Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.
Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.
**Sistem Pemakan Takdir.**
Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.
Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.
Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3: Peluang yang Tidak Memiliki Tuan
Arus sungai bawah tanah menyeret tubuh Lin Yuan melewati bebatuan tajam sebelum akhirnya menghantam tepian yang lebih dangkal.
Tubuhnya terseret beberapa langkah di atas kerikil basah, lalu berhenti dengan napas berat dan pandangan yang hampir gelap.
Rasa sakit menjalar dari rusuk, bahu, dan punggungnya, membuat setiap gerakan terasa seperti merobek luka lama.
Lin Yuan memaksa membuka mata ketika suara sistem kembali terdengar pelan di dalam pikirannya.
【Kondisi pengguna: luka berat.】
【Peluang Takdir tanpa pemilik berada dalam jangkauan.】
Ia mengangkat kepala perlahan dan melihat garis keemasan samar muncul dari arah aliran sungai di depannya.
Garis itu menembus kabut air dan berakhir pada celah sempit di balik sebuah air terjun kecil.
Lin Yuan menarik napas panjang sambil menekan luka di sisi tubuhnya dengan tangan kiri.
"Kalau aku berhenti sekarang..."
"...mungkin lukaku justru membunuhku lebih dulu."
Ia berdiri dengan susah payah, kemudian berjalan mengikuti tepian sungai menuju sumber cahaya tersebut.
Semakin dekat dengan air terjun, suara gemuruh air menutupi hampir seluruh suara lain di dalam gua.
Namun Naluri Tempur tiba-tiba bereaksi sebelum Lin Yuan mencapai celah yang dituju.
【Ancaman terdeteksi.】
Lin Yuan langsung berhenti dan menghunus pedang besinya meskipun lengan kanannya masih sedikit mati rasa.
Dua mata kehijauan muncul dari balik batu besar yang berada tidak jauh dari air terjun.
Seekor binatang buas sebesar anak sapi perlahan keluar dengan tubuh rendah dan cakar panjang mencengkeram batu.
Kulitnya hitam mengilap, sedangkan mulutnya dipenuhi gigi kecil yang tampak tajam dan rapat.
Makhluk itu menggeram sambil berdiri tepat di antara Lin Yuan dan celah tempat garis Takdir berakhir.
"Jadi kau penjaga tempat ini."
Lin Yuan tidak langsung menyerang karena kondisi tubuhnya jelas tidak cocok untuk pertarungan panjang.
Makhluk itu tiba-tiba menerjang dan mengayunkan cakar kanannya menuju kepala Lin Yuan tanpa memberikan peringatan.
【Naluri Tempur aktif.】
Lintasan serangan muncul jelas, membuat Lin Yuan segera memiringkan tubuh dan menghindari cakar tersebut hanya beberapa inci.
Ia bisa melihat arah serangan berikutnya, tetapi gerakan tubuhnya masih terasa berat akibat luka yang belum pulih.
Daripada membalas secara langsung, Lin Yuan mundur menuju bagian batu yang basah oleh percikan air terjun.
Makhluk itu kembali menyerang dengan gerakan lebih liar setelah gagal mengenai tubuhnya pada serangan pertama.
Lin Yuan terus menghindar sambil memperhatikan medan, kemudian menemukan salah satu batu besar memiliki permukaan sangat licin.
Ia sengaja berdiri tepat di depannya dan menunggu sampai makhluk tersebut kembali menerjang dengan seluruh kekuatan.
"Kemarilah."
Binatang itu mengaum dan melompat lurus menuju dada Lin Yuan dengan kedua cakar terbuka lebar.
Pada detik terakhir, Lin Yuan bergeser ke samping mengikuti lintasan yang telah dibaca Naluri Tempur.
Makhluk itu mendarat pada batu licin dan kehilangan pijakan sebelum sempat menghentikan kecepatannya sendiri.
Tubuh besarnya tergelincir, menghantam dinding batu, kemudian jatuh ke dalam arus sungai yang sangat deras.
SPLASH!
Makhluk itu mencoba berenang melawan arus, tetapi tubuhnya segera terseret menuju lorong gelap di bagian hilir.
Lin Yuan tidak mengejar dan hanya menyarungkan pedangnya sambil menarik napas panjang untuk menahan rasa sakit.
Ia menang bukan karena lebih kuat, melainkan karena lawannya menyerang tanpa mempertimbangkan medan di sekelilingnya.
Setelah memastikan tidak ada ancaman lain, Lin Yuan berjalan menuju celah sempit di balik air terjun.
Di balik celah tersebut terdapat sebuah gua kecil yang hanya diterangi cahaya biru dari lumut pada dinding.
Garis keemasan yang sejak tadi dilihatnya berakhir pada sebuah tanaman kecil yang tumbuh dari retakan batu.
Tanaman itu memiliki tiga daun hijau gelap dan satu garis merah tipis pada bagian batangnya.
Begitu Lin Yuan mendekat, suara sistem segera memberikan informasi yang jauh lebih jelas.
【Rumput Pemulih Nadi terdeteksi.】
【Fungsi: membantu memulihkan luka internal dan kerusakan ringan pada meridian.】
Mata Lin Yuan langsung berubah.
Benda ini memang bukan harta yang mampu membuatnya menjadi sangat kuat dalam satu malam.
Namun dalam kondisinya sekarang, Rumput Pemulih Nadi jauh lebih berharga daripada senjata ataupun teknik tingkat tinggi.
Lin Yuan berjongkok dan mencabut tanaman tersebut dengan hati-hati agar bagian akarnya tidak rusak.
Pada saat jemarinya menyentuh tanaman itu, garis keemasan di sekelilingnya langsung pecah menjadi titik-titik cahaya.
【Peluang Takdir berhasil diperoleh.】
【Takdir pengguna mengalami perubahan kecil.】
【Energi Takdir diperoleh: 1.】
Lin Yuan sedikit mengernyit ketika mendengar istilah baru tersebut.
"Energi Takdir?"
Sistem tidak langsung memberikan penjelasan lengkap.
【Fungsi lanjutan belum memenuhi syarat pembukaan.】
Lin Yuan tersenyum tipis.
"Jadi masih ada fungsi lain."
Ia tidak memaksa mencari jawaban karena luka di tubuhnya lebih mendesak untuk ditangani sekarang.
Lin Yuan duduk bersila di dalam gua, kemudian memasukkan Rumput Pemulih Nadi ke dalam mulut dan mulai menyerap energinya.
Rasa hangat segera menyebar melalui meridian menuju bagian tubuh yang mengalami luka paling berat.
Namun ketika energi tanaman mencapai pusat kultivasinya, sesuatu yang tidak terduga tiba-tiba terjadi.
Cahaya hitam yang berasal dari pecahan Bola Roh kembali muncul di dalam tubuh Lin Yuan.
DUM!
Energi di pusat kultivasinya bergetar keras.
Suara sistem segera berubah.
【Anomali terdeteksi.】
【Kondisi Akar Roh pengguna tidak sesuai dengan diagnosis sebelumnya.】
Mata Lin Yuan terbuka perlahan.
Tatapannya langsung berubah tajam.
Lin Yuan segera menghentikan penyerapan Rumput Pemulih Nadi dan memusatkan kesadarannya pada perubahan di pusat kultivasi.
Selama tiga tahun, hampir setiap tetua yang memeriksanya mengatakan hal serupa tentang keadaan Akar Rohnya.
Lemah, tidak lengkap, dan akhirnya dianggap rusak total setelah pemeriksaan terakhir di Aula Pengujian Bakat.
Namun sekarang, sistem yang baru saja bangkit dalam tubuhnya justru memberikan kesimpulan yang berbeda.
"Apa maksudnya tidak sesuai?"
Suara dingin sistem kembali terdengar setelah beberapa saat melakukan pemeriksaan terhadap pusat kultivasi Lin Yuan.
【Analisis kondisi Akar Roh sedang dilakukan.】
Cahaya hitam bergerak perlahan di sekitar pusat kultivasinya, seolah sedang mencoba menembus sesuatu yang tidak terlihat.
Beberapa detik kemudian, rasa sakit tajam mendadak menusuk tubuh Lin Yuan hingga keringat dingin muncul di dahinya.
【Analisis gagal.】
【Terdapat segel tidak dikenal pada Akar Roh pengguna.】
Lin Yuan membuka mata dengan tatapan penuh keterkejutan, sementara pikirannya segera dipenuhi berbagai kemungkinan.
"Segel?"
Jika informasi sistem benar, berarti masalah kultivasinya selama tiga tahun mungkin bukan disebabkan Akar Roh yang rusak.
Seseorang atau sesuatu telah menyegel Akar Rohnya, tetapi bahkan para tetua Sekte Awan Langit tidak pernah menyadarinya.
Lin Yuan mengepalkan tangan ketika teringat ledakan Bola Roh dan perubahan sikap Zhao Feng setelah kejadian tersebut.
"Ternyata masalahnya jauh lebih besar daripada yang kukira."
Ia ingin mencari tahu lebih banyak, tetapi sistem tidak mampu memberikan informasi tambahan mengenai segel misterius tersebut.
Lin Yuan akhirnya menenangkan pikirannya dan kembali menyerap energi Rumput Pemulih Nadi yang masih tersisa.
Energi hangat mengalir melalui meridian, memperbaiki beberapa luka internal dan mengurangi rasa sakit pada rusuknya.
Tidak sampai membuat tubuhnya pulih sepenuhnya, tetapi setidaknya ia tidak lagi berada dalam kondisi yang mengancam nyawa.
Setelah hampir satu jam, Lin Yuan berdiri dan mencoba menggerakkan tangan serta kedua kakinya secara perlahan.
"Kira-kira enam puluh persen."
Kondisi tersebut sudah cukup untuk mencari jalan keluar sebelum Zhao Feng mengirim orang memeriksa dasar jurang.
Lin Yuan kemudian teringat informasi yang diperolehnya sebelum menjatuhkan diri dari tebing.
Dalam tujuh hari, Zhao Feng akan mendapatkan sebuah kesempatan besar di Hutan Kabut Hitam.
Lin Yuan tidak mengetahui bentuk kesempatan tersebut, tetapi sistem secara khusus menyebutnya sebagai Peluang Takdir.
"Kalau aku bisa keluar sebelum tujuh hari..."
Tatapan Lin Yuan perlahan berubah tajam saat membayangkan wajah Zhao Feng yang merasa dirinya sudah mati.
"...aku akan mengambil kesempatan itu lebih dahulu."
Ia tidak merasa bersalah karena Zhao Feng sendiri telah membawa belasan orang untuk mengambil nyawanya.
Kalau Takdir benar-benar memberikan kesempatan kepada orang seperti Zhao Feng, Lin Yuan tidak takut merebutnya.
Namun sebelum memikirkan Hutan Kabut Hitam, ia harus menemukan jalan keluar dari tempat asing ini.
Lin Yuan mulai memeriksa gua kecil tersebut dan segera menemukan aliran air keluar dari retakan dinding bagian belakang.
Awalnya ia tidak terlalu memperhatikannya, sampai Mata Takdir tiba-tiba bereaksi tanpa diperintah oleh dirinya.
WUUUNG!
Garis keemasan muncul kembali.
Berbeda dengan garis menuju Rumput Pemulih Nadi, garis kali ini jauh lebih tebal dan memancarkan cahaya terang.
Lin Yuan mengikuti arahnya dengan pandangan dan menemukan garis tersebut menembus langsung ke dalam dinding batu.
【Peluang Takdir baru terdeteksi.】
【Tingkat peluang lebih tinggi daripada peluang sebelumnya.】
Lin Yuan terdiam sejenak.
Baru saja dirinya memperoleh Rumput Pemulih Nadi, sekarang kesempatan lain sudah muncul tepat di hadapannya.
Namun pengalaman malam ini membuat Lin Yuan tidak langsung menganggap setiap peluang sebagai sesuatu yang aman untuk diambil.
Ia menghunus pedang besinya terlebih dahulu, kemudian berjalan mengikuti aliran air menuju bagian belakang gua.
Retakan di sana cukup sempit, tetapi masih memungkinkan seseorang melewatinya dengan memiringkan tubuh.
Lin Yuan masuk perlahan sambil tetap memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di sekelilingnya.
Setelah berjalan beberapa puluh langkah, lorong sempit itu berakhir di depan sebuah dinding batu berwarna hitam.
Tidak ada jalan lain.
Lin Yuan mengernyit karena garis keemasan justru menembus dinding tersebut dan terus memanjang menuju kedalaman.
"Di balik sana?"
Ia membersihkan lumut yang menutupi permukaan batu menggunakan ujung pedangnya secara perlahan.
Sebuah simbol kuno segera terlihat, bentuknya menyerupai lingkaran yang terbelah oleh beberapa garis tidak beraturan.
Lin Yuan belum pernah melihat simbol semacam itu selama tiga tahun tinggal di Sekte Awan Langit.
Ia mencoba menekan dinding tersebut, tetapi batu hitam itu sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
Ketika telapak tangannya tanpa sengaja menyentuh simbol kuno, cahaya hitam di dalam tubuhnya tiba-tiba bergetar.
DUM!
Lin Yuan segera menarik tangan, tetapi simbol pada dinding sudah memancarkan cahaya yang semakin terang.
Suara gemuruh memenuhi lorong ketika dinding batu perlahan bergeser dan memperlihatkan celah gelap di baliknya.
Udara dingin mengalir keluar membawa aroma debu, seolah tempat tersebut telah tertutup selama waktu yang sangat panjang.
Lin Yuan menggenggam pedangnya lebih erat sebelum melangkah mendekati celah yang semakin terbuka di hadapannya.
Di balik dinding terdapat jalan batu kuno yang terus menurun hingga menghilang jauh ke dalam kegelapan.
Sebelum Lin Yuan memutuskan apakah akan masuk, suara sistem kembali bergema di dalam pikirannya.
【Jejak Takdir dalam jumlah besar terdeteksi.】
【Peluang Takdir khusus ditemukan.】
Lin Yuan memandang jalan kuno tersebut, kemudian menoleh sebentar ke arah lorong yang baru saja dilewatinya.
Ia masih memiliki waktu kurang dari tujuh hari untuk merebut kesempatan yang seharusnya diperoleh Zhao Feng.
Namun sesuatu di balik jalan ini jelas memiliki hubungan dengan cahaya hitam yang berasal dari Bola Roh.
Lin Yuan akhirnya mengangkat pedangnya dan mengambil langkah pertama menuju kegelapan.
"Kalau ingin mengetahui apa yang terjadi padaku..."
"...sepertinya aku harus masuk."
...----------------...
Bersambung...