juga melemparkan senyuman khasnya. Dia merentangkan kedua tangan untuk menyambut pelukan pagi dengan sang suami, melirik kakak madunya dan menatapnya rendah. "Aku pastikan wanita itu terbakar melihat kemesraanku dengan mas Zufar," gumamnya di dalam hati.

Zufar tersenyum menghampiri istrinya, terus berjalan melewati Siska yang sudah merentangkan kedua tangannya. "Aku sangat merindukanmu," ucapnya yang menghamburkan pelukan.

"Mas, disini masih ada Ibu." Sahut Suci yang malu.

"Aku tidak melihatnya," sela Tini yang pergi meninggalkan tempat itu, menutup kedua mata agar tidak mengganggu keromantisan Suci dn juga Zufar.

Sedangkan Siska sangat terkejut, mengingat suaminya yang melewati dirinya. "Mengapa mas Zufar melewatiku? Apa dia tidak memakan nasi itu atau membuangnya?" batinnya. "Mas, aku berada di sini. Mengapa kamu hanya memeluk mbak Suci, dan bukannya aku?" 

"Karena dia juga istriku, jangan protes apapun lagi." 

Suci tersenyum karena suaminya kembali, ternyata dugaannya sangat benar. Memanggil ustadz, berharap Siska segera bertaubat dan menjauh dari ilmu sesat. "Hari ini jadwal ku ke dokter."

"Hem, itu bagus. Aku akan menemanimu ke dokter!"

"Aku ikut," sela Siska yang unjuk diri.

"Eh, bukankah jadwalmu masih seminggu lagi?" Zufar menoleh seraya menautkan kedua alisnya, masih mengingat jadwal dari wanita itu. 

"Iya, tapi aku ingin di periksa sekarang. Aku hamil juga anak kamu, Mas." 

Zufar menghela nafas dan menganggukkan kepala. "Baiklah, kalian berdua bersiaplah." 

****

Zaid datang ke yayasan untuk menemui Rasidha, menghampiri gadis kecil itu dan menyamakan tingginya. "Aku ingin ke Indonesia, dan tidak akan kembali kesini lagi. Aku sangat mencemaskanmu di sini, untuk itulah aku ingin membawamu pergi bersamaku. Bagaimana? Kau setuju?" 

Rasidha terlihat sedih, namun dia tersenyum saat mendengar Indonesia. "I-ibu?" ucapnya yang gagap, mengucapkan kata untuk pertama kalinya membuat Zaid alias Simon meneteskan airmata. 

"Nak, kamu berbicara? Ayo, ulangi lagi!" desaknya yang tak percaya. 

"Ibu Suci," ucapnya yang menangis.

Zaid segera memeluk Rasidha dan memeluknya dengan sangat erat, gadis kecil itu akhirnya mengeluarkan suara membuatnya sangat bahagia. Beban dan rasa bersalah sedikit berkurang, kali pertama dia menangis. "Aku tidak percaya ini, Suci membawa keajaiban untukmu. Kita akan ke Indonesia dan menemuinya!" 

Dengan cepat Rasidha menganggukkan kepala, berlari menuju penginapan dan mengemasi pakaiannya.

1
Yudith Lahay
sangat bagus
Siti Maskanah
hukumanmu zufar .
Ida Naurah
yaaaahhhh knpa g bkin suci hamil dulu Thor biar ada penerus
Ida Naurah
Luar biasa
Ida Naurah
ko sizufar aneh ya bisa dikibulin sama orang,,,,giliran sisuci prgi kmna aja tau
Alfi Wang
Luar biasa
Nie
pastikan mereka brdua meninggal jgn sampe kecolongan lg
Nie
Alhamdulillah zaid udh msk islam dan semoga istiqomah ya zaid,tinggal disunatnya nih,siap² ondangan wkwkkwk
Nie
jgn² asisten doni kakanya suci
Nie
si felix itu pasti
Nie
kayanya siska jg tau penyakit zufar makanya dia begitu semangat menyingkirkan suci agar dia dpt warisan dr zufar
Nie
nah loh,anakmu sdh kecewa zufar makanya dia enggan untuk dilahirkan...rasakan penyesalanmu itu..lebih bagus lg kalo suci pergi
Nie
ga ush mikirin zufar lg,bahagiakan dirimu sendiri suci,biar saja nanti zufar menyesal
Nie
akhirnyazaid datang...
Nie
lah iki piye...ga bener ini dokternya juga,ini zufar bener² bego ya masa ga tau kalo pas lg usg kan dia slalu nemenin masa iya ga ngeh 🤦🤦
Nie
tuhkan,udh jls zufar tuh ga bener..
Nie
semoga mereka bertemu suci dan bersatu
Nie
sungguhaku berharap suci pisah ma zufar,dan zaid msk islam dan bs bersatu ma suci...rumah tangga kalo udh ada orang ketiga ga bakal bener,apalagi satu rumah
Nie
berharap anak siska bukan anak zufar
Nie
laki² egois,giliran suci ada malah mesra²an ma istri kedua ...mdh²an aja zufar ga nemuin kamu suci,gedeg aku ma laki² model gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!