Selly Widya Menerima lamaran dan menikah dengan Rendi Nugraha, Selly merasa bahagia dan beruntung karena telah dipersunting pengusaha muda yang sukses. Setelah Ia hamil dan melahirkan semakin bertambah lah kebahagian mereka kala itu.
Namun siapa sangka kebahagiaan itu hanya sesaat saja, saat ia mengetahui bahwa Rendi sudah mempunyai seorang istri sah dan dia hanya istri siri nya saja, penderitaan nya bertambah tatkala anak yang sudah ia lahirkan diambil paksa oleh Rendi dan istri pertamanya, dan yang lebih mengejutkan nya lagi, Selly hanya dijadikan mesin pencetak anak, dikarenakan Mika istri pertama Rendi tidak bisa punya anak dan takut jika orang tua nya akan memberikan harta nya pada panti asuhan.
Akan kah Selly kuat menjalani hidupnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Selly mengerutkan alisnya, apa Bapak sama Ibu datang kemari, tapi kok tidak memberi kabar lebih dulu.
Ia langsung memutar badan dan melangkah menuju Loby.
Deg!
"Pak Adam!" Ucap Selly kaget.
Ia ingat betul dengan wajah Pak Adam saat tanpa sengaja mereka bertemu, waktu ia dan Bagas makan siang bersama.
'Pak Adam mencariku?? kenapa??' tanya nya dalam hati.
"Bapak cari saya ?"
Pak Adam, Bu Jenny dan Zevan menoleh bersamaan saat Selly memanggil nama Pak Adam.
"Kamu tau saya?" tanya Pak Adam bingung, pasal nya ia merasa tak pernah bertemu dengan Selly secara langsung.
"Emmm, saya waktu itu yang makan siang dengan Pak Bagas dari ABM Group, apa Bapak ingat kita ketemu disana, Bagas bilang kalau Bapak orang tua nya Mika!" Jelas Selly.
Pak Adam mencoba mengingat-ingat pertemuannya dengan Bagas.
"Ah iya, waktu itu saya bilang kamu istri Bagas ya??"
Selly menganggukan kepala nya dan tersenyum malu dianggap istri Bagas.
Bu Jenny yang melihat senyuman Selly teringat akan senyum nya diwaktu kecil, benar-benar mirip.
'Anak ku...' lirih Bu Jenny dalam hati, ingin sekali rasanya ia bisa menyentuh pipi gadis didepannya, memeluk nya menuangkan segala kerinduan yang selama ini terpendam.
"Nak Selly bisa kami minta waktu nya sebentar??" tanya Pak Adam.
Selly menatap Pak Adam, lalu beralih ke Bu Jenny, dan terakhir.. Zevan.
"Kamu kan???" Selly menunjuk Zevan, bukannya pria ini kemarin yang menolong nya saat ia hendak di tabrak mobil.
"Iyaa, aku Zevan yang kemarin nolongin kamu!" terang Zevan yang seolah mengerti dengan hati Selly.
"Kebetulan sekarang jam makan siang, kita mau ngobrol dimana Pak??"
"Di Cafe dekat sini aja, supaya gak jauh pas kamu mau balik ke kantor!" jawab Pak Adam lagi.
*
Sesampai nya mereka di cafe. Mereka berempat memesan makan siang, dalam hati Bu Jenny, bahagia sekali ia bisa berkumpul dengan anak-anak nya seperti saat ini.
"Pak.. Bapak ada perlu apa sama saya??" tanya Selly membuka percakapan.
"Begini, Selly... mungkin ini terlihat aneh dan lucu, namun ini lah kejadian sebenar nya, kamu ini.. sebener nya anak kandung saya dan istri saya!"
"Apa???" Jelas Selly shock dengan apa yang baru saja dia dengar, bagaimana mungkin mereka ini orang tua kandung nya, ia masih punya Bapak dan Ibu, dan lagi mereka sama sekali tak mengatakan apapun, ada apa sebenar nya ini.
"Iya nak Selly, kamu benar-benar anak kandung kami, lihat ini Zevan adik kandung kamu, kalian kembar nak??" Bu Jenny berucap sembari berurai air mata nya.
"Jangan becanda Bu! Anak ibu Mika, dan juga menantu Ibu Rendi, sudah mempermainkan saya selama ini!! jadi tolong jangan bersandiwara untuk menghancurkan hidup saya!" tegas Selly. Ia tak mau percaya dan masuk perangkap mereka lagi, bisa jadi mereka mengaku-ngaku sebagai orang tua kandung nya supaya ia bisa kembali dengan Rendi dan hanya dijadikan mesin pencetak anak saja.
"Enggak Selly, kami sungguh orang tua kandung kamu! perihal Rendi dan Mika pernah mempermainkan kamu, demi Allah nak kami tidak tahu menahu soal itu! Kami juga merasa ditipu sama mereka berdua, karena Mika itu bukan anak kandung kami!! dia hanya ingin harta kami saja Nak! Percayalah." Bu Jenny masih berusaha meyakinkan Selly.
Selly bergeming, ia tak tau harus berkata apa.
"Selly, saya tau mungkin kamu tidak percaya, kami pun sama! karena sekian lama kami pikir kalian berdua sudah meninggal karena kecelakaan itu, tapi ternyata kalian masih hidup dan di rawat oleh keluarga yang berbeda!" Ucap Pak Adam
"Maksudnya??" Selly semakin tak mengerti dengan semua ini, saudara kembar, dan kecelakaan mobil, kenapa ia sama sekali tak mengingat apapun.
"Benar Kak, kami kesini bukan asal datang, melainkan kami sudah terlebih dulu mencari tau, bukan kami, tapi lebih tepat nya aku!"
Akhirnya Zevan memberi tau soal dirinya yang selama ini coba mencari tau dimana kakak nya berada.
"Kalau kakak masih tidak percaya bisa langsung tanyakan pada orang tua kakak, tadi kami sudah kerumah Bapak dan Ibu kakak di Jakarta, dan mereka mengakui jika mereka menemukan kakak sangat kritis di tepi jurang, karena Dokter bilang kakak mengalami amnesia permanen hingga kakak tidak mampu, atau merasa pernah mengalami kecelakaan tempo dulu, dan lihat ini, kita punya tanda lahir yang sama kak!" Zevan memperlihat kan tanda lahir dipergelangan tangan nya, persis sama dengan apa yang dimiliki Selly.
"Dan ini... coba kakak lihat ini foto kita sebelum kita kecelakaan! kakak masih ingat kan wajah kakak waktu kecil?" Zevan kembali menyodor kan foto lawas dirinya dan Selly saat acara ulang tahun mereka yang ke 4 tahun.
Deg!
'Benar ini aku... Astaghfirullah.. apa aku sungguh anak kandung Pak Adam ?' tanya nya lagi dalam hati, lidah nya masih begitu keluh untuk menjawab pernyataan Zevan yang kata nya adik nya itu.
"Mama, tolong sekarang foto kami!" Zevan memberikan ponsel nya pada Bu Jenny dan ia mendekatkan wajah nya kearah Selly, langsung saja Bu Jenny memotret mereka.
"MasyaAllah Nak, kalian mirip sekali!" tukas Bu Jenny yang masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.
"Coba Ze lihat Ma.. dan tunjukan juga pada kak Selly!" Bu Jenny menyerahkan ponsel Ze kembali.
Selly yang melihat itu pun, sontak menutup mulut nya.
'Ya Allah kami sungguh mirip, bentuk alis yang sama, mata, juga hidung dan...garis wajah sama persis! hanya saja Zevan berambut pendek dan aku berambut panjang!'
"Kalian sungguh orang tua kandung ku??" tanya Selly lagi.
Bu Jenny dan Pak Adam mengangguk cepat. Selly sudah berurai air mata, ia berhambur memeluk Mama dan Papa nya bergantian, dan terakhir ia memeluk adik nya Zevan.
"Maafin kami Nak.. Selama ini kami tidak berusaha mencari tau tentang kamu, karna kami pikir kamu sudah tidak ada lagi di dunia ini.."
"Gak apa Ma.. maafin aku yang sempat meragukan kalian!" ucap Selly yang masih dalam pelukan Bu Jenny.
"Dan ya, nama kamu mulai sekarang Zelia Wiranata, bukan Selly Widya!"
"Apa aku harus menggunakan nama itu Bu, seperti nya Selly juga bagus!"
"Akte kelahiran kamu Zelia nak.. tapi ya sudah lah tak apa jika kau menggunakan nama itu, tapi sekarang jadi Selly Widya Wiranata."
"Lalu bagaimana dengan Mika Ma.. Apa dia tau tentang fakta ini??" tanya Selly mengurai pelukan mama nya.
"Ia sudah tau, tapi.. dia tidak terima!"
"Dia bunuh diri kak, dia motong tangannya pake pecahan vas waktu dia ngamuk! wajarlah kan dia rada miring... jadi gitu amukan!" timpal Zevan asal.
"Hussst kamu ini Ze!"
"Bener itu Ma???"
mungkin jodoh selly si dosen🤭
next thor semangat
(ya walaupun iya ya)🤭
tp ternyata oh ternyata anggia masih cinta ama bagas dan berharap balikan lg😅
aduh selly kasihan amat sih nasip kmu😰
semoga kmu mendapatkan jodoh yg baik
agar kmu bisa bahagia kembali 🤲
Tp aku penasaran banget ntar selly akhirnya ama siapa ya🤔🤭
next thor semangat
aku kangen thor🤭
next thor semangat
next thor semangat
klau bener kayaknya bagas gk baik deh kelakuan nya
semoga selly berjodoh dengan org yg bener² mncintainya dan baik hatinya🤲
next thor semangat
next thor semangat
next thor semangat
dan biar selly ama bagas🤭
next thor semangat
next thor semangat
makin penasaran aku jd nya
next thor semangat
next thor semangat
next thor semangat